Showing posts with label Karier. Show all posts
Showing posts with label Karier. Show all posts

Monday, 3 July 2017

INSPIRING MOVEMENT

Di ITB, kamu ngga akan pernah kekurangan inspirasi. Terlalu banyak orang-orang yang bakal bikin terkagum-kagum bahkan jiper!
Yang IPnya 4 sampe dapet toga? 
Yang menang lomba sana-sini sampe ke luar negeri?
Yang punya usaha bisnis sampe bisa bayar kuliah sendiri?
Yang jago karya seni sampe masuk TV?
Yang aktif organisasi mulai dari unit, himpunan, terpusat, bahkan nasional? Semuanya ada di sini, dengan achievement-achievement luar biasa yang mereka miliki.
Jangan bohong. Sekali dua kali, setiap anak ITB pasti pernah bermimpi untuk punya achievement dan jadi "inspirasi".
Inspirasiku bergeser dari orang-orang yang punya banyak achievement ke orang-orang yang di luarnya biasa aja tapi ternyata unik menurut cara mereka masing-masing.
Ada yang di luar keliatan caleuy padahal hobi baca buku psikologi, sejarah dan tema-tema berat lainnya yang ga jarang bikin orang terkesima kalo dia lagi ngomong serius.
Ada yang pendiem bukan main kalau di kelas tapi vokal banget di blognya dengan pemikiran luar biasa yang ditulis dengan bahasa Inggris level Oxford Dictionary.
Ada yang muncul menghilang tapi lebih sering menghilang di grup chat Line tapi astaga jadi mentor di mana-mana.
Ada yang pernah hampir putus asa untuk lanjut kuliah tapi gak putus asa dan sekarang bersinar terang di jurusannya.
Ada yang pernah jadi korban kriminal dan kehilangan orang yang sangat disayang tapi bisa lepas dari trauma dan sekarang selalu terlihat dan bisa bikin orang ceria.
Mungkin itu sebagiannya, dan percaya atau tidak orang-orang seperti itu ada di sekitar kita.
Terakhir, ga salah mimpi punya achievement. Tapi jangan sampe cuma ngejar obsesi tanpa menikmati.
Semua orang punya pathway masing-masing. Gapapa sih bilang "Da aku mah apa atuh", tapi jangan sering-sering. Enjoykeun aja.
There's nothing more inspiring than a happy person. (EF)

Dikejar Deadline Setelah Lebaran

Sebulan berpuasa, fenomena di Indonesia dan masyarakat dunia seolah berlomba menuju satu titik di Idul Fitri, sebuah fenomena yang saya sebut "kejar Deadline".
Mengapa demikian?
Semua aktifitas di bulan puasa mulai dari perbaikan diri, perbaikan ekonomi, sampai perbaikan infrastruktur jalan semuanya bermuara di satu titik menuju Idul Fitri.
Perbaikan diri, misalnya yang tadinya jarang sholat subuh di masjid, setelah sahur menjadi terbiasa bertemu muka dengan imam berjamaah, tilawah quran jadi target harian untuk bisa khatamul quran di akhir ramadhan.
Perbaikan ekonomi, lihat deh .. tiap pasar di seluruh Indonesia pergerakan ekonominya wuiiih masyaAlloh dahsyat nya ..
Perbaikan infrastruktur dari pemerintah pusat menggeliat dimana-mana ..
Seolah Idul Fitri menjadi salah satu titik waktu akhir pencapaian "Deadline" kehidupan .. setelah itu, .. kehidupan berlanjut seperti biasa .. deadline kembali "membiasa" artinya target nya kembali "sakasamperna".
Sisanya hari ini kita mulai kembali menjalani 11 Bulan 3 Minggu menuju "Deadline 1439 H" .. Selamat menjalani kehidupan 11 Bulan 3 Minggu ke depan .. rasanya terlalu jauh ya dan membuat kita "berleha-leha".
Saya tawarkan, bagaimana jika ini ...
Jika itu di rasa terlalu jauh,
kita berandai dengan mempersempit seolah waktu kita hidup 1 bulan 3 Hari agar mirip dengan bulan puasa kemarin, semua pergerakan perbaikan diri, ekonomi dan pergerakkan lainnya membaik dan membumi diisi dengan amalan baik .. untuk menentukan satu titik capaian ..
jika dirasa masih terlalu jauh dan masih membuat berleha-leha kita persempit kembali dengan 1 hari 3 jam diisi dengan perbuatan baik, benar dan jujur ..
dan apabila itu masih membuat kita terlalu menyepelekan waktu dengan panjang angan dan bersantai ria, gimana kalo kita persempit lagi menjadi 1 jam 3 menit ke depan ... tentukan target yang akan dicapai dalam kurun waktu tersebut.
ulangi kembali di rentang waktu yang sama selanjutnya secara berulang dan insha Alloh akan mndapati kumpulan hari, bulan dan tahun dengan amalan penuh bermakna.

