Segala sesuatu memang Allah takdirkan sesuai dengan keinginan hamba Nya, masih nggak percaya? Banyak ayat yang menyatakan tentang ini meskipun memang semua orang meyakini sudah tercatat dalam Lauh Mahfudz .. Tidah dapat di ubah kembali! Saya agak kurang setuju mengenai hal yang terakhir ini.
Biasa, kalau kita udah berbicara banyak tentang ranah kehidupan maka tidak heran selalu diminta mana dalilnya, mana ayatnya?! Saya kutip sedikit saja yang sering saya gunakan, pertama : "Berdoalah kepada Ku niscaya aku perkenankan permintaanmu"
Ah rasanya jika memakai ayat ini terus2 an sebagai dalih entar dibilang bosan, tapi yaa mesti gimana lagi .. Saya sangat meyakini itu koq!. Kedua : " Aku sesuai prasangka hambaKu"
Tuh udah kurang baik gimana lagi coba Allah memberikan kesempatan pada kita untuk singkron step 1, 2 dan selanjutnya ketiga : "Aku tidak akan mengubah nasib suatu kaum (manusia) hingga kaum (manusia) itu sendiri yang mengubahnya".
Kewenangan yang hakiki, absolut sepenuhnya diserahkan pada kita? Lalu apa fungsi takdir yang sudah tercatat di Lauh Mahfudz tadi? Itu perjalanan takdir yang sudah tercatat terutama takdir buruk maka Allah pun memberikan kewenangannya lagi pada kita untuk menolaknya dengan cara beramal baik, perbanyak istighfar, bershodaqoh dengan berbagai macam cara yang Allah tunjukkan.
Seperti menafkahi orangtua, menyenangkan hati anak, memberi salam pada orang lewat, menyingkirkan batu/rintangan di jalanan yang dilalui oleh orang lain. Dan masih banyak lagi.
Sampai dengan hari ini, saya mencoba menyingkronkan setiap kejadian yang saya alami dikaitkan dengan "request" terselubung saya yang dulu2 mencoba diingat kembali. Ah ternyata banyak kejadian yang sesuai dengan permintaan saya. Alhamdulillah ..
Request terselubung itu terkadang dalam gumaman kita, yang terbersit dalam benak, yang tertulis dalam status, yang tergores dalam diary, yang terucap kala marah, sedih dan bahagia. Daaan banyak lagi.
Contoh kasus yang saya alami di antara tahun 2013-2015 saya membeli 1 buah buku berjudul "Pokoknya Menulis" karangan Prof. DR. Alwasilah almarhum, kala itu sang Prof. belum meninggal.
Saya ingat dalam salah satu catatan buku itu beliau menuliskan tentang meminta pendapat pada anaknya yang bernama Susan Seni Alwasilah.
Dalam buku itu beliau cerita anaknya ini masih kuliah alias berstatus mahasiswa. Selintas dalam benak saya bergumam "pengen ketemu dengan Susan Seny Alwasilah deh!" karena dalam buku tsb. Beliau digambarkan sebagai sosok penulis yang hebat.
Sudah!! Begitu saja, berlalu tanpa ada ikhtiar apapun untuk bertemu atau apalah karena hanya sebatas gumaman belaka. Jam berganti hari, hari berganti bulan, bulanpun berganti tahun.
Dalam satu kesempatan membaca poster lomba penulisan karya setingkat ASEAN, tertarik untuk mengirimkannya dan lolos kurasi! Selanjutnya mendapatkan pemberitahuan melalui email dan ketika membuka, membacanya sampai ujung kalimat terakhir sedikit mengernyitkan dahi dimana pada bagian bawah surat berkop AWWA (Asean Woman Writers) tsb tertera nama DR. Susan Seny Alwasilah sebagai President of AWWA.
Selang beberapa bulan di tanggal 26 Oktober 2017 takdir Allah saya dipertemukan dengan perempuan cantik ini dalam satu kesempatan peluncuran buku "short stories from arround the world".
Subhanalloh!! Saya sangat meyakini betapa satu kalimat saja yang terlontar maka respon semesta akan berusaha dengan segala cara membuatnya menjadi nyata!
Banyak kasus lah, baik yang dialami sendiri maupun teman sekitar. Saya sajikan satu case yang menarik, pengalaman dari seorang teman ketika ia berada di jalan tol tepatnya kemarin maghrib tetiba ia merasa linglung semua pandangannya terasa berputar, mobil yang berada di depannya berasa berkumpul menjadi satu arah dan berada di tengah.
Dapat anda bayangkan ketika pergerakkan kendaraan dalam kondisi cepat dan gempa tak terelakkan mau dalam posisi apapun kita hanya bisa berdoa dan berpasrah diri.
Lantas ia beristighfar sekuat tenaga, dan lalu apa yang terjadi dalam hitungan menit jalanan kembali normal pandangannyapun kembali terarah dan mobil2 yang menumpuk di satu area kembali terurai.
Salah satu bukti bahwa ketika suatu takdir buruk sudah digariskan jika saja manusianya mau merubah dengan ikhtiar, istighfar maka Allah menjamin akan menjadikannya baik.
Case yang lain, saya ingat2 kembali, ketika satu pertemuan dengan seorang teman baru dari tetangga provinsi sempat menggumamkan sesuatu .. Dan sepertinya akan terjadi karena tanda2 nya sudah dalam pandangan mata.
Wallohu alam .. Semua kejadian, semua arah penjuru angin, semua alam semesta ini ada dalam genggaman Nya.