Tuesday, 11 April 2017

LIMA BELAS TAHUN SILAM

Hari ini anakku yang sulung tepat berusia lima belas tahun, nggak kerasa koq ya sudah lima belas tahun aja ya waktu yang terlewati. masih ingat proses melahirkannya, perut melilit ah sampai tiga hari mesti ngerasain sakitnya perut di ubek-ubek tu anak ..
Ujian, atau cobaan sih sebenernya menghadapi tingkah laku anak kadang menjengkelkan kadang sesuai harapan. tergantung sikap saya sebagai ibunya ...

Hari ini settingan saya dia ikut les menggambar pukul 13.30, karena perhitungan waktu dia selesai dari sekolah pukul 12 ada spare waktu untuk makan, sholat dan ngerjain PR kumonnya.
tapi apa .. setengah 2 ditunggu-tunggu di kampus tempatnya les kagak kunjung datang! di telponin nggak aktif! haduuuh .. ni anak kemana ... pikiranku pasti main dulu ke temennya, atau kalo nggak ke warnet bikin vlog!

di telponin anak bungsu, sama nggak aktif juga hape nya ... hadeeuh bener-bener jengkel hari ini ..
padahal guru lesnya setengah 2 sudah ada, kalo anak-anakku nggak muncul juga kasian .. jam 2! tepat telpon anakku via line , akhirnya diangkat juga, dia bilang lagi di rumah! haduuuh ... padahal tadi ketemu di area sekolahnya udah wanti-wanti setengah 2 harus les ..

nyuruh jemut adiknya biar pergi les sama-sama, taunya setengah 3 baru nyampe di sekolah adikknya.. aduh naaak! itu kemana aja selama setengah jam! padahal jarak dari rumah ke sekolah adiknya cuma 10 menit!

satu jam sudah guru lesnya nunggu ... kasian .. 
pukul, 14. 45 baru tu dua anak muncul sambil manyun karena tau emaknya kesel... kesel karena dia belom makan, belom sholat dan belom ganti baju ...

haduh nak!!! bener2 menguji kesabaran

MENJIJIKAN YANG POPULAR

Lagi happening makanan dari Jepang, namanya Ramen Serangga seperti di kutip dari laman Pikiran Rakyat, 10 April lalu "kurang dari empat jam, rumah makan bernama Ramen Nagi itu menjual 100 porsi menu mi dengan nama Insect Tsukemen" ,,, ayayay ... jijay .. ittuu sampe ngantri juga cafenya.. beuugh .

Meskipun dalam penelitian serangga-serangga itu banyak mengandung protein dibandingkan dengan telur, bagus untuk zat pembangun tapi kalo di suruh makan yang begituan mah ah mikir dulu! banyak pilihan makanan lain kan? ... apalagi di Bandung, surga nya kuliner ... "ngabirigidig" liatnya juga .. asa inget Riani Djangkaru, presenter JP yang makan ulat mentah-mentah, jadi arateul liatnya.

Inget kejadian beberapa puluh tahun lalu juga, saat masih ABG seusia SMP, cerita seorang temen yang jahil dia pengen makan di resto tapi kagak punya duit. Triknya biar gak bayar dia ngeluarin kecoa sama kroto di tabur di makanan yang udah dimakan dan hampir habis! trus complaint ke waitress nya .. hasilnya melenggang keluar resto tanpa bayarrr ..
deeuuh klakuaaan ... #dont try this ya guys ... heeee

Nah, sekarang malah sengaja ya tu Ramen di taburin serangga .. weleehh .. denger kata ustadz, kalo makanan yang sekiranya menjijikan yaaa kategorinya "makruh" untuk dimakan ...

Hadeuuuh aya-aya wae ...

