Monday, 29 February 2016

KEKUATAN BAHASA

Bahasa, ketika dieksplorasi sedemikian rupa mampu menunjukkan keajaibannya yang luar biasa. Bahasa mampu menggerakkan segenap energi diri, baik positif maupun negatif. Bahasa juga mampu membangkitkan kesadaran khalayak secara massif untuk melakukan sesuatu, baik yang konstruktif (memberdayakan) maupun yang destruktif (memperdayakan).

Bayangkan, bagaimana seorang Bung Tomo mampu membangkitkan semangat nasionalisme, membakar puluhan juta masyarakat Indonesia untuk berjuang merebut kemerdekaan dan mempertahankannya. Bayangkan pula, retorika Soekarno bisa memobilisasi massa secara besar-besaran untuk mengganyang Malaysia.

Keseluruhannya Soekarno dapatkan dari mengelola dan mengolah struktur bahasa tertentu. Kekuatan bahasa semakin menunjukkan kedahsyatannya, saat hal yang irasional dan gila sekalipun mampu digerakkan oleh bahasa.

Coba telaah, bagaimana Adolf Hitler mampu membius rakyatnya untuk melakukan pembantaian besar-besaran terhadap jutaan bangsa Yahudi yang dianggap sebagai biang bangkrutnya Jerman. Peristiwa ini dikenal dengan Holocaust.

Uniknya, pembantaian (genocide) retorika ala Hitler ini membalik keadaan. Dimana semua pembantaian di dunia apapun bentuknya pasti di tentang di seluruh manusia. Namun retorika Hitler mampu menggiring masyarakat German bergerak beramai-ramai dalam upaya memusnahkan bangsa Yahudi sebagai musuh yang harus dihancurkan dan menyisakan sedikit saja sebagai 'pembelajaran' peradaban manusia selanjutnya.

Dalam kaitan dengan politik dan kekuasaan, bahasa memang menempatkan dirinya begitu intens. Sejarah peperangan, dimulai dengan logika-logika dan retorika-retorika bahasa. Begitupun kesadaran untuk mengakhiri peperangan tersebut pun dimulai dengan logika dan retorika bahasa.

Contoh pemanfaatan lain kekuatan bahasa dalam kehidupan adalah bahasa persuasi iklan. Iklan selalu memiliki dua cara untuk menyampaikan pesannya. Cara pertama, melalui pendekatan rational benefit, dengan menginformasikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki produk itu sendiri.

Cara kedua, pendekatan emotional benefit mengidentikkan produk itu dengan image tertentu sehingga terbentuk ikatan emosional yang kuat dengan penggunanya. Dan tentu saja, pendekatan emosional benefit jauh lebih efektif dalam membangun komunikasi jangka panjang dengan penggunanya.

Kekuatan bahasa iklan telah menciptakan banyak fenomena. Lihat, bagaimana budaya konsumerisme telah begitu kuat. Praktik pembelian suatu produk tidak lagi didasarkan pada kebutuhan dasar, melainkan pada image yang dijanjikan. Pikiran orang bukan lagi "functional oriented" tetapi "brand oriented".

Contohnya orang mengidentikkan Volvo dengan "savety" nya, orang memakai Lux karena ia adalah "sabun kecantikan para bintang". Orang memakai Adidas karena saat mengenakannya merasa "impossible is Nothing". Atau orang memakai Nike karena mengidentikkan diri sebagai orang yang "easy going" dan untuk melakukan apapu, "Just Ðo It".

Banyak lagi frase-frase atau kalimat-kalimat powerfull lainnya, yang mampu menancapkan makna internal dalam kepala pemirsa, tentang produk atau brand-brand tersebut. Ironisnya, daya persuasi brand bahkan mampu memunculkan fenomena "cult brand", saat sekelompok orang begitu mengultuskan brand layaknya "sekte" tertentu.

Lihat saja fenomena yang terjadi pada Harley Davidson, VW, Apple dan sebagainya. Brand-brand tersebut layaknya "agama" yang menimbulkan fanatisme tersendiri. Inilah yang dalam mind technology disebut dengan istilah "memetic mind control" dimana sebuah metode mengondisikan sekelompok orang untuk memiliki kepercayaan tertentu dengan perilaku khusus, ideologi khusus dan atribut-atribut khusus.

Kehadiran bahasa telah membuktikan dirinya sebagai sebuah kekuatan dahsyat, baik dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, seni dan kebudayaan. Bahasa adalah kekuatan yang mampu merevolusi sistem kepercayaan dan sistem berpikir siapa pun.

Kekuatan bahasa ini memiliki dua sisi. Tidak saja hanya mampu menggerakkan orang lain baik secara pribadi maupun massif, tetapi bahasa juga mampu menggerakkan diri sendiri secara dahsyat.

Itulah sebabnya, bahasa benar-benar harus dikelola dengan baik. Bahasa tidak hanya sekedar mampu menjadikan orang lain berdaya atau terpedaya. Bahasa juga bisa membuat diri sendiri hebat atau malah "gawat darurat".







Friday, 19 February 2016

Peran Lingkungan dalam Beretika

Al-insaanu madaniun littob"i
Manusia itu terbentuk dari lingkungan. Memang, untuk lingkungan dan sahabat jangan sampai salah pilih, untuk teman boleh siapa saja, tapi sahabat harus berkualitas, karena akan mempengaruhi sikap dan mental kita.

Penentuan ketika bersikap yaitu etika. Etika bukanlah datang dengan sendirinya, ia merupakan suatu hasil bentukan perilaku. Bentukan perilaku tersebut dilakukan secara terus menerus akan menjadi habit atau kebiasaan dan bermuara menjadi budaya dan budaya akan menjadikan karakter khususnya karakter. Dari karakter yang membudaya akan pula melahirkan satu stereotype.

Dalam islam rasulullah memberikan teladan tentang semua aspek kehidupan manusia seperti adab dan etika. Beliau mengatur manusia dalam segala hal dalam bertindak, sehingga mempunyai relevansi terhadap kehidupan sosial. Teladan yang diberikan rasulullah dalam kehidupan juga sangat menyeluruh. Tidak hanya terbatas dalam masalah-masalah besar saja tetapi sampai masalah kecil.

Rasulullah juga mengajarkan masalah etika, dalam salah satu riwayat Ibnu Umar RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, ''janganlah seseorang mengusir temannya dari tempat duduk, kemudian ia duduk padanya, hendaknya kamu memperluas ( merenggangkan ) untuk memberi tempat. Ibnu umar dalam mempraktekkan ini, jika seseorang bangun dari majelis tidak suka duduk pada tempat orang itu (Muttafaqun ‘alaih)”.

So, jaga etika dan sikap kita ya karena dengan beretika akan menyamankan semuanya. :)

Thursday, 18 February 2016

Jodohku, Maunya ku Dirimu!

