Showing posts with label Pengembangan Diri. Show all posts
Showing posts with label Pengembangan Diri. Show all posts

Saturday, 2 March 2019

DAHSYATNYA SENTUHAN (HAPTIC)

Pengalaman ini didapat dari ruangan praktek Prof.Dr. Djauhar Ismail,SpA, MPH, PhD. di klinik tumbuh kembang RS Sardjito, dari  Ummu Nugtha.

Tidak lama saya berada di ruangan ini hanya sekitar 20 menit, namun luar biasa tamparan besar buat saya, karena kekurangsyukurnya saya, karena kesombongan saya, karena keterlenaan saya.

Ruangan klinik tumbuh kembang masih sepi hanya ada 3 pasien..

Sudut pandangan yang pertama, duduklah saya disamping seorang ibu yang sangat muda menggendong babynya yang sepertinya microchepaly (ukuran kepala kecil) yang artinya membuat perkembangan motorik anak menjadi terganggu, di usianya yang sudah 9 bulan, dia belum sanggup mengangkat kepalanya. Yang membuat saya kagum si ibu ini hanya datang sendiri tanpa suami dan keluarganya. Padahal dalam keadaan demikian saya yakin perempuan butuh laki-laki.

Di sudut pandangan sebelah timur, tampak seorang ibu yang sudah kelihatan agak sepuh sedang menitah anaknya. Ya, anak itu sudah berusia 5 tahun tapi belum bisa berjalan, menurut sang ibu (sebelumnya saya kira neneknya) anaknya terdiagnosa down syndrome. Dan lagi-lagi ibu itu hanya ditemani oleh anak perempuannya yang masih SMA.

Di sudut pandangan depan saya, seorang anak sedang di terapi speech delayed. Dia masih kesulitan dan malas bicara padahal usianya sudah 4 tahun. Hanya ada 2 kata yang selalu diucap yaitu mamah dan maem. Dan sekali lagi tidak tampak sosok laki-laki di dekatnya, hanya ada mamah dan neneknya.

Tidak berapa lama, beliau datang dan meminta saya ke ruangan dan tidak sampai 3 menit urusan acc ujian beres, selebihnya kami banyak berbincang. Penasaran saya tanyakan makna dan maksud beliau memajang gambar "FATHER'S TOUCH".

Penjelasan beliau panjang lebar yang intinya saat ayah memeluk, menyentuh sesungguhnya ia sedang mentransfer kemampuan dan kemandirian pada diri anak. Selain itu aspek yang sifatnya berani berinteraksi dengan figur otoritas yang dimiliki ayah.
Hmmmm....dalem sekali maknanya.

Beliau mengatakan,
" Coba, njenengan lihat di ruangan ini mana anak yang diantar ayah, kakek atau om atau pakdhenya?.." hehee iya juga ya.

Tak heran jika banyak anak perempuan yang dekat dengan ayahnya akan tumbuh sebagai pribadi yang tangguh. Tentu tak heran pula jika banyak para gadis kemudian berusaha mencari dan menikahi laki-laki pujaannya kelak yang memiliki sifat dan sikap seperti ayah yang dikaguminya.

Sedangkan pelukan dari ibu akan mentransfer sifat penuh kasih atau empati pada anak. Ibu itu figur afeksi, yang ketika anak sakit, ia akan memeluk anak maupun mengambilkan obat untuk anak. Anak yang sering mendapat pelukan ibu akan menjadi pribadi yang mudah memberikan kasih sayang atau rasa simpati kepada orang lain.

Ditilik dalam kehidupan nyata, ayah memang tak selalu intens dalam memberikan pelukan kepada anak.

Bisa jadi, ayah yang sulit memeluk dulunya juga mungkin jarang dipeluk....(ehmmmm.....)

Karena si ayah tumbuh dan berkembang jarang dipeluk, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya. Tetapi kalau ia biasa dipeluk, ia akan memeluk anaknya. Dalam penelitian yang dirilis dalam buku The Miracle of Hug, mengungkap bahwa pelukan orangtua kepada anaknya dapat membangun konsep diri yang positif, mengurangi emosi negatif seperti kesepian, cemas atau frustasi, serta meningkatkan kecerdasan otak, merangsang keluarnya hormon oksitosin yang memberikan perasaan tenang pada anak.

Dengan pelukan pula, anak akan merasa dicintai dan dihargai. Anak yang sering mendapat pelukan dari orang tuanya akan lebih efektif sembuh dari depresi, dan akan timbul rasa percaya dirinya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Bahkan, pelukan saat inisiasi dini, sesaat setelah bayi terlahir ke dunia, akan mentransfer sejenis mikroorganisme yang membuat daya tahan tubuh bayi semakin kuat.

Tak perlu khawatir dengan mitos yang mengatakan bahwa anak yang sering mendapat pelukan akan menjadi cengeng. Lupakan paradigma kalau anak saya laki-laki harus bermental kuat, kalau dipeluk-peluk nanti melempem.

Enyahkan pikiran kalau anak saya cuman perempuan satu-satunya ini, dengan didikan "kenceng" supaya dia mandiri tidak manja. Tegas, mandiri, kuat tidak harus dibentuk dengan kekerasan (verbal atau fisik sekalipun).

Banyak pakar yang sudah ber-quotion bahwa sentuhan dan pelukan orangtua kepada anaknya sungguh memiliki kehebatan luar biasa yang tidak dimiliki obat-obat ciptaan dokter di dunia.

Jadi, siapkan sentuhan dan pelukan terbaik untuk anak-anak tersayang. Minta maaflah dan istighfarlah sudah sering bertindak "kasar" kepada anak-anak.

Monday, 4 February 2019

MANIFESTASI KEINGINAN BIAR CEPAT TER REALISASI DALAM KACAMATA VIBRASI RASA

Oleh Lia Kurniawati


Setiap kita pasti punya keinginan apapun bentuknya dan kadang keinginan ini diucapkan secara sadar melalui lisan, dalam ritual doa, atau terbersit dalam hati. Sesuai judul manifestasi keinginan agar cepat terealisasi. Kata manifestasi adalah perwujudan jadi keinginan mewujud itu menjadi kenyataan, keinginan itu sesuatu yang ada di dalam, sedang realita adalah seuatu yang terjadi  di luar sedangkan manifestasi adalah proses dari dalam menuju realisasi.

Banyak dari kita berpikiran bahwa mewujudkan keinginan jalur perwujudan dari keinginan,  dari doa2 kita hanya satu jalur, jalur yang mungkin kita anggap reguler atau pada umumnya. Misalnya anda lagi sakit pengen sembuh, kalau jalur reguler ya sakitnya berkurang-berkurang dan berkurang langsung sembuh atau sakitnya hilang. Kasus lain ketika banyak hutang, bayar, bayar tiba-tiba tau tau udah lunas aja. Atau perhatian anda ingin umroh, anda sudah buka rekening tapi tak jua bertambah eh tau-tau ada rejeki nomplok langsung bisa pergi umroh.

