Friday, 24 April 2020

BAGAIMANA CARA MENUMBUHKAN PROFIT 20% DARI USAHA SAYA

Status Fb Pak Ary Ginanjar

Beberapa waktu lalu saya membaca postingan Pak Ary Ginanjar, salah satu guru saya, di facebooknya.

Sebuah foto sambil memegang secangkir kopi, melihat ke jendela. Tak ada yang istimewa dengan fotonya. Tapi yang istimewa itu komentarnya, pro dan kontra. Apa yang dipermasalahkan?

Rupanya tulisan statusnya,

Ngopi di lantai 24 Menara 165 sambil mikir kenapa ya Jakarta tetap ramai meskipun sudah ada PSBB?

Tapi saya tidak ingin memindahkan pro kontra status tersebut disini, bukan. Melainkan ingin menunjukkan kepada Anda semua bahwa kita memang sering terpola untuk bertanya diawali kalimat tanya "kenapa". 

Pertanyaan kenapa itu tidak salah, sebab memancing pikiran untuk menemukan "karena". Tapi ketika pertanyaan itu diajukan ke diri sendiri bermuatan negatif, pikiran tersugesti dengan jawaban negatifnya. 

Contoh, "kenapa hidup sekarang makin susah?"

Jawabnya adalah, "karena pandemi Covid 19 dimana-mana"

Lalu tak sadar jadi sugesti, "hidup semakin susah karena pandemi Covid 19 dimana-mana."_ Tak sadar, sepanjang hidup menuju masa depan, pikiran diarahkan untuk melihat "hidup susah" dan (akibat) "Covid 19". 

Apakah membuat Anda termotivasi? 

Saya yakin tidak. Anda yang hendak jualan kebutuhan puasa atau lebaran pun jadi khawatir tidak laku bukan? 

Sekarang bagaimana kalau pertanyaan kenapa diganti menjadi "bagaimana". 

Bagaimana caranya agar ekonomi saya tetap tumbuh 20% setiap bulan dengan mudah dan menyenangkan?

Caranya adalah 

Saya yakin pikiran Anda menghadirkan gambar yang sesuai untuk menjawab pertanyaan diatas. Kalau pikiran saya tergambar youtube, artinya saya membuat video youtube. 

Baiklah Anda merasa sangsi dengan jawaban pikiran sendiri. Artinya Anda butuh jawaban yang beragam agar punya pilihan. 

Tanya saja, "apa lagi?" 

"Apalagi yang bisa dilakukan agar ekonomi saya tumbuh 20% setiap bulan dengan mudah dan menyenangkan?"

Kalimat ini bisa diulang berkali-kali ke diri sendiri baik dengan membaca berulang maupun 
bertanya dengan suara keras berulang. 

Tulis jawabannya. 

Kemudian tanyakan, apa yang bisa saya lakukan *sekarang* dengan mudah dan menyenangkan agar income saya tumbuh 20% setiap bulan?

Pilihan jawaban Anda semakin spesifik sehingga memaksa pikiran untuk menemukan jawaban "bisa dilakukan sekarang". 

Pelajaran pentingnya adalah pikiran itu netral. Dia memiliki segala informasi yang kita butuhkan. Tapi salah mengajukan pertanyaan membuat salah menemukan jawaban. 

Saya membaca kembali postingan Pak Ary dan komentar pembacanya. Komentar kontra berkisar di "mestinya Pak Ary..."

Kenapa saya baca? Sebab menyadarkan saya, bahwa saya pun tak sadar sering menuntut orang lain untuk berfikir dengan cara saya berfikir atau bertindak sesuai dengan pilihan saya. 

Padahal, saya sendiri (dulunya) tak mampu mengarahkan pikiran sendiri untuk berfikir sebagaimana mestinya berfikir. 

Mungkin dulu saya fokus menuntut orang lain memperbaiki ucapannya, memperbaiki cara berfikirnya, tapi lupa menuntut diri memperbaiki pikiran sendiri. 