Friday, 7 April 2017

KETIKA YANG TERBAIK TAK KUNJUNG DATANG

Ketika dikira dia yang terbaik, ternyata bukan yang Terbaik. Harus bagaimana?
"Laki-laki yang baik untuk perempuan baik, begitupun sebaliknya"
Dalam menjalani kehidupan seringkali kita menemui, perempuan sholihah bersuamikan laki-laki yang enggan menginjakkan kakinya ke masjid sekalipun hanya seminggu sekali. 
Sedangkan dalam firman Allah menyebutkan demikian. Sepertinya ada yang salah?
Eits! Tunggu dulu ..

Mengapa Allah menurunkan firman tsb, karena saat itu ada klausul tertentu oleh karena itu maka turunlah ayat tersebut. Namun bagaimana dengan perjalanan hidup yang sering kita temui saat ini seperti kasus diatas. Apakah ayat tersebut berlaku. Hal tersebut sangat relatif karena bisa jadi Perempuan tersebut diberikan kesempatan untuk mendapatkan pahala lebih banyak dengan berdakwah secara tidak langsung melalui orang terdekatnya. Misal si istri melakukan berbagai ritual ibadah di depan suami walaupun si suami terkadang cuek sama sekali tidak menggubris, namun dengan ketaatan dan istiqomah dapat dipastikan seiring berjalannya waktu bisa jadi hati suami tergerak dan mau melakukan ibadah melalui do'a istri, segala apa yg kita dengar, lihat dan lakukan merupakan refleksi dari kehidupan orang-orang terdekat kita.

Mempunyai pasangan yang berkategori "kurang baik" bisa jadi lahan ibadah dan pahala bagi pasangannya. Bukan berarti laki-laki baik harus selalu dipasangkan dengan perempuan baik. Logikanya jika yang baik dikumpulkan dengan yang baik lantas siapa yang berkewajiban mendidik atas sesuatu yang kurang baik?. Jadi PR bersama bukan? Agar menjadi rahmatan lil alamin. Perjalanan takdir untuk mendapatkan teman hidup berkategori baik ditentukan oleh perubahan nasib yang terus diusahakan hingga akan berujung menjadi takdir kita. Bisa melalui perkenalan, "Allah ciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal" artinya Allah menyiapkan semua orang untuk dikenal, dengan mengambil ibroh, pembelajaran dan hikmah dari setiap perkenalan dan setiap kejadian.

Dari hal tersebut kita dapat menentukan apakah seseorang layak menjadi teman hidup ataukah tidak. Allah memberikan banyak kewenangan terhadap penentuan nasib diri manusianya sendiri dengan berfirman "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri yang mengubahnya". Kelak Allah akan mengumpulkan setiap manusia sesuai komunitasnya, dimana dari komunitas tersebut apakah bisa saling menjatuhkan ataukah bisa saling menyelamatkan hingga menentukan masuk surga atau neraka. Komunitas terkecil adalah keluarga, sebelum membangun komunitas terkecil itulah upayakan memantaskan diri untuk membangun komunitas di dalam diri berkategori sesuai norma, etika serta keyakinan.

So, semua pilihan hidup manusia sudah Allah berikan ke tiap tangan manusia. Mereka lah yang menentukan nasibnya sendiri dan pastikan setiap langkah perubahan nasib mendapatkan perempuan baik dan laki-laki baik selalu dalam ridlo Nya. Karena jika Allah sudah Ridlo apapun 'Kun fa yakun'.

Semoga bermanfaat.

Profil Penulis :
Lia Kurniawati, S. Ikom, M. MPd.
Dosen Ilmu Komunikasi 
(Psikom & Broadcasting)
Public Relation Manager (lima artha perĂ²)

Medsos :
FB : Lia Kurniawati
Twitter : @kurniawati_78
IG : lia_kurniawati

JAGALAH PERUT ANAK-ANAKMU ..