Padahal jika kita mengamati dengan baik, ada jalur yang tidak banyak disukai oleh kebanyakan orang padahal jalur ini sering terjadi dan ini merupakan satu pilihan yang tidak bisa dihindari apabila kita menginginkan sesuatu dimana kita belum pantas. Biasanya akan diarahkan pada jalur ini bukan ke jalur reguler atau sama dengan ketika anda menginginkan sesuatu dalam berdoa kayak minta baju, misalnya anda minta baju ukuran XL sementara Tuhan melihat badan anda kecil, lain  karena kita tidak mau mengganti doa atau keinginan kita tetap memilih XL maka tidak ada opsi lain untuk  Tuhan mau tidak mau membesarkan badan anda supaya ukuran baju XL yang anda minta muat dipakai oleh anda. Atau sebaliknya permintaan baju kita ukuran S sementara tubuh kita gede, maka tidak ada pilihan lain bagi tuhan mengecilkan tubuh kita biar pas dengan ukuran bajunya.  

Keinginan itu kudu pas, keinginan itu seperti baju jadi kita kebesaran atau kekecilan, na ini kudu pas! ketika permintaan ini pas dengan kepantasan kita itu seperti badannya sesuai dengan baju yang kita pakai.   Tapi ketika anda meminta baju yang tidak relevan ukurannya, maka yang sering terjadi anda akan dipantaskan melalui jalur manifestasi non reguler atau jalur ekstrimisasi.

Jalur ekstrimisasi itu satu mekanisme atau manifestasi doa yang sedang di alami oleh orang tersebut itu di pentokin sampai titik maksimal baru akan berbalik pada sebuah jalur yang anda harapkan. Contohnya ketika anda punya utang kemudian minta dilunasi, misalnya
Ada dua jalur manifestasi (proses) keinginan atau manifestasi doa,
  1.       .   Ketika meminta kudu siap apa yang pantas dengan kita
  2.        .  Ketika menginginkan sesuatu maka kita akan dipantaskan dengan ektremisme kejadian-kejadian yang anda hadapi.

Tidak ada keinginan yang tidak didengar, tidak ada keinginan yang tidak dikabulkan oleh Allah semuanya diproses, semuanya dimasukkan dalam manifestasi hanya saja jalurnya tidak  selalu kita harapkan tapi bisa juga melalui jalur kepantasan. Intinya sabar dan ikhlas.

Friday, 21 September 2018

TERABAIKAN, LUPUT DARI PERHATIAN, SIAP-SIAP MELEPASKAN

Sebenarnya ini skema semesta, artinya berlaku umum siapapun mengalaminya. Saya ambil contoh pengalaman saya beberapa waktu lalu ya ..

Saya memakai hp android dual sim, dan satu hp lagi sama dual sim tapi hp ke-2 ini minim aplikasi hanya sbg cadangan jika android lowbatt, hanya bisa sms & tlp saja. Sedangkan saya hanya memakai 2 nomor maka kedua nomor tsb saya bagi.

Karena berbagai aktifitas saya mayoritas menggunakan andoid otomatis yang seringkali digunakan, berinteraksi, dan pikiran saya ketika nyari hp yang dicari ya yang android. Adapun hp yang satu lagi saya cari kalo ingat.

Satu kali terbersit kepikiran rasanya kurang efektif bawa 2 hp  "gimana caranya supaya hp yang ono ga saya pake lagi?"

Selang beberapa hari kemudian hp putih samsung saya tergeletak diatas rak piring tak jauh dari pongahnya mesin cuci. Bercucuran air ketika saya ambil dan menggenggamnya.

Ya Alloh!
Ternyata dijawabnya dengan cara begini .. Saya tanya pada orang rumah, dan ibu yang jawab ..
"itu hpnya ke giling mesin cuci abis gak tau kalo di saku bajunya ada hp!" 

Udah! Gitu aja .. Abis riwayat ..

***

Skema semesta itu punya sistem yang seringkali tidak kita SADARI. Namun yang saya amati dan alami
*Ketika kita bingung, mencari jawaban,   bertanya sesuatu hal namun tak yakin bertanya pada siapa .. Jangan terlalu terlebih Galau atau khawatir karena cepat atau lambat SEMESTA akan menjawabnya dengan hal-hal yang tak terduga.*

Jadi saran saya .. Ketika kita membutuhkan jawaban akan hidup, Bertanyalah dengan bijak ..

Ada Interaksi => Perhatian => Dalam Genggaman

Tidak ada interaksi => luput dari perhatian => siap melepaskan

Dari kedua skema diatas, coba anda amati teman anda yang masih keep in touch berinteraksi dengan anda pastinya ia selalu ada meski just say hello.

Tapi ada juga yang masuk dalam skema kedua .. Tidak ada interaksi, kepikiranpun kagak otomatis luput dari perhatian anda maupun dia dan lalu siap-siap mengikuti seleksi alam .. Pergi dan menghilang!

Demikian, semoga menginspirasi ..
By LK 🤓

Monday, 16 July 2018

Memahami Tinggi Rendahnya Vibrasi Diri Sendiri

Kita pasti pernah merasakan getaran energi seperti, “orang ini memiliki aura negatif,” “tempat ini memiliki suasana yang damai dan nyaman,” atau “dia sangat enerjik.” Namun, sedikit dari kita belum mampu memahami kedalaman ekspresi yang ditunjukkan dalam peristiwa sehari-hari.

Secara naluriah, pada tingkat primal dan intuitif, kita dapat merasakan bahwa segalanya tidak hanya terdiri dari energi, tetapi energi ini bervariasi dalam kuantitas dan kualitas secara drastis dalam kehidupan kita sehari-hari. Yuk, kita pelajari bersama-sama.

Pernahkah Anda berada di sebuah terminal bus yang sibuk dan ramai, dan merasakan perasaan “berat” atau “pengap”? Atau apakah Anda pernah pergi ke alam bebas dan merasakan rasa batin “ringan” atau tenang?

Ini adalah contoh sederhana dan cukup umum dari kemampuan kita untuk “mengakses” frekuensi yang berbeda dari energi dalam kehidupan kita.

Jadi, apa maksudnya vibrasi (getaran) “lemah” atau “kuat”? Dan apa keterkaitannya ke dalam peristiwa sehari-hari? Jika Anda belum pernah mendengar hal ini sebelumnya, atau jika Anda penasaran untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang dimaksud tinggi atau rendahnya tingkat vibrasi, teruskan membaca!

Cara sederhana mengetahui tinggi dan rendahnya vibrasi
Getaran tinggi/kuat, umumnya terkait dengan sifat-sifat dan perasaan positif, seperti cinta kasih, memaafkan, welas asih, dan perdamaian dsb. Di sisi lain, getaran rendah/lemah, berhubungan dengan kualitas yang lebih gelap seperti kebencian, ketakutan, keserakahan, dan depresi, dll. Saya akan mengeksplorasi lebih jauh tentang getaran rendah dan tinggi di bawah ini.