Beberapa minggu terakhir pemberitaan media massa dihebohkan dengan LGBT, bahkan salah satu situs microblogging tumblr pun terancam pemblokiran karena disinyalir menayangkan gambar berbau LGBT. Kepentingan penulis disini bukanlah terkait LGBT namun sedikit menyayangkan karena banyak tulisan penulis terrekam di microbloging tersebut.

Tumblr, microbloging yang cocok untuk memuat tulisan-tulisan pendek seperti puisi dan quotes motivasi. Situs tumblr pun penulis gunakan untuk merekam jejak keseharian sekedar pengisi waktu luang. Beberapa situs tumblr yang sering di intip penulis seputar orang-orang yang melanggengkan nama melalui karya berbau merah hati.

By the way anyway busway!, rupanya menurut penelitian orang dewasa yang tengah jatuh cinta seringkali mendadak puitis dan memilih mencurahkan masalah hatinya dalam social media. Galau menggalau soal jodoh ini selalu menjadi trending topuc karena dialami setiap orang di dunia ini terlebih singlewan-singlewati.

Ribuan bahkan jutaan orang diluar sana masih menerka-nerka siapa pendamping yang dirahasiakan Allah tersebut. Bagi laki-laki tentu menerka dan berjuang si tulang rusuk yang hilang. Tidak sedikit pejuang-pejuang hati berkelana di berbagai forum-forum silaturahmi baik dalam bentuk situs online maupun kopi darat (kopdar).

Selidik punya selidik masalah perjodohan ini sudah Allah singgung dalam Al quran, dalam salah satu ayat disebutkan "wanita baik-baik diciptakan hanya untuk laki-laki baik". Namun dalam kehidupan sehari-hari tak jarang kita temui pasangan yang tidak seakhlak, laki-laki baik mempunyai pasangan 'kurang baik' .. Tidak sedikit kan yang begitu??.

Bukankah dalam ayat tersebut di atas dikatakan "wanita baik-baik diciptakan hanya untuk laki-laki baik" tapi mengapa masih ada saja orang yang mempunyai pasangan yang 'tidak baik'. Kembali lagi pada fitrah penciptaan manusia. Allah menciptakan manusia hanya untuk beribadah kepada Nya.

Oleh karena itu Allah senantiasa menguji ibadah mereka dengan mendekatkan orang-orang baik dengan orang-orang berkategori 'tidak baik' karena darisitu selain Allah memberikan ujian juga memberikan kesempatan pada suami/istri untuk beribadah melalui teladan bagi pasangannya.

Ayat tersebut diatas bisa menjadi acuan untuk bermuhasabah diri, mengukur kemampuan diri kita jika ingin mendapatkan orang berkategori baik maka baikanlah dulu perilaku dan kapasitas kita. Jika kriteria kita orang yang bernilai 9 maka pantaskanlah diri kita bernilai 9.
  
Allah sangat menghargai orang yang 'berupaya' dalam arti lain 'berikhtiar' Jika di telaah, berdasarkan ayat al quran di atas kita senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki diri hingga berdampak akan dipertemukan orang yang telah bersedia membaikkan dirinya. Atau jika keduanya dipertemukan dalam keadaan tidak seimbang yang satu 'baik' dan lainnya 'belum baik' maka kesempatan beribadah untuk saling mengualitaskan diri masing-masing.

Semoga kelak mendapatkan penentram hati yang telah membaikkan diri demi kebaikkan urusan agama, dunia dan akhirat. Aamiin ...

Wednesday, 17 February 2016

"Mulutmu Harimaumu"

Berawal dari chating pagi di messanger,
……
R : “Aku sakit kepala sampai muntah”
R : “Kayaknya salah makan deh”
D: “Coba inget-inget kemarin makan apa emang?”
R: “Kemarin siang makan seblak”
D: “Jangan nyalahin makanan”
R: “Nggak nyalahin makanan ..”
R : “Kemarin  siang pengen makan seblak, ada warung seblak dekat rumah rameeee banget sampai ngantri. Aku ikut antri pas ngantri itu aku udah berpikir, ni warung sampe ngantri gini pasti ada apa-apanya, tapi berhubung aku laper dan pengen banget seblak terpaksa  aku ikut ngantri hasilnya ya sakit kepala sampe muntah-muntah”
D : “Haduh! Coba consul ke dokter atau scan ke rumah sakit takutnya Alzhaimer :P”
R : “Aku udah  consul sama dokter, Dok kenapa ya  setiap kali aku makan di warung yang rame pengunjungnya selalu aja sakit kepala sampai muntah? Bahkan di warung nasi sekelas Amxxx, aku paling nggak bisa makan di warung yang rame pengunjungnya apalagi sampe ngantri-ngantri gitu tu pasti ada apa-apanya”.
D: “Terus dokternya bilang apa?”
R: “Dokternya ga bilang apa-apa cuman diem aja”.
D : “Hmmmm …”
***
Dari chating di atas berbagai asumsi berseliweran dalam benak, pertama  konsul sama dokter yang ditanya nggak nyambung, mestinya yang di tanya soal medis kali ya bukan hal-hal yang di luar kapasitas medis. Tapi anggap saja itu konsul dengan dokter pribadi yang dianggap sudah dekat hingga bisa konsul diluar permasalahan medis .. its ok .

Yang kedua penelaahan  secara kata-kata, kata-katamu adalah do’amu bukan hanya jargon atau slogan semata namun begitu kuatnya kata-kata apalagi kata-kata yang berulang secara terus menerus akan  terrekam dalam otak alam bawah sadar. Berdasarkan  chating di atas R mengeluarkan kata-kata ”setiap kali makan di tempat rame selalu sakit kepala dan muntah” hingga otak memerintahkan secara otomatis  pada tubuh untuk bereaksi apabila ia makan di tempat rame dan “ada apa-apanya”,  Lagi-lagi otak memerintahkan pada anggota tubuh untuk menolak dan memberikan efek samping berupa “sakit kepala dan muntah” artinya apabila makan bukan di tempat yang “rame dan ada apa-apanya”  (versi settingan otak) maka otak berserta anggota tubuh lainnya tidak akan bereaksi apa-apa bahkan sangat menikmati sajian.

Bagaimana hal ini dalam pandangan islam, hadist rasulullah menyebutkan tatkala nabi makan “janganlah engkau mencela makanan, jika tidak suka tinggalkan”. Membuat mainstream sendiri terhadap suatu makanan misalnya “ah kalau saya makan kangkung pasti badan saya sakit semua!” atau banyak contoh stereotype lainnya terhadap sesuatu hal .  secara fisiologis kembali otak bekerja dan membuat asumsi sendiri untuk memberikan efek samping jika mainstream tersebut di lakukan.

Kekuatan otak sangatlah sempurna segala sesuatu apa yang kita pikirkan akan menjadi kenyataan. Seperti yang Allah firmankan “Aku adalah sesuai prasangka hambaku” jika dikaitkan pikiran kita lantas diucapkan terus Allah meridhoi maka hal itu akan terjadi kan?.

