Monday, 26 March 2018

SELEKSI ALAM

"Pada akhirnya orang-orang yang tidak kita inginkan" akan dengan sendirinya berguguran dengan cara, pamit undur diri, tak pernah ketemu lagi atau bahkan hanya sekali saja ketemu.

Tagline bertuliskan tebal sesungguhnya hanya permainan pikiran yang kita pancarkan melalui signal yang tertangkap oleh satelite yang bernama "semesta"

Seringkali dalam acara perkuliahan atau ngobrol santai, ketika membahas soal pengamatan "seleksi alam" cukup menarik minat mahasiswa untuk berdiskusi lebih dari 3 SKS .. Hhhmm tak apalah inilah seni andragogik satu topik bisa berkembang kemana-kemana sampai gak ingat waktu bahkan topik bertambah seru jika dibumbui sharing pengalaman.

"Seleksi alam", pasti semua orang pernah, sedang dan akan mengalami sepertinya. Realnya dalam kehidupan kita ada istilah cash flow, datang dan pergi.

Ada orang yang masih berada bersama kita walaupun kita tidak ingat kapan berkenalan dengan dia. Hingga berteman, bersahabat bertahun tahun lamanya? Tentu ada ..

Atau bahkan bisa jadi kita ingat betul pertemuan pertama kali dengan teman ini. Dan lalu kita menyukainya namun sekarang entah ia berada dimana.

Atau kasus yang lain pertemuan tak sengaja, perkenalan yang tak terencana dan lalu bersama hingga kini. Adakah yang seperti itu? Sepertinya banyak pengalaman pertemuan dan perpisahan yang unpredictable dan terprediksi ya ..

Semua datang dan pergi atau bahkan sedang mengiringi disini, saat ini berada di samping anda. Lalu kemanakah orang-orang yang kita sukai lalu pergi?

Itulah seleksi alam yang saya maksud ..
"sesuatu yang kita sukai belum tentu baik untuk kita, bisa jadi sesuatu yang menurut kita buruk itu baik bagi kita".

Orang-orang yang datang menghampiri dan lalu pergi adalah 'orang-orang yang tidak kita butuhkan' ini dilihat dari sudut pandang tak kasat mata alias kacamata metafisik. Dan jika ditelaah lebih dalam bisa kita ambil hikmah dan pelajaran apapun itu.

Pun berlaku sekuat apapun keinginan kita untuk bersama, bertemu dengan seseorang tapi tak kunjung bersua .. Karena terbaca oleh "semesta" anda 'tidak membutuhkan' orang itu hadir dalam kehidupan anda.

Karena 'semesta' akan saling menyokong memenuhi yang anda butuhkan. 

TIDAK ADA YANG KEBETULAN

Assalamu'alaikum

Pernahkah...
Saat kamu duduk santai dan menikmati harimu, tiba2 kamu terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan utk seseorang?
-----> Itu adalah Allah...
Yg sedang berbicara dgn mu dan mengetuk hatimu. (QS 4:114 , 2:195 , 28:77)

Pernahkah...
Saat kamu sedang sedih, kecewa... tetapi tidak ada orang di sekitarmu yg dapat kamu jadikan tempat curahan hati?
-------> Itulah saatnya di mana Allah... Sedang rindu padamu dan ingin
agar kamu berbicara padaNYA... (QS 12:86)

Pernahkah...
Kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yg sudah lama tidak bertemu dan tiba2 orang tsb muncul atau kamu bertemu dgn nya atau menerima telepon darinya?
-------> Itu adalah Kuasa Allah yg sedang meng-hibur kamu. Tidak ada namanya kebetulan... (QS 3:190-191)

Pernahkah...
Kamu mengharapkan sesuatu yg tidak terduga, yg selama ini kamu inginkan... tapi rasanya sulit utk didapatkan?
------> Itu adalah Allah...
Yg mengetahui dan mendengar suara batinmu.. Dan hasil dari benih kebaikan yg kamu taburkan sebelumnya
(QS 65:2-3)

Pernahkah...
Kamu berada dlm situasi yg buntu... semua terasa begitu sulit... begitu tidak menyenangkan... hambar... kosong... bahkan menakutkan...?

Itu adalah saat di mana Allah mengijinkan kamu diuji, supaya kamu menyadari Keberadaan NYA. Dan Allah ingin mendengar rintihan dan do'a mu. Karena DiA tahu kamu sudah mulai melupakanNYA dlm kesenangan
(QS 47:31 , 32:21)

Sering Allah mendemonstrasikan KASIH dan KUASANYA di dalam area, di mana saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apakah kamu pikir tulisan ini hanya iseng terkirim padamu...?

TIDAK ! Sekali lagi TIDAK ada yg kebetulan...

Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu...
Rasakan kehadiran-Nya...
Dengarkan suara-Nya yg berkata:

"Jangan Khawatir, AKU ada disini bersamamu"
(QS 2:214 , 2:186, 50:16)

Wassalamualaikum

Sunday, 25 March 2018

Antara Tenar ataukah Ngga Ada Kerjaan

Generasi milenial, jadi bidikan utama banyak pengusaha. Karena generasi ini yang mendominasi dunia saat ini. Mulai dari tumbuhnya start up (pebisnis pemula) sampai pada profesional .. Mulai melirik segmen yang ini.

Generasi yang bergantung pada layanan online di setiap sendi kehidupan. Mungkin kah nanti ada toilet online dan ngelahiran lewat online juga? Punya anak tinggal di download .. Hahahah .. #mikir keras!

Thursday, 22 March 2018

RASA TAKUT AKAN MENGUAT, SAAT DIJAUHI, AKAN MELEMAH, SAAT DIDEKATI ...

Apakah ada di antara anda, yang sangat takut dengan hantu? ... Amati baik-baik, saat anda sedang ketakutan hantu ... Area yang anda takuti, pasti adalah area yang tidak anda lihat ... Misalnya, saat anda melihat ke depan ... Anda takut hantunya ada di belakang ... Saat anda melihat kebelakang, anda takut hantunya ada di samping ... Begitu anda lihat ke samping ... Anda takut hantunya ada di atas ...

Dari contoh di atas, jelas bahwa untuk menghilangkan ketakutan hantu ada di belakang, adalah dengan melihat ke belakang khan? ... Kalau anda takut hantunya ada di samping, maka cara menghilangkannya adalah dengan melihat kesamping ... Dan seterusnya, dan seterusnya ... Di sini kita belajar bahwa, RASA TAKUT JUSTRU AKAN LENYAP, SAAT KITA MENGHADAPINYA ...

Kalau area pembahasan diperluas ... Misalnya, anda jualan sebuah produk ... Apa ketakutan anda? ... Takut ditolak ... Iya enggak sih? ... Nah, apa response umumnya orang? ... Mereka menghindari dan menjauhi ketakutan itu ... Padahal, dari contoh kasus hantu di paragraf atas, ketakutan hanya bisa dihilangkan, dengan dihadapi ... Maka, untuk mengatasi ketakutan ditolak saat menjual, adalah dengan melakukan penjualan ... Ya itu ... Dihadapi ... Bukan dihindari ... Takut ditolak saat menjual, solusinya adalah jualan ...

