Showing posts with label BANDUNG. Show all posts
Showing posts with label BANDUNG. Show all posts

Monday, 24 July 2017

Dalam Rahim Semesta

Kali ini tulisan saya mengenai pengalaman yang saya sadari .. dulu-dulu beberapa tahun yang lalu setiap moment apapun kejadiannya selalu saya anggap itu BUKAN bagian dari diri saya, bukan jawaban dari semesta Bukan jawaban dari Allah atas setiap doa-doa atau kata-kata yang saya lontarkan, maka saya ngotot mempermasalahkan atau sibuk menyalahkan diri dan orang lain yang akhirnya membuat depresi dan sempat menyalahkan keadaan.

Sebenarnya banyak moment yang yang kita alami merupakan gaya daya tarik dari diri kita, termasuk saya ngetik tulisan ini mungkin .. mungkin bisa jadi tulisan ini menghampiri anda merupakan jawaban semesta atas kegalauan anda dalam menghadapi satu kejadian.. 
Mungkin lho yaaa ...
kenapa saya bilang mungkin, karena dalam hidup ini selalu ada dua opsi yaitu KEMUNGKINAN dan KEPASTIAN.

Contoh kecil dua hari ini, sahabat saya dia lagi nyoba jalanin bisnis taksi online yang lagi booming di Kota Bandung, iseng daripada mobilnya nganggur, lama kelamaan ada dorongan untuk dapetin orderan tinggi dan menguntungkan. lumayan lah property (mobil) yang dimiliki bisa membiayai dirinya sendiri setidaknya nggak merogoh kocek pribadi dari alokasi lain. Seperti beli accesories dan service bengkel.

Di salah satu obrolan hangat mengenai taksi online ini dalam hiutngan minggu sahabat saya ini sudah pandai membaca area mana saja yang ongkosnya menguntungkan dan area yang cash flownya standard. Manusiawilah setiap manusia pengennya untung kan?. Dari obrolan tersebut dia sempet ngelempar omongan gini, 

 "Kayanya aku mesti dapet orderan daerah kamu deh, soalnya kalo pick up daerah sana ongkosnya mahal-mahal meskipun jaraknya pendek" 

Saya iyain aja ...

Nggak kepikiran kalo jarak rumahnya dia ini sangat jauh dari rumah saya, pakai motor aja kalo jalanan lancar bisa setengah jam ini apalagi pake mobil .. bisa jadi nambah waktunya agak-agak mikir lagi.

nah, ada satu kejadian unik, hari ini ketika dia masih di rumah, iseng nyalain aplikasi eh malah dapet orderan di daerah saya dan anda tau ?! orderan masuk di kategori "rush hour" jam sibuk! jalanan Bandung dalam jam sibuk sangat unpredictable .. apalagi daerah saya termasuk lokasi yang banyak jebakan macetnya.

Saya bilang .. dan mencoba mengingatkan beliau, jangan mengeluh itu kan sesuai obrolan kita kemarin, pengennya dapet orderan daerah saya ... langsung dia reset deh tu.

So,. gaes, Semua sudah Allah siapkan rizki kita, kehidupan kita dan semua tergantung kita yang mengolahnya, Allah mengutus banyak makhluk untuk dapat disingkronkan dengan kehidupan kita termasuk pertemuan tulisan saya dengan mata anda ... ;)

Saya yakini ini. 
 "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika ia tidak mengubah nasibnya sendiri"

"Aku perkenankan setiap doa dari hamba-hambaku yang sholeh", berarti saya termasuk kategori orng sholeh karena setiap doa yang saya lontarkan, gumamkan selalu ada jawabannya .. hahaha  ...termasuk jawaban bahwa keinginan saya yang akan, ingin dilakukan mendapatkan petunjuk dari lingkungan yang saya temui dan maknai.

Ekperimen ... dan berlaku baik lah terhadap diri dan sesama.