Semua makanan yang ada di dunia ini Allah sediakan untuk manusia yang dapat di ambil manfaatnya. Dalam al quran pun disebutkan bahwa Allah tidak suka pada hal yang berlebih-lebihan , hal ini berlaku untuk apa yang kita makan secara tidak berlebihan contohnya kita suka terhadap suatu makanan tertentu dan mengonsumsinya secara berlebihan hal itu akan memberikan efek negatif pula untuk tubuh.


Jadi, berlakulah adil terhadap diri kita sendiri. Rasakan athmosfere semesta raya  dengan berpikir dan menggunakan kata-kata sebijak mungkin lalu rasakan berbagai manfaatnya.

Tuesday, 16 February 2016

Jaringanmu Menentukan Rezekimu ....

Link atau jaringan, saat ini sangat berpengaruh banyak terhadap kehidupan. Jaringan juga merupakan salah satu faktor pembentuk integritas dan kredibilitas individu. Dalam islam proses melebarkan jaringan ini disebut silaturahmi, dimana silaturahmi sangat di anjurkan oleh rasulullah.

Dengan silaturahmi banyak manfaat yang didapat selain bertemu dengan orang-orang juga manfaat lainnya. Dalam salah satu hadist menyebutkan bahwa dengan silaturhami akan menambah rizki. Pengertian rizki sangatlah luas tidak hanya dalam bentuk financial semata namun juga rizki memperpanjang umur, menyehatkan badan serta membuat otak lebih bekerja secara simultan.

Berbagai macam pola dan cara untuk menambah jaringan dengan silaturahmi, bisa dengan cara masuk salah satu komunitas, club atau forum-forum silaturahmi yang bersifat umum. Berbagai potensi yang dapat diperoleh dari jaringan salah satunya membuka peluang dan kesempatan baru.

So, peluang dan kesempatan tersebut akan memperbanyak serta memperpanjang rizki. Manfaatkan semaksimal mungkin untuk banyak berbagi hingga membawa manfaat bagi sesama.





Monday, 15 February 2016

Melejitkan Insting untuk Proteksi Diri

Kata-kata insting selama ini selalu diidentikkan dengan dunia hewan, contoh hewan-hewan yang sangat akrab dengan manusia yakni lumba-lumba menggunakan instingnya melalui bunyi sonar dapat mengenali manusia yang membutuhkan pertolongan saat di lautan lepas. Insting lain yang berguna pada hewan yakni pada saat mencari makan baik itu menggunakan penciuman maupun penglihatan yang tajam.
padahal manusia Allah ciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna dilengkapi akal yang tak dipunyai makhluk Allah lainnya.

Berbagai potensi Allah simpan dalam tubuh kita, tinggal bagaimana kita mengolah dan mempertajamnya untuk berbagai kepentingan dalam menjalani hidup. Selain dibekali akal, manusiapun diberikan sebongkah hati dimana jika di asah lebih dalam akan memberikan manfaat yang sangat besar.

Dalam salah satu ayat al quran disebutkan, “Faalhamaha fujuraha wataqwaaha”, yang artinya “Dan sudah diilhamkan di hati manusia untuk memilih mana kebaikan dan mana keburukan”. Potensi baik dan potensi buruk telah diberikan, kita tinggal memilih mana yang akan kita kembangkan dalam hidup.

Jika kita berada dalam situasi bimbang, maka "ikutilah hati kecil" . Artinya hal tersebut merupakan insting dan sekaligus warning bagi kita agar dapat mengambil keputusan dengan tepat. Beberapa hal yang dapat mengasah insting atau intuisi yakni :
1. Secara alami, hal ini semua manusia mendapatkannya sebagai bentuk kasih sayang dari Allah dan manusia menggunakannya sebagai salah satu bentuk syukur.

2. Logis atau Rasional, artinya bahwa jika anda mendalami satu bidang secara terus menerus anda akan menjadi sangat tahu apa yang harus anda lakukan jika mendapati sedikit kekeliruan. Contoh sederhana jika anda bikers setiap hari anda faham jika ada kerusakan kecil atau ada sesuatu yang tidak beres dengan motor anda.

3. Keterlibatan secara emosional, ketika hubungan anda dengan seseorang sangat dekat bukan tidak mungkin jika terjadi sesuatu maka andapun akan turut merasakannya.

4. Spiritual, dekatkan diri terus menerus pada sang khaliq karena dengan begitu Allah akan menuntun lebih jauh jika anda sudah sangat dekat dengan-Nya.

Banyak faktor latihan lain yang harus di asah dalam mengembangkan faktor intuisi ini selain faktor-faktor eksternal lain seperti membaca gesture tubuh, microexpresi dan simbol-simbol komunikasi lainnya yang akan membantu memperkuat faktor instuisi.

Demikian, semoga bermanfaat.

"Out of The Box"

Si Otak Kanan yang Kreatif

Orang-orang kreatif biasanya selalu berbeda dari orang-orang pada umumnya. Pemikiran mereka biasa di istilahkan "out of the box". Hal-hal linieritas sesuai jenjang memang tidak salah, semisal jika sarjana ekonomi secara otomatis mindsetnya bekerja di lingkungan berbau ekonomi dan uang misalnya bekerja di bank, bekerja di bursa saham dsb.

Lain halnya dengan orang-orang yg mempunyai potensi otak kanan yang lebih dominan. Mereka terkenal dengan kaum minoritas karena latar belakang pendidikan mereka tidak bisa menentukan kemana arah passion, minat dan bakat mereka. Banyak contoh misalnya lulusan sarjana hukum berhasil menjadi pemasok gas, sarjana ilmu komunikasi berhasil menjadi penulis buku, seorang guru dan dosen dan banyak contoh lainnya.

Pengetahuan orangtua mengenai minat dan bakat anak sejak dini sangat diperlukan hingga mereka dapat dengan mudah mengarahkan anak menjadi apa yang mereka sukai sesuai minat mereka. Karena segala sesuatu pekerjaan jika disukai dan dicintai hasilnya akan sangat maksimal.

Berikut stimulasi yang akan memaksimalkan potensi otak kanan yang bisa di lakukan sejak dini :
1. Latih kepekaan seni dengan memutar musik dinamis di pagi hari dan musik lebih tenang di siang hari agar anak dapat istirahat dengan tenang. Anak pun memiliki kepekaan tentang irama musik.

2. Rangsang kemampuan mengontrol diri dan melatih stabilitas emosi. Misal, berikan pengertian saat keinginannya ditolak atau gagal mencapai sesuatu sehingga anak belajar toleransi dan adaptasi dengan rasa kecewa.