Bentuk ketakutan ini macam-macam ... Ada misalnya, ketakutan untuk menikah ... Mengapa takut menikah? ... Misalnya karena, takut nanti gak bisa menafkahi lah ... Takut jadi gak bebas / terkekang lah ... Takut ini, takut itu ... Dengan menghindari pernikahan, apakah hilang? ... Ya terus saja ada ... Karena lahan subur ketakutan, adalah penghindaran ... Ini berlaku dalam segala hal ... Dalam segala kasus ... Silahkan anda simpulkan sendiri ...

Orang yang berani, bukan orang yang tidak punya rasa takut ... Orang berani adalah, saat orang itu, melakukan dan menghadapi apa yang mereka takuti ... Tidak ada ketakutan, tidak ada kesempatan untuk menjadi berani ... Ketakutan akan menguat, saat kita berlari menjauhi ... Keberanian hadir, saat ketakutan kita hampiri ...

Saya pun, masih banyak perihal yang saya takuti ... Artinya, saya punya banyak kesempatan, untuk menjadi berani ... Karena itu tadi, syarat untuk menjadi berani adalah, harus ada sesuatu yang kita takuti ...

*rh

Tuesday, 20 March 2018

CELANA DALAM, MINORITAS & SUPERIOR

Kalau ada teman anda, yang menggunakan celana dalam di luar celana panjangnya, anda olok-olok tidak? ... Kemungkinan, dia akan menjadi bahan bully-an wkkkk ... Atau mungkin, anda labeli dia sebagai orang stress xixixixi ...

Tapi tunggu dulu, kalau ternyata teman anda yang pake celana dalam di luar itu, bisa terbang, matanya bisa memancarkan sinar laser ... Dan dia juga, bisa mengangkat benda berat, dengan bobot puluhan ton, apakah anda masih membully teman anda? ...

Saya kira tidak, anda tidak berfocus untuk membully atau mengolok-olok ... Why? ... Karena anda terlalu terpukau, dengan kemampuan terbang, sinar laser dan kekuatan teman anda itu ... Ada mengabaikan perihal celana dalam yang di gunakan di luar itu ... Iya tho? ... Hahahahaha ...

Jika fenomena celana dalam di luar itu, anda tempatkan sebagai kekurangan teman anda ... Maka kekurangan teman anda, akan anda toleransi, anda abaikan, jika anda melihat sesuatu kelebihan, yang takarannya menang telak, dari takaran sesuatu yang anda anggap sebagai kekurangan ...

Seperti itulah, dalam keseharian, saat kita menilai seseorang ... Sebenarnya, kita sadar betul kok, tidak ada orang yang tidak ada kekurangannya ... Namun kekurangan itu kita abaikan, karena ada banyak hal lain yang menarik perhatian kita ... Jika rumusnya begitu, maka saya andaikan begini ...

Saat anda diolok-olok karena menggunakan celana dalam di luar, apa yang anda lakukan? ... Kemungkinan, anda akan bergegas, mengubah cara anda menggunakan celana dalam ... Anda masukkan celana dalam anda, sehingga celana panjang anda ada di luar, sebagaimana kebanyakan orang ...

Sangat jarang yang memilih opsi, untuk melatih matanya agar memancarkan sinar laser, melatih kemampuan terbang, dan menguatkan otot baja anda ... Banyak di antara kita, yang takut berbeda ... Dan ketika, perbedaan kita itu dikritisi, kita berusaha menjadi sama, berupaya menjadi rata-rata, sehingga kita bebas dari olok-olok dan bully-an orang ...

Menjadi ahli dalam sebuah bidang, di awali dengan berani berbeda ... Berbeda, artinya tidak menjadi rata-rata ... Tidak menjadi rata-rata, artinya menjadi yang jumlahnya sedikit (minoritas) ... Menjadi minoritas itu keren, dan justru minoritas lah yang berkuasa ... Kalau anda lihat permainan sepakbola, siapa yang menurut anda sangat berkuasa? ...

Anda mungkin menjawab, yang berkuasa adalah para pemainnya, dengan kehebatan skill-nya ... Tidak ... Yang berkuasa itu bola nya ... Dia cuman satu, tapi diperebutkan banyak orang ... Haha

Banyak juga yang lupa, Tuhan itu minoritas, tapi justru DIA Maha Superior ... So ... Jadilah minoritas ... Berani berbeda ... Berani menjadi yang sedikit ...

#be_different
#PDOD_percaya diri over dosis

Sunday, 18 March 2018

Lakukan Apa yang Kamu Takuti Sekarang, agar Tak Menyesal Kemudian

Begitu buka mata, yang dilakukan semua orang milenial sepertinya bukan langsung beranjak mengunjungi toilet untuk sekedar berwudlu atau buang air kecil, tetapi tangan tergopoh-gopoh dalam gelap menyusuri letak handphone bekas semalam! Hayooh ngaku!? Hiihiii .. Itu sayaaah .. Ups!

Maksudnya mau matiin alarm di pukul 03.00 yang sengaja di bikin brisik biar bangun dan ambil air wudlu.  Ahaha .. Bukan ngeleeess

Kali ini saya membahas mengenai getaran yang kuat bagaimana sebuah rasa takut, menjadi kenyataan .. Ada hubungannya dengan alinea pertama yang saya tulis .. Begitu terbangun, menggapai handphone dan setelah mematikan alarm, pop up sebuah media sosial bilang begini :

"Jika Anda ingin menaklukan rasa takut, jangan hanya duduk dan memikirkannya. Pergilah dan lakukan apa yang Anda takuti". – Dale Carnegie

Tahukah anda, sebenarnya hal ini seringkali kejadian dalam keseharian kita .. Ketakutan merupakan getaran rasa yang kuat setelah getaran rasa bahagia. Hal yang sangat mudah di akses dan banyak dari kita apa yang kita takuti justru terjadi.

Nah, guna meminimalisir kejadian yang ditakuti terjadi lalu mengapa tidak kita sekalian mencoba dan lakukan hal-hal tsb. Saya high phobia, takut akan ketinggian terutama ketika melewati jembatan, jembatan apapun itu entah berair dangkal ataukah jauh mendalam.

Rasanya seperti berakhir hidup jika melewati sebuah jembatan, seandainya menjerit-jerit tidak membuat muka saya merah, saya akan melakukannya namun gengsi saya masih terlalu kuat jika harus jerit-jerit mau dikemanakan muka saya jika saya berlaku layaknya anak cilik ahahha ..

Jadi mending, lutut aja yang noroktok sembari mulut komat kamit tanpa suara jika memang diharuskan melewati sebuah jembatan.
Yang saya lakukan sudah hebat benar lho! Sering-sering lewat jembatan tinggi dan menaklukannya. Satu kali, dua kali dan tiga kali dalam rentang waktu berdekatan misalnya dalam jangka waktu satu minggu memang menguras pikir yang sangat melelahkan.

Yang saya takuti itu hal-hal berbau ketinggian namun ketika saya menyadari hal itu justru akan menggiring saya untuk bertemu lalu mengalami hal-hal yang berkaitan dengan ketinggian .. Sering ketemu jembatan malah?!

Lantas jika sudah begitu apa yang harus saya lakukan?

Mau tidak mau, suka ataupun tidak saya harus melewatinya. Bukan begitu? Bagusnyaa .. Saya tantang diri saya untuk menaklukkan ketakutan tersebut dan hasilnya ketika ketemu jembatan tak lagi berkeringat dingin heee .. Subhanalloh ... sekarang begitu ketemu jembatan rasanya sudah flaaaattt .. Alias B aja tu ahaha senangnya 😁

Lalu, contoh lain tadi saat bertemu teman lama dalam satu momen reuni. Teman saya sempat cerita anaknya terkena hypnotis, sang penghypno mengincar sepeda yang ia pakai. Singkat cerita sebelumnya sang ibu (teman saya) ini sempat ngasih warning  begini :
"awas nak, hati-hati sepedanya hilang"

Ditegaskan lagi sampai 2 x ..