Pada dasarnya, semakin tinggi getaran Anda, maka akan semakin terhubung dengan diri Anda yang lebih tinggi, batin, keilahian, kesadaran, jiwa tercerahkan, atau banyak kata lain untuk menggambarkan sifat sejati Anda. Ini juga berarti bahwa semakin rendah getaran Anda, maka semakin tidak sinkron dengan semesta yang lebih tinggi, dan akan menghadapi lebih banyak konflik dalam hidup.

Tanda-tanda memiliki getaran rendah atau tinggi

Sebelum membaca daftar di bawah ini, Anda harus ingat 2 hal.

Pertama, setiap orang jarang pernah bisa mencapai 100% vibrasi positif. Pasti ada kemungkinan mengalami naik-turun frekuensi getaran 25% tinggi dan 75% rendah, 55% tinggi dan 45% rendah – dan sebagainya. Jadi, jangan terburu-buru memberi label hitam/putih.

Kedua, temukan apakah Anda memiliki getaran rendah atau tinggi yang benar-benar bisa membantu. Tapi, berhati-hatilah menggunakan label ini terhadap orang lain (misalnya “dia memiliki getaran rendah, malas dekat dengannya!”).

Ironisnya, hal ini justru akan menurunkan getaran Anda sendiri akibat menilai negatif terhadap orang lain. Itulah sebabnya, metode ini paling baik digunakan sebagai alat untuk lebih mengenali diri sendiri. Jadi mulai sekarang belajarlah mengenali apa jenis getaran yang Anda miliki, dan bagaimana dampaknya terhadap hidup Anda?

Tanda-tanda jika Anda memiliki vibrasi rendah
Anda merasa seperti “tersesat” atau kehilangan arah dalam mengarungi samudera kehidupan, tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Anda berjuang dengan sikap apatis, mengembangkan sikap acuh terhadap diri sendiri dan orang lain.

|Anda secara spiritual jauh dari Sang Pencipta.
|Anda secara emosional reaktif. Mudah terpancing dengan isu-isu yang berkembang.
|Anda merasa lelah dan lesu. Tak bersemangat mengejar cita-cita.
|Anda memiliki pandangan sempit terhadap dunia.
|Anda sering merasa putus asa.Anda merasa pesimis untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk.
|Anda memiliki bayangan diri yang menonjol.
|Anda bergelut dengan penyakit kronis.
|Anda secara fisik merasa tidak mampu dan tidak sehat.
|Anda memendam perasaan seperti kebencian dan kecemburuan.
|Anda merasa sulit untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain.
|Anda menderita rasa bersalah (yaitu Anda terus-menerus merasa bersalah tentang sesuatu atau mencari-cari kesalahan).
|Anda benar-benar tidak tahu apa yang Anda inginkan dalam hidup.
|Anda terus membuat pilihan yang salah.
|Anda punya masalah kesehatan mental seperti kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif, atau depresi.
|Anda merasa sulit untuk melihat keindahan dalam hidup walau kecil.
|Anda selalu merasa tidak puas.Hubungan Anda dengan orang lain terus-menerus memburuk, bukan membaik.
|Anda terlalu sinis dan skeptis.
|Anda argumentatif.
|Anda banyak mengeluh.
|Anda memiliki masalah penyalahgunaan obat-obatan dan minuman keras, tindakan asusila.
|Anda menyabotase diri sendiri.
|Anda lebih berfokus pada hal yang negatif dalam hidup.
|Anda kesulitan merasa bersyukur.

Tanda-tanda jika Anda memiliki vibrasi tinggi
|Anda sadar diri (yaitu Anda sadar apa yang Anda katakan, lakukan, pikirkan dan rasakan, serta memiliki pengaruh pada orang lain).

|Anda mudah berempati terhadap orang lain, dan Anda membuat kebiasaan melihat melalui mata orang lain.
|Anda sangat kreatif dan sering dipenuhi ide-ide dan inspirasi.
|Anda seimbang secara emosional.Anda merasa terhubung dengan kesatuan (misalnya kehidupan, ketuhanan, cinta).
|Anda memiliki rasa humor terhadap kehidupan.
|Anda tidak mengambil beban kehidupan terlalu serius.
|Anda secara teratur merasa bersyukur terhadap apa yang sudah Anda miliki.
|Anda mudah tersenyum dan tertawa.
|Anda tidak mengalami banyak kekecewaan karena Anda tidak melekat pada hal-hal (kenyamanan duniawi misalnya materi, jabatan, indulgensi dsb).
|Anda disiplin. Menghargai waktu.
|Anda tahu pasti dan mengenali apa yang membuat anda senang namun tanpa mengabaikan melakukan kebaikan untuk orang lain.
|Anda tidak perlu banyak usaha untuk merasa bahagia dimanapun dan kapanpun.
|Anda selaras dengan tubuh Anda dan kebutuhannya.
|Anda sering merawat diri sendiri.Anda sering mengasihi orang lain.
|Anda sering mengalami sinkronitas dengan diri anda, orang terdekat dan lingkungan.
|Anda tinggal di masa sekarang daripada masa lalu atau masa depan.
|Tubuh terasa bugar dan sehat.
|Keseimbangan dalam memilih makanan nabati, buah dan hewani.
|Anda mudah membebaskan diri dari kekacauan hidup.
|Anda memaafkan diri sendiri dan orang lain dengan mudah.
|Anda merasa seolah-olah Anda telah menemukan panggilan hati dalam hidup Anda.
|Peluang dan pintu baru secara spontan selalu terbuka lebar dalam hidup Anda.
|Kesabaran datang dengan mudah untuk Anda.

Tujuan kita dalam mengenali lebih jauh tingkat “vibrasi rendah” dan “vibrasi tinggi,” adalah untuk menjadi sadar apa yang bisa Anda perbuat dan apa yang bisa diperbaiki dalam perjalanan evolusi batin atau involusi Anda. Selamat mencoba.

#rewrite

Thursday, 12 July 2018

Sincronize Doa

Saya pernah nulis artikel isinya kurang lebih begini "Allah sesuai prasangka hambanya, maka berprasangka baik lah pada Nya". Ketika kita sudah melakukan ikhtiar terbaik namun tak dikabulkannya, prasangka lain muncul mungkin tempat itu bukan terbaik untuk kita ... Bisa jadi.

Kemungkinan kedua nya, jika sudah berprasangka baik, bisa jadi prasangka baik dari orang terdekat kita malah yang didengarkan-Nya .. Misal ibu kita? telaah lagi dan telusuri lagi .. Pedekate lagi terhadap orang-orang terdekat kita lalu sincronize!