3. Latih anak memberi sedekah, aktivitas ini baik untuk melatih empati.

4. Optimalkan panca indera dalam aktifitas pembelajaran "pembagian". Misal dengan memotong kue bolu untuk dibagikan ke beberapa orang temannya.

5. Latih kepekaan berbagai rasa makanan, ajak anak berwisata kuliner agar makin mengenal banyak rasa, jenis dan manfaat makanan maka anak mampu beradaptasi dan lebih kreatif dalam berimajinasi.

6. Ajak anak melakukan permainan yang melibatkan aktifitas fisik. Misalnya renang, kejar-kejaran agar terlatih menggerakkan anggota badan secara tepat dan terarah.

7. Ajari anak berorganisasi dan belajar berkelompok.

Latihan-latihan tersebut baiknya dilakukan langsung bersama orangtua hingga anak merasakan pula kasih sayang dan keberadaan orangtua.

Demikian, semoga menginspirasi

Sumber : Dari berbagai referensi

Sunday, 14 February 2016

BULLYING

Bully atau Bullying adalah kekerasan atau memberi tekanan berlebihan terhadap seseorang umumnya dalam bentuk kata-kata hal ini dikarenakan rasa iri teman sebaya dan melihat potensi lawan terlihat lemah dalam mempertahankan diri.

Bullying biasanya terjadi pada anak usia Sekolah Dasar, coba ingat pada saat kita masih SD. Kepercayaan diri masih perlu dipupuk dalam kehidupan sosial mereka. Biasanya anak pendiam jarang bersosialisasi dengan temannya memberikan potensi untuk di bully.

Karakter anak memang berbeda, jika karakter anak anda pendiam tanamkan untuk bermental kuat, mampu mempertahankan diri jika terdapat serangan-serangan berbentuk ejekan dari teman sebaya. Selain itu jika terlanjur membuat anak drop yang bisa orangtua lakukan yakni berkoordinasi dengan guru di sekolah.

Kekuatan mental anak harus di pupuk melalui berbagai stimulus contohnya ikut sertakan anak dalam berbagai kegiatan ekstra kurikuler hal ini akan menumbuhkan kepercayaan diri anak juga mampu mengenal berbagai karakter teman hingga ia mampu memprediksi karakter teman yang akan membully.

Tanamkan pula pemahaman akhlak dalam mengelola dendam amarah, ketika membalas orang-orang yang mendzolimi kita maka akhlak kita sama buruknya dengan orang dzolim tersebut tanamkan pula sifat pemaaf.

Tiga pilihan karakter manusia dalam menghadapi bullying, diantaranya :
1. Adil artinya membalas dengan kejahatan yang sama.
2. Mulia yaitu dengan memaafkan.
3. Dzolim, membalas lebih dari kedzoliman yg pertama.

Bullying merupakan salah satu bentuk ujian diri dalam mengelola masalah menjadi potensi pengembangan diri menjadi lebih baik.

Demikian, semoga menjadi manfaat.  


Wednesday, 10 February 2016

DAHSYATNYA PIKIRAN

"Nasib bisa di rubah, kalau takdir tidak bisa". Pernah mendengar jargon ini? Setiap orang sepertinya pernah mendengar hal itu. Nasib berkaitan dengan menghidupkan hidup, pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Secara teoritisnya kebutuhan dasar manusia kurang lebih jika di uraikan terdiri atas pemenuhan kebutuhan Biologis, kebutuhan Keamanan, Perlindungan dan Penghargaan.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut tidak jarang manusia menempuh berbagai hal baik yang diridloi maupun tidak diridloi Tuhan. Pemenuhan kebutuhan biologis tidak jauh dengan pemenuhan hasrat manusiawi misalnya keinginan untuk memiliki rumah, mobil hingga pemenuhan seks.

Guna memenuhi berbagai kebutuhan dasar ini seringkali menggunakan potensi diluar dirinya sendiri. Sebenarnya ada hal lain yang Allah bekali dari dalam diri kita adalah 'akal/pikiran' hingga untuk menciptakan masa depannya sendiri tak perlu mendatangi orang-orang "pintar", lihat zodiak dan lain-lain.

Sesungguhnya masa depan adalah hasil ciptaan dan rekayasa dalam pikiran kita. Allah membekali kita 'akal atau pikiran'. Mind mapping! teknik perancang masa depan yang tepat tentunya dibarengi dengan ikhtiar dan do'a. Berikut salah satu contoh dahsyatnya penggunaan "pikiran".

http://sains.kompas.com/read/2016/01/28/21340291/Bukan.Hoax.Kursi.Roda.Ini.Benar-benar.Bisa.Digerakkan.Pikiran.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktkwp

Excited! Kan? Takdir adalah dalam genggaman Nya. Ada yang bilang nasib bisa di rubah sedangkan takdir tak kan bisa di rubah. Dari beberapa literatur bahwa takdir burukpun sebenarnya msih bisa di rubah dengan cara beramal baik dan berdo'a.

Jadi, mulai sekarang maksimalkan pikiran kita dibarengi denga ikhtiar dan do'a serta yang paling penting adalah perkataan yang baik.

Demikian, semoga menginspirasi

Tuesday, 9 February 2016

MANFAAT dan AZAS MANFAAT!


Manfaat dan Azaz Manfaat, penulis mencoba menjabarkan dari berbagai perspektif. kedua kata ini Jika dimaknai akan berlawanan arah. Manfaat memberikan konotasi positif sedangkan azas manfaat berkorelasi dengan makna negatif. Manfaat, seperti disebutkan dalam satu hadist bahwa "Tidak semata-mata Allah ciptakan sesuatu jika tak memberikan manfaat" di hadist lain disebutkan "Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain". Dasar suatu hubungan antara laki-laki dan perempuan dewasa secara tidak sadar ingin mengambil manfaat satu sama lain, meskipun terkadang seringkali dipungkiri dengan 'alibi' cinta dan kasih sayang.

Sejatinya cinta dan kasih sayang itupun memberikan manfaat pada orang lain. Sebagai contoh istri meminta di antar ke pasar oleh suami, bukankah disana ada letak manfaat peran suami? sebaliknya istri memberikan manfaat pula pada suami dan anak-anaknya. Aplikasi dalam berbagai kehidupan selalu mempunyai siklus berputar (teori siklik). Satu komponen tertentu akan selalu berkaitan dengan yang lain baik dari kadar manfaat maupun hanya selewat. Contohnya pada siklus rantai makanan dimana setiap produsen makanan memberikan manfaat pada yang lain .. Begitu seterusnya.

Azas manfaat, perspektif azas manfaat ini terlanjut dilabeli dengan makna negatif dimana seseorang menempatkan potensi orang lain demi mencapai tujuan pribadi namun tak memberikan timbal balik apapun hingga disebutlah azas manfaat. Ikhlas melakukan sesuatu sejatinya sebagai pengiring setiap langkah agar selalu bermanfaat untuk lingkungan sekitar baik dalam skala kecil maupun skup yang lebih luas. Picik dan fasik kedua hal ini sebagai energi pendorong seseorang untuk bersikap memanfaatkan orang lain atau 'azas manfaat' semoga dijauhkan dari sifat yang demikian.

