Pencetus pribahasa lama yg satu ini keren bener ya. Pandangan pendahulu2 kita punya perspektif yang luas ternyata. Pribahasa lahir dari sebuah realita terhadap fenomena yg sedang dan akan terjadi.
Dari pribahasa tsb, jika kita lihat dari sudut pandang positif, ngga usah dilihat dari sudut pandang nehatip .. 😉 jika dilihat dari sudut pandang nehatip mah gampang, udah fitrah manusia lihat satu kesalahan pasti akan nampak diantara ribuan kebaikan.
Positifnya begini, awalnya persepsi saya si pencetus pribahasa ini ibu guru bukan pak guru .. Tapi pak gurupun dalam adab islam semestinya kencing pun disunahkan untuk tidak berdiri toh! Hehee 😬 Namanya juga pribahasa bukan makna sebenarnya hanya sekedar kiasan.
Sedikit flashback, ajaran sopan santun jaman baheula mampu mendidik manusia2 jaman old, etika dan attitude benar2 dipake, Ketemu guru pun rasa malunya setengah mati, tapi jaman now murid ketemu guru bukan lagi dach! , malah terkesan kepalang ajar. Becandain guru udah bukan hal tabu.
Dimana letak benarnya?
Semua benar dalam persepsinya, dalam masanya, dalam zamannya tapi bukan berarti membenarkan kebiasaan yang tidak benar. Soal etika, attitude adalah sesuatu yang membudaya. Ketika suatu kebiasaan dilakukan secara terus menerus lama kelamaan budaya lama yang dalam sudut pandang baik dan agung akan tergeser dan berlari seperti kencing yang terbirit-birit.
Baikkah itu?
Jawabannya ada pada nurani setiap kita. Anak-anak jaman now yang "kekinian" mungkinkah hasil didikan Guru yang "kencing berdiri"?.
Ah rasanya kalau menyudutkan "guru" rasanya hati nurani saya ngga terima juga, hiks!! rupanya terlalu kompleks banyak faktor pendukung disana sini.
Balik, kita bahas pribahasa ini dari perspektif positif ya .. posisi guru baik ibu atau bapak guru jaman old mampu menempatkan diri bahwa manusia hasil didikannya akan mampu mengembangkan diri jauh melampaui apa yg ia contohkan. Berbagai peran guru bisa jadi sebagai pendamping, pendorong, dan peran informan.
Beliau2 sudah mampu meramalkan masa depan akan seperti apa murid2 nya kelak, perkembangan teknologi yg kita nikmati saat inipun hasil dari "guru kencing berdiri" bukan .. Makanya muridnya bisa "kencing berlari".
Gurunya keliling Indonesia aja belom, nah muridnya udah keliling dunia .. 😅😄 tapi ngga usah diragukan lah kalo soal pengetahuan, bisa didapat dari jejak jejak lisan dan tulisan (bukan ngeleees ... 😬)
"Tut wuri handayani, mendorong dari belakang".. Hhmm, posisi guru yg ada di belakang? Sepertinya mesti ada yg dirubah ni jangan sampai posisi guru yg selalu ada di belakang, ngedorooong terus, dibelakang! terus kapan di depan nya? Hehee .. Terbelakang secara materil maupun non materil.
Ah semoga mindsett tut wuri handayani, dimaknai luas dalam segala hal.