Memang kata si ibu ini takut kalau sepedanya hilang. Ehh taunya anaknya kena hypnotis dan sepedanya raib. Pulang ke rumah di antar teman dan syukurnya anaknya sehat wal afiat.
Maaf ya saya tuliskan ceritanya.

Disini saya berkesimpulan bahwa, ketika kita sudah mengakses rasa takut apalagi berlebih maka sepertinya semesta membaca .. "okay, itu yang kamu harapkan terjadi" dan lalu di eksekusi ...

So, kurangi kadar ketakutan yang bersifat negatif karena dengan sadar semesta akan bahu membahu menciptakan itu terjadi.

Semoga menginspirasi 😉

Saturday, 17 March 2018

Jati Diri - Take and Give

Pukul 00.21 Wib, sebenarnya waktunya lelap tidur tapi apa daya mata lelahpun tak bisa sekedar mengernyap sekejap saja. Hasilnya layar datar 5 inc jadi sasaran.

Ditemani detik jam dinding berteriak terlalu nyaring, selembar kain pantai melekat membalut belikat ditutup uraian rambut ikal tak terikat. Dingin, untuk melangkah ke ruang tengahpun cuaca terlalu menyerbu sesekali suhu kamar terlalu panas hingga kipas terpaksa berputar keras. Bukan serba salah .. Ah manusia penuh keluh dan kesah.

Prolognya saya senang menganalisa bermain kata untuk memaknai bahkan hanya 2 suku kata sekalipun ..
Jati diri, Take and Give : ke-4 suku kata ini yang akan saya bahas malam ini .. Untuk anda baca esok pagi, saat saya share link nya dan anda klik .. Nikmati dialog dengan saya meski anda berada di ujung dunia sana. 😁

Back to the note , jati diri .. Kata awalnya jati! Apa yang muncul pertama kali dalam benak anda ketika saya menyebutkan kata ini? Yups! Mudah-mudahan memiliki pemikiran yang sama dengan saya .. Sebongkah kayu yang diburu, berharga Fantastis dan sangat diinginkan oleh semua orang.

Setuju?

Lanjut dengan kata yang kedua D i r i, kata ini sesungguhnya penjabarannya sangat luas sekali namun kita rangkum bagaimana diri ini ada, bermakna dan untuk apa hadirnya diri.
Jati, sebuah image jaminan kualitas terbaik sampai saat inipun rasanya belum ada yang menyaingi kualitas jenis ini.

Sedang diri, adalah sesosok yang tercipta dengan sengaja hasil dari sebuah perjuangan, persaingan dan berakhir sebagai pemenang. Lantas ... Jika dimaknai lebih dalam bahwa penciptaan diri hakikatnya merupakan penghargaan sang pencipta pada sesuatu hal yang sangat berharga dan patut dihargai dan diperjuangkan.

Namuuuun .. Sayangnya tidak semua "diri" menyadari hal ini .. Banyak contoh yang bisa kita ambil di lingkungan sekitar .. Saya ambil contoh kematin saat mobil berhenti di trafic light Tegallega kota Bandung, sekira pukul 11.00 siang seorang anak baru gede melintas dihadapan dengan kondisi teler. Nabrak beberapa body mobil.

Benak saya meracau, dan hanya mampu bergumam "kasihan .. "
Apa yang dia sadari tentang dirinya, apa yang dihargai dari dirinya .. Jangankan orang lain akan menghargai dirinya .. Dirinya sendiripun tak menghargai lalu apaa yang diharapkan dalam hidup?

Sebuah pengakuan! Sebagai buah penghargaan .. Jika ini sudah tak menjadi prioritas bersiaplah harga diri terkoyak .. Maka tidak heran jika ini bisa jadi sumber awal dari depresi. Krisis percaya diri dan degradasi moral yang berujung pada baik buruknya akhlaq atau perilaku.

Saya kasih contoh lagi, terlalu mainstreem lah .. Disebut Idealis juga boleh .. Allah sangat melarang laki2 dan perempuan berkhalwat (berdua2an) dengan maksud yang sangat mulia agar menjaga sebuah jati diri agar tidak terkoyak. Untuk penghargaan diri orang bijak bilang, pacaran itu sesungguhnya proses mencacati masing-masing diri"

Astaghfirullah ..

Jika hakikatnya manusia tercipta sudah mulia, sebagai pemenang hasil dari persaingan dan menjadi manusia pilihan namun faktanya masih banyak manusia2 dimuka bumi tak menyadari sepenuhnya bahwa dirinya sangat berharga.  Maka pantas saja malaikat menanyakan penciptaan manusia sebagai makhluk perusak di muka bumi .. Rupanya sudah terprediksi demikian.

Tak pelak, seorang manusia di belahan bumi sana ia mencari jati diri hingga di usia lanjut. Moga kita tak demikian .. Banyak faktor penentu untuk mendapatkan makna jati diri dalam persepsi yang pas dalam benak dan itu yang akan di terapkan dalam diri kita sebagai acuan siapa diri kita.

Namun sejatinya menemukan jati diri tak perlu serepot itu .... Cukup maknai dan sadari. Bahwa kita adalah berharga! ..  SADARI .. intinya ini sadar akan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita .. Eits bukan SADARI singkatan PerikSA payuDAra sendiRI ya .. 😁😁

Next saya bahas dua suku kata yang lain .. Take and give tentunya dalam sudut pandang seorang Lia Kurniawati ..

Tengkyuh, assalamualaikum .. 😉

Tuesday, 13 March 2018

"Kebenaran" dalam Setiap Sudut Pandang

Kebenaran hanya ada pada versi masing2, itu mengapa manusia saling bertumbuh dan berkembang. Jika saja satu orang memaksakan versi kebenarannya berpatokan hanya pada satu "kebenaran" versi manusia ..

Maka lihatlah diluar sana mulut mengumbar lisan yang mubazir, tangan mengepal sempurna dan urat leher yang berunjuk gigi.

Kebenaran yang absolute, hanyalah kembali menyadari bahwa kebebasan berekspresi, mengutarakan pendapat, melihat sudut pandang sesuatu bisa jadi sewaktu-waktu sama, dan bisa jadi di lain kesempatan berbeda. Semua menyesuaikan dengan "latar belakang" baik itu latar belakang pendidikan ataukah pengalaman yang dahulu pernah didapatkan oleh setiap orang.

Dan lalu, menganalisa menjadi satu ranah yang tak bisa dilepaskan oleh setiap orang berdasar darimana? Dari "latar belakang" seseorang itu tadi. Untuk menerjemahkan, membaca tanda yang ada dimuka bumi, termasuk tanda yang terhampar sejauh mata memandang.

Maka ada istilah, pandailah membaca, menginterpretasikan lalu menjelaskan dan berujung evaluasi. Evaluasi ini mengajarkan manusia untuk menyadari setiap hasil pemikiran, hasil membaca dan hasil interpretasi.

