Hari ini sabtu
pertengahan januari di awal tahun 2016, secara psikis selain awal tahun
pelajaran baru juga awal tahun baru masehi hingga mind set dan mental masih
semangat terjaga hingga semangat masih menyala. Namun tetap meskipun begitu
mental hari sabtu baik secara fisik maupun psikis setiap orang sudah dalam
athmosfhere liburan dan rehat. Begitupun melihat anak-anak di kelas, pemandangan
beberapa anak yang tidak hadir masih dianggap toleransi jika absen di hari ini,
selain dua mata pelajaran yang mereka anggap ringan dan tidak serius seperti
mata pelajaran lainnya hanya pelajaran SBK dan PLH.
Pola tingkah laku
mereka terlihat santai begitupun dengan guru-guru selain. Satu hal yang menarik
pada siang ini, seperti biasa sabtu merupakan hari yang tepat mengadakan
berbagai acara seperti pernikahan dan acara lainnya. seperti pada hari ini ada
satu undangan pernikahan dari rekan sejawat hal yang biasa kami lakukan dengan
rekan guru lainnya, datang memenuhi undangan bersama-sama. Bukan suatu
kebetulan kalau Sekolah Dasar tempat ku mengajar berada satu kompleks dengan SD
lainnya hingga bergabung sebanyak tujuh SD dengan tujuh Kepala Sekolah, hingga
jika terdapat satu undangan sudah dapat dipastikan harus mengundang guru dan
Kepala sekolah sebanyak tujuh SD.
Tak seperti biasanya,
untuk memenuhi undangan pernikahan tersebut anak bungsuku turut serta. Satu pemandangan
aneh karena biasanya jika acara-acara kantor dia tidak turut serta selain
karena alasan kepentingan masing-masing. Satu hal yang menarik pada hari ini,
si bungsu turut ke undangan dan yang membuatku sedikit terperangah (tentunya
dalam hati) bahwa dia sangat senang di ajak menghadiri undangan tersebut, itu
terlihat dari sorot matanya yang antusias dengan lirikan pandangan kesana
kemari melihat Bapak dan Ibu guru nya turut hadir pula dalam undangan tersebut
juga celotehan-celotehan yang menggemaskan dan baru aku tahu bahwa untuk
bahagia tidak harus selalu mahal, mengajak anak bertemu dangan orang-orang yang
mereka kenal terlebih Bapak dan Ibu guru yang mereka kagumi pun rasa bahagia
itu sudah menular.
Jadi teringat dalam
salah satu hadist nabi bahwa “membahagiakan anak itu merupakan pahala” apapun
bentuknya. Semoga kita semua bisa mendapatkan kebahagiaan dari berbagai hal,
walau dari hal sekecil apapun.
Catatan ini untuk anakku sayang, Kinanti Aulia Siti Soraya
Bandung, 16 Januari 2016


Untuk bahagia itu sebenarnya sederhana,kita aja yang kadang bikin ribet...
ReplyDeleteAnak bungsunya sedang belajar di acara tersebut, mbak.. Memperhatikan banyak orang dan keramaian..
ReplyDeleteIya Bang, belajar mengenali lingkungan dan membuatnya excited.
ReplyDelete