Teringat perkataan salah satu dosen penulis bahwa dalam hubungan percintaanpun memang saling memanfaatkan. Kemudian mencintai itu harus "ada apanya" bukan "apa adanya" sehingga jika seseorang yang akan kita jadikan someone special tentu dia "punya sesuatu" alias "ada Apanya" yang bisa membawa manfaat baik buat diri kita. sebaliknya jika menuntut meminta dicintai atai disayangi apa adanya maka tentu kebermanfaatanpun di ragukan. disatu sisi jika pasangan kita "apa adanya" seolah tak berkeinginan dan termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri untuk membawa "manfaat" buat orang lain.  (hhhmmm ....#dahi mengernyit!!).

Akhirnya kehidupan merupakan pilihan, apakah kita akan menjadi manusia yang memberikan manfaat untuk orang lain ataukah menjadi pelaku 'azas manfaat'.
Live must go on and the choice is yours.

Sunday, 7 February 2016

Tempat Penitipan Anak dalam Berbagai Sudut Pandang


Artikel ini terinspirasi dari keluarga muda yang menjadi Mahmud (mamah muda) dan Pahmud alias papah muda. Pernikahan terjadi saat sama-sama menjadi perantau, hidup mandiri jauh dari sanak family. Saat diberikan kepercayaan oleh Allah memiliki buah hati dan mendapat anggota keluarga baru, bagi seorang ibu pilihan berkarier di luar atau di dalam rumah merupakan pilihan yang sulit. Selain itu bagi ibu bekerja jatah cuti yang terbatas membuat bingung memilih diantara dua pilihan memilih bekerja atau mengurus jabang bayi.  Dilihat dari sudut pandang kebutuhan dasar setiap individu, pilihan berkarier di luar rumah menjadi salah satu alasan kebutuhan akan eksistensi diri selain kebutuhan secara ekonomis.
Saat ini salah satu pilihan yang banyak ditawarkan bagi keluarga muda yang jauh dari keluarga yaitu Tempat Penitipan Anak / TPA atau dengan istilah lain DayCare. Maraknya tempat-tempat penitipan anak saat ini bak jamur di musim hujan, menjadi salah satu pertimbangan dan menjadi pilihan alternatif selain mendatangkan nenek atau kakek dari kampung halaman. Namun kendala terjadi saat mereka kembali. Keberadaan TPA atau Daycare ini memang sangat membantu keluarga-keluarga muda,  lalu  bagaimana sudut pandang perkembangan psikologis bagi anak yang dikelola secara “profesional” ini.
Selengkapnya disini, http://www.konsultasipsikologi.icbc-indonesia.org/antara-pengasuh-dan-day-care/, orangtua, terutama ibu, dan ayah.

Tidak dipungkiri  bahwa tuntutan aktifitas pasangan suami dan istri yang kekinian, dimana saat sebelum menikah istri sudah mempunyai karier yang tidak dapat di tanggalkan. Berbagai sudut pandangpun mengenai Tampat penitipan ana/daycare untuk perkembangan buah hati, Pertama dari sudut pandang  dasar secara agama tentunya dalam agama islam pola asuh Rosulullah ketika di tinggal oleh ibunya kemudian mendapatkan asuhan dari kakeknya dilanjutkan oleh pamannya. Dalam hal ini bahwa anak di bawah umur  bisa saja mendapatkan asuhan dari orang selain orangtua  dalam kondisi-kondisi tertentu. Alangkah lebih baik masih dalam pola asuh lingkungan keluarga terdekat. Kedua; bagaimana sudut pandang perkembangan psikologis anak merasa diasingkan itu terlihat pada awal-awal pertama di tinggal dan menjadi hal yang biasa namun tetap kontrol  dari orangtua harus tetap dilakukan sebagai bentuk dukungan perkembangan secara psikologis.

Demikian, semoga menjadi manfaat.

Thursday, 4 February 2016

KATA KATAMU adalah DO'A UNTUKMU

"Kata-katamu adalah do'a untukmu" pernah baca atau dengar jargon ini kah? Pasti pernah .. Atau kata-kata old fashion lain seperti "Kata-kata ibu adalah do'a untuk anaknya .." Pasti sudah tak asing lagi menyapa. Ucapan adalah hasil olah dari pemikiran manusia yang menyesuaikan latar belakang pengalaman dan latar belakang pendidikan. 

Saat seseorang memberikan speech, atau pidato kita dapat membedakan orang yang terbiasa berbicara di depan umum atau tidak. Seorang opinion leader (tokoh masyarakat) hanya dengan kata-katanya mereka mampu memengaruhi orang-orang disekitarnya. Nah itu salah satu bukti dari dahsyatnya kata-kata. 

Jika kita ingin menjadi seorang opinion leader harus melalui berbagai tahapan yang tidak mudah, saya kasih contoh saja ketika seorang ibu melihat anaknya yang baru pandai belajar jalan kesana kemari, dengan mata mengawasi celoteh si ibu "jangan kesitu Nak, awas jatoh!" Laaah baru aja ngomong begitu tu si anak udah jatuh dan menuju tempat yang si ibu larang. 

Contoh lain sebagai bukti bahwa kata-kata sangat berpengaruh. Akhir-akhir ini berbagai cara promosi orang berjualan dengan memasang banner besar-besar hanya dengan kata-kata,
"JANGAN TENGOK KE KIRI" atau 
"JANGAN TENGOK KE KANAN". 

Saat penulis melihat dan membaca banner tersebut, bukannya mengikuti anjuran si pemasang banner tapi malah menghabiskan rasa penasaran dengan 'melihat ke arah larangan'. 
 
Pesan pertama dari contoh tersebut bahwa larangan membuat orang makin penasaran dan refleks lebih memilih untuk memenuhi hasratnya hingga memutuskan untuk mencari tahu. Begitu pun dengan kalimat larangan 
Pada anak, "Jangan ini jangan itu" malah anak penasaran melakukannya .. Pernah mengalami hal ini? Sebagian besar orangtua pasti mengalaminya. Kata-kata negatif berbentuk larangan justru akan membuat otak bekerja mencari tahu alias penasaran. 

Kedua karena secara tidak disadari gelombang pikiran si ibu terkoneksi dengan anak atau dengan istilah lain 'telepati', mengubah rasa khawatir menjadi kemungkinan terjadi. Jadi, yuk mom n dady, ganti kalimat larangannya dengan kalimat positif karena kata-katamu adalah do'a untukmu. 

