Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Saturday, 30 December 2017

Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari

Pencetus pribahasa lama yg satu ini keren bener ya. Pandangan pendahulu2 kita punya perspektif yang luas ternyata. Pribahasa lahir dari sebuah realita terhadap fenomena yg sedang dan akan terjadi.

Dari pribahasa tsb, jika kita lihat dari sudut pandang positif, ngga usah dilihat dari sudut pandang nehatip .. 😉 jika dilihat dari sudut pandang nehatip mah gampang, udah fitrah manusia lihat satu kesalahan pasti akan nampak diantara ribuan kebaikan.

Positifnya begini, awalnya persepsi saya si pencetus pribahasa ini ibu guru bukan pak guru .. Tapi pak gurupun dalam adab islam semestinya kencing pun disunahkan untuk tidak berdiri toh! Hehee 😬 Namanya juga pribahasa bukan makna sebenarnya hanya sekedar kiasan.

Sedikit flashback, ajaran sopan santun jaman baheula mampu mendidik manusia2 jaman old, etika dan attitude benar2 dipake, Ketemu guru pun rasa malunya setengah mati, tapi jaman now murid ketemu guru bukan lagi dach! , malah terkesan kepalang ajar. Becandain guru udah bukan hal tabu.

Dimana letak benarnya?
Semua benar dalam persepsinya, dalam masanya, dalam zamannya tapi bukan berarti membenarkan kebiasaan yang tidak benar. Soal etika, attitude adalah sesuatu yang membudaya. Ketika suatu kebiasaan dilakukan secara terus menerus lama kelamaan budaya lama yang dalam sudut pandang baik dan agung akan tergeser dan berlari seperti kencing yang terbirit-birit.

Baikkah itu?
Jawabannya ada pada nurani setiap kita. Anak-anak jaman now yang "kekinian" mungkinkah hasil didikan Guru yang "kencing berdiri"?.

Ah rasanya kalau menyudutkan "guru" rasanya hati nurani saya ngga terima juga, hiks!!  rupanya terlalu kompleks banyak faktor pendukung disana sini.

Balik, kita bahas pribahasa ini dari perspektif positif ya .. posisi guru baik ibu atau bapak guru jaman old mampu menempatkan diri bahwa manusia hasil didikannya akan mampu mengembangkan diri jauh melampaui apa yg ia contohkan. Berbagai peran guru bisa jadi sebagai pendamping, pendorong, dan peran informan.

Beliau2 sudah mampu meramalkan masa depan akan seperti apa murid2 nya kelak, perkembangan teknologi yg kita nikmati saat inipun hasil dari "guru kencing berdiri" bukan .. Makanya muridnya bisa "kencing berlari".

Gurunya keliling Indonesia aja belom, nah muridnya udah keliling dunia .. 😅😄 tapi ngga usah diragukan lah kalo soal pengetahuan, bisa didapat dari jejak jejak lisan dan tulisan (bukan ngeleees ... 😬)

"Tut wuri handayani, mendorong dari belakang".. Hhmm, posisi guru yg ada di belakang? Sepertinya mesti ada yg dirubah ni jangan sampai posisi guru yg selalu ada di belakang, ngedorooong terus, dibelakang! terus kapan di depan nya? Hehee .. Terbelakang secara materil maupun non materil.

Ah semoga mindsett tut wuri handayani, dimaknai luas dalam segala hal.

Wednesday, 5 April 2017

SEGALA SESUATU BERAWAL DARI DIRI SENDIRI ..


Kadang posisi ini di konotasikan dengan egois, padahal sejatinya bukan .. jika saja di maknai lebih luas jika kita peduli terhadap diri kita sendiri pastinya secara otomatis memedulikan orang lain.
Semisal, sahabat saya tadi siang cerita kalo sehari saja nggak neraktir saya berasa ada yang kurang .. haha berarti saya sasaran shodaqohnya dia donk ... hhhmm itu juga kalo ketemu saya kalo nggak ketemu, yyaaa dia nyari sasaran orang lain bisa jadi tetangganya, bisa jadi abang becak atau tukang parkir langganan untuk di ajak makan atau ngasih sesuatu yang berarti untuk orang itu ..
Dalam kacamata saya, dia bener-bener orang yang peduli terhadap dirinya sendiri .. kenapa bisa gitu, kan prinsipnya segala sesuatu yang kita lakukan akan kembali pada diri kita .. benul?