Wallahualam

Monday, 20 April 2020

MENGEJAR SUKSES

Tulisan ini hadir kala seseorang membaca tanda tangan saya, yg menurutnya saya seorang yang gigih mengapai kesuksesan .. Coba kita renungkan .. Tak perlu analisa, just read, feel, imagine and do it! 

MENGEJAR SUKSES

Seorang pria berumur 30 tahun. Dia ingin sekali bisa belajar menari ( dancing ).
Di jaman itu, bisa menari itu keren. Anak anak muda menunjukkan skill menari nya di club, aliran disco. Gerakan nya keren, dan menarik lawan jenis tentu nya.
 
Setiap kali pergi ke club, laki laki ini hanya bisa duduk diam di meja, tidak berani show off ke atas panggung. 
Tidak bisa menari membuat diri nya menjadi mudah mendapatkan jodoh.
Dia ingin sekali bisa menari dan tampil penuh percaya diri seperti teman teman nya, tapi sayang dia tidak bisa menari. 
Saat itu dia singgle, tidak punya jodoh ya mungkin karena tidak bisa menari itu. 

Karena itu dia pergi ke konsultan jodoh, lalu si konsultan menyarankan agar dia ikut kursus menari. 
" Hmm bener juga, good idea nih. " .
Begitu kata dia dalam hati

Maka dia pun ikut kursus menari. Dengan semangat menggebu gebu untuk mendapatkan skill menari itu, maka dia ikut kelas 3 kali seminggu.
Pokok nya semangat dan harus bisa. Take action dan pasti bisa. Joss ...!!! POSITIF Sinting..Eh ..Posotif thinking.😁

2 tahun berlalu, keadaan tidak berubah. Puluhan kelas udah dia coba, ratusan teknik dia pelajari, tapi hasil nya tetap NIHIL. 
Kaki, tangan dan tubuh nya tetap tidak bisa sinkron setiap kali dia menari. Dia seperti kikuk, kaku dan tidak bisa lepas. 

Setiap kali menari, dia terlihat aneh, sehingga dia selalu jadi bahan lelucon dan tertawaan. 
Dia pun down, putus asa, kecewa dan menyerah. 
" Aku memang ga bisa menari. Memang ga bakat. Bukan aku ga berusaha, tapi aku memang bukan jodoh nya disini." Begitu kata nya pada diri nya sendiri. 

Suatu saat dia lagi duduk di club sendirian. Biasa lah.
Dia tidak ada teman, karena semua orang di desa itu tau siapa si pria ini. Orang aneh, freak, gaya menari nya kaku dan jelek. 
Dia sendiri tidak punya rasa percaya diri, maka orang lain pun malas mendekati nya. Apa yang kau pancarkan di dalam, akan terpancar keluar juga. Masok akal ?? 
Ya nasib lah. Mau bagaimana lagi ? 

Ketika dia lagi merenungi nasib nya, tiba tiba ada seorang wanita datang menyapa. Tampak nya wanita ini orang baru di desa itu. Setelah ngobrol panjang lebar, bener, ternyata si wanita ini bukan warga desa situ. 
Dia cuma turis yang kebetulan mampir ke club. 

Nah kemudian si wanita ini mengajak si pria ini untuk menari. Tentu saja pria ini langsung menolak dengan mengatakan bahwa dia tidak bisa menari. 
Si wanita ini tersenyum lalu berkata : " Kamu bisa kok. Saya akan ajarkan kamu bagaimana cara menari. Yuk ikut saya aja keatas panggung. Percaya deh sama saya.." 

Si pria ini pun tak berdaya, tangan nya di gandeng dan dia ikut aja keatas panggung. Sampai diatas panggung, penonton pun langsung bersorak sorai seolah hendak membully dia. 