CERPEN : AKU, DIA dan PEREMPUAN berRAMBUT PUTIH


Kumandang adzan subuh terdengar menghentak, membangunkan tidur yang terlalu lelap hingga tak sempat bermunajat di sepertiga malam. 
"Ah! Jam berapa ini!?" Gumam kecil diiringi sedikit sesal tak seperti biasanya seraya tangan menyusur hape di atas meja. Menyalahkan cuaca rasanya bukan suatu alasan yang tepat tapi ya sudahlah.
"Alhamdulillahilladzi ahyana ba'dama ....."
Warna dinding kamar tak terlihat nyata, nyala lampu hape membuat mata memicing. Di sudut kanan atas layar tertera angka 04.30, lirikan dan refleks jemari menekan icon lingkar hijau dengan gambar telpon. Tak menunggu lama bersambut rangkaian kalimat dari salah satu group motivasi kurang lebih bunyinya seperti ini :

"Membahagiakan orangtua terutama ibu bukan sekedar ucapan. Yah boleh-boleh saja, tapi bukan itu yang utama. Bagaimana kita memuliakan dan membahagiakan mereka setiap harinya, itu jauh lebih utama. Percayalah, bukan uang yang paling mereka harapkan. Coba lihat di luar sana, betapa banyak anak yang miskin namun berhasil memuliakan dan membahagiakan ibunya, karena memang si anak ini penuh perhatian".

Selesai membaca segera kutekan tombol off dan beranjak meninggalkan si bungsu yang masih terlelap. Tangan kembali meraba dinding dan memijit steker listrik, sesaat kemudian nampak meja rias penuh tumpukkan buku, beberapa tas gendong anak-anak tergantung di sudut ruang dan kursi kerja sedikit menghalangi jalanku keluar.

Lingkar galon yang menungging menjadi pilihan menaruh blackberryku. Langkah berlanjut menuju kamar mandi untuk mengambil air wudlu. Selepas sholat subuh, melanggengkan denyut nadi kehidupan pagi berjibaku dengan cipratan minyak goreng dan kepulan asap di ruang dapur tak bisa terabai. Meski dirasa repot namun menyiapkan segala sesuatu dan memastikan anak-anak keluar rumah tanpa perut kosong menjadikannya suatu kepuasan tersendiri.
Di sudut ruang kamar mandi teronggok satu ember cucian sejak tiga hari yang lalu, siap ditenteng di lajur-lajur rak jemuran namun sayang rak jemuran masih penuh dengan deretan baju yang belum kering sempurna hingga berubah bau tercium sedikit apek akibat matahari enggan berunjuk gigi.

***

Jam dinding berwarna hijau dengan label sponsor suplemen sistem imun tubuh yang terpampang di ruang tamu menunjukkan pukul 06.30,

"Duh! Udah kesiangan ni mah de .. Ayo cepet-cepet keburu macet" teriakku sembari menyambar tas Lacoste hijau dan menggantungkannya di motor.

"Greekkkk ... " Deritan keras pintu pagar besi beton ukir bercat putih itu terdorong rapi. 
Setelah memastikan anak-anak duduk manis di belakang jok dengan nyaman, sebelum tuas gas ditarik.

"Dede bawa air minum". Teriakku khawatir dari atas motor luar pintu gerbang.
"Iyaa udah". Teriak si kecil tergesa-gesa.

"Pintu dikunci?, kran air pam?, lampu-lampu? kompor?". Serangan tanyaku meminta pengukuhan pada si sulung. Meskipun aku tahu pasti semua sudah rapi dan terkontrol. Memastikan meninggalkan rumah dalam keadaan aman dan baik-baik saja karena akan ditinggal seharian.

"Udaaah semua buun ...". Jawab si Sulung.

"Bismillahi majreha wamursaha innarobbi laghofururrohiimm ...Allohumma Solli ala saidina muhammad waala ali saidina muhammad" Gumamku diiringi susulan suara anak-anak.

Jalanan lengang kampus teknologi Bandung menjadi alternatif pilihan utama guna menghindari macet. Melewati kompleks deretan gedung sekolah dan kampus, pepohonan tua nan rindang menghiasi kiri kanan jalan. Stok milyaran bulir oksigen merangsek masuk ke dalam hidung hingga ke pori-pori kulit. Terpaan angin membuat ujung hidung terasa membeku turut pula mendinginkan jemari kaki karena tak berkaos kaki.
Tiba di perempatan jalan raya, suasana tak selengang jalanan kampus. Hilir mudik kendaraan dari empat jalur terkesan berebut meskipun polisi berrompi hijau stabilo berdiri mengatur.
"Tujuh seperempat" gumamku setelah melirik jam di lengan kanan. Si kecil turun dari motor setelah berpamitan ia bergegas menuju Taman Pendidikan Al quran.

"Dede langsung sekolah ?" Tanya si kecil.
"Iya" jawabku pendek.

Seraya menarik pelan tuas gas, setelah si kecil pamit. Hari-harinya ia lalui seperti itu sebelum ia melanjutkan sekolah formal di sekolah dasar. Hanya 2 jam saja pertemuannya dengan guru ngaji dan teman-temannya di lain SD.

Tepat 07.30 tiba di gerbang sekolah si sulung. Kali ini tak terlihat teman-teman sebayanya berseliweran di luar gerbang, mungkin karena mereka sudah berada di ruang kelas. Bersambut satpam berseragam baju khas suku sunda "pangsi" dengan lingkar "iket" batik di kepala menyeru anakku untuk segera bergegas.

"Ke-si-a-ngan!" Ujarku pada si sulung seraya tersenyum kecut. Langkah kakinya tergopoh-gopoh sambil melepas jaket adidas menuju gedung di balik gerbang tinggi berwarna hitam itu.
Tiba-tiba handphone berdering,

"Assalamu'alaikum.. Bisa ketemu nggak sekarang?" Suara Mimi terdengar parau dan lemas seperti lepas bangun tidur di ujung telinga.
"Waalaikumsalam, Ini lagi dimana? Baru bangun tidur ya?". Tanyaku menyelidik.
"Iya, baru bangun tidur" jawabnya.
"Duh, maaf kalo mau ketemu aku jam segini setidaknya udah lagi dijalan, tapi kalo jam segini masih di tempat tidur trus minta janjian ketemu aku yaaa nggak bisa dong! Aku mesti nunggu berapa lama? Kayak nggak tau aja jalanan tiap pagi". Sambungku sedikit kesal.
"Iyaa, habis di bbm dari tadi pagi gak ada respona. Mau nanyain jadi nggak buat hari kamis?". Tambahnya masih dengan suara parau.
"Biasa pagi-pagi nggak bisa diganggu, kan siap-siap berangkat". Tak menghiraukan tanyanya. 
"Mau ke rumah mamah ya?!" Kembali bertanya.
"Iya, udah dulu ya nanti di bbm lagi" sambungku memutuskan.