SELEKSI ALAM, SEMUA DATANG DAN PERGI


Searching nama sendiri di akun facebook ternyata nemu aku saya yang lama, jaman kuliah sampe komen-komenan di beranda tapi sayang udah gak bisa di buka karena lupa password, yang keingat dulu pas bikinnya di handphone pake no hape gak pake email jadi agak susah mengingat .. dan no nyapun sudah berganti sekian kali.
satu hal yang unik, ada temen kuliah yang disitu ikut nimbrung, tapi diingat lagi tu temen pada kemana yaa .. 
sama sekali menghilang entah kemana .. bahkan gak inget juga orangnya yang mana hahaha ... semua silih berganti, ada yang baru kenal beberapa tahun akrab dan lalu menghilang.
Ada yang ketemu, temenan dan bahkan deket sampai sekarang ... Balik lagi ke kodrat illahi bahwa, semua akan silih berganti mengisi ruang hidup kita, saling berganti peran, sebentar menjadi teman kita, sebentar yang lain menjadi teman orang lain.
Bisa jadi seseorang yang bertahan disisi hidup kita merupakan jawaban yang semesta sediakan untuk mendidik kita ataupun bisa jadi diri kita menjadi pendidik bagi orang tersebut .. who knows ..
Kalo ketemu orang temenannya bentaran dan lalu menghilang meskipun orang itu sangat kita inginkan mengawal setiap langkah kehidupan kita tapi jika semesta tidak mendukung .. apa mau dikata .. "rela" kan saja seperti lagunya Inka.
Semesta selalu mendukung dengan apapun yang kita butuhkan ..

PENCARIAN TIADA HENTI

Bahan baku pembelajaran hidup terhampar luas di alam raya, 
Maka seolah tak pernah berhenti manusia bereksperimen. Meneliti semua hal yang terjadi.
Benar firman Allah, jika saja Pohon-pohon dimuka bumi dijadikan pena dan air laut sebagai tinta, manusia takkan pernah bisa menuliskan semua ilmu Allah.
Tapi sampai saat ini berbagai literatur bermunculan memaparkan ttng fenomena dan teknik mengenal diri sndiri, tidak jarang manusia akan terus berusaha menemukan jati dirinya bahkan sampai akhir hayat.
Padahal sudah tercatat di dalam al quran dan hadist. Banyak ayat yang berserak jika saja manusia mau dan mampu menggali dengan naqli nya .. pada ayat quran surat yg satu dengan yg lain sbg pendukung ayat 1 dg yg lain.
Hingga terciptalah berbagai teori dan mazhab psikologi, mulai psikologi behavioral, kognitif, Humanisme dan mazhab ke 4, psikologi transpersonal.
Yang mengurusi fenomena metafisik mengurusi kesadaran spiritual. Sungguh semuanya sudah termaktub dalam al quran ..
Ego setiap manusia ingin mencoba semua hal baru menguji sesuatu yg ada dalam diri .. Termasuk berksperimen thd semua hal .. dalam koridor salah atau benar. Padahal sudah ada orang yang pernah mengalami hal serupa .. Tapi dasar nya menuruti ego! akn ada titik akhir menyerah dan mengakui bahwa umur kita tidak cukup untuk melakukan semua eksperimen hidup yang merupakan trial and error.
Janga sia-siakan setiap detik umur kita yang terus berkurang, Kita bisa mengambil pembelajaran dari pengalaman orang lain, dan yang sudah Allah tuliskan sebagai pedoman hidup.

Saturday, 1 April 2017

"NYAI GOWOK", KAMASUTRA ALA JAWA ..