Sinkron kan, doa mereka dengan doa kita apakah klik, klop atau tidak?! Nah ini yang saya alami .. Menyoal "sincronizing doa!"

Flash back dulu ..
Bukan kebetulan seminggu ini asam lambung saya naik, ulu hati terasa panas, sempet eungap ga bisa nafas. Enam hari yang lalu selepas pulang dari kantor pengawas pemilu jalanan sudah sepi lengang, berbaur dengan dinginnya angin malam, langit pekat nyaris tak terlihat awan berarak. Artinya saya pulang larut malam ..

Turun dari mobil  ibu yang membukakan pintu, melihat saya cemas mendengar laporan dari teman yang nganterin saya pulang saya gak bisa nafas dan terhuyung kesakitan.

Anak-anak .. Waktu itu sedang bersama ayahnya, jadinya kita hanya bertiga para perempuan .. Setelah rebahan, Saya coba setting kesadaran saya, tarik nafas dalam-dalam, bantal yang nyaman, kaki selonjor sempurna meski ulu hati terasa diatas bara, nafas tersengal-sengal pendek dan rupanya dada kiri sudah gak mau berkompromi turut teriak-teriak kesakitan.

Ibu langsung pijit-pijit bagian betis, saya minta beliau mijitin telapak kaki yang mulai seperti es .. Entah karena cuaca kemarin sampai 16 derajat ataukah memang kondisi badan saya yang menurun.

Mereka berdua bergiliran mengurusi badan saya yang tergolek. Saya merasakan bagian tubuh mana letak sakitnya dan bagian mana yang ingin saya koreksi berharap jalur urat-urat syaraf yang terpijit dapat memperbaiki kondisi yang dirasa.

Sekira 30 menit berlalu, setelah perjuangan mereka menyediakan air panas di botol beling karena waterzax yang robek karena kualitas karet mentahan yang tak tahan lama dan pijitan-pijitan sekujur tubuh akhirnya hirupan nafas mulai memanjang, ulu hati tak lagi membara, teriak dada kiripun mulai sedikit sayup ..

***
Barusan ngobrol sama momsky!
Ternyata doa saya dan doa nya beliau selama ini ngga SINCRON! dan Allah lebih berpihak padanya ..

Otak yang sedang memanas, mendidih penuh dengan strategi ini dan itu seketika nyeesss! Byaaar .. Reset strategi! Reset tujuan hidup

Yaaa sudah lah ..
Ternyata jawaban dari pertanyaan2 saya sebelumnya

"mengapa hasilnya begini, tapi harapan, doa dan ikhtiar saya begono jadi hasilnya mesti begono ... Dan sebagainyaaa ..
Terlalu ngikuti teori relatifitas ..

A+B=C

Dan hasilnya ga semua sesuai rumus matematis itu .. Ada hal lain yang jadi penentu keberhasilanmu yaitu doa ibumu!

Camkan itu nak! 😶

Sunday, 8 April 2018

Saat Kehidupan Orang Lain Selalu Indah

"Enak ya hidup lo… Kerjaannya jalan-jalan melulu. Pokoknya nggak pernah susah, deh!”

Komentar selentingan macam itu makin sering terdengar, baik dalam percakapan langsung maupun melalui media sosial. Sering kali kita cuma bisa angkat alis menanggapinya. Sering kali yang berkomentar cuma melihat ujungnya—sisi paling luar dari kehidupan seseorang saja. The tip of the iceberg.

Hampir feed dari beberapa akun media sosial saya isinya foto traveling teman-teman maupun orang yang saya follow. Sebagian besar menampilkan gambar yang menakjubkan, bikin saya mampu membayangkan betapa serunya momen liburan tersebut.

Sayangnya, reaksi orang bisa saja jauh berbeda. Bahkan cenderung kasar dan tidak simpatik. Ada yang menyerang IG post selebgram karena dianggap doyan pamer dan, alasan paling terkenal, hidupnya terlihat nggak pernah susah. Ada yang galau berkepanjangan gara-gara nggak bisa mengikuti gaya liburan para Instagram moms populer lantaran nafkah nggak cukup.

Dari semuanya, ada kejadian ekstrem yang bikin geleng-geleng kepala. Saya pernah mendengar kisah tragis dari seorang teman, bahwa ada perempuan yang nge-fans banget terhadap figur publik yang akrab seliweran di media sosial, sampai-sampai memilih metode melahirkan sama persis seperti idolanya tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh maupun janinnya. Tak lama setelah lahir, bayi itu meninggal. Jauh di lubuk hatinya, ibu ini menyalahkan sang idola yang dianggap “selalu berhasil dan memiliki kehidupan indah”(seperti foto-foto yang selalu terpajang pada feed-nya), sedangkan dirinya tidak.

Apa yang orang tampilkan di media sosial tidak selalu mewakili kehidupan sebenarnya. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bisa saja itu merupakan tip of the iceberg; kita hanya melihat bagian akhir, bukan keseluruhan proses.

Namun, yang lebih ironis lagi adalah ketika kita membiarkan kehidupan kita ini, sadar maupun tidak, didikte oleh pilihan dan prioritas orang lain.

Terus, bagaimana sih kehidupan sebenarnya orang-orang yang kelihatan serba enak itu? Tidak ada yang pernah tahu, kecuali dia sendiri. Menduga-duga cuma bikin kita capek sendiri, dan lebih parah lagi, judgemental. Lebih baik coba terapkan prinsip sederhana ini: terserah mereka mau ngapain, selama nggak melanggar hukum, selama nggak merugikan hidup gue.

Selain yang di atas, apa sih yang sebaiknya kita lakukan saat melihat kehidupan serba indah di jagat medsos? In my honest opinion, here are some tips:

Jadikan motivasi. Pencapaian orang lain sebaiknya jadi penyemangat untuk mampu mencapainya juga Lihat sisi baik kehidupan kita.Sehat, mampu bernapas tanpa bantuan alat, berdaya mencari nafkah, dan segala kebaikan lain yang kita miliki semestinya membuat kita urung untuk membanding-bandingkan kehidupan kita dengan yang lain ‘kan? Intinya, bersyukur.Buka mata terhadap mereka yang kurang beruntung. Atau yang sedang tertimpa musibah. Biasakan diri untuk berempati terhadap kondisi orang-orang ini dan mendoakan kehidupan yang lebih baik untuknya. Namun, jangan sampai kitanya malah jadi “bitter”melihat kehidupan, ya.Finding inner peace. Seseorang akan selalu merasa iri dan insecuresaat dirinya sendiri tidak tentram. Cari tahu apa yang menghalangi kita mencapai ketentraman itu: apakah itu hubungan kurang langgeng dengan keluarga, ambisi yang terlalu besar, atau masa kecil penuh trauma? Selesaikan ini dan cari bantuan jika terasa berat untuk dipikul seorang diri.