Lalu untuk apa ada evaluasi, bisa jadi untuk disebarkan dengan berbagi melalui berbagai cara. Tujuannya untuk apa? Yakinkan dan 
lakukan setiap langkah adalah bertujuan ibadah.
Dengan begitu duniamu dan dunia saya sepertinya akan damai.

Ngga usah nyinyirin postingan orang yg sekarang "sok religius". Karena critical thinking area yang kita miliki sudah dipersepsikan sama yaitu bertujuan jelas untuk ibadah,  jadi melihat postingan orang yang tadinya B aja lalu bergeser menjadi religius kacamata kita sdh berada dalam ranah yang sama.

I B A D A H!

"Tidak aku jadikan jin dan manusia di dunia ini melainkan untuk ber - i b a d a h, kepada Ku".

Selanjutnya, ada aturan dalam diri yang memberlakukan bahwa itu berlaku untuk dirinya ataukah untuk orang lain. Hal ini berlaku fleksible karena latar belakang itu tadi. Namun sayangnya hal ini seringkali tidak disadari oleh setiap orang, maka yang terjadi adalah "memaksakan kehendak" bahasa lainnya, "mesti nurut apa kata gua", dan bahasa2 lainnya.
Dalam ranah komunikasi ini dinamakan standard nilai atau super ego.

Ketika standard nilai yang diterapkan pada diri sendiri tidak sesuai dengan realita maka, terdapat dua opsi (pilihan). Yang pertama memaksakan hasil pemikiran anda harus sama dengan saya ataukah memilih opsi yang kedua yaitu berdamai dengan situasi yang sedang terjadi.

Saya menuliskan inipun, berdasar pada persepsi nilai "kebenaran" yang saya anut. Mungkin belum tentu sama dalam sudut pandang anda. Its all yours. Hidup adalah milikmu, nikmatilah selagi Dia memilihmu untuk hidup. Lakukan yang terbaik menurut sudut pandangmu dan pastikan itu bernilai dimata Nya.

Kembalikan dan merdekakan semua faktor yang mengikat id-ego dan superego. Agar semua id (harapan) tidak terlalu ngawang-ngawang. Be realistic bro ..

Saturday, 10 March 2018

Pasukan Sakit Hati - Rugiii ..

Tak dipungkiri perkembangan media sosial saat ini terutama whatsapp sudah mampu menggantikan peran Short Messaging Service (SMS) nya jaman old!

Grup-grup menjamur merebak bak jamur di musim hujan, dan melalui ini pula bisa terjadi pertikaian dan perseteruan sengit. Padahal jika di amati kopi daratpun belom pernah, dahsyat banget ya seolah sudah saling tau dan mengenal secara karakter dan personalnya.

Lalu, karakter yang mudah ditebak selanjutnya ketika mendapat broadcast message, tak sedikit yang respon positif ataupun main langsung blokir alias blok! Bukan blog paak .. Buu hahaha ..

Satu orang teman pernah curhat dia sakit hati ketika orang yang dia chat langsung ngeblokir, memang merespon tapi responnya begini "maaf ya, anda saya blog"

Sempet geli bacanya, block kali pak!
Bukan blog .. Hahah .. Jadi saat saya baca chat nya teman itu yang kebayang bapak itu mukanya kotak penuh dengan deretan kalimat ber paragrafh-paragrafh ahihihii

Balik lagi bahas soal sakit hati, ah koq ya via whatsapp terus di blokir pake acara sakit hati. Life must go on broo .. Masih banyak orang di luar sana yang mau nerima broadcast messagenya loe .. Nyantaai .. Kalo terus2 an dipikirin ntar jangan-jangan malah bikin grup whatsapp "pasukan sakit hati".

Hadeuh .. Ngga banget ya
Hati, pikiran dan fisik udah cape lanjut mikirin hati yang tersakiti .. Hhhmm bisa2 cepet ketemu Tuhan 😊

Sabar dan cuekin aja broo .. 😉

Tuesday, 6 March 2018

Manajemen Pikir

PIKIRAN

Ada yg mengatakan bahwa sesungguhnya medan peperangan terbesar berada di pikiran kita, karena pikiran Itu sangat Kuat & Dapat MEMPENGARUHI Kehidupan Seseorang.

Ada pepatah mengatakan: Menabur dalam PIKIRAN akan Menuai TINDAKAN,

*Menabur TINDAKAN akan menuai KEBIASAAN.

*Menabur KEBIASAAN akan Menuai KARAKTER(komitmen)

*PIKIRAN Kita seumpama tanah, tanah tdk pernah peduli terhadap jenis benih apa yg hendak kita tanam.

*Jika kita menabur benih jagung, tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkan Jagung.

*Apapun yg kita tanamkan dlm PIKIRAN, entah itu hal2 yg baik atau buruk, PIKIRAN Kita akan segera Menerima, Merespon & Menumbuhkannya.

*Sadar atau tidak, sering kali kita memperkatakan hal buruk ttg diri kita sendiri, Misalnya:

- Hidupku Penuh Masalah,
- Aku Tidak Akan Berhasil,
- Sakitku Tidak Akan Sembuh,
- Aku Bodoh dan Miskin,
- Masa Depanku Suram, dsb.

*Hal2 negatif yg kita ucapkan itu akan di respons Oleh PIKIRAN kita dlm bentuk sikap & tindakan, yg pada gilirannya akan menghasilkan sesuatu yg sama seperti yg kita *tanamkan dlm PIKIRAN kita.*

Oleh sebab itu, *TANAMKAN Hal Yg POSITIF di benak kita, maka kita akan menjadi luar biasa.
dan pelihara pikiran yg BAIK & BENAR.

PIKIRAN POSITIF YANG HARUS DENGAN KEARIFAN BISA MEMBEDAKAN MANA YANG BAIK & BENAR.

Mari BIASAKAN Utk selalu berpikir:
-Saya Sangat Beruntung.
-Hidupku Penuh Berkah.
-Saya PASTI Mampu Mengatasi Masalah Ini !
-Masa Depanku PASTI Cerah !
-Hari Ini Saya PASTI Penuh Semangat !
-Saya Sangat Bersyukur Pada Allah Atas Apa Yg Saya Miliki Saat ini.
-Saya akan Berjuang & Berjuang Terus !
-Allah *PASTI* Buka Jalan !

Hidup adalah permainan pikiran, kalau kita bisa mengelola pikiran kita, maka hidup Kita BAHAGIA.

Musuh paling kejam adalah pikiran kita.
Sahabat paling Setia juga adalah Pikiran kita.

Manage pikiran dengan baik. Hiduplah dengan ketenangan agar kita mampu mengelola Pikiran kita.

_HATI yang baik itu seperti KEBUN,
_PIKIRAN yg baik itu AKAR NYA,
_PERKATAAN yg baik itu Bunganya.
_PERBUATAN yg baik itu BUAHNYA.

Monday, 5 March 2018

Syarat Bertumbuh

Semangaaat pagiii ..
Assalamualaikum!

Udah senin aja ni .. Sedari subuh ujan deras, bikin mager, siap-siap yang mau kerja, kuliah dan sekolah pake raincoat atau payungnya yee.

Kali ini pengen bahas ini ni, syarat kita bertumbuh apa aja sih .. Yuk disimak.

Seseorang bisa terkenal, kemudian "membesar" bukan suatu kebetulan. Banyak kisah-kisah orang sukses from zero to hero itu bukan SKS sistem kebut semalam. Kisah-kisah sukses seperti yang tadinya penjual gorengan dan lalu mampu menjadi pengusaha besar peran doa berbisik dibumi yang melangit sudah jangan ditanya lagi.