Tradisi yang satu ini mungkin dianggap cukup tabu dan tak banyak orang yang mau terbuka membahasnya. Namanya tradisi gowok. Tradisi yang konon berasal dari Tiongkok dan tiba di Jawa ini bisa dibilang tradisi untuk mengajari remaja laki-laki bisa menjadi seorang pria dewasa. Dewasa yang dimaksud di sini dalam artian bisa memahami seluk beluk tubuh perempuan. Ehm, makin penasaran kan?
Ada sejumlah cerita menarik terkait tradisi yang satu ini. Bahkan ada novel yang dibuat dengan latar tradisi gowok yang begitu fenomenal. Selengkapnya, yuk ikuti sejumlah info menariknya di sini.

Tradisi Ini Konon Dibawa oleh Wanita Bernama Goo Wook Niang

Adalah Goo Wook Niang, sosok wanita Tiongkok yang disebut telah membawa tradisi yang disebut Gowok ke Jawa. Mungkin kamu sudah bisa menduga dari mana nama gowok berasal. Yaps, gowok diambil dari nama Goo Wook Niang sendiri. Karena lidah orang Jawa saat itu agak sulit melafalkan nama lengkap Goo Wook, maka dipersingkat jadi gowok saja.

Ilustrasi Rumah di Desa [Image Source]
Tugas dari seorang gowok ini adalah memperkenalkan seluk beluk tubuh perempuan, katuragan wanita, pada remaja laki-laki yang beranjak dewasa. Ada tradisi Jawa tempo dulu di mana remaja yang sudah dikhitan akan tinggal serumah dengan seorang gowok. Gowok ini kemudian yang akan mengajarinya berbagai hal yang terkait dengan cara membahagiakan perempuan secara lahir dan batin. Dengan kata lain, si remaja akan diajari semua hal yang terkait dengan urusan ranjang. Apa tujuannya? Tujuannya agar si remaja kelak bisa membahagiakan istrinya.

Nyantrik Bisa Berlangsung Selama Beberapa Hari

Remaja laki-laki bisa menghabiskan waktu selama beberapa lama dalam “asuhan gowok”. Masa ini disebut nyantrik. Masa ini bisa berlangsung selama beberapa hari, bisa juga seminggu. Sang remaja akan diajari bagaimana menjadi lelananging jagad yang sejati. Bukan hanya soal urusan ranjang saja yang diajarkan oleh seorang gowok. Gowok pun akan mengajari berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga dan bagaimana cara memperlakukan istri dengan baik di masa yang akan datang.

Ilustrasi Nyantrik Bisa Berlangsung Selama Beberapa Hari [Image Source]
Gowok sendiri biasanya disewa oleh ayah dari anak remajanya yang beranjak dewasa. Agar sang putra bisa menjadi suami yang seutuhnya saat dewasa nanti, maka perlu dibekali berbagai pengetahuan dan pelajaran langsung dari seorang gowok. Setidaknya nanti saat malam pengantin baru, sang pemuda tidak mendapat malu.

Diangkat dalam Novel Berjudul Nyai Gowok, Novel Kamasutra dari Jawa

Novel karya Budi Sardjono yang satu ini memang cukup mengundang rasa penasaran. Dari judulnya saja, sudah kebayang dong novel ini membahas soal apa? Menyangkut soal tradisi gowok dan tradisi seksualitas Jawa. Berlatar kota Temanggung tahun 1955, Nyai Lindri yang berperan sebagai gowok mendidik Bagus Sasongko menjadi lelaki sejati.

Diangkat dalam Novel Berjudul Nyai Gowok, Novel Kamasutra dari Jawa [Image Source]
Nyai Lindri mengajarkan berbagai hal yang berhubungan dengan cara membahagiakan seorang perempuan dan bagaimana cara memperlakukan tubuh istrinya nanti ketika sudah menikah. Terdengar vulgar? Tak bisa dipungkiri ada hal-hal yang “dewasa” dibahas dalam novel tersebut. Novel ini pun sepertinya lebih layak dibaca oleh mereka yang sudah menikah atau berumah tangga.
Entah apakah saat ini tradisi gowok masih ada atau sudah tak dilestarikan lagi. Seumpama ada pasti akan jadi kontroversi tersendiri. Tapi, ada beberapa sumber yang mengatakan kalau Gowok tetap diimplementasikan lho di beberapa daerah terpencil. Tapi, mungkin bentuknya lebih sopan dan punya norma.