Friday, 31 March 2017

Mengenali Potensi Bipolar di Era Sosial Media Terutama pada Perempuan


Sahabat Ummi, perkembangan teknologi saat ini sangat berkembang pesat, ini akibat dari globalisasi terutama dalam bidang telekomunikasi terutama internet. Penggunaan internet terlebih perkembangan media sosial sangat mempengaruhi manusia pada umumnya di seluruh dunia, yang mencengangkan bahwa penggunaan media sosial yang di akses oleh dunia secara dominan usernya adalah di indonesia.
Era media sosial segala seuatu kegiatan, perilaku manusia di jadikan update dan terus diperbaharui. kita bahas dan telisik dari sudut pandang sisi psikologis penggunaan media sosial yang mempunyai potensi terhadap perilaku "bipolar". perilaku ini dapat timbul dari berbagai faktor salah satu di antaranya adalah faktor lingkungan. dan sumbangsih terbesar saat ini adalah media sosial, yang sering di akses oleh kaum perempuan.
Seperti kita ketahui bersama bahwa kaum perempuan seringkali menggunakan "perasaan" dalam setiap perilaku dan tindak lakunya. hal ini dapat dengan mudah menimbulkan disorder atau kelainan psikologis, kita simak bersama apa yang dimaksud dengan bipolar dan bagaimana cara mengatasinya, berikut paparannya ...
Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrim berupa mania dan depresi, karena itu istilah medis sebelumnya disebut dengan manic depressive.
Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti.
Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi, seseorang yang menderita gangguan bipolar memiliki ayunan perasaan (mood swings) yang ekstrim dengan pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Suatu ketika, seorang pengidap gangguan bipolar bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Saat suasana hatinya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri.
Gangguan bipolar saat ini sudah menjangkiti sekitar 10 hingga 12 persen remaja di beberapa kota di Indonesia. ini akibat dasri efek penggunaan media sosial berlebih atau dari faktor lingkungan.
Tanda gejala dari tahap gangguan bipolar adalah sebagai berikut:
1. Gembira berlebihan.
2. Mudah tersinggung sehingga mudah marah.
3. Merasa dirinya sangat penting.
4. Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain.
5. Penuh ide dan semangat baru.
6. Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya.
7. Mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengarnya.
8. Nafsu seksual meningkat.
9. Menyusun rencana yang tidak masuk akal.
10. Sangat aktif dan bergerak sangat cepat.
11. Berbicara sangat cepat sehingga sukar dimengerti apa yang dibicarakan.
12. Menghambur-hamburkan uang.
13. Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan.
14. Merasa sangat mengenal orang lain.
15. Mudah melempar kritik terhadap orang lain.
16. Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari.
17. Sulit tidur.
18. Merasa sangat bersemangat, seakan-akan satu hari tidak cukup 24 jam