Dalam satu riwayat, Rasulullah mengingatkan salah satu tugas yang diemban oleh para orangtua untuk senantiasa menjaga "perut" anak-anaknya agar mereka tidak kelaparan. Jika kita telaah lebih jauh dari berbagai sudut pandang memang membiarkan perut dalam keadaan lapar akan memicu berbagai macam dampak negatif, terkecuali puasa yang diniatkan yaa .. itu lain cerita. Kali ini penulis ingin membahas mengenai hal ini kita mulai dari sudut pandang kesehatan, anak-anak sedang tumbuh kembang tentunya membutuhkan asupan gizi yang banyak dan ini di dapatkan dari makanan.
Makanan yang disediakan seorang ibu akan lebih baik dibandingkan dengan makanan-makanan siap saji. Pun hal ini berkaitan dengan sisi psikologis anak dan suami tentunya, makanan yang tersaji di rumah memberikan tingkat kebahagiaan beberapa point dibandingkan makanan siap saji meskipun terkadang sajian lebih menarik dari makanan-makanan yang dijual di toko. Dampak lainnya adalah dapat membangun kerjasama dan menjalin keakraban dari sesama anggota keluarga semisal saat memasak bersama, makan bersama sampai dengan kegiatan selesai makan akan menimbulkan tanggung jawab dan kepedulian tersendiri terhadap anggota keluarga yang lain.
Sudut pandang yang lainnya adalah jika membiarkan anak atau keluarga dalam keadaaln kosong perut dapat mengurangi tingkat konsentrasi kegiatan harian mereka seperti disekolah dan kegiatan lainnya. Dampak lainnya adalah secara tidak langsung mendidik anak atau anggota keluarga lainnya untuk bersifat rakus. Coba perhatikan dan amati, ketika kita beraktifitas kemudian lapar cenderung akan mencari makanan apapun untuk memenuhi tuntutan perut. bukan begitu?
Dampak lebih besarnya dari pesan Rasulullah di atas bahwa potensi dengan membiarkan perut kelaparan akan memberikan kesempatan pada anak untuk menghalalkan segala cara untuk memenuhi hasrat dalam perut. Secara luasnya bahwa tindakan korupsi misalnya termasuk dalam kategori pemenuhan kepuasan "perut" dan ini diakibatkan karena pembiaran dari pola kelaparan secara meluas. hal ini tentu memberikan dampak secara sosial juga untuk masyarakat bukan?
Baik, Sahabat Ummi .. Rasullullah tidak semata-mata memberikan contoh perilaku keseharian jika itu tidak mempunyai manfaat bagi umatnya .
Semoga bermanfaat ..

Profil Penulis:
Lia Kurniawati, S. Ikom, M. MPd.
Dosen ilmu komunikasi
Public Relation Manajer Lima Artha Pro
FB : Lia Kurniawati

Wednesday, 5 April 2017

SEGALA SESUATU BERAWAL DARI DIRI SENDIRI ..


Kadang posisi ini di konotasikan dengan egois, padahal sejatinya bukan .. jika saja di maknai lebih luas jika kita peduli terhadap diri kita sendiri pastinya secara otomatis memedulikan orang lain.
Semisal, sahabat saya tadi siang cerita kalo sehari saja nggak neraktir saya berasa ada yang kurang .. haha berarti saya sasaran shodaqohnya dia donk ... hhhmm itu juga kalo ketemu saya kalo nggak ketemu, yyaaa dia nyari sasaran orang lain bisa jadi tetangganya, bisa jadi abang becak atau tukang parkir langganan untuk di ajak makan atau ngasih sesuatu yang berarti untuk orang itu ..
Dalam kacamata saya, dia bener-bener orang yang peduli terhadap dirinya sendiri .. kenapa bisa gitu, kan prinsipnya segala sesuatu yang kita lakukan akan kembali pada diri kita .. benul?