Friday, 28 October 2016

Cara Mendidik Perempuan

http://www.ummi-online.com/cara-mendidik-perempuan.html

"Banyak yang bilang perempuan adalah makhluk yang lemah, tapi tahukah Bunda bahwa kelak dialah yang akan menjadi tempat bersandar bagi seseorang yang mencintaimu sepenuhnya". Sebuah kutipan dari Chanel Telegram Teladan Rasul yang menginspirasi bahwa perempuan, makhluk terindah yang Allah ciptakan di dunia. Tidak semata-mata Allah ciptakan sesuatu jika tak punyai tujuan dan hikmah, kita kupas bagaimana peran penting seorang perempuan dalam kehidupan serta cara mendidik mereka agar menjadi perempuan berkualitas yang membawa perubahan terhadap lingkungan sekitar dan lingkungan dunia.
Ayat dalam al quran yang menerangkan tentang perempuan banyak di jelaskan dalam Quran Surat Annisa, Perempuan menjadi fitnah bisa jadi dikarenakan perempuan mendidik perempuan yang terlalu lembek dan kurang tegas, bukankah perempuan diciptakan dari tulang rusuk pria. Maknanya, bahwa dalam mendidik perempuan jika diperlakukan kasar ia akan patah atau akan menimbulkan hal negatif dari sikap dan perilaku. Sebaliknya dalam mendidik perempuan harus dalam sikap kelemah lembutan hal ini perlu pemahaman bahwa mengingat perasaan perempuan lebih mendominasi di bandingkan logika. 
Kesulitan mendidik anak dalam al quran pun disinggung bahwa mendidik anak perempuan lebih berat dibandingkan dengan mendidik anak laki-laki hal ini dikarenakan karena perempuan lebih menggunakan perasaan di bandingkan logika hal ini seringkali dikaitkan  dengan hasrat dan keinginan. Seperti contohnya dalam hal berpakaian, pangsa pangsa produk-produk berbau perempuan lebih sering berganti dan cenderung mengikuti naluri naluri perempuan dibandingkan laki-laki.
Bagaimana cara mendidik anak perempuan agar tidak terlalu mengikuti hasratnya untuk terlalu konsumtif dalam kehidupan sehari-hari? Allah berfirman bahwa “Allah tidak menyukai segala sesuatu dengan berlebihan” artinya hal ini bisa kita aplikasikan dalam kehidupan mendidik anak perempuan untuk mengurangi sifat konsumtif dengan cara membelanjakan segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan, dengan begitu tidak akan terjadi mubaziritas dari barang-barang atau hal-hal yang dianggap tidak perlu.
Mengapa posisi perempuan menjadi diskriminatif sosial, beberapa dekade terakhir eksistensi perempuan sudah banyak mengisi posisi-posisi penting dalam pemerintahan ataupun peran penting lainnya. Namun sayangnya di beberapa Negara masih banyak ditemukan diskriminasi perempuan seperti di India, jika terdapat ibu hamil sedang mengandung anak perempuan maka sang mertua akan berusaha melenyapkan si ibu hamil dikarenakan kehadiran anak perempuan dianggap kurang menguntungkan.
Prostitusi dan penjualan anak perempuan masih marak, hal ini menjadi acuan bagi ayah Bunda di rumah untuk lebih konsern terhadap pengawasan dan mendidik anak-anak perempuan dengan membuat aturan-aturan di rumah lebih ketat terhadap anak perempuan, contohnya mengikut sertakan mereka dalam kegiatan-kegiatan positif seperti ekskul, berbagai les untuk sebagai bekal soft skill nya di masa mendatang.
Demikian semoga bermanfaat J

PROFIL PENULIS
Lia Kurniawati, S. Ikom, M. MPd.
Dosen Ilmu Komunikasi, Penyiaran Televisi dan Radio
Dari Kota Bandung

Bisa disapa dengan akun Facebook “Lia Kurniawati” atau di Blog : elkurniawati78@blogspot.co.id


Sunday, 8 May 2016

Seberapa Pentingkah Penelitian Tindakan Kelas Dalam Pembelajaran?