Faktor pemicu munculnya penyakit yang melibatkan hubungan antarperseorangan atau peristiwa-peristiwa pencapaian tujuan (penghargaan) dalam hidup. Contoh dari hubungan perseorangan antara lain jatuh cinta, putus cinta, dan kematian sahabat. Sedangkan peristiwa pencapaian tujuan antara lain kegagalan untuk lulus sekolah dan dipecat dari pekerjaan.
Berikut ini cara-cara untuk membantu diri sendiri dalam penanganan gangguan bipolar:
1. Dapatkan pengetahuan tentang cara mengatasi gangguan dan hal-hal yang berkaitan dengan gangguan bipolar. Semakin banyak diketahui, semakin baik dalam membantu pemulihan sendiri dari gangguan ini.
2. Jauhkan stres dengan menjaga situasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup sehat, dan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, shalat malam (tahajjud) atau pernapasan dalam.
3. Mencari dukungan dengan memiliki seseorang yang untuk diminta bantuan dan dorongan. Cobalah bergabung dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan teman yang dipercaya.
4. Buatlah pilihan yang sehat. Pola tidur, makan, dan berolahraga dapat membantu menstabilkan suasana hati.
5. Menjaga jadwal tidur yang teratur sangatlah penting.
6. Pemantauan suasana hati secara mandiri dengan melacak gejala dan tanda-tanda ayunan suasana hati Anda berayun di luar kendali sehingga dapat menghentikan masalah sebelum dimulai.
So, semua penyakit berawal dari pikiran. Ketika penggunaan media sosial diluar koridor bijak maka pelibatan emosi dalam menanggapi hubungan antarpersonal melalui baik secara sosialita dan media sosial bisa berdampak dalam perubahan perilaku menuju "bipolar" .
Demikian  semoga bermanfaat ..

Profil Penulis:
Lia Kurniawati, S. Ikom, M. MPd.
Dosen ilmu komunikasi
Public Relation Manajer Lima Artha Pro
FB : Lia Kurniawati



http://www.ummi-online.com/mengenali-potensi-bipolar-di-era-sosial-media-terutama-pada-perempuan.html

Thursday, 12 May 2016

SEBUAH FORMULA SUKSES

Mungkin Anda sudah sering mengikuti seminar,
baik seminar dari Tung Desem Waringin atau pakar lainnya.

Namun apa terjadi perubahan dalam hidup?
Yah, berubah sih.. tapi hanya sedikit, lalu setelah 3 bulan
kembali biasa lagi.

Ini yang namanya Sindrom "Hangat-hangat Tai Ayam"
Apa maksudnya? Diawal-awalnya saja semangat kesananya
sudah tidak praktek. Apa kita terkena sindrom ini?

Apa Formula Suksesnya ?

1. Ubah tindakan
Tindakan itu berhubungan erat dengan habbit atau kebiasaan.
Banyak cara mengubah kebiasaan yang tidak baik menjadi lebih baik, 
dan menjadi kebiasaan yang tetap dan terus menerus dilakukan.

2. Berikan reward dan punishment
Reward dan punishment penting dalam proses menuju kesuksesan Anda. 
Ketika Anda berhasil mencapai target dalam rencana gol jangka panjang Anda, berikan reward. 

3. Monitoring
Lakukan monitoring dengan tes dan ukur kepada diri sendiri,
misalnya Anda belum mencapai target A,
pertanyaannya “Supaya bisa? Apa yang harus saya lakukan? Apa yang harus saya ubah dan test? Lalu ukurnya dengan apa?”. 
Dengan begitu otak Anda akan berpikir akhirnya timbul yang namanya “kristalisasi”. Dimana pemikiran dari pengalaman Anda kemudian ditambah dengan pengetahuan.

4. Buang Penundaan
Penundaan adalah Awal dari Keterpurukan... Pernahkah kita menunda?
Tentu pernah... Lalu bagaimana membuang penundaan atau kemalasan ini.
Tenyata ada 11 Penyebab TERPENTING mengapa kita terus menunda
yang bila terus-menerus penyebab ini ada dalam diri Anda, ini suatu
hal yang sangat menghambat hidup kita dalam menuju kesuksesan

Kitaharus tau Cara membuang penundaan, Menanam tindakan dan Menuai keajaiban, Klik Disini http://bit.ly/hancurkan-penundaan

NB :
* TDW sekalipun sering menunda, tapi menunda pekerjaan yang seperti apa yang ditunda, yaitu pekerjaan yang tidak relevan dengan tujuan / gol nya
** Banyak orang yang sering menunda-nunda pekerjaan, hingga ada yang bilang
Kekuataan Kepepet, yah lebih baik tidak usah kepepet agar hidup lebih tenang
dan damai, karena tau mana prioritas dan non-prioritas
*** Mungkin Lia Kurniawati dan semua orang memiliki to-do-list planner, tapi tidak memiliki stop-do-list planner. Klik Disinihttp://bit.ly/hancurkan-penundaan

Friday, 29 April 2016

BAKAT DISERTAI NIAT, APA JADINYA?