Monday, 3 July 2017

BANDUNGKU

Postingan Bang Tere ni soal Kotaku, saya tambahin foto kolpri hasil semalem jalan2 wiskul di Sudirman Street .. Wiskul baru besar bisa di bandingin sama yg Singapore punya .. Cekidot gaes
*Bandung Teaa*
Saya bukan penduduk asli Bandung. Saya pendatang. Pertama kali saya ke Bandung tahun 2007. Pengangguran waktu itu, lantas dapat kerjaan di Bandung. Keren betul tempat kerjanya, di Rektorat ITB, disuruh bantu2. Saya ingat betul. Saya tiba di Bandung siang hari, bawa ransel besar. Namanya pendatang, maka saya nyari kost-kostan. Dapat di daerah Cisitu, alhamdulillah, bisa jalan kaki ke ITB. Nasib datang dari daerah lebih panas, ampun dah, butuh seminggu baru saya terbiasa mandi pagi-pagi. Dinginnya tak tahan.
Tujuh bulan saya nge-kost di Cisitu. Kelar kerjaan di ITB, jadilah saya pengangguran lagi. Balik ke Jakarta, nyari pekerjaan lain. Lantas wusshhh, singkat cerita... tiga tahun berlalu, tibalah takdir Tuhan, 2010, saya kembali ke Bandung, kali ini menetap, ngontrak di dearah Antapani. Sepertinya betah. Terhitung hingga hari ini, itu berarti sudah 7 tahun saya menetap di Antapani Bandung.
Kota Bandung selalu istimewa. Eh, itu Yogya, yang istimewa. Bandung pakai istilah lain saja, spesial. Yeap, kota Bandung selalu spesial. Tahun 2007, kotanya masih relatif sepi. Kemana2 gampang, cepat dan tidak pakai macet. 10 tahun berlalu, jalanan padat. Tapi tidak mengapa, kota lain juga begitu. 10 tahun berlalu, kota Bandung juga tidak sedingin dulu. Tapi tidak mengapa, dibanding Jakarta, Surabaya, waah, tetap jauh lebih dingin di Bandung. Dulu, masih banyak sawah, sekarang diganti perumahan. Dulu, Mall atau pusat keramaian masih terbatas, sekarang dimana2 ada mall besar.
Terlepas dari masalah metropolitan-nya, saya suka tinggal di Bandung. Melewati jalan layang Pasopati. Melintas di jalan Asia Afrika, menatap bangunan2 bersejarah. Atau Mesjid Raya Bandung. Atau melewati jalan Riau yang penuh factory outlet. Jalan dago, yang ramai. Cicadas, buah batu, cicendo, pasteur, gedung sate, stasiun, bandara, wah, banyak betul daftarnya.
Tapi sayangnya, saya tidak pernah belajar bahasa Sunda dengan serius. Bertahun-tahun menetap di sini, duuh, kosakata bahasa Sunda saya terbatas sekali. Paling hanya punten, hatur nuhun, kumaha damang, bade kamana, aya naon, sakedap deui, itu-itu saja yang saya tahu. Apa daya, bahkan menyebut nama2 tertentu juga tidak fasih. Ciumbuleuit, Cicaheum, Cileunyi, monyong-monyong dah tuh mulut tetap tidak pas juga.
Di Bandung nyari makanan itu gampang. Ujung ke ujung ada warung makanan. Mulai yang sederhana, sampai yang top sekalian. Mulai yang reputasinya level kampung, hingga melanglang buana kemana-mana. Tempat nongkrong juga banyak di sini. Mau yang simpel cuma warung kopi, atau yang view-nya satu kota gemerlap tak terkira. Juga tambahkan toko2 makanan franchise nasional ataupun internasional, mudah sekali nyari makanan di Bandung.
Tempat wisata juga banyak--meski sebenarnya tidak semua di kota Bandung. Ada Gunung Tangkuban Perahu, mobil bisa langsung parkir di depan kawahnya. Ada Kawah Putih Ciwidey (errr, sy belum pernah kesini). Juga kawasan wisata lainnya. Mau main air, main seluncuran, kemping, naik kuda, metik strawberry, lengkap sekali pilihan di Bandung. Tidak bisa dipungkiri, penduduk Bandung juga kreatif. Maka wisata2 yang terkait kreatifitas banyak di sini. Di Bandung itu, saking kreatifnya, nama2 tempat itu bisa ada maknanya. Misal, tahu Cihampelas? Itu artinya ‘cinta hampa tak terbalas’. Sukajadi, itu ‘suka tapi gak jadi-jadi’. Antapani, ‘antara cinta tapi gak berani’. Ampun dah, jomblo di Bandung itu memang kreatif.
Ah iya, jangan lupakan, bicara tentang Bandung, tak lengkap jika tidak membahas tentang Persib. Salah-satu klub bola dengan fans terbesar di Indonesia. Jangan coba2 tiba di Bandung pas final penting sepakbola, dan Persib salah-satu yang main di final tersebut, bakal susah nyari angkutan umum. Taksi malas narik. Mau yang konvensional ataupun yang online, mereka asyik nonton daripada narik. “Pak, gimana ini? Narik nggak?”, “Nanti dululah dek, saya nonton Persib dulu.” Arghhh...
Kalian pernah datang ke Bandung? Semoga selalu berkesan kunjungannya. Penduduk Bandung ramah-ramah, loh. Atau buat yang belum pernah ke Bandung, semoga besok-besok kesampaian melihat kota ini. Jangan lupa mencicipi cireng, seblak. Kalau mainnya pas Sabtu-Minggu, maklumi kalau macet, Bandung memang justeru macet pas weekend. Semoga kunjungan kalian selalu spesial.
*Tere Liye

Tuesday, 11 April 2017

MENJIJIKAN YANG POPULAR

Lagi happening makanan dari Jepang, namanya Ramen Serangga seperti di kutip dari laman Pikiran Rakyat, 10 April lalu "kurang dari empat jam, rumah makan bernama Ramen Nagi itu menjual 100 porsi menu mi dengan nama Insect Tsukemen" ,,, ayayay ... jijay .. ittuu sampe ngantri juga cafenya.. beuugh .

Meskipun dalam penelitian serangga-serangga itu banyak mengandung protein dibandingkan dengan telur, bagus untuk zat pembangun tapi kalo di suruh makan yang begituan mah ah mikir dulu! banyak pilihan makanan lain kan? ... apalagi di Bandung, surga nya kuliner ... "ngabirigidig" liatnya juga .. asa inget Riani Djangkaru, presenter JP yang makan ulat mentah-mentah, jadi arateul liatnya.

Inget kejadian beberapa puluh tahun lalu juga, saat masih ABG seusia SMP, cerita seorang temen yang jahil dia pengen makan di resto tapi kagak punya duit. Triknya biar gak bayar dia ngeluarin kecoa sama kroto di tabur di makanan yang udah dimakan dan hampir habis! trus complaint ke waitress nya .. hasilnya melenggang keluar resto tanpa bayarrr ..
deeuuh klakuaaan ... #dont try this ya guys ... heeee

Nah, sekarang malah sengaja ya tu Ramen di taburin serangga .. weleehh .. denger kata ustadz, kalo makanan yang sekiranya menjijikan yaaa kategorinya "makruh" untuk dimakan ...

Hadeuuuh aya-aya wae ...

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...