"Mencintai diri sendiri?
Duh apaan sih?! Egois banget deh kayaknya kalau terlalu mementingkan diri sendiri".
Pemikiran-pemikiran ortodoks kayak begini ini yang sudah terlanjur nempel dan melekat dalam diri kita. Doktrinasi yang tak disadari secara turun temurun terutama ditularkan oleh keluarga inti. Kemudian di kukuhkan oleh lingkungan sekitar.
Contoh kongkrit yang terjadi dalam masyarakat kita hasil dari doktrin "menghilangkan rasa mencintai diri" bercover egois ialah posisi kakak diminta selalu mengalah jika adik meminta bagian mainan, makanan atau bahkan barang-barang yang dimiliki kakak mesti sharing dengan sang adik.
Salah satu pemuka agama pernah mengatakan bahwa untuk menjadi besar lakukan hal-hal ini,
| Mulai dari diri sendiri
| Mulai dari hal terkecil
Jika dimaknai, hal yang pertama itu mulai dari diri sendiri, ini artinya mengajarkan pada kita, Cintai Diri Sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain.
Ada orang bilang, memangnya seberapa besar sih pengaruhnya jika kita tidak mencintai diri kita, koq di bahas sampai panjang kali lebar ..
Eiits tunggu dulu!
Jika ini dilakukan terus menerus dalam jangka waktu lama dan berkepanjangan efek-efek atau tanda yang muncul jika anda tidak mencintai diri anda muncul sedemikian rupa dalam kehidupan anda seperti uraian dibawah ini :
Rangking pertama di duduki oleh
"Membiarkan orang lain memanfaatkan anda" atas nama enggak enak hati kalau menolak, atas nama kebaikan. Seringnya anda dimanfaatkan oleh orang lain menandakan anda butuh menyadari betapa anda berharga. Sehingga anda harus tahu kapan anda bersedia menolak dan kapan anda bersedia membantu.
Kedua, mind sett memetakan anda "Memberi lebih banyak daripada menerima". Logikanya, bagaimana anda bisa memberi jika tidak ada pemasukan? Atau dalam kasus lain, anda selalu mau dijadikan inval (cadangan) karena mind settnya "saya harus lebih banyak memberi daripada menerima" itu tadi.
Apa imbasnya jika hal ini terus terjadi, dapat dipastikan anda sering menjadi orang cadangan, antara kemampuan dan penghasilan tidak seimbang, mau dibayar berapapun, tidak punya batasan standard penghasilan.
Ketiga, "Tidak memikirkan diri sendiri". efek jangka panjangnya idan anda rasakan ialah banyak dirugikan, banyak mengalah dan banyak disepelekan orang lain.
Keempat, "Tidak memiliki rencana masa depan" menjalani hidup mengalir bagaikan air. Dalam journal psikologi dan sosiologi pernah melakukan riset, kesuksesan seseorang tolok ukurnya saat ia mengenyam dan menjalani pendidikan SMU. Jika ia menjalani target pendidikan pembelajaran dengan bersungguh-sungguh maka 80% mentalitas orang tsb siap sukses di masa depan. Namun sebaliknya jika menjalaninya dengan asal pergi dan belajar sesuka hati maka letupan kesuksesan masih samar dalam bayangan.
Kelima, "Tidak Menjelaskan keinginan dan kebutuhanmu pada orang lain". Orang dengan tidak mencintai diri seringkali memendam keinginan dan lebih memilih tidak mengutarakan apa saja kebutuhan dirinya, karena ia berpikiran bahwa apa yang akan ia sampaikan itu hal yang tidak penting, takut orang lain tidak mau lagi bersamanya maka ia seringkali abai terhadap kebutuhan dirinya. Termasuk kebutuhan kesehatan jika ia sakit maka terlalu menyepelekan.
Keenam, "Membatasi Diri". Orang yang tidak mencintai dirinya sendiri seringkali membatasi kebutuhan yang diperlukan dirinya. Semisal kebutuhan untuk rekreasi ia abaikan karena dianggap tidak perlu. Efeknya, dapat berpikiran sempit, iri dan dengki di hati melihat orang lain mampu berrkspresi.
Ketujuh, "Menerima Pengaruh Buruk dari Lingkungan". Nah ini dia, pengaruh yang buruk dari teman dekat seperti mabuk-mabukan, menggunakan narkoba, melalaikan ibadah dan lebih memilih mengikuti hawa nafsu atau hal buruk lainnya adalah tanda anda TIDAK mencintai diri anda.
Kedelapan, "Membiarkan orang lain mengatur & mendominasi hidup anda". Ini sudah jelas, jika bukan dalam koridor "pekerjaan", tugas yang menghasilkan pundi-pundi maka sudah jelas menyalahi aturan hak mutlak terhadap diri dan membiarkan diri anda ada dalam telunjuk, dan ketergantungan orang lain merupakan tanda anda sudah terlalu tidak peduli terhadap diri anda.
Kesembilan, "Tidak berusaha memperbaiki kekurangan diri". tak pernah mempunyai waktu untuk merefleksi diri dan kehilangan gairah untuk berhijrah menjadi lebih baik.
Kesepuluh, "Membenci kekurangan dan mengabaikan kelebihan yang dimiliki" Abai terhadap diri maka tidak akan pernah mengenali potensi yang dimiliki. Sudut pandang yang pendek, akan terfokus pada kekurangan diri tidak pernah mengeksplore kelebihan diri.
Semoga bermanfaat.