Bakat Disertai Niat? Bagaikan L.Messi dan C.Ronaldo
Pada waktu liburan yang lalu saya pergi ke San Fransisco, kemudian menonton pertandingan Golden State Warriors melawan Denver Nugget. Ketika menonton permainan tersebut, saya melihat beberapa pemain yang sangat berniat dan sungguh-sungguh mainnya. Tapi ada juga yang tidak berniat mainnya.
Pemain yang tidak niat itu punya badan tinggi dan besar tapi dia bermainnya malas-malasan. Tapi ada juga yang punya badan kecil tapi gesit dan ngotot.
Ternyata setelah di seilidiki para pemain ini memiliki bayaran yang memang berbeda-beda. Ada yang tadinya niat dan sekarang malas-malasan mungkin dulunya pernah mendapatkan gaji besar lalu sekarang turun atau bahkan sampai tidak masuk skuat tim lagi.
Anda Kenal Kobe Bryant? Dia pemain super niat dan super ngotot walaupun ketika bermain ada kemungkinan besar untuk gagal, misalnya waktu shooting luput. Dan jika dilihat lagi Kobe Bryant memiliki statistik luputnya paling banyak sepanjang sejarah.
Dan kini meskipun sudah dia tua dan sudah pensiun belum lama ini, pemain Los Angeles Lakers ini menghasilkan sponsor yang banyak, bayaran dan gajinya sangat tinggi dan yang terpenting adalah jersey nya masih menghasilkan uang.
Why bisa seperti itu? Karena penonton lebih suka nonton pertandingan yang pemainnya niat untuk bermain dan berkompetisi, ada rasa senang dan semangat karena energi orang seperti ini beda sekali.
Jadi kesimpulannya adalah jika orang berbakat tapi tidak berniat ia tidak akan berkembang dan lama kelamaan akan habis dimakan masa. Tapi kalau tidak berbakat namun orang itu niat sekali ia tetap akan berkembang dan terus menghasilkan.
Ada kisah lainnya yaitu Park Ji Sung. Anda pasti kenal?
Dia adalah pemain senior dari Manchester United yang berasal Korea Selatan. Dia mungkin bukan termasuk pemain terbaik dunia, tapi pemain ini dijuluki Pemain Berparu-paru 3 saking ngotot dan niatnya kalau lagi lari dan kejar bola serta stamina yang tidak pernah habis. Yang seperti ini akan membuat penonton yang menyaksikannya pun akan senang dan semangat hingga sampailah klub sebesar MU pun tertarik membelinya. Luar biasa!
Masih dari dunia sepak bola.
Jadi kalau Anda berbakat namun tak memiliki niat atau jika memilki niat namun setelah Anda sukses dan juara lupa akan niat, apa yang terjadi? Yang terjadi sama seperti mantan pemain Barcelona, Ronaldinho. Dimana dulu ia pemain sakti dan hebat di klub nya, tapi setelah jadi juara ia lupa niatnya dengan pergi dugem dan main perempuan, maka ia terlempar juga dari klub yang membesarkan namanya.
Dan ini yang sedang booming
Siapa yang tidak kenal Cristiano Ronaldo? Pemain punya bakat yang biasa saja, tapi dia memiliki niat yang sangat kuat, maka pemain terbaik di dunialah yang berhasil ia sandang sampai 4 kali. Bahkan di jamannya Lionel Messi (anak ajaib dari lahir bakat sepak bolanya sudah terlihat), CR7 masih bisa mengalahkannya, padahal Messi terkenal berbakat dan pemain ajaib. Tapi kalau boleh dikatakan niatnya Ronaldo lebih besar dan lebih kuat.
Makanya yang namanya niat, ngotot plus berbakat membuat perbedaan di dalam kehidupan. Jadi kita berbakat di satu tempat dan kita niat tentu saja hasilnya akan berbeda jauh dengan orang yang tidak berniat.
Seperti LeBron James, pemain NBA hebat dan luar biasa yang juga memiliki niat, pulang bermain masih terus berlatih. Makanya ia terpilih jadi pemain NBA terbaik.
Begitupun Cristiano Ronaldo sepulang dari memenangkan Ballon D’or, ia tetap latihan karena ia memberi arti yang berbeda dimana ia pernah mengatakan “Saya tidak ingin jadi pemain hebat saja, tapi saya ingin jadi Legend.” Itulah misi mulia dia, yang membuat segala niatnya berbeda.
Jadi kalau Anda hanya ingin memenangkan Ballon D’or tapi tidak tau harus melakukan apa setelah mendapatkannya maka Anda akan selesai dan habis dimakan waktu. Tapi kalau Anda memberi arti, goal dan misi yang lebih mulia dalam kehidupan maka hasil yang Anda dapatkan akan berbeda dari orang yang hanya ingin menang saja. Karena kalau Legend juara berkali-kali.
Dan sekarang mulailah berikan pada diri Anda arti dan misi yang lebih mulia dari hanya sekedar juara. Agar Anda bisa menghasilkan lebih dan semoga niat Anda juga luar biasa. Salah satu cara untuk membangun niat adalah dengan misi yang mulia dari sekarang.
Semoga bermanfaat.