Ikhtiar fisik sepertinya syarat berikutnya yang mesti ditempuh, berharap sukses dengan ongkang-ongkang kaki?? Bisaaa ..  Itu buktinya tailor bisa sukses selesai in baju langganan ..   😉! Hihii .. Tapi ngga semua orang berbakat bikin baju donk .. Maksudnya sukses ngga bisa di dapatkan cuma bermodal duduk diam, malah bikin sutress.

Ongkang-ongkang kaki bisa jaminan sukses juga, tu lihat para lobbyers .. Melobi orang-orang dengan jamuan di cafe-cafe, ngupi-ngupi ongkang-ongkang kaki juga kan .. Hahah .. Tapi bukan itu yang kita bahas kali ini ..

Beberapa syarat orang akan beranjak, bersegera naik ke puncak itu ada beberapa diantaranya : Pertama, masuk komunitas bentuknya macam-macam bisa PT, CV ataukah komunitas nirlaba. Nah kalo ngga diterima di PT, CV atau komunitas manapun coba ni opsi yang Kedua bikin komunitas! yang sesuai dengan passion anda.

Ketiga, ketika sudah membentuk komunitas, PT, CV atau apapun namanya jangan egois mau bertumbuh sendiri ajak dan mention temen kamu yang punya passion di bidang lain.

Misalnya begini ketika komunitas anda bikin acara dan membutuhkan snack, makanan coba lirik teman anda yang bergerak di bidang itu ajak kerjasama atau beli dagangannya. Dengan begitu beberapa keuntungan bisa diraih.  Itung-itung promote. Promote yang kebaca semesta itu 1) image diri anda yang open minded, terbuka dan wise 2) kamu sekaligus membuka peluang dan kesempatan orang lain berkembang dan bertumbuh bersama. 3) penghargaan diri dan orang lain akan tumbuh dengan sendirinya.

Syarat keempat : KONSISTENSI ini jadi bagian terpenting bagaimana orang mengenal kita, misal dari dulu saya sebagai salah satu staff pengajar dan itu akan berlaku seumur hidup saya .. Jikapun ada side job itu hanya imbas dari pelebaran jejaring sosial. Artinya ada pekerjaan utama yang konsisten kita lakukan.

Udah segitu dulu sharing pagi ini .. Moga menginspirasi .. Siap bertumbuh bersama? Silahkan kontak saya ... 😉

Sunday, 4 March 2018

Sudahkah Anda Mencintai Diri Anda? Jika sudah Pastikan Tanda ini Tidak Dimiliki

"Mencintai diri sendiri?
Duh apaan sih?! Egois banget deh kayaknya kalau terlalu mementingkan diri sendiri".

Pemikiran-pemikiran ortodoks kayak begini ini yang sudah terlanjur nempel dan melekat dalam diri kita. Doktrinasi yang tak disadari secara turun temurun terutama ditularkan oleh keluarga inti. Kemudian di kukuhkan oleh lingkungan sekitar.

Contoh kongkrit yang terjadi dalam masyarakat kita hasil dari doktrin "menghilangkan rasa mencintai diri" bercover egois ialah posisi kakak diminta selalu mengalah jika adik meminta bagian mainan, makanan atau bahkan barang-barang yang dimiliki kakak mesti sharing dengan sang adik.

Salah satu pemuka agama pernah mengatakan bahwa untuk menjadi besar lakukan hal-hal ini, 
| Mulai dari diri sendiri
| Mulai dari hal terkecil
Jika dimaknai, hal yang pertama itu mulai dari diri sendiri, ini artinya mengajarkan pada kita, Cintai Diri Sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain.

Ada orang bilang, memangnya seberapa besar sih pengaruhnya jika kita tidak mencintai diri kita, koq di bahas sampai panjang kali lebar ..
Eiits tunggu dulu!
Jika ini dilakukan terus menerus dalam jangka waktu lama dan berkepanjangan efek-efek atau tanda yang muncul jika anda tidak mencintai diri anda muncul sedemikian rupa dalam kehidupan anda seperti uraian dibawah ini : 

Rangking pertama di duduki oleh
"Membiarkan orang lain memanfaatkan anda" atas nama enggak enak hati kalau menolak, atas nama kebaikan. Seringnya anda dimanfaatkan oleh orang lain menandakan anda butuh menyadari betapa anda berharga. Sehingga anda harus tahu kapan anda bersedia menolak dan kapan anda bersedia membantu.

Kedua, mind sett memetakan anda "Memberi lebih banyak daripada menerima". Logikanya, bagaimana anda bisa memberi jika tidak ada pemasukan? Atau dalam kasus lain, anda selalu mau dijadikan inval (cadangan) karena mind settnya "saya harus lebih banyak memberi daripada menerima" itu tadi.

Apa imbasnya jika hal ini terus terjadi, dapat dipastikan anda sering menjadi orang cadangan, antara kemampuan dan penghasilan tidak seimbang, mau dibayar berapapun, tidak punya batasan standard penghasilan.

Ketiga, "Tidak memikirkan diri sendiri". efek jangka panjangnya idan anda rasakan ialah banyak dirugikan, banyak mengalah dan banyak disepelekan orang lain.

Keempat, "Tidak memiliki rencana masa depan" menjalani hidup mengalir bagaikan air. Dalam journal psikologi dan sosiologi pernah melakukan riset, kesuksesan seseorang tolok ukurnya saat ia mengenyam dan menjalani pendidikan SMU. Jika ia menjalani target pendidikan pembelajaran dengan bersungguh-sungguh maka 80% mentalitas orang tsb siap sukses di masa depan. Namun sebaliknya jika menjalaninya dengan asal pergi dan belajar sesuka hati maka letupan kesuksesan masih samar dalam bayangan.

Kelima, "Tidak Menjelaskan keinginan dan kebutuhanmu pada orang lain". Orang dengan tidak mencintai diri seringkali memendam keinginan dan lebih memilih tidak mengutarakan apa saja kebutuhan dirinya, karena ia berpikiran bahwa apa yang akan ia sampaikan itu hal yang tidak penting, takut orang lain tidak mau lagi bersamanya maka ia seringkali abai terhadap kebutuhan dirinya. Termasuk kebutuhan kesehatan jika ia sakit maka terlalu menyepelekan.

Keenam, "Membatasi Diri". Orang yang tidak mencintai dirinya sendiri seringkali membatasi kebutuhan yang diperlukan dirinya. Semisal kebutuhan untuk rekreasi ia abaikan karena dianggap tidak perlu. Efeknya, dapat berpikiran sempit, iri dan dengki di hati melihat orang lain mampu berrkspresi.

Ketujuh, "Menerima Pengaruh Buruk dari Lingkungan". Nah ini dia, pengaruh yang buruk dari teman dekat seperti mabuk-mabukan, menggunakan narkoba, melalaikan ibadah dan lebih memilih mengikuti hawa nafsu atau hal buruk lainnya adalah tanda anda TIDAK mencintai diri anda.

Kedelapan, "Membiarkan orang lain mengatur & mendominasi hidup anda". Ini sudah jelas, jika bukan dalam koridor "pekerjaan", tugas yang menghasilkan pundi-pundi maka sudah jelas menyalahi aturan hak mutlak terhadap diri dan membiarkan diri anda ada dalam telunjuk, dan ketergantungan orang lain merupakan tanda anda sudah terlalu tidak peduli terhadap diri anda.