Si wanita ini pun berkata : " Jangan pedulikan penonton. Lihat mata saya. Fokus kan perhatian mu ke mata saya. Jangan fokus ke kaki atau tangan mu. Gerak aja, lihat mata saya.
Gerakkan tubuh mu seolah tidak ada siapa pun di ruangan ini. Hanya ada saya dan kamu. Lepaskan tubuh dan pikiran mu sesaat, percaya pada saya, dan fokus hanya melihat saya. " 

Si pria ini pun sempat bingung. Tetapi karena pegangan tangan si wanita ini kuat sekali, maka mau tidak mau dia mengikuti gerakan nya. 
Sejenak dia menjadi lupa sama pikiran nya yang selalu bilang bahwa dia tidak bisa menari. 
Sejenak dia lupa, bahwa kaki dan tangan nya sulit sinkron. Tiap kali pikiran nya mau mengambil alih, dia ikuti kata kata si wanita itu, fokus pada mata si wanita ini. 

Pelan pelan sesuatu yang aneh terjadi. Tubuh nya seperti mengalir mengikuti alunan musik. Kaki dan tangan nya bergerak sendiri. Effortlessly. Otomatis. Ga pake mikir teknik ini dan itu. Mengalir aja. Ga pakai usaha apa apa. Spontan aja. 

Tiba tiba tubuh nya seperti dialiri energy dari dalam. Semakin lama dia menari, semakin energy itu keluar dari dalam, meledak ledak seolah tidak ada batas nya.
Badan nya terasa ringan, pikiran menjadi bahagia, dia tertawa lepas, berteriak sejadi jadi nya dan...WUZ ... 
selanjut nya sudah tidak bisa lagi di lukiskan dalam kata kata yang pas.

40 menit berlalu. Musik pun berhenti sejenak untuk break. Pria ini tubuh nya basah penuh keringat. Penonton pun bertepuk tangan memuji tarian yang luar biasa dari kedua pasangan ini. 

Ini pengalaman pertama dia mendapat sambutan seperti ini. Woww. Ini luar biasa. Diri nya seperti baru masuk zona yang baru. Tiba tiba rasa percaya diri itu muncul dari dalam ,entah dari mana dan bagaimana.

Wanita ini pun tertawa dan berkata : " Wow.. itu tadi sangat luar biasa. Terima kasih. Kamu partner yang hebat sekali. Dari awal saya udah tau kamu itu luar biasa. " 

Si pria ini pun masih bingung dengan state baru dalam diri nya. Sejak kejadian itu, si pria ini pun makin joss dalam menari. Setiap malam dia tampil percaya diri dan menjadi pusat perhatian di club. 
Cerita nya the end. Happy ending kan ?? 

Apa pelajaran nya ?? 
Cerita yang baru aja anda baca tadi, itu mungkin gambaran tentang Sufi Dancing. 

Ketika anda menari dengan hati, tanpa berpikir, tanpa usaha, mengalir aja, maka anda akan masuk suatu state dimana luapan energy dari dalam itu keluar. 

Energy dari dalam yang tiada batas nya. Itu bercampur dalam rasa antusias yang positif, yang menurut Bruce Lipton, ini rasa nya sama ketika anda pacaran pertama kali. 
Ketika orang yang anda suka, menerima cinta anda dengan tulus, maka mendadak ada satu energy yang meluap dari dalam tubuh ini. Energy ini begitu besar nya, sampai kalau pun anda kurang tidur, kena badai sekali pun, badan anda tetap fit dan joss. 
Kira kira seperti itu rasa yang bisa di lukiskan. 
Berususan dengan Rasa tentu tidak bisa di ungkapkan dengan benar. Kalau mau tau kebenaran nya ya harus merasakan sendiri. 

Pelajaran kedua yang bisa saya tangkap adalah kata Effortlessly. Wow ini powerful sekali. 
Ini tentang  bagaimana kita mengejar kesuksesan kita. 

Di cerita itu sukses nya adalah MENARI. Anda boleh ganti ini dengan apa saja, UANG, Ketenaran, Kekuasaan, apa saja boleh dan sama aja. 

Coba perhatikan pola nya, ketika anda NGOTOT mengejar sukses, maka yes benar anda akan punya ILMU soal sukses tapi tetap tidak bisa BOOM. 
Ada yang pernah alami seperti ini ?? Ilmu udah banyak tapi kok belum bisa mencapai sukses juga ?? Apa yang salah ?? 