By TUNG DW

22 Perbedaan Orang Kaya Dan Orang Miskin


Beberapa orang menganggap bahwa menjadi orang kaya itu tidak enak. Bagi mereka orang kaya itu tidak bahagia, keluarganya tidak harmonis, sakit-sakitan, bahkan erat kaitannya dengan korupsi. Setiap orang bebas untuk memilih pendapatnya. Namun bagi saya, menjadi orang kaya itu enak. Orang kaya itu penuh dengan kebahagiaan, bisa makan enak, bisa berlibur dengan nyaman, ketika sakit tidak perlu khawatir mengenai biaya pengobatan, bahkan bisa membantu orang lain. Sobat, semua itu bermula dari pikiran kita. Ketika kita berpikir bahwa menjadi orang kaya itu tidak enak, maka kita akan menemukan ribuan alasan yang menunjukkan bahwa menjadi orang kaya itu tidak enak. Namun sebaliknya, bila kita berpikiran bahwa menjadi orang kaya itu enak, maka fakta-fakta yang menunjukkan bahwa menjadi orang kaya itu enak pun akan berdatangan.
Menurut Tung Desem Waringin, orang miskin menggunakan pola pikir “atau,” yaitu antara “yang tidak enak” atau “yang lebih tidak enak,” misalnya: “lebih baik miskin daripada sakit-sakitan” “lebih baik miskin daripada keluarga berantakan” “lebih baik miskin daripada menjadi koruptor” Bagaimana dengan orang kaya? Orang kaya memilih pola pikir “dan,” yakni “yang enak” dan “yang lebih enak,” contohnya: “kaya dan sehat” “kaya dan keluarga harmonis” “kaya dan bahagia” Sobat sukses, orang miskin mencari kenyamanan. Ia akan berusaha ala kadarnya untuk meraih kekayaan. Namun ketika usaha yang ala kadarnya itu tidak membuahkan hasil, ia akan mencari rasa nyaman dengan membela dirinya melalui pilihan-pilihan tersebut.
Namun orang kaya memiliki semangat yang tak ada habisnya untuk mencapai keadaan yang lebih baik setiap harinya. Bagi orang kaya esok harus lebih baik dari hari ini. Ingatlah selalu bahwa semua itu adalah pilihan. Bila kita memilih menjadi orang miskin, maka kita akan menemukan faktar bahwa menjadi orang miskin itu enak. Namun bila kita memilih menjadi orang kaya, maka kita akan menemukan fakta bahwa menjadi orang kaya itu jauh lebih enak daripada menjadi orang miskin.
Dan lebih dari itu, bila kita memutuskan untuk menjadi orang kaya, Tuhan akan menunjukkan dan membimbing kita untuk mencapai kekayaan tersebut.
Menurut Tung Desem Waringin, yang membedakan orang kaya dengan orang miskin adalah pola pikirnya. Di dalam bukunya yang berjudul Financial Revolution in Action, beliau menjabarkan perbedaan pola pikir antara orang kaya dan orang miskin, yaitu:
1. Orang kaya membuat nilai tambah, orang miskin tidak membuat atau membuat sedikit nilai tambah
Nilai tambah berarti kelebihan yang Anda miliki yang bisa dirasakan dan diperlukan atau bermanfaat bagi konsumen Anda dan orang lain, serta tidak dimiliki oleh pesaing Anda. Menurut Tung Desem Waringin, nilai tambah yang paling penting dalam hidup ini adalah track record atau catatan prestasi Anda.
2. Orang kaya mempunyai faktor kali, orang miskin tidak mempunyai faktor kali
Setiap orang, baik kaya maupun miskin dianugrahi waktu 24 jam dalam sehari. Orang biasa bekerja delapan jam sehari. Sedangkan orang kaya membuat orang lain bekerja baginya. Sehingga jika ia memiliki 10 orang pegawai, ini berarti ia bekerja 80 jam dalam sehari.
3. Orang kaya memastikan orang lain win baru ia win, orang miskin win-lose, lose-win atau win dulu baru orang lain win