Hikmah dari beragam post di media sosial, mulai dari candid mesra bareng kesayangan sampai rentetan holiday snaps, adalah yang menjadi prioritas orang lain belum tentu  prioritas kita. Dan begitu juga sebaliknya.

Jadi, bisa saja yang menurut kita “nggak penting banget” buat di-post, bagi orang lain ternyata penting.

Salah?

Nope. 

Tidak ada yang benar maupun salah soal ini. Semua kembali ke pertimbangan masing-masing 

Selain itu, derasnya informasi di luar sana bisa jadi ajang latihan untuk berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain, serta jangan iri terhadap kesuksesan-kesuksesan yang terlihat lebih menyilaukan dari milik kita. Yakinlah bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan Ia selalu memenuhinya.

Monday, 26 March 2018

TIDAK ADA YANG KEBETULAN

Assalamu'alaikum

Pernahkah...
Saat kamu duduk santai dan menikmati harimu, tiba2 kamu terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan utk seseorang?
-----> Itu adalah Allah...
Yg sedang berbicara dgn mu dan mengetuk hatimu. (QS 4:114 , 2:195 , 28:77)

Pernahkah...
Saat kamu sedang sedih, kecewa... tetapi tidak ada orang di sekitarmu yg dapat kamu jadikan tempat curahan hati?
-------> Itulah saatnya di mana Allah... Sedang rindu padamu dan ingin
agar kamu berbicara padaNYA... (QS 12:86)

Pernahkah...
Kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yg sudah lama tidak bertemu dan tiba2 orang tsb muncul atau kamu bertemu dgn nya atau menerima telepon darinya?
-------> Itu adalah Kuasa Allah yg sedang meng-hibur kamu. Tidak ada namanya kebetulan... (QS 3:190-191)

Pernahkah...
Kamu mengharapkan sesuatu yg tidak terduga, yg selama ini kamu inginkan... tapi rasanya sulit utk didapatkan?
------> Itu adalah Allah...
Yg mengetahui dan mendengar suara batinmu.. Dan hasil dari benih kebaikan yg kamu taburkan sebelumnya
(QS 65:2-3)

Pernahkah...
Kamu berada dlm situasi yg buntu... semua terasa begitu sulit... begitu tidak menyenangkan... hambar... kosong... bahkan menakutkan...?

Itu adalah saat di mana Allah mengijinkan kamu diuji, supaya kamu menyadari Keberadaan NYA. Dan Allah ingin mendengar rintihan dan do'a mu. Karena DiA tahu kamu sudah mulai melupakanNYA dlm kesenangan
(QS 47:31 , 32:21)

Sering Allah mendemonstrasikan KASIH dan KUASANYA di dalam area, di mana saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apakah kamu pikir tulisan ini hanya iseng terkirim padamu...?

TIDAK ! Sekali lagi TIDAK ada yg kebetulan...

Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu...
Rasakan kehadiran-Nya...
Dengarkan suara-Nya yg berkata:

"Jangan Khawatir, AKU ada disini bersamamu"
(QS 2:214 , 2:186, 50:16)

Wassalamualaikum

Sunday, 25 March 2018

Antara Tenar ataukah Ngga Ada Kerjaan

Generasi milenial, jadi bidikan utama banyak pengusaha. Karena generasi ini yang mendominasi dunia saat ini. Mulai dari tumbuhnya start up (pebisnis pemula) sampai pada profesional .. Mulai melirik segmen yang ini.

Generasi yang bergantung pada layanan online di setiap sendi kehidupan. Mungkin kah nanti ada toilet online dan ngelahiran lewat online juga? Punya anak tinggal di download .. Hahahah .. #mikir keras!

Thursday, 22 March 2018

RASA TAKUT AKAN MENGUAT, SAAT DIJAUHI, AKAN MELEMAH, SAAT DIDEKATI ...

Apakah ada di antara anda, yang sangat takut dengan hantu? ... Amati baik-baik, saat anda sedang ketakutan hantu ... Area yang anda takuti, pasti adalah area yang tidak anda lihat ... Misalnya, saat anda melihat ke depan ... Anda takut hantunya ada di belakang ... Saat anda melihat kebelakang, anda takut hantunya ada di samping ... Begitu anda lihat ke samping ... Anda takut hantunya ada di atas ...

Dari contoh di atas, jelas bahwa untuk menghilangkan ketakutan hantu ada di belakang, adalah dengan melihat ke belakang khan? ... Kalau anda takut hantunya ada di samping, maka cara menghilangkannya adalah dengan melihat kesamping ... Dan seterusnya, dan seterusnya ... Di sini kita belajar bahwa, RASA TAKUT JUSTRU AKAN LENYAP, SAAT KITA MENGHADAPINYA ...

Kalau area pembahasan diperluas ... Misalnya, anda jualan sebuah produk ... Apa ketakutan anda? ... Takut ditolak ... Iya enggak sih? ... Nah, apa response umumnya orang? ... Mereka menghindari dan menjauhi ketakutan itu ... Padahal, dari contoh kasus hantu di paragraf atas, ketakutan hanya bisa dihilangkan, dengan dihadapi ... Maka, untuk mengatasi ketakutan ditolak saat menjual, adalah dengan melakukan penjualan ... Ya itu ... Dihadapi ... Bukan dihindari ... Takut ditolak saat menjual, solusinya adalah jualan ...

Bentuk ketakutan ini macam-macam ... Ada misalnya, ketakutan untuk menikah ... Mengapa takut menikah? ... Misalnya karena, takut nanti gak bisa menafkahi lah ... Takut jadi gak bebas / terkekang lah ... Takut ini, takut itu ... Dengan menghindari pernikahan, apakah hilang? ... Ya terus saja ada ... Karena lahan subur ketakutan, adalah penghindaran ... Ini berlaku dalam segala hal ... Dalam segala kasus ... Silahkan anda simpulkan sendiri ...

Orang yang berani, bukan orang yang tidak punya rasa takut ... Orang berani adalah, saat orang itu, melakukan dan menghadapi apa yang mereka takuti ... Tidak ada ketakutan, tidak ada kesempatan untuk menjadi berani ... Ketakutan akan menguat, saat kita berlari menjauhi ... Keberanian hadir, saat ketakutan kita hampiri ...

Saya pun, masih banyak perihal yang saya takuti ... Artinya, saya punya banyak kesempatan, untuk menjadi berani ... Karena itu tadi, syarat untuk menjadi berani adalah, harus ada sesuatu yang kita takuti ...

*rh

Tuesday, 20 March 2018

CELANA DALAM, MINORITAS & SUPERIOR

Kalau ada teman anda, yang menggunakan celana dalam di luar celana panjangnya, anda olok-olok tidak? ... Kemungkinan, dia akan menjadi bahan bully-an wkkkk ... Atau mungkin, anda labeli dia sebagai orang stress xixixixi ...