Pria diatas saking kepingin nya bisa menari, ikut semua kursus menari, tau banyak teknik menari, tetapi itu belum cukup. 

Harus ada " AHA " momen, yaitu momen ketika anda bisa meluapkan energy dari dalam diri, sehingga energy ini lah yang memungkinkan anda mencapai apa yang anda inginkan. 

Pahami pola nya ya. Mencari skill itu harus, belajar ini dan itu harus. Itu modal. Ini adalah langkah dasar nya. Ini harus dilalui dulu loh ya.
Barulah setelah tahap pertama dilalui, 
maka anda harus belajar cara untuk mencari " AHA " moment, meluapkan energy besar dari dalam tubuh. 

Begitu energy itu terluapkan, maka semua nya akan berjalan effortlessly, sama seperti tarian sufi itu tadi. 

Anda akan masuk suatu state baru, state dengan penuh kelimpahan. 
Di state itu, bukan anda yang mengejar sukses, tapi sukses lah yang datang mengejar anda.
Ini lah zona power, bukan zona force.

Cara nya bagaimana dalam mencapai " AHA " momen itu ?? 
Ga perlu ikut seminar mahal mahal, nih saya kasih tau gratis : 
Cara nya dengan cara melepas..letting go..relax dan berpasrah. 

Loh..kok ?? 

Thank you and i love you.

Thursday, 9 April 2020

CORONA

Catatan dibawah ini sangat make sense, saya amati setiap aplikasi medsos, bahkan marketplace sekalipun menyediakan info tentang ini seolah sedang mem brainwash semua orang di dunia untuk beramai ramai menggetarkan vibrasi kecemasan melalui "satu kendali perintah" entah siapa .. Dan si hey itu sudah berhasil membuat manusia di seantero dunia menjadi cemas .. Ayoo move on .. Dan yang sempat membaca post ini silahkan tunjukkan dengan kesetujuannya cukup dg anggukan dan kesediaan untuk melupakan si #Corona ... Selamat membaca 

Rabu 08 April 2020
Oleh : Dahlan Iskan

Masih ada lagikah yang perlu Anda ketahui tentang Covid-19? 

Rasanya tidak ada lagi. Anda sudah menjadi ahli Covid-19 sekarang ini --lebih ahli dari dokter. Dokter hanya mau membaca yang masuk-masuk akal saja. Kita membaca apa pun yang ada di medsos --asal dikait-kaitkan dengan Covid-19.

Enough is enough.

Sudah waktunya berhenti mengikuti medsos --bahkan jangan lagi membaca DI’s Way. Tidak ada lagi yang perlu Anda ketahui lebih jauh tentang Covid-19. 

Saya bisa menduga --terhitung mulai hari ini-- siapa pun yang masih gila medsos berarti memang ingin gila beneran. Setidaknya ingin agar dirinya terkena penyakit depresi yang lebih dalam. Dan kalau depresi itu terjadi, Covid-19 lah yang horeee --termasuk cebonger dan kampreter.

Cukup.
Cukuplah.
Sudah waktunya move on. Banting stir.

Yang jualan sayur berhentilah ragu-ragu. Mulailah jualan sayur dengan cara baru. Yang lebih cocok dengan zaman virus. Ibu-ibu kan tidak mau lagi ke pasar. Waktunya Anda yang jadi pasar keliling.

Tukang-tukang cukur, belilah APD. Promosikan gaya cukur baru Anda dengan pakaian APD. Minggu depan ini rambut bapak-bapak sudah pada panjang serentak. 

Bikinlah kios cukur terbuka. Di bawah pohon. Dengan pakaian APD Anda, Anda memang kepanasan. Berpeluhan. Tapi bapak-bapak akan lebih senang cukur di bawah pohon. Dari pada di ruang salon yang ber-AC yang mencurigakan. Saya mau jadi yang orang yang pertama cukur di bawah pohon itu. Begitu rambut saya lebih panjang terasa lebih banyak putihnya.