Pada dasarnya setiap orang egois. Sehingga jika Anda ingin menang dulu, lalu orang lain menang belakangan, maka orang lain tidak akan memberikan apa yang Anda inginkan. Namun apabila Anda membuat orang lain menang, lalu Anda menang belakangan, akan lebih mudah bagi Anda untuk memperoleh apa yang Anda inginkan dari orang lain tersebut.
4. Orang kaya penuh daya upaya, orang miskin penuh alasan yang membatasi
Setiap orang tentu memiliki persoalan tersendiri dalam hidupnya. Orang miskin menganggap persoalan itu sebagai suatu penghambat yang merintangi perjalanannya untuk mencapai kesuksesan. Sehingga ia dengan mudah menyerah pada persoalan yang dihadapinya. Namun orang kaya menganggap persoalan itu sebagai tantangan yang harus dihadapi dan akan melatihnya agar mampu mengatasi persoalan yang lebih sulit.
5. Orang kaya bertanggungjawab terhadap hidupnya, orang miskin menyalahkan situasi, lingkungan, orang lain dan nasib
Orang miskin malas untuk menyelesaikan persoalannya. Sehingga ia menyalahkan situasi, lingkungan, orang lain dan nasib. Padahal semuanya itu bukanlah persoalan yang sebenarnya. Persoalan yang sebenarnya ada di dalam dirinya sendiri. Sebaliknya, orang kaya mampu ‘mengurus’ dirinya sendiri. Mereka yakin bahwa hanya Tuhan dan diri mereka sendiri yang menentukan kesuksesan mereka.
6. Orang kaya bermain dengan uang untuk menang, orang miskin bermain dengan uang untuk tidak kalah
Didalam berbisnis selalu ada resiko untuk gagal. Orang kaya berani mengambil resiko dengan mengeluarkan lebih banyak uang asalkan uang yang akan diperoleh lebih banyak dibanding uang yang dikeluarkan. Namun orang miskin malah sibuk untuk menghemat uang, sehingga mereka tidak dapat memperbesar pemasukan. Ingatlah bahwa jika Anda bermain untuk tidak kalah, selalu ada peluang untuk kalah dan tidak ada peluang untuk menang. Namun sebaliknya, jika Anda bermain untuk menang, pasti ada peluang untuk kalah, namun Anda masih memiliki peluang untuk menang.
7. Orang kaya berkomitmen untuk menjadi kaya, orang miskin ingin menjadi kaya
Menurut Tung Desem Waringin, komitmen adalah suka duka dijalani. Orang kaya berkomitmen untuk menjadi kaya, suka maupun duka dijalani untuk mencapai kekayaan yang mereka dambakan. Namun orang miskin hanya sebatas ingin, suka dijalani, namun ketika tiba giliran dukanya, mereka menyerah. Sobat, ingatlah selalu bahwa orang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal. Namun mereka kebal terhadap kegagalan. Kegagalan demi kegagalan telah mereka alami. Namun mereka akan terus mencoba hingga berhasil.
8. Orang kaya berpikir besar, orang miskin berpikir kecil
Ketika orang miskin memiliki impian, namun mereka sadar bahwa kondisi keuangan mereka tidak memungkinkan untuk mewujudkan impian tersebut, maka orang miskin akan menurunkan impian mereka. Misalnya mereka ingin membeli motor. Namun mereka tidak memiliki uang uang yang cukup, maka mereka akan membeli sepeda. Namun sebaliknya, orang kaya akan meningkatkan pendapatan mereka, sehingga mereka mampu mewujudkan impian mereka.
9. Orang kaya fokus pada kesempatan, orang miskin fokus pada hambatan
Hidup selalu adil, setiap orang senantiasa ditawari kesempatan yang sama. Orang kaya fokus pada kesempatan. Meskipun ada hambatan di balik kesempatan tersebut, orang kaya memilih untuk memusatkan perhatian kepada keindahan di balik kesempatan itu. Namun sebaliknya, orang miskin fokus pada hambatan dan tidak melihat keindahan di balik hambatan tersebut. Sehingga mereka gampang menyerah.