Tapi tunggu dulu, kalau ternyata teman anda yang pake celana dalam di luar itu, bisa terbang, matanya bisa memancarkan sinar laser ... Dan dia juga, bisa mengangkat benda berat, dengan bobot puluhan ton, apakah anda masih membully teman anda? ...

Saya kira tidak, anda tidak berfocus untuk membully atau mengolok-olok ... Why? ... Karena anda terlalu terpukau, dengan kemampuan terbang, sinar laser dan kekuatan teman anda itu ... Ada mengabaikan perihal celana dalam yang di gunakan di luar itu ... Iya tho? ... Hahahahaha ...

Jika fenomena celana dalam di luar itu, anda tempatkan sebagai kekurangan teman anda ... Maka kekurangan teman anda, akan anda toleransi, anda abaikan, jika anda melihat sesuatu kelebihan, yang takarannya menang telak, dari takaran sesuatu yang anda anggap sebagai kekurangan ...

Seperti itulah, dalam keseharian, saat kita menilai seseorang ... Sebenarnya, kita sadar betul kok, tidak ada orang yang tidak ada kekurangannya ... Namun kekurangan itu kita abaikan, karena ada banyak hal lain yang menarik perhatian kita ... Jika rumusnya begitu, maka saya andaikan begini ...

Saat anda diolok-olok karena menggunakan celana dalam di luar, apa yang anda lakukan? ... Kemungkinan, anda akan bergegas, mengubah cara anda menggunakan celana dalam ... Anda masukkan celana dalam anda, sehingga celana panjang anda ada di luar, sebagaimana kebanyakan orang ...

Sangat jarang yang memilih opsi, untuk melatih matanya agar memancarkan sinar laser, melatih kemampuan terbang, dan menguatkan otot baja anda ... Banyak di antara kita, yang takut berbeda ... Dan ketika, perbedaan kita itu dikritisi, kita berusaha menjadi sama, berupaya menjadi rata-rata, sehingga kita bebas dari olok-olok dan bully-an orang ...

Menjadi ahli dalam sebuah bidang, di awali dengan berani berbeda ... Berbeda, artinya tidak menjadi rata-rata ... Tidak menjadi rata-rata, artinya menjadi yang jumlahnya sedikit (minoritas) ... Menjadi minoritas itu keren, dan justru minoritas lah yang berkuasa ... Kalau anda lihat permainan sepakbola, siapa yang menurut anda sangat berkuasa? ...

Anda mungkin menjawab, yang berkuasa adalah para pemainnya, dengan kehebatan skill-nya ... Tidak ... Yang berkuasa itu bola nya ... Dia cuman satu, tapi diperebutkan banyak orang ... Haha

Banyak juga yang lupa, Tuhan itu minoritas, tapi justru DIA Maha Superior ... So ... Jadilah minoritas ... Berani berbeda ... Berani menjadi yang sedikit ...

#be_different
#PDOD_percaya diri over dosis

Sunday, 18 March 2018

Lakukan Apa yang Kamu Takuti Sekarang, agar Tak Menyesal Kemudian

Begitu buka mata, yang dilakukan semua orang milenial sepertinya bukan langsung beranjak mengunjungi toilet untuk sekedar berwudlu atau buang air kecil, tetapi tangan tergopoh-gopoh dalam gelap menyusuri letak handphone bekas semalam! Hayooh ngaku!? Hiihiii .. Itu sayaaah .. Ups!

Maksudnya mau matiin alarm di pukul 03.00 yang sengaja di bikin brisik biar bangun dan ambil air wudlu.  Ahaha .. Bukan ngeleeess

Kali ini saya membahas mengenai getaran yang kuat bagaimana sebuah rasa takut, menjadi kenyataan .. Ada hubungannya dengan alinea pertama yang saya tulis .. Begitu terbangun, menggapai handphone dan setelah mematikan alarm, pop up sebuah media sosial bilang begini :

"Jika Anda ingin menaklukan rasa takut, jangan hanya duduk dan memikirkannya. Pergilah dan lakukan apa yang Anda takuti". – Dale Carnegie

Tahukah anda, sebenarnya hal ini seringkali kejadian dalam keseharian kita .. Ketakutan merupakan getaran rasa yang kuat setelah getaran rasa bahagia. Hal yang sangat mudah di akses dan banyak dari kita apa yang kita takuti justru terjadi.

Nah, guna meminimalisir kejadian yang ditakuti terjadi lalu mengapa tidak kita sekalian mencoba dan lakukan hal-hal tsb. Saya high phobia, takut akan ketinggian terutama ketika melewati jembatan, jembatan apapun itu entah berair dangkal ataukah jauh mendalam.

Rasanya seperti berakhir hidup jika melewati sebuah jembatan, seandainya menjerit-jerit tidak membuat muka saya merah, saya akan melakukannya namun gengsi saya masih terlalu kuat jika harus jerit-jerit mau dikemanakan muka saya jika saya berlaku layaknya anak cilik ahahha ..

Jadi mending, lutut aja yang noroktok sembari mulut komat kamit tanpa suara jika memang diharuskan melewati sebuah jembatan.
Yang saya lakukan sudah hebat benar lho! Sering-sering lewat jembatan tinggi dan menaklukannya. Satu kali, dua kali dan tiga kali dalam rentang waktu berdekatan misalnya dalam jangka waktu satu minggu memang menguras pikir yang sangat melelahkan.

Yang saya takuti itu hal-hal berbau ketinggian namun ketika saya menyadari hal itu justru akan menggiring saya untuk bertemu lalu mengalami hal-hal yang berkaitan dengan ketinggian .. Sering ketemu jembatan malah?!

Lantas jika sudah begitu apa yang harus saya lakukan?

Mau tidak mau, suka ataupun tidak saya harus melewatinya. Bukan begitu? Bagusnyaa .. Saya tantang diri saya untuk menaklukkan ketakutan tersebut dan hasilnya ketika ketemu jembatan tak lagi berkeringat dingin heee .. Subhanalloh ... sekarang begitu ketemu jembatan rasanya sudah flaaaattt .. Alias B aja tu ahaha senangnya 😁

Lalu, contoh lain tadi saat bertemu teman lama dalam satu momen reuni. Teman saya sempat cerita anaknya terkena hypnotis, sang penghypno mengincar sepeda yang ia pakai. Singkat cerita sebelumnya sang ibu (teman saya) ini sempat ngasih warning  begini :
"awas nak, hati-hati sepedanya hilang"

Ditegaskan lagi sampai 2 x ..

Memang kata si ibu ini takut kalau sepedanya hilang. Ehh taunya anaknya kena hypnotis dan sepedanya raib. Pulang ke rumah di antar teman dan syukurnya anaknya sehat wal afiat.
Maaf ya saya tuliskan ceritanya.