SELEKSI ALAM, SEMUA DATANG DAN PERGI


Searching nama sendiri di akun facebook ternyata nemu aku saya yang lama, jaman kuliah sampe komen-komenan di beranda tapi sayang udah gak bisa di buka karena lupa password, yang keingat dulu pas bikinnya di handphone pake no hape gak pake email jadi agak susah mengingat .. dan no nyapun sudah berganti sekian kali.
satu hal yang unik, ada temen kuliah yang disitu ikut nimbrung, tapi diingat lagi tu temen pada kemana yaa .. 
sama sekali menghilang entah kemana .. bahkan gak inget juga orangnya yang mana hahaha ... semua silih berganti, ada yang baru kenal beberapa tahun akrab dan lalu menghilang.
Ada yang ketemu, temenan dan bahkan deket sampai sekarang ... Balik lagi ke kodrat illahi bahwa, semua akan silih berganti mengisi ruang hidup kita, saling berganti peran, sebentar menjadi teman kita, sebentar yang lain menjadi teman orang lain.
Bisa jadi seseorang yang bertahan disisi hidup kita merupakan jawaban yang semesta sediakan untuk mendidik kita ataupun bisa jadi diri kita menjadi pendidik bagi orang tersebut .. who knows ..
Kalo ketemu orang temenannya bentaran dan lalu menghilang meskipun orang itu sangat kita inginkan mengawal setiap langkah kehidupan kita tapi jika semesta tidak mendukung .. apa mau dikata .. "rela" kan saja seperti lagunya Inka.
Semesta selalu mendukung dengan apapun yang kita butuhkan ..

PENCARIAN TIADA HENTI

Bahan baku pembelajaran hidup terhampar luas di alam raya, 
Maka seolah tak pernah berhenti manusia bereksperimen. Meneliti semua hal yang terjadi.
Benar firman Allah, jika saja Pohon-pohon dimuka bumi dijadikan pena dan air laut sebagai tinta, manusia takkan pernah bisa menuliskan semua ilmu Allah.
Tapi sampai saat ini berbagai literatur bermunculan memaparkan ttng fenomena dan teknik mengenal diri sndiri, tidak jarang manusia akan terus berusaha menemukan jati dirinya bahkan sampai akhir hayat.
Padahal sudah tercatat di dalam al quran dan hadist. Banyak ayat yang berserak jika saja manusia mau dan mampu menggali dengan naqli nya .. pada ayat quran surat yg satu dengan yg lain sbg pendukung ayat 1 dg yg lain.
Hingga terciptalah berbagai teori dan mazhab psikologi, mulai psikologi behavioral, kognitif, Humanisme dan mazhab ke 4, psikologi transpersonal.
Yang mengurusi fenomena metafisik mengurusi kesadaran spiritual. Sungguh semuanya sudah termaktub dalam al quran ..
Ego setiap manusia ingin mencoba semua hal baru menguji sesuatu yg ada dalam diri .. Termasuk berksperimen thd semua hal .. dalam koridor salah atau benar. Padahal sudah ada orang yang pernah mengalami hal serupa .. Tapi dasar nya menuruti ego! akn ada titik akhir menyerah dan mengakui bahwa umur kita tidak cukup untuk melakukan semua eksperimen hidup yang merupakan trial and error.
Janga sia-siakan setiap detik umur kita yang terus berkurang, Kita bisa mengambil pembelajaran dari pengalaman orang lain, dan yang sudah Allah tuliskan sebagai pedoman hidup.

Saturday, 1 April 2017

"NYAI GOWOK", KAMASUTRA ALA JAWA ..

Tradisi yang satu ini mungkin dianggap cukup tabu dan tak banyak orang yang mau terbuka membahasnya. Namanya tradisi gowok. Tradisi yang konon berasal dari Tiongkok dan tiba di Jawa ini bisa dibilang tradisi untuk mengajari remaja laki-laki bisa menjadi seorang pria dewasa. Dewasa yang dimaksud di sini dalam artian bisa memahami seluk beluk tubuh perempuan. Ehm, makin penasaran kan?
Ada sejumlah cerita menarik terkait tradisi yang satu ini. Bahkan ada novel yang dibuat dengan latar tradisi gowok yang begitu fenomenal. Selengkapnya, yuk ikuti sejumlah info menariknya di sini.