10. Orang kaya mengagumi orang kaya dan sukses lainnya, orang miskin iri pada orang kaya dan sukses
Orang kaya bergaul dengan orang-orang sukses. Karena melalui bergaul dengan orang-orang sukses, kita akan ditulari pola pikir orang sukses. Mata kita juga akan lebih terbuka terhadap setiap peluang yang ada dan akan lebih mudah bila kita bekerjasama dengan orang-orang sukses untuk mewujudkan peluang tersebut. Sebaliknya orang miskin bergaul dengan orang- orang yang negatif, orang-orang yang malah akan menghambat mereka untuk maju.
11. Orang kaya bergaul dengan orang positif dan sukses, orang miskin bergaul dengan orang negatif dan tidak sukses
Tulislah di secarik kertas lima orang yang paling sering berinteraksi dengan Anda. Lalu tuliskan pula penghasilan mereka. Maka Anda akan menemukan bahwa rata-rata penghasilan dari kelima orang tersebut sama dengan penghasilan Anda. Jika Anda ingin sukses, maka bergaullah dengan orang-orang sukses, karena Anda akan tertular pola pikir, tutur kata dan sikap mereka.
12. Orang kaya bersedia untuk mempromosikan diri mereka dan nilai-nilai mereka, orang miskin berpikir negatif tentang penjualan dan promosi
Percaya atau tidak, mayoritas orang-orang kaya di dunia adalah penjual yang handal. Contohnya adalah Bill Gates. Ia adalah seorang penjual software yang handal. Hanya saja ia mampu menciptakan daya ungkit untuk melipatgandakan penghasilannya. Ketimbang menjual dari rumah ke rumah, ia memilih untuk bekerjasama dengan perusahaan laptop. Sehingga setiap kali perusahaan laptop menjual sebuah laptop, maka pada saat yang sama perusahaan tersebut telah menjual microsoft windows- nya Bill Gates.
13. Orang kaya lebih besar daripada masalah mereka, orang miskin lebih kecil dari masalah mereka
Anda adalah seorang yang luar biasa. Anda memiliki begitu banyak peran. Di kantor Anda adalah seorang pegawai. Di rumah, Anda adalah seorang ayah/ibu dan suami/istri. Bisa jadi Anda juga memiliki peran di satu atau beberapa organisasi kemasyarakatan. Bayangkan betapa luar biasanya Anda. Mengutip istilah komputer, Anda adalah seorang yang multi tasking. Hanya komputer generasi tercanggih yang mampu beroperasi dengan multi tasking. Anda adalah ciptaan Tuhan yang paling canggih. Jadi tidak ada masalah yang tidak mampu Anda hadapi. Karena Sang Pencipta telah mempersiapkan Anda dengan segala kecanggihan untuk menghadapi setiap masalah di hidup ini.
14. Orang kaya adalah penerima yang luar biasa, orang miskin adalah penerima yang buruk
Orang kaya memiliki keyakinan bahwa mereka pantas untuk menerima kekayaan. Karena semakin banyak kekayaan yang mereka peroleh, semakin banyak orang yang bisa mereka bantu. Namun sebaliknya orang miskin merasa diri mereka tidak pantas untuk menerima kekayaan. Bagi mereka bisa makan dan tidur sudah cukup Bagaimana Anda bisa kaya kalau Anda tidak mengundang uang untuk masuk ke dompet Anda? Ingatlah bahwa Anda bukan robot yang malam dicharge, lalu siang bekerja keras. Keinginan akan harta kekayaan adalah sesuatu yang wajar. Yang tidak wajar adalah bila keinginan tersebut diwujudkan melalui cara-cara yang tidak terpuji.
15. Orang kaya memilih dibayar berdasarkan hasil, orang miskin memilih dibayar berdasarkan waktu