Disini saya berkesimpulan bahwa, ketika kita sudah mengakses rasa takut apalagi berlebih maka sepertinya semesta membaca .. "okay, itu yang kamu harapkan terjadi" dan lalu di eksekusi ...

So, kurangi kadar ketakutan yang bersifat negatif karena dengan sadar semesta akan bahu membahu menciptakan itu terjadi.

Semoga menginspirasi 😉

Saturday, 17 March 2018

Jati Diri - Take and Give

Pukul 00.21 Wib, sebenarnya waktunya lelap tidur tapi apa daya mata lelahpun tak bisa sekedar mengernyap sekejap saja. Hasilnya layar datar 5 inc jadi sasaran.

Ditemani detik jam dinding berteriak terlalu nyaring, selembar kain pantai melekat membalut belikat ditutup uraian rambut ikal tak terikat. Dingin, untuk melangkah ke ruang tengahpun cuaca terlalu menyerbu sesekali suhu kamar terlalu panas hingga kipas terpaksa berputar keras. Bukan serba salah .. Ah manusia penuh keluh dan kesah.

Prolognya saya senang menganalisa bermain kata untuk memaknai bahkan hanya 2 suku kata sekalipun ..
Jati diri, Take and Give : ke-4 suku kata ini yang akan saya bahas malam ini .. Untuk anda baca esok pagi, saat saya share link nya dan anda klik .. Nikmati dialog dengan saya meski anda berada di ujung dunia sana. 😁

Back to the note , jati diri .. Kata awalnya jati! Apa yang muncul pertama kali dalam benak anda ketika saya menyebutkan kata ini? Yups! Mudah-mudahan memiliki pemikiran yang sama dengan saya .. Sebongkah kayu yang diburu, berharga Fantastis dan sangat diinginkan oleh semua orang.

Setuju?

Lanjut dengan kata yang kedua D i r i, kata ini sesungguhnya penjabarannya sangat luas sekali namun kita rangkum bagaimana diri ini ada, bermakna dan untuk apa hadirnya diri.
Jati, sebuah image jaminan kualitas terbaik sampai saat inipun rasanya belum ada yang menyaingi kualitas jenis ini.

Sedang diri, adalah sesosok yang tercipta dengan sengaja hasil dari sebuah perjuangan, persaingan dan berakhir sebagai pemenang. Lantas ... Jika dimaknai lebih dalam bahwa penciptaan diri hakikatnya merupakan penghargaan sang pencipta pada sesuatu hal yang sangat berharga dan patut dihargai dan diperjuangkan.

Namuuuun .. Sayangnya tidak semua "diri" menyadari hal ini .. Banyak contoh yang bisa kita ambil di lingkungan sekitar .. Saya ambil contoh kematin saat mobil berhenti di trafic light Tegallega kota Bandung, sekira pukul 11.00 siang seorang anak baru gede melintas dihadapan dengan kondisi teler. Nabrak beberapa body mobil.

Benak saya meracau, dan hanya mampu bergumam "kasihan .. "
Apa yang dia sadari tentang dirinya, apa yang dihargai dari dirinya .. Jangankan orang lain akan menghargai dirinya .. Dirinya sendiripun tak menghargai lalu apaa yang diharapkan dalam hidup?

Sebuah pengakuan! Sebagai buah penghargaan .. Jika ini sudah tak menjadi prioritas bersiaplah harga diri terkoyak .. Maka tidak heran jika ini bisa jadi sumber awal dari depresi. Krisis percaya diri dan degradasi moral yang berujung pada baik buruknya akhlaq atau perilaku.

Saya kasih contoh lagi, terlalu mainstreem lah .. Disebut Idealis juga boleh .. Allah sangat melarang laki2 dan perempuan berkhalwat (berdua2an) dengan maksud yang sangat mulia agar menjaga sebuah jati diri agar tidak terkoyak. Untuk penghargaan diri orang bijak bilang, pacaran itu sesungguhnya proses mencacati masing-masing diri"

Astaghfirullah ..

Jika hakikatnya manusia tercipta sudah mulia, sebagai pemenang hasil dari persaingan dan menjadi manusia pilihan namun faktanya masih banyak manusia2 dimuka bumi tak menyadari sepenuhnya bahwa dirinya sangat berharga.  Maka pantas saja malaikat menanyakan penciptaan manusia sebagai makhluk perusak di muka bumi .. Rupanya sudah terprediksi demikian.

Tak pelak, seorang manusia di belahan bumi sana ia mencari jati diri hingga di usia lanjut. Moga kita tak demikian .. Banyak faktor penentu untuk mendapatkan makna jati diri dalam persepsi yang pas dalam benak dan itu yang akan di terapkan dalam diri kita sebagai acuan siapa diri kita.

Namun sejatinya menemukan jati diri tak perlu serepot itu .... Cukup maknai dan sadari. Bahwa kita adalah berharga! ..  SADARI .. intinya ini sadar akan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita .. Eits bukan SADARI singkatan PerikSA payuDAra sendiRI ya .. 😁😁

Next saya bahas dua suku kata yang lain .. Take and give tentunya dalam sudut pandang seorang Lia Kurniawati ..

Tengkyuh, assalamualaikum .. 😉

Tuesday, 13 March 2018

"Kebenaran" dalam Setiap Sudut Pandang

Kebenaran hanya ada pada versi masing2, itu mengapa manusia saling bertumbuh dan berkembang. Jika saja satu orang memaksakan versi kebenarannya berpatokan hanya pada satu "kebenaran" versi manusia ..

Maka lihatlah diluar sana mulut mengumbar lisan yang mubazir, tangan mengepal sempurna dan urat leher yang berunjuk gigi.

Kebenaran yang absolute, hanyalah kembali menyadari bahwa kebebasan berekspresi, mengutarakan pendapat, melihat sudut pandang sesuatu bisa jadi sewaktu-waktu sama, dan bisa jadi di lain kesempatan berbeda. Semua menyesuaikan dengan "latar belakang" baik itu latar belakang pendidikan ataukah pengalaman yang dahulu pernah didapatkan oleh setiap orang.

Dan lalu, menganalisa menjadi satu ranah yang tak bisa dilepaskan oleh setiap orang berdasar darimana? Dari "latar belakang" seseorang itu tadi. Untuk menerjemahkan, membaca tanda yang ada dimuka bumi, termasuk tanda yang terhampar sejauh mata memandang.

Maka ada istilah, pandailah membaca, menginterpretasikan lalu menjelaskan dan berujung evaluasi. Evaluasi ini mengajarkan manusia untuk menyadari setiap hasil pemikiran, hasil membaca dan hasil interpretasi.

Lalu untuk apa ada evaluasi, bisa jadi untuk disebarkan dengan berbagi melalui berbagai cara. Tujuannya untuk apa? Yakinkan dan 
lakukan setiap langkah adalah bertujuan ibadah.
Dengan begitu duniamu dan dunia saya sepertinya akan damai.

