Wednesday, 30 September 2020

PEMIKIRAN PICIK SEORANG PEREMPUAN

Berawal dari stigma masyarakat bahwa kedudukan laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Perempuan di identikan dengan kebodohan. Identik dengan makhluk yang mudah di manipulasi, dimonopoli dan di kebiri. 

Dogma lain, bahwa nasib perempuan bergantung dari ridlonya laki-laki sebutlah suami, stigma lain tentang peralihan nasib dosanya yang ditanggung ayah jika anak perempuannya bermaksiat, tak menutup aurat sekalipun. Lalu dosa ini akan berpindah pada suami setelah ia menikah. 

Di sisi lain, firman Allah menyatakan bahwa apa yang setiap manusia lakukan akan kembali pada dirinya sendiri artinya tidak ada pelimpahan dosa seseorang pada manusia lainnya. Hanya saja kita diwajibkan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.  Bukan untuk menerima "dosa" yang dilakukan istrinya. 

Lalu apa yang terjadi bahwa dogma, stigma "pelimpahan dosa" anak perempuan pada ayahnya, istri pada suaminya? 
Saya tidak akan membahas mengenai hubungan darah "pelimpahan dosa" anak-ayah tapi kita bayangkan apa yang akan terjadi pada hubungan seseorang yang sebelumnya tidak saling mengenal lantas seolah "disiapkan" untuk menerima dosa istri? 

Saya sangat yakin dalam proses rumah tangganya akan ada semacam orang yang disanjung dipuja dan berada di atas angin, siap untuk mencecar setiap perbuatan sang istri agar ia selalu "tau diri" karena dosanya sudah ditanggung sang suami. 

Di lain sisi bukankah ada potensi manusia lain yang dianggap selalu "berdosa" melekat, otomatis terhamba sahaya karena kedudukannya setiap tindak tanduknya dianggap sebagai pembawa petaka untuk manusia lainnya? 

Manusia lain bernama suami itupun akan dengan bangga, mudah mencemooh dan menganggap istrinya lebih rendah martabatnya daripada dirinya. Bahaya laten lainnya, gangguan psikologis, memicu toxifitas suami pada istri. Padahal dalam hubungan berumah tangga pemahaman ortodok ini seharusnya di clear kan, agar masing-masing mempunyai peran sebagai support system bagi kehidupan setiap orang. 

Dan ini salah satu pemicu perceraian terjadi. 

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...