Setiap orang, kaya maupun miskin memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Orang miskin memilih dibayar berdasarkan waktu kerja mereka . Sebenarnya dengan cara seperti ini orang miskin telah menentukan batas penghasilan mereka. Karena tidak mungkin seseorang bekerja lebih dari 24 jam dalam sehari. Hal ini bertolak belakang dengan orang kaya. Orang kaya memilih dibayar merdasarkan hasil. Karena dengan waktu kerja yang sama, mereka dapat meningkatkan hasil dengan cara meningkatkan upaya.
16. Orang kaya berpikir dua-duanya, orang miskin berpikir salah satu
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya dalam artikel Antara yang Enak dan yang Lebih Enak, orang kaya memilih kedua- duanya, antara yang enak dengan yang lebih enak. Sedangkan orang miskin memilih salah satu, lebih baik yang tidak enak daripada yang lebih tidak enak.
17. Orang kaya fokus pada wealth style mereka, orang miskin fokus pada life style mereka
Orang miskin memboroskan uang mereka untuk membeli rumah mewah, mobil mewah, dan busana yang glamor semata-mata hanya agar mereka terlihat seperti orang kaya. Bahkan yang lebih parah lagi mereka membeli semua liabilitas itu dengan utang, seperti KPR dan kartu kredit. Hal ini bertolak belakang dengan orang kaya yang fokus pada membangun passive income dan massive income mereka. Mereka menghemat uang untuk membeli aset-aset yang nantinya akan memberi makan mereka.
18. Orang kaya mengatur uang mereka dengan baik, orang miskin tidak mengatur uang mereka dengan baik
Orang kaya mengelola uang yang masuk dan keluar ke dan dari kantong mereka dengan sangat baik. Mereka memilih untuk membayar masa depan mereka sendiri sebelum membayar orang lain. Setiap kali mendapat uang, mereka akan langsung menyisihkan sebagian untuk ditabung, lalu sisanya digunakan untuk keperluan sehari-hari. Sedangkan orang miskin langsung menggunakan penghasilan mereka untuk keperluan sehari-hari, kalau ada sisa baru ditabung.
19. Orang kaya membuat uang bekerja keras untuk mereka, orang miskin membuat diri mereka bekerja keras untuk uang
Orang kaya menginvestasikan uang mereka ke investasi yang aman dan hasilnya diinvestasikan kembali. Sedangkan orang miskin menggunakan uang mereka untuk keperluan-keperluan yang bersifat konsumtif.
20. Orang kaya bertindak melawan ketakutan mereka, orang miskin membiarkan ketakutan menghentikan mereka
Orang kaya mampu meminimalisir dan bahkan menghilangkan ketakutan mereka. Mereka menghadapkan ketakutan dengan ketakutan yang lebih besar. Contohnya mereka lebih takut mengemis di jalan daripada harus melakukan presentasi di depan klien. Dengan demikian mereka langsung bertindak ketika kesempatan datang. Sedangkan orang miskin membiarkan ketakutan menghentikan mereka ketika kesempatan datang.
21. Orang kaya terus menerus belajar dan bertumbuh, orang miskin berpikir mereka sudah tahu
Orang kaya senantiasa belajar dan langsung mempraktekkan apa yang mereka pelajari. Sedangkan orang miskin berpikir bahwa mereka sudah tahu dan merasa tidak penting untuk melakukan sesuatu yang telah mereka ketahui.
22.Mampu Menunda Kesenangan dan Tidak Ingin Segera Menikmati Hasil
Kebanyakan orang karena sering mendengarkan ceramah agama mereka cenderung mengira mati muda.Sehingga waktu mudanya foya-foya terus.Tapi yg terjadi dia tidak mati-mati dan setelah mencapai umur 40 atau 60 tahun mendadak kehidupanya menjadi susah dan berharap agar cepat mati.Dan menjelang mati dia merasa tidak pernah hidup karena tidak ninggalin apapun.Berdasarkan penelitian orang yg mampu menunda kesenangan hidupnya akan lebih baik dari pada yg tidak mampu.

By Tung DW

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...