Ngga usah nyinyirin postingan orang yg sekarang "sok religius". Karena critical thinking area yang kita miliki sudah dipersepsikan sama yaitu bertujuan jelas untuk ibadah,  jadi melihat postingan orang yang tadinya B aja lalu bergeser menjadi religius kacamata kita sdh berada dalam ranah yang sama.

I B A D A H!

"Tidak aku jadikan jin dan manusia di dunia ini melainkan untuk ber - i b a d a h, kepada Ku".

Selanjutnya, ada aturan dalam diri yang memberlakukan bahwa itu berlaku untuk dirinya ataukah untuk orang lain. Hal ini berlaku fleksible karena latar belakang itu tadi. Namun sayangnya hal ini seringkali tidak disadari oleh setiap orang, maka yang terjadi adalah "memaksakan kehendak" bahasa lainnya, "mesti nurut apa kata gua", dan bahasa2 lainnya.
Dalam ranah komunikasi ini dinamakan standard nilai atau super ego.

Ketika standard nilai yang diterapkan pada diri sendiri tidak sesuai dengan realita maka, terdapat dua opsi (pilihan). Yang pertama memaksakan hasil pemikiran anda harus sama dengan saya ataukah memilih opsi yang kedua yaitu berdamai dengan situasi yang sedang terjadi.

Saya menuliskan inipun, berdasar pada persepsi nilai "kebenaran" yang saya anut. Mungkin belum tentu sama dalam sudut pandang anda. Its all yours. Hidup adalah milikmu, nikmatilah selagi Dia memilihmu untuk hidup. Lakukan yang terbaik menurut sudut pandangmu dan pastikan itu bernilai dimata Nya.

Kembalikan dan merdekakan semua faktor yang mengikat id-ego dan superego. Agar semua id (harapan) tidak terlalu ngawang-ngawang. Be realistic bro ..

Saturday, 10 March 2018

Pasukan Sakit Hati - Rugiii ..

Tak dipungkiri perkembangan media sosial saat ini terutama whatsapp sudah mampu menggantikan peran Short Messaging Service (SMS) nya jaman old!

Grup-grup menjamur merebak bak jamur di musim hujan, dan melalui ini pula bisa terjadi pertikaian dan perseteruan sengit. Padahal jika di amati kopi daratpun belom pernah, dahsyat banget ya seolah sudah saling tau dan mengenal secara karakter dan personalnya.

Lalu, karakter yang mudah ditebak selanjutnya ketika mendapat broadcast message, tak sedikit yang respon positif ataupun main langsung blokir alias blok! Bukan blog paak .. Buu hahaha ..

Satu orang teman pernah curhat dia sakit hati ketika orang yang dia chat langsung ngeblokir, memang merespon tapi responnya begini "maaf ya, anda saya blog"

Sempet geli bacanya, block kali pak!
Bukan blog .. Hahah .. Jadi saat saya baca chat nya teman itu yang kebayang bapak itu mukanya kotak penuh dengan deretan kalimat ber paragrafh-paragrafh ahihihii

Balik lagi bahas soal sakit hati, ah koq ya via whatsapp terus di blokir pake acara sakit hati. Life must go on broo .. Masih banyak orang di luar sana yang mau nerima broadcast messagenya loe .. Nyantaai .. Kalo terus2 an dipikirin ntar jangan-jangan malah bikin grup whatsapp "pasukan sakit hati".

Hadeuh .. Ngga banget ya
Hati, pikiran dan fisik udah cape lanjut mikirin hati yang tersakiti .. Hhhmm bisa2 cepet ketemu Tuhan 😊

Sabar dan cuekin aja broo .. 😉

Tuesday, 6 March 2018

Manajemen Pikir

PIKIRAN

Ada yg mengatakan bahwa sesungguhnya medan peperangan terbesar berada di pikiran kita, karena pikiran Itu sangat Kuat & Dapat MEMPENGARUHI Kehidupan Seseorang.

Ada pepatah mengatakan: Menabur dalam PIKIRAN akan Menuai TINDAKAN,

*Menabur TINDAKAN akan menuai KEBIASAAN.

*Menabur KEBIASAAN akan Menuai KARAKTER(komitmen)

*PIKIRAN Kita seumpama tanah, tanah tdk pernah peduli terhadap jenis benih apa yg hendak kita tanam.

*Jika kita menabur benih jagung, tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkan Jagung.

*Apapun yg kita tanamkan dlm PIKIRAN, entah itu hal2 yg baik atau buruk, PIKIRAN Kita akan segera Menerima, Merespon & Menumbuhkannya.

*Sadar atau tidak, sering kali kita memperkatakan hal buruk ttg diri kita sendiri, Misalnya:

- Hidupku Penuh Masalah,
- Aku Tidak Akan Berhasil,
- Sakitku Tidak Akan Sembuh,
- Aku Bodoh dan Miskin,
- Masa Depanku Suram, dsb.

*Hal2 negatif yg kita ucapkan itu akan di respons Oleh PIKIRAN kita dlm bentuk sikap & tindakan, yg pada gilirannya akan menghasilkan sesuatu yg sama seperti yg kita *tanamkan dlm PIKIRAN kita.*

Oleh sebab itu, *TANAMKAN Hal Yg POSITIF di benak kita, maka kita akan menjadi luar biasa.
dan pelihara pikiran yg BAIK & BENAR.

PIKIRAN POSITIF YANG HARUS DENGAN KEARIFAN BISA MEMBEDAKAN MANA YANG BAIK & BENAR.

Mari BIASAKAN Utk selalu berpikir:
-Saya Sangat Beruntung.
-Hidupku Penuh Berkah.
-Saya PASTI Mampu Mengatasi Masalah Ini !
-Masa Depanku PASTI Cerah !
-Hari Ini Saya PASTI Penuh Semangat !
-Saya Sangat Bersyukur Pada Allah Atas Apa Yg Saya Miliki Saat ini.
-Saya akan Berjuang & Berjuang Terus !
-Allah *PASTI* Buka Jalan !

Hidup adalah permainan pikiran, kalau kita bisa mengelola pikiran kita, maka hidup Kita BAHAGIA.

Musuh paling kejam adalah pikiran kita.
Sahabat paling Setia juga adalah Pikiran kita.

Manage pikiran dengan baik. Hiduplah dengan ketenangan agar kita mampu mengelola Pikiran kita.

_HATI yang baik itu seperti KEBUN,
_PIKIRAN yg baik itu AKAR NYA,
_PERKATAAN yg baik itu Bunganya.
_PERBUATAN yg baik itu BUAHNYA.

Monday, 5 March 2018

Syarat Bertumbuh

Semangaaat pagiii ..
Assalamualaikum!

Udah senin aja ni .. Sedari subuh ujan deras, bikin mager, siap-siap yang mau kerja, kuliah dan sekolah pake raincoat atau payungnya yee.

Kali ini pengen bahas ini ