Pemimpin, merupakan orang yang mendapatkan
mandat serta mempunyai keahlian dalam
mengelola suatu sistem organisasi. Baik organisasi secara biologis maupun
organisasi nonbiologis, secara harfiahnya baik tersurat maupun secara tersirat.
Sistem organisasi secara biologis dapat dijelaskan sebagaimana dalam salah satu hadist “ Setiap diri kalian adalah pemimpin dan akan dimintai
pertanggung jawaban” Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma berkata: Aku
mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ
وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا
وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِي مَالِ سَيِّدِهِ
وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan
dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang
akan diminta pertanggungjawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin
dan akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya. Seorang istri adalah
pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung
jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin
dalam urusan harta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan
tanggung jawabnya tersebut.” [HR. Al-Bukhari no. 844 dan Muslim no. 1829]
Dan termasuk
kepemimpinan terhadap diri kita sendiri, kepemimpinan terhadap apa yang telah
kita lakukan dan penggunaan seluruh anggota tubuh yang telah di berikan Allah
SWT.
Kepemimpinan selalu
dikaitkan dengan manajemen atau seni pengelolaan. Sedangkan komponen-komponen
dari manajemen secara sederhananya menurut Henry fayol terdiri Planning, Organizing, Actuating dan
Controling atau (POAC). Jika di terjemahkan dalam bahasa Indonesia terdiri dari Perencanaan, Pengorganisasian,
Penggerakkan/Pelaksanaan dan Pengawasan.
Manajemen diawali dengan perencanaan dengan menentukan tujuan akhir yang akan
dicapai. Begitupun jika dikaitkan dengan
manajemen diri (self management).
Dalam kehidupan sehari-hari
unsur-unsur manajemen ini sudah kita lakukan namun seringkali tidak kita sadari.
Mengambil contoh dari pengalaman pribadi, saat mulai bangun tidur duduk sebentar di pinggir tempat tidur, tak
lupa bersyukur karena telah diberikan kesempatan menghirup kembali udara pagi
sambil memikirkan segala sesuatu yang akan dilakukan hari itu (perencanaan). Kemudian mengambil air wudhu untuk sholat bukan
suatu kebetulan jika saya muslim dilanjutkan mempersiapkan segala sesuatu yang
akan kita bawa atau lakukan berkaitan dengan tugas atau pekerjaan di hari yang
bersangkutan (pelaksanaan). Lanjut melaksanakan aktifitas seharian sampai
kembali ke rumah pada petang hari.
Dari pelaksanaan
kegiatan aktifitas tersebut sesungguhnya hati dan pikiran kita mengontrol dan
mengawasi setiap gerak kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan-kegiatan
tersebut sudah merupakan rangkaian dari manajemen diri. Terlebih jika saat melakukan
evaluasi diri (evader) atau refleksi. Dari kegiatan keseharian tersebut sesungguhnya
bisa menjadi dasar acuan pengembangan minat dan bakat sesuai dengan kemampuan
diri. Tentunya di dukung dengan berbagai faktor, baik faktor internal maupun
faktor eksternal mencakup stake holder
(dukungan lingkungan sekitar kita).
Faktor internal untuk
pengembangan minat dan bakat tersebut dengan cara mengenali kemampuan diri
dengan menggunakan teknik SWOT. Dimana
aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) dengan mengenali kekuatan diri kita untuk
melakukan hal yang kita sukai, hingga
mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada atau bisa juga dengan
menciptakan peluang tersebut,
bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari
peluang (opportunities)yang
ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang
ada, dan terakhir adalah mengenali kelemahan yang ada dalam diri serta bagaimana cara mengatasi
kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi
nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Atau teknik strategis lain dengan cara membalikkan semua unsur
dari SWOT menjadi TOWS sebagai berikut, mengenal apa yang
menjadi ancaman T (threats) yang
ada di dalam diri kita untuk dijadikan peluang (opportunities) sehingga dari peluang tersebut dapat di ambil
keuntungan hingga kita mampu mengenal kelemahan (weaknesses) serta membangun
kekuatan (strengths) dalam
diri yang dapat dijadikan modal pengembangan diri sesuai dengan minat dan
bakat.
Referensi :
Dari berbagai sumber