***

Pintu tertutup rapat disambut pandang polos Ubay, keponakan kecilku yang sedang berdiri mematung di balik bening kaca samping pintu. Seolah terkesiap melihat kedatanganku yang tak diharapkan ditambah ia jarang bertemu, membuat matanya terlihat lebih melebar dengan tatap menyelidik mengamati.

"Devan, tolong bukain pintunya dari dalem". Pintaku pada keponakanku yang lain yang masih berusia Balita. Dengan sigap devan membukakan pintu. Ketika pintu terbuka tiba-tiba..
"Huuuuuuuuaaaaaa .. Huuuaaaaaaaa". Ubay menjerit nangis ketakutan setelah melihatku masuk. Segera kuraih ubay untuk digendong, Ubay mau di gendong namun tangisnya tak mau berhenti.

"Aduh! Aduh! Eta kunaooon si Ubay?!" (Aduh! Aduh! Itu kenaaapaa si Ubay?!) Seru mamah dari arah luar rumah. Sesaat kemudian ia berpindah gendongan dalam gendongan mamah tentunya.
Mamah, panggilan untuk ibu yang telah melahirkanku. Rambut di setengah kepalanya pagi tadi tiba-tiba terlihat banyak yang memutih. Entah karena aku baru memerhatikannya lamat-lamat.

Teringat Broadcast message tadi pagi. Coba nikmati kebersamaanku dengan mamah. Tak banyak yang bisa aku lakukan untuk membuatnya tersenyum lebar. Seperti biasa kehadiranku membuatnya banyak berbagi celoteh yang terkesan mengada-ada, curhatan ini dan itu.

"Ah! Come on Lia! Mungkin itu ekspresi kebahagiaannya, karena ditemani kamu!". Benakku berceloteh liar.

Sosok perempuan berambut putih itu menjadi pusat perhatianku pagi ini. Masih dengan gendongan sang cucu, sembari mulai menyuapi bubur nasi bercampur ampela. Celotehnya tak henti mengomentari Ubay yang mengiringiku dengan tatapan heran penuh pengamatan.

"Ongkoh sieun! Tapi ditingali wae" (Katanya takut, tapi dilihat terus) Ujar mamah.

Sesekali canda kecil menghampiri Ubay, sembari tetap pandanganku tak henti mengamati mamah. Kunikmati kebersamaannya, kupastikan tak kan menyesal jika ia sudah tak bisa menemaniku dengan celoteh dan curhatannya yang berhamburan suatu hari nanti dan pastinya akan kurindukan.
Lahir di tahun kemerdekaan Republik ini, tentu usianya tak lagi muda itu artinya tak banyak lagi waktu yang tersisa untukku membahagiakannya. Hanya panjat do'a yang mampu terucap...

"Ya Allah panjangkanlah usia ibuku, berkahilah disisa umurnya. Berikanlah kesempatan padaku untuk membahagiakannya.. Aamiin"
Sungguh nikmat dan indah rasanya bercengkrama dengan orang-orang tersayang. Banyak hal yang tak dapat dibeli dengan uang, salah satunya bahagia dan kasih sayang.

***
Bandung, 3 Februari 2016
I dedicated this for my mom .. Love you always.


Tuesday, 2 February 2016

JANGAN MAU HIDUP jika TAK MAU BELAJAR

"Kewajiban utama seluruh manusia adalah 'Belajar' .. " Mungkin ini salah satu speech pendek namun kena dihati dan tertanam dalam benak sampai saat ini dari dosen penulis Dr. H. Daeng Arifin pada salah satu kesempatan perkuliahan di Pascasarjana Uninus tahun 2012-2013.

Saat itu di awali dengan pertanyaan afirmasi 'Apa kewajiban setiap muslim?' Meskipun hanya sebagian yang berani bersuara, seolah sudah bisa menebak setiap jawaban semua mahasiswa dalam ruangan itu, pasti menjawab 'Sholat!'.

Agak sedikit mengernyitkan dahi tatkala seorang DR. H. Daeng Arifin menyalahkan jawaban mahasiswa,
"Salah!" Sesungguhnya kewajiban utama setiap manusia adalah belajar!" Coba bayangkan bagaimana kita tahu cara untuk sholat jika kita tidak belajar terlebih dahulu tentang tata cara sholat?!" Begitu kurang lebih penjelasan beliau.

Mind set setiap muslim tentunya bahwa sholat (do'a) adalah hal utama yang wajib dijalankan bahkan diperintahkan hingga terdapat pemberlakuan sangsi jika hal tersebut tidak di jalankan.

Pada berbagai kesempatan pertemuan dengan orangtua, tetangga dan teman selama ini kata "belajar" identik dengan pendidikan formal dari mulai jenjang Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Namun esensi "belajar" sejatinya berlaku sepanjang hayat dari mulai buaian hingga liang lahat.

Wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah terdapat pada QS : Al-alaq yang berbunyi 'Iqro' artinya Bacalah!. Filosofinya Allah memerintahkan manusia untuk 'belajar' membaca. Membaca disini bukan hanya membaca rangkaian alphabet dan numeric saja namun 'belajar' membaca setiap situasi dan kondisi serta berbagai hal demi dapat dijadikan ilmu, diambil hikmahnya serta sebagai bekal menjalankan hidup karena hidup harus dengan ilmu.

Disadari ataupun tidak bahwa setiap manusia digerakkan untuk belajar. Saya ambil salah satu contoh artikel teman blogger ODOP mba Ella, mengenai Alif dan flubby jelly. Sorotan utama adalah bocah lucu yang sedang belajar mengenal tekstur, warna dan sederet pembelajaran lainnya. Namun ada kegiatan belajar lain di balik itu, mba Ella pun sesungguhnya sedang belajar bagaimana merawat De Alif, belajar bagaimana menyiapkan flubby jelly dan belajar hal lainnya. Selengkapnya di tautan berikut :

http://kataella.blogspot.co.id/2016/02/bang-alif-dan-flubby-jelly.html?m=1

Beralih pada topik 'belajar' dalam konteks secara luas. Dukungan program 'belajar' di Indonesia dewasa ini mendapat perhatian serius dari pemerintah dengan menyediakan berbagai jalur pendidikan baik secara formal maupun nonformal. Wajib belajar pada pendidikan formal yang dicanangkan oleh pemerintah saat ini adalah 12 tahun, mulai dari 6 (enam) tahun pertama pendidikan Sekolah Dasar dan 6 (enam) tahun kedua di Sekolah Menengah.

Sedangkan program pembelajaran pada pendidikan nonformal banyak sekali macamnya seperti Play Group, Paud, Kober, Taman Kanak-Kanak, Kursus, Pelatihan, Seminar, Ujian Persamaan paket A,B dan C. Hal terakhir yang disebutkan menjadi salah satu perhatian menarik penulis, di lain kesempatan akan coba mengulasnya.