Para pemilik hotel, berubahlah. Jadikan hotel Anda yang sepi sebagai tempat isolasi mandiri. Anda berikan jaminan kesterilannya. Anda latih karyawan hotel dengan prosedur baru --menjadi seperti perawat. Belilah APD untuk semua karyawan hotel.

Tawarkan ke orang-orang yang ingin isolasi mandiri. Terutama ketika para pembantu mereka pulang lebaran. Mereka akan merasa lebih aman di tempat isolasi. Kalau perlu Satpam hotel ikut patroli ke rumah orang yang pindah ke hotel. Dan mereka itu takut lagi ketika pembantu mereka kembali nanti. Para pembantu itu juga perlu diisolasi 14 hari. Sebelum kembali bekerja setelah lebaran nanti. 

Berundinglah sesama pengusaha hotel. Dengan moderator PHRI. Mana hotel yang ingin berubah sementara. Mungkin perlu juga berkoordinasi dengan pemda setempat. Siapa tahu ingin menunjuk beberapa hotel sebagai asrama sementara para juru rawat dan tenaga medis.

Para petani, mulailah menanam buah dan sayur. Tomat, cabai --cabai itu vitamin C-nya tinggi sekali, tapi jangan sampai ada yang bikin jus cabai --terong dan apa pun.

Yang hidup di kota, mulailah tanam sayur di pot-pot. Atau tanam sirih. Atau apa pun. Jangan tanam bunga. Pesta pengantin banyak yang ditunda. Salaman akad nikah pun sudah pakai perantara tali.

Pedagang asongan, kelilinglah membawa barang yang diperlukan saat ini: odol, sikat gigi, sabit, sanitasi, dan sebangsanya. Anda bisa menggantikan Indomaret dan Alfamart.

Pelayan-pelayan restoran bersatulah. Bikinlah usaha layanan kirim makanan, sayur, menu-menu makan lainnya. Buatlah paguyuban di setiap sektor hunian. Saatnya kini kalian jadi pengusaha: ada tim yang masak, ada tim yang posting di instagram, ada tim yang antar makanan.

Di Tiongkok selama Covid-19 terjadi perubahan besar-besaran. Konsumen berubah. Penuhilah keperluan perubahan itu.

Berhentilah bikin TikTok --kecuali memang kocak sekali. 

Tinggalkan HP di bawah ranjang selama 6 jam sehari --dengan pura-pura lupa.

Pokoknya move on.

Percayalah tidak ada lagi info tentang Covid yang baru. Atau yang lebih luas dari yang sudah Anda ketahui.

Menunggu angka baru berapa yang mati? 

Untuk apa? Apakah Anda menyamakan naiknya angka kematian dengan bertambahnya gol ke gawang Liverpool oleh Atletico Madrid?

Apakah Anda menganggap Covid-19 sama dengan Liga Champions yang skornya harus diikuti?

Mulailah tinggalkan depresi. Mulailah hidup gembira. Tung Desem Waringin saja terus bergembira di kamar perawatan Covid-19. 

Saya kutipkan prinsip hidup sehatnya. Termasuk di saat sakit hari-hati ini. ”Orang gembira tidak bisa khawatir. Orang khawatir tidak bisa gembira,” tulisnya di WA yang dikirim ke saya dari kamarnya di rumah sakit.

Sambil diopname itu Tung Desem --yang sering nyebar uang dari udara itu-- terus bernyanyi. Untuk dokter, untuk perawat, dan direkam juga di HP-nya untuk dikirim ke saya.

Dari pada lama menunggu lockdown --yang tidak datang itu --lebih baik move on.

Move on-lah dengan aman, cerdik, dan kreatif. Sedang untuk mengetahui berapakah skor yang mati ikuti saja sehari sekali.

Berhentilah depresi. Mulailah hidup baru yang lebih cerdas. (Dahlan Iskan)

#copas #indonesiabisa

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...