Kesembilan, "Tidak berusaha memperbaiki kekurangan diri".  tak pernah mempunyai waktu untuk merefleksi diri dan kehilangan gairah untuk berhijrah menjadi lebih baik.

Kesepuluh, "Membenci kekurangan dan mengabaikan kelebihan yang dimiliki" Abai terhadap diri maka tidak akan pernah mengenali potensi yang dimiliki. Sudut pandang yang pendek, akan terfokus pada kekurangan diri tidak pernah mengeksplore kelebihan diri.

Semoga bermanfaat.

Hidup yang Kita Keluhkan, Bisa Jadi sebuah Perjuangan yang Diinginkan Orang Lain

Berawal dari sebuah laman Fb teman, mengabarkan seorang kawannya yang lain meninggal dunia. Cukup kaget karena meski tidak kenal dekat tapi cukup familiar dan tahu tentang beliau.

Postingan FB nya sangat religius, dari pertama kali berteman sekitar 1,5 tahun yang lalu. Sesekali mengamati postingan keluhan galau istrinya yang ngetag sang 'teman' hingga terbaca dan masuk beranda. Ternyata permasalahan manusia di dunia sama dan berulang, hingga ada yang namanya "pengalaman" dan "solusi".

Sebelumnya membaca postingan WAG tentang kematian betapa dunia sangat kejam, saat kita meninggal nama kitapun sudah berganti dan tak disebutkan lagi. Mulai dari .. Ketika keluarga mendapat kabar bahwa kita mati, sontak bertanya "dimana mayatnya?" bukan bertanya "dimana (nama kita)". Baru saja sesaat nama kita sudah hilang, entah kemana manusiapun sudah enggan menyebutkan.

Ketika akan di sholatkan, imam masjid meminta : "Segera hadirkan sang mayit .. " kenapa ngga berseru "Segera hadirkan (nama kita) .. " runtuhlah sudah .. Apalah arti sebuah nama kini berlaku.

Saya kembali scroll up and down postingan FB "sang mayit" subhanalloh, benak saya seketika mengingat bahwa kiri kanan kita sejatinya ada sang pencatat.  Apa2 yang sudah kita posting dan catatkan lalu sebarkan, apakah hanya berlalu begitu saja ataukah akan melekat pada diri kita sampai kelak?

Beberapa hari lalu, ketika saya bedrest seorang kawan curhat ngga suka dengan hidup yang dia jalani, apa2 yang dia inginkan tidak terjadi sampai dia hampir bunuh diri karena depresi. Meski dalam keadaan terbaring, berempati dan sedikit memberikan support moril biarpun hanya sekedar lewat beberapa paragrafh moga cukup membuatnya mengurungkan niat.

Beberapa paraghraf yang saya ketik, terasa butuh tenaga extra secara pikir dan cukup membuat nafas pendek, badan lemas tiada terkira. Rupanya memang benar ketika sakit sebaiknya "istirahat" untuk mengambil ancang2 tenaga kembali. Alias pemulihan.

Pagi ini melalui whatsapp, seorang kawan baru bertanya  "gimana hidup?", saya replay "Berjalan dengan sempurna" laluuu .. Jawabnya .. Weeeh ..

Antara Hidup dan mati, apa yang patut diamati? Jeda antara keduanya sungguh tidak ada pembatas bagaikan lorong panjang dan lalu menemukan ujung entah itu titik terang ataukah titik gelap yang pasti perjalanan lorong inilah yang semestinya disadari sepenuhnya bahwa hidup yang kita keluhkan, bisa jadi merupakan perjuangan yang ingin dijalankan orang lain.

Hidupkanlah hidup seolah ia takkan pernah berlalu. Dan ketika putus asa menghadapi hidup, ada mereka yang datang menghampiri entah itu berupa nasehat teman, laman medsos yang menspirasi ataukah postingan whatsapp yang mengingatkan. Bahwa .. Syukur adalah yang utama.

Depresi artinya kita diminta untuk menelaah sampai sejauh mana aplikasi syukurmu.

Ketika Putus Asa Menghadapi Hidup, Ada Mereka Yang Datang Menghampiri

Berawal dari sebuah laman Fb teman, mengabarkan seorang kawannya yang lain meninggal dunia. Cukup kaget karena meski tidak kenal dekat tapi cukup familiar dan tahu tentang beliau.

Postingan FB nya sangat religius, dari pertama kali berteman sekitar 1,5 tahun yang lalu. Sesekali mengamati postingan keluhan galau istrinya yang ngetag sang 'teman' hingga terbaca dan masuk beranda. Ternyata permasalahan manusia di dunia sama dan berulang, hingga ada yang namanya "pengalaman" dan "solusi".

Sebelumnya membaca postingan WAG tentang kematian betapa dunia sangat kejam, saat kita meninggal nama kitapun sudah berganti dan tak disebutkan lagi. Mulai dari .. Ketika keluarga mendapat kabar bahwa kita mati, sontak bertanya "dimana mayatnya?" bukan bertanya "dimana (nama kita)". Baru saja sesaat nama kita sudah hilang, entah kemana manusiapun sudah enggan menyebutkan.

Ketika akan di sholatkan, imam masjid meminta : "Segera hadirkan sang mayit .. " kenapa ngga berseru "Segera hadirkan (nama kita) .. " runtuhlah sudah .. Apalah arti sebuah nama kini berlaku.

Saya kembali scroll up and down postingan FB "sang mayit" subhanalloh, benak saya seketika mengingat bahwa kiri kanan kita sejatinya ada sang pencatat.  Apa2 yang sudah kita posting dan catatkan lalu sebarkan, apakah hanya berlalu begitu saja ataukah akan melekat pada diri kita sampai kelak?

Beberapa hari lalu, ketika saya bedrest seorang kawan curhat ngga suka dengan hidup yang dia jalani, apa2 yang dia inginkan tidak terjadi sampai dia hampir bunuh diri karena depresi. Meski dalam keadaan terbaring, berempati dan sedikit memberikan support moril biarpun hanya sekedar lewat beberapa paragrafh moga cukup membuatnya mengurungkan niat.

Beberapa paraghraf yang saya ketik, terasa butuh tenaga extra secara pikir dan cukup membuat nafas pendek, badan lemas tiada terkira. Rupanya memang benar ketika sakit sebaiknya "istirahat" untuk mengambil ancang2 tenaga kembali. Alias pemulihan.

Pagi ini melalui whatsapp, seorang kawan baru bertanya  "gimana hidup?", saya replay "Berjalan dengan sempurna" laluuu .. Jawabnya .. Weeeh ..

Antara Hidup dan mati, apa yang patut diamati? Jeda antara keduanya sungguh tidak ada pembatas bagaikan lorong panjang dan lalu menemukan ujung entah itu titik terang ataukah titik gelap yang pasti perjalanan lorong inilah yang semestinya disadari sepenuhnya bahwa hidup yang kita keluhkan, bisa jadi merupakan perjuangan yang ingin dijalankan orang lain.

Hidupkanlah hidup seolah ia takkan pernah berlalu.

Saturday, 3 March 2018

Jangan Sok Terkenal deh!

Star Syndrom bisa menyerang setiap orang manakala dia merasa namanya sudah mulai dikenal (versinya dia), followernya banyak (versinya dia), postingannya banyak yang comment (versinya dia), banyak yang ngelike juga.