Tujuan pemerintah meningkatkan wajib belajar adalah meningkatkan sumber daya manusia untuk menghadapi berbagai tantangan globalisasi saat ini. Seperti beberapa waktu lalu dalam siaran sebuah radio di Bandung yang mewawancarai walikota Bandung Ridwan Kamil mengenai target pendidikan warga kota Bandung menargetkan setiap keluarga harus ada satu sarjana. Ini artinya bahwa pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan kualitas diri dan berdampak pada perkembangan suatu masyarakat.

Belajar tidak hanya berbatas dinding tembok yang tinggi, belajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Yang jelas belajarlah untuk mengualitaskan diri menjadi lebih baik agar memberikan efek positif pada lingkungan sekitar kita dimanapun berada. Dan jangan lupa kesempatan belajar merupakan salah satu nikmat yang Allah berikan yang patut disyukuri. Bukankah dengan bersyukur maka nikmatnya akan bertambah. Nikmat bertambah ilmu, rizki dan relationship.

Demikian, semoga selalu semangat untuk "belajar".



Monday, 1 February 2016

PEREMPUAN dan FEBRUARI


Satu Februari 2016, hari ini memaksa mengingat 9 tahun yang lalu. Sekedar flash back, tak seperti hari ini tanggal 1 februari 2007 jatuh pada hari kamis hari itu kehamilan sudah pada masa puncak. Selepas sholat subuh perut terasa mulas tak karuan dari mulai 15 menit sekali hingga sampai 5 menit sekali rasa mulas datang beraturan. Sekitar pukul 11 siang memutuskan menemui “dukun beranak versi medis” dengan  berhantar sepeda motor menuju bidan terdekat .

Perjalanan biasanya ditempuh dalam waktu lebih kurang 10 menit saja, hari itu terasa menjadi perjalanan terlama padahal hanya bertambah 5 menit hitungan menjadi 15 menit. Motor melaju dengan kecepatan 10-20 km/jam, membuat hati gregetan karena tak kuasa menahan rasa sakit. Setiba di ruang bersalin tanpa menunggu lama 15 menit kemudian, proses persalinan selesai. Tepat pukul setengah 12 siang lahir bayi perempuan cukup besar  dengan berat badan 3,7 kg. Persalinan dirasa sangat mudah dan tak bertele-tele dibandingkan anak sebelumnya.

Namun perjuangan seorang ibu tak berhenti saat melahirkan justru sebaliknya perjalanan sebuah kehidupan baru dimulai. Seorang ibu harus memiliki mental yang sangat kuat. Memiliki perempuan generasi penerus menjadi tantangan baru, mendidik, mengajar sekaligus membimbing serta memastikan darah dagingnya menjadi seseorang menjalani takdir dan memberikan nafas nasib. “Ummi madrosatul Ulla” predikat seorang ibu, segala sesuatu yang berkaitan dengan anak berawal dari ibu karena ibu merupakan sekolah pertama bagi anak.
Tatkala diberikan amanah mendapatkan bayi perempuan teringat  salah satu hadist yang menyatakan bahwa,  Allah memberikan peringatan bahwa dalam mendidik seorang perempuan memang tidak mudah karenanya Allah memberikan pahala yang sangat besar dan disiapkannya surge. Seperti di riwayatkan dalam  HR. Al-Bukhari no. 1418 dan Muslim no. 2629  “Barangsiapa yang diberi cobaan dengan anak perempuan kemudian ia berbuat baik pada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

Beberapa alasan Allah menjadikan anak perempuan sebagai ujian atau cobaan, seperti dikutip dari salah satu laman https://rumaysho.com/9608-keutamaan-menyayangi-anak-perempuan.html, bahwa mendidik anak perempuan sangat sulit, nafkah yang diberikan pada perempuan lebih banyak dan terakhir tuntutan pendidikan yang sangat baik untuknya karena anak perempuan diharapkan dapat meneruskan serta mewariskan pendidikan yang baik pula untuk anak-anaknya kelak.

Sekarang bayi besar itu sudah duduk di kelas 4, Kinanti Aulia Siti Soraya namanya. Ada cerita lucu tentang anak ini, semenjak  akhir januari sudah menghitung hari tepatnya 3 hari jelang tanggal 1 Februari. Setiap pagi sepanjang perjalanan menuju sekolah selalu berceloteh “Bun, tiga hari lagi lho!” , aku tahu dia merasa cemas pasalnya teman sekolahnya jauh-jauh hari membocorkan kejutan untuknya. Tradisi lama sepertinya masih berlaku ; taburan terigu, pecahan telur dan semburan air membuatnya salah tingkah ekspresi mukanya antara senang bercampur membayangkan sesuatu terjadi.
Hari ini, tidak ada perayaan apapun tradisi keluarga tidak mengharuskan merayakan moment pergantian usia. Tidak ada balon, mengundang teman, ataupun kue tart dengan lilin menyala seperti tahun sebelumnya hanya ucapan selamat tadi pagi sebagai pembeda. Berencana mengajaknya berfoto di salah satu studio foto membuatkan hari ini moment itu special untuknya. Memilih kostum apa saja yang ia suka.

Sembilan tahun terakhir mendidik dan membimbing anak perempuan mempunyai tantangan tersendiri. Fakta lain dari seorang perempuan, validitas pendapat perempuan tidak selantang anak laki-laki, seperti di riwayatkan bahwa pendapat perempuan 3:1 dari suara laki-laki artinya, pemikiran 3 orang perempuan setara dengan 1 pemikiran laki-laki tentunya laki-laki dengan syarat sehat secara fisik maupun psikis. Walau begitu  aku, anakku dan seluruh perempuan tak perlu berkecil hati. Suaramu masih akan sangat lantang terdengar dalam bukti nyata kasih sayang pada anak-anak, membimbing dan memberikan pendidikan sebagai eksistensi suara perempuan.


Salah satu pekerjaan paling mulia seorang perempuan adalah menjadi ibu rumah tangga, namun sudah banyak perempuan yang membuktikan diri bahwa dirinya mampu merambah bidang lain. Eksistensi perempuan pada zaman Rasulullah sudah dimulai oleh Siti Khadijah dan Aisyah. Di era sekarang dapat ditemukan di berbagai bidang dan tak kalah menjadi sorotan publik, beberapa pesohor yang penulis sebutkan disini seperti Menteri Perikanan dan Kelautan, Rosiana Silalahi dan Sumita Tobing tercatat sebagai pemimpin redaksi perempuan televisi swasta pertama dan Direktur Utama TVRI pertama di Indonesia. 

Banyak pelajaran dari seorang perempuan, Tidak semata-mata Allah menciptakan Adam tanpa hawa itu artinya sekuat apapun laki-laki tetap membutuhkan perempuan sebagai penyempurna. Laki-laki tidak boleh tinggi hati dan perempuan pun tak boleh pongah karena setiap diri kita adalah makhluk yang jauh dari kata sempurna.

Demikian, semoga dapat menginspirasi.


Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...