Tradisi Ini Konon Dibawa oleh Wanita Bernama Goo Wook Niang

Adalah Goo Wook Niang, sosok wanita Tiongkok yang disebut telah membawa tradisi yang disebut Gowok ke Jawa. Mungkin kamu sudah bisa menduga dari mana nama gowok berasal. Yaps, gowok diambil dari nama Goo Wook Niang sendiri. Karena lidah orang Jawa saat itu agak sulit melafalkan nama lengkap Goo Wook, maka dipersingkat jadi gowok saja.

Ilustrasi Rumah di Desa [Image Source]
Tugas dari seorang gowok ini adalah memperkenalkan seluk beluk tubuh perempuan, katuragan wanita, pada remaja laki-laki yang beranjak dewasa. Ada tradisi Jawa tempo dulu di mana remaja yang sudah dikhitan akan tinggal serumah dengan seorang gowok. Gowok ini kemudian yang akan mengajarinya berbagai hal yang terkait dengan cara membahagiakan perempuan secara lahir dan batin. Dengan kata lain, si remaja akan diajari semua hal yang terkait dengan urusan ranjang. Apa tujuannya? Tujuannya agar si remaja kelak bisa membahagiakan istrinya.

Nyantrik Bisa Berlangsung Selama Beberapa Hari

Remaja laki-laki bisa menghabiskan waktu selama beberapa lama dalam “asuhan gowok”. Masa ini disebut nyantrik. Masa ini bisa berlangsung selama beberapa hari, bisa juga seminggu. Sang remaja akan diajari bagaimana menjadi lelananging jagad yang sejati. Bukan hanya soal urusan ranjang saja yang diajarkan oleh seorang gowok. Gowok pun akan mengajari berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga dan bagaimana cara memperlakukan istri dengan baik di masa yang akan datang.

Ilustrasi Nyantrik Bisa Berlangsung Selama Beberapa Hari [Image Source]
Gowok sendiri biasanya disewa oleh ayah dari anak remajanya yang beranjak dewasa. Agar sang putra bisa menjadi suami yang seutuhnya saat dewasa nanti, maka perlu dibekali berbagai pengetahuan dan pelajaran langsung dari seorang gowok. Setidaknya nanti saat malam pengantin baru, sang pemuda tidak mendapat malu.

Diangkat dalam Novel Berjudul Nyai Gowok, Novel Kamasutra dari Jawa

Novel karya Budi Sardjono yang satu ini memang cukup mengundang rasa penasaran. Dari judulnya saja, sudah kebayang dong novel ini membahas soal apa? Menyangkut soal tradisi gowok dan tradisi seksualitas Jawa. Berlatar kota Temanggung tahun 1955, Nyai Lindri yang berperan sebagai gowok mendidik Bagus Sasongko menjadi lelaki sejati.

Diangkat dalam Novel Berjudul Nyai Gowok, Novel Kamasutra dari Jawa [Image Source]
Nyai Lindri mengajarkan berbagai hal yang berhubungan dengan cara membahagiakan seorang perempuan dan bagaimana cara memperlakukan tubuh istrinya nanti ketika sudah menikah. Terdengar vulgar? Tak bisa dipungkiri ada hal-hal yang “dewasa” dibahas dalam novel tersebut. Novel ini pun sepertinya lebih layak dibaca oleh mereka yang sudah menikah atau berumah tangga.
Entah apakah saat ini tradisi gowok masih ada atau sudah tak dilestarikan lagi. Seumpama ada pasti akan jadi kontroversi tersendiri. Tapi, ada beberapa sumber yang mengatakan kalau Gowok tetap diimplementasikan lho di beberapa daerah terpencil. Tapi, mungkin bentuknya lebih sopan dan punya norma.

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...