Penelitian tindakan adalah nama yang diberikan kepada suatu gerakan yang secara umum semakin berkembang dalam bidang penelitian pendidikan. Gerakan tersebut mendorong seorang guru untuk melakukan penilaian kembali terhadap praktek pembelajaran yang dilakukannya dengan maksud untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi guru maupun peserta didiknya. 

Dalam pembelajaran di kelas secara reguler dihadapkan pada target pembelajaran yang harus diampu. Kegiatan penelitian tindakan ini bertujuan untuk melakukan suatu pendekatan terhadap proses pembelajaran dan memandang guru sebagai hakim terbaik terhadap keseluruhan pengalaman pembelajaran. 

Dengan demikian, penelitian tindakan kelas dapat menjembatani kesenjangan antara teori dengan praktek pembelajaran bahkan guru didorong untuk mengembangkan diri melalui konsep-konsep dan teorinya. Penerapan penelitian tindakan kelas memosisikan guru sebagai seorang penelilti yang berkolaborasi dan melakukan penelitian bersama rekan-rekannya, yaitu para peserta didik dan orang-orang yang terlibat di sekitarnya, sehingga guru didorong untuk sadar bersikap ilmiah dan profesional, sehingga mampu mengembangkan kompetensinya secara optimal, baik kompetensi profesional, sosial, maupun kompetensi personal dan spiritual.

Syarat ketercapaian sebuah pembelajaran dibuktikan dengan adanya (tolok ukur) indikator ketercapaian materi dimana ada ketetapan Kompetensi dasar dalam setiap pembelajaran. Berkaitan pula dengan Kriteria Ketuntasan Minimal yang harus dicapai oleh peserta didik. Penetapan KKM tersebut dapat ditentukan melalui prasyarat tertentu semisal daya dukung guru, intake siswa, ketersediaan sarana prasarana dan tingkat kesulitan materi pembelajaran.

Dalam pelaksanaannya, masih banyak guru yang melakukan kesalahan dalam memaknai PTK ini. Kesalahan umum yang sering dilakukan misalnya berkaitan dengan aktivitas pembelajaran, seringkali yang ditonjolkan adalah aktifitas gurunya bukan aktifitas peserta didik. 

Aspek yang harus ditonjolkan dalam pelaksanaan PTK adalah perbaikkan proses atau peningkatan kualitas pembelajaran. Persiapan awal yang biasa dilakukan dalam pelaksanaan PTK ini adalah menemukan kesenjangan materi pembelajaran dengan ketercapaian kompetensi yang harus peserta didik capai. Setelah melalui beberapa kali pengulangan melalui kegiatan remedial namun masih terdapat kesenjangan maka hal tersebut layak untuk dilakukan Penelitian Tindakan Kelas. Selanjutnya dilakukan penyusunan proposal, mencakup pelaksanaan maupun pelaporannya.

*) Ditulis oleh LIA KURNIAWATI, M.MPd. Praktisi pendidikan (Guru dan Dosen) di Kota Bandung 

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2016/04/seberapa-pentingkah-penelitian-tindakan-kelas-dalam-pembelajaran.html#ixzz483XZRJPA

Friday, 1 January 2016

Blog "Lia_Kurniawati"

Postingan ini hanya untuk penambahan label pada blog "Lia_Kurniawati". untuk hal seperti "Ekstetika" atau yang sering sebut dengan keindahan, label memang penting untuk estetika pada blog.

untuk itu, label selalu dipergunakan oleh para blogger untuk mempercantik blog yang ia urus. termasuk blog saya ini. blog yang saya bangun dengan hati saya sendiri. dan saya juga ingin blog ini enak untuk sekedar di pandang.
Terima Kasih :v

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...