Nah hal-hal ini lah yang sepenuhnya dijadikan mawas diri ketika kita menganggap tolok ukur diri kita sudah terkenal seantero dunia, sejagad raya .. Dalam dunia digital faktanya ngga begitu maaass. ... Miiiiss! Jadi saya sarankan jangan dulu ke geeran hehe ..

Karena orang yang terkenal itu tadi punya segmentasi yang terbidik secara otomatis dari kumpulan-kumpulan aktifitasnya, perilaku yang terfokus dan akan membentuk satu sekat zona tertentu tempat dimana ia berpihak yang mempunyai minat di bidang yang sama.

Jadi faktanya mereka-mereka yang merasa terkenal itu ketika disebutkan di zona yang lain dapat dipastikan banyak yang tidak mengenalnya. Sooo .. Seperti yang saya bilang tadi jangan dulu ke Geeran kalo saya ini terkenal! Dalam wilayah dan ranah yang mana dulu ini .. Gitu lebih tepatnya.

Saya kasih contoh, dalam satu moment pertemuan dengan seorang teman penggila bola sedangkan saya sama sekali tidak berminat pada bidang itu, dia dengan asyiknya ngobrolin satu kesebelasan favorit yang menurut dia sangat terkenal hingga saat dia menceritakannya exited dan terlihat kagum. Kesebelasan tsb pada piala presiden yang lalu katanya masuk liga satu, dua atau entah tiga ..

Setelah lama ngobrol dia sadar, saya tidak se-minat dengan dia jadi ketika dia menyebutkan pesepakbola terkenal itu rasanya sia-sia toh saya nya juga ngga tahu. Selanjutnya .. Pertanyaan akhirnya terlontar begini .. "kamu ngga suka nonton bola ya?" saya jawab iya!
Pantesan! Kata dia ..

Satu contoh lagi, saya dengan PD dan Exited depan para pebisnis UKM cuap-cuap menyebutkan salah satu qori international hanya beberapa orang saja yang mengenal namun tidak se-exited seperti saya. Ketika saya lihat mimik dan ekspresi mereka berharap punya mimik yang sama tahunya, lempeng dan melongo .. Mereka kagak ngerti dan ngga tau siapa yang saya sebutkan.

Contoh lainnya, dikalangan para mahasiswa semester 1, bukan jurusan sastra, saya dengan bangga mengenalkan teman saya yang hadir menemani, saya tahu profil beliau dan ayahnya sebagai penulis hebat dan terkenal pada jamannya. Mimik muka sang teman itu tadi sok-sok famous karena nama bapaknya yang "terkenal" itu disebut merasa diri ikutan dan layak terkenal.

Namun apa yang terjadi, ketika khalayak mendapatkan info itu mimik mukanya melongo, saling pandang satu sama lain bahkan sampe kedengeran sama saya "yang mana ya? Perasaan gua belom pernah denger". Selanjutnya yang mereka lakukan googling!  Dannn ..  Oooh yang ini! Celotehnya ..
Sembari mereka ngga tau sosok mana yang sedang dibicarakan.

Dari itu saya simpulkan bahwa, ketenaran seseorang bukan berarti seluruh dunia mengenalnya, ada segmen-segmen yang berbentuk komunitas, minat dan pengalaman di bidang yang sama yang menjadikan seseorang itu terkenal.

Seorang pemeran teater sekalipun, ketika dia berbicara depan saya mengaku bahwa dirinya terkenal, selama saya belum mengetahuinya itu artinya dia belum terkenal wkwkwkwkwk .. Ya iyaaalah wong minat saya bukan di pertunjukkan teatrikal.

So, be famous, jadilah terkenal namun hindari star syndrom karena itu bisa jadi jebakan yang anda buat sendiri.

Friday, 2 March 2018

Sakit antara Kifarat dan Ketidak Hati-hatian

Lisan, pikiran dan ketidaksengajaan berbicara seringkali di "Iya" kan oleh Nya. Saya seseorang yang sangat meyakini bahwa hidup kita sesuai dengan keinginan kita jika itu terjadi tentunya Allah merestui. Jika tidak terjadi maka Allah tidak meridloi.

Demam dan reaksi tubuh lainnya yang saat ini tengah di alami saya coba flash back mengingat kembali apa yang menjadi penyebabnya. Karena dalam salah satu ayat al quran menyebutkan bahwa segala sakit penyebabnya hanya 2 yaitu Perut dan Pikiran.

Saya ingat kembali, udah makan apa saja kemarin dan hari ini? Kemarin makan durian dan emping sempet pusing tapi hanya sesaat karena terlalu bersemangat.
"Usia jelang kepala 4 koq ya makanannya yang begituan" kata teman saya. Saya hanya menyeringai .. Semail ..

Terus terang lihat emping melinjo tu kayak lihat emas, selalu mau aja .. Ngilerrr! Lain halnya dengan durian meski kata orang enak hasrat saya pada buah "rezeki" ini bisa di bilang B aja. Cukup makan 2 bulir dan berhenti. Karena setting pikiran saya ketika makan durian banyak2 berimbas pada lambung yang berkoar-koar minta perhatian IGD rumah sakit.

Maka saya batasi.
Sesungguhnya Allah tidak pernah melarang segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini untuk dinikmati .. Asalkan tidak berlebihan! Nah ini yang berlebihan inilah ketika satu makanan yang tadinya halalpun akan berubah menjadi haram jika perilaku memakan makanan tsb menyebabkan orang tidak sadarkan diri, sakit dan penderitaan lainnya.

Point yang kedua, hal yang membuat reaksi tubuh "protes" adalah karena pikiran. Bagaimana tidak semua gerak tubuh, mulai dari jentikan jari ngetik whatsapp aja akar mulanya dari pikiran ini contoh pergerakkan tubuhmu yang berakar dari pikiran. Lalu reaksi pikiran lainnya akan direspon tubuh jika sang user memperlakukannya terlalu over, alias kebanyakan mikir! Maka reaksi tubuhnya bermacam-macam.

Ada yang panas dingin, demam, diare ataukah reaksi yang lainnya. Maka over dosis, segala sesuatu jika over maka jaminan banyak reaksi, begitupun memperlakukan pikiran kita jika terus2 an di forsir tanpa jeda maka ia akan protes melalui konco-konco lainnya seperti mata berkunang, badan meriang, gairah menghilang ...

Lalu, Allah menyebutkan pula bahwa sakitnya orang mukmin ialah sebagai penggugur dosa .. Aamiin semoga, banyakin istighfar .. Bunyinya begini "Astaghfirullahal adzim".

Kejadian menggelitik, jangan kayak temen saya saat diminta istighfar malah yang dia sebutkan berulang-ulang gini  "istighfar, istighfar, istighfar" 😬 (dont try this at home!)

So, evaluasi sakitmu
Apa yang terlalu over?
Apakah isi perutmu ataukah isi kepalamu .. 

Lalu ucapkanlah ini,
Allohumma aafini fii badani, Allohumma aafini fii sam'i, Allohumma aafini fii basyori ..

Ya Alloh sembuhkanlah badanku, yaa Alloh sembuhkanlah pendengaranku,
yaa Alloh sembuhkanlah penglihatanku
Aamiin.

Semoga menginspirasi 😉

KESAMAAN KEPENTINGAN

Setiap orang berbeda, itu jelas jika saja semua pemikiran orang-orang di muka bumi ini sama sepertinya ngga ada progress apa2. Dulu semasa kecil usia SD kleas 1-2 an lah saya berharap semua orang berpikiran sama dengan apa yang saya inginkan. Karena kesal juga ya ketika keinginan saya tidak didengar atau bahkan tidak di realisasikan oleh teman saya.

Padahal saya pikir keinginan dan harapan serta pemikiran saya saat itu emejing banget dach! Tapi ternyata seiring berjalannya waktu saya ngerti jika saja saya ngotot semua orang harus sama dengan saya, sepertinya hidup ini laiknya zombi. Membosankan!!.

Ada yang pernah punya pemikiran sama dengan saya sewaktu kecil?!
Unjuk tangan ajaaa .. Ga usah sungkan ... Hihii biasa pemikiran anak kecil yang belom melihat betapa luas dan indahnya dunia. Yaa begitu itu .. Banyak ngayaalll ... 😂

Perbedaan ngga selalu jadi patern atau trademark yang mesti di usung oleh setiap manusia koq, ada sisi kesamaan yang berlaku sewaktu-waktu. Nah kesamaan ini lah yang disebut "chamistry, cucok" atau ada istilah lainnya yang lebih tepat dech ..

Mengapa kesamaan ini hanya terjadi sewaktu-waktu? Karena didasari "kepentingan" setiap pribadi. Makaa bentuk-bentuk kepentingan inilah contoh konkritnya tertuang dalam bentuk kesamaan minat dan kepentingan  maka dibentuklah assosiasi, komunitas dan lain-lain.

Mereka yang tergabung dalam komunitas atau assosiasi ini akan berbicara tentang hal yang sama dimana komunitas tersebut dibentuk misalnya komunitas pecinta fotografi, mereka akan membicarakan spot-spot foto yang eye cathing, ngomongin teknik2 ngambil gambar dan lain-lain menyoal fotografi.

Coba kita giring topik pembicaraan mereka mengenai sport, balap mobil ataukah teknik slam dunk nya Michael Jordan dapat dipastikan hanya sedikit yang antusias ngobrolin soal itu. Karena berbeda kepentingan dan akan merujuk kembali pada kepentingan slot bagian mana yang bagus untuk mereka ambil foto ketika Michael Jordan melakukan aksinya. Bukan pada aksi realnya. Pun jika mereka di giring bertopik politik atau agama.

Secara teoritis terdapat beberapa hal yang dapat menyatukan satu orang dengan lainnya JIKA terdapat satu kepentingan yang sama.
Begitupun soal pasangan hidup, ia akan menyatu jika terdapat "minat dan kepentingan" yang sama ..

Thursday, 1 March 2018

Kendaraan itu Bernama ..

Manusia sebagai makhluk sosial, kayaknya semua orang sudah faham tentang ini semenjak dari SD malah diperkenalkan siapa dan berarti apa diri kita di mata masyarakat.

Rasanya tidak ada orang yang berhasil ketika ia "jalan" sendiri, tapi jika dilihat sisi positifnya jika jalan sendiri akan lebih efisien namun tidak efektif. Mengapa di bilang efisien? Karena efisien berkaitan dengan penggunaan waktu. Coba kalo jalan sendiri apakah masih harus menunggu teman yang sedang pluntat plintut?

Itu wenaknya .... Tapi untuk mengetahui sejauh mana kelayakan kita atas satu bidang garapan tertentu mestinya terdapat uji kelayakan. Dan sayangnya sampai hari ini

Rasanya ngga ya ..

Lain halnya jika seseorang tergabung dalam satu "komunitas" tertentu, maka ia akan dengan cepat dikenali, minat dan pasionnya, dan lalu latar belakangnya. Komunitas, itu bisa berbentuk komunitas non profit atau profitable seperti perusahaan.

Usungan kelompok inilah sangat diperlukan oleh setiap pribadi agar saling mendorong menuju puncak. Katakanlah puncak ini adalah sesuatu keberhasila seseorang baik jabatan struktural ataukah prestasi-prestasi yang ditunjukkan melalui kinerja.

Komunitas atau kelompok basanya yang akan mengangkat dan mengenali potensi diri kita. Maka jika ingin sukses masuklah satu komunitas atau membentuk komunitas.

Komunitas itu bisa bernama lembaga, organisasi ataukah perusahaan sekalipun. Jika masih penasaran dengan paparan saya silahkan tanyakan dan japri saya😉

Attitude Yang Dibangun, Mencirikan Siapa dan Kapasitas Dirimu

"Maaf bu, hari ini saya datang telat ada meeting di kantor"

"Saya sudah di lokasi ya pak ... Terima kasih"

Pernahkah anda melakukan ini? Ketika membuat janji dengan seseorang, baik itu teman, rekan kerja, atau atasan sekalipun.
Atau begini ..

"maaf, tadi telpon nya ngga ke angkat lagi nyetir, ada yang bisa saya bantu?

"maaf, whatsapp nya slowrespon sedang pengajian .. Ada yang bisa saya bantu?"

Sebenernya terlihat sepele namun
Hal-hal sepele seperti ini yang dapat membangun citra diri anda. Dibangun step by step dan lalu dilakukan secara kontinyu kemudian akan menjadi satu perilaku yang membudaya akhirnya melekat menjadi satu attitude.

Mempresentasikan diri bukan hanya saat-saat tertentu di dalam kelas, masuk komunitas ditunjuk sebagai pembicara atau pemateri, narasumber tapi kegiatan sehari-hari dimana banyak kesempatan untuk menunjukkan kapasitas, kredibilitas dan citra diri seadanya dirimu ..

SEMUA ADA MASANYA

"Demi masa, demi waktu sesungguhnya manusia berada dalam kerugian".  Orang bilang tidak ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu, namun saat ini terlambat sedikit saja konsep, ide dan pergerakkan pasti di samber orang. Lalu bagaimana nasib dan ide kita? Sesekali terhempas jika saja tak bersegera.

Ketika kita masih memikirkan pergerakkan apa yang akan dilakukan, diluaran sana ide yang sama sudah muncul dan lebih dulu bergerak. Contohnya baru saja kemarin memahami konsep Internet marketing, tuts-tuts jari masih meraba-raba googling tentang itu eehhh taunya hari ini perubahan besar siap menghadang dengan hadirnya DIGITAL DEVELOPMENT.

Apa itu?

Sedikit gambaran bahwa pekerjaan yang dahulu berkerah biru, memakai sepatu necis mengkilap, dibawah naungan kantor yang mentereng gagah berdiri mencakar langit dan kini semua itu sudah mulai terkikis.

Banyak perusahaan start up, berkantor keroyokan dalam satu gedung hanya satu space lahan 1x1 meter  persegi, berbekal laptop dan jaringan internet bisnis sudah dapat dijalankan.

Apa perlu kemeja berkerah?
Sepatu bersemir licin?
Dan setumpuk berkas?

Sudah tidak jamannya lagi ..
Mau ber UKM, mau Bermitra, mau bermarketing cukup siapkan ketahanan jari jemari anda dan buka mata serta telinga siap bergerak kemanapun anda suka. Atau bahkan mau berinvestasi saham sampai bitcoin pun ada.

Selamat datang di Era Digital Development?!

Satu perusahaan bisa di bangun beranak pinak hanya mengandalkan sebuah laptop, satu pergerakan dengan mengerahkan massa pun hanya mengandalkan jari anda.

Masih perlu toa? Oh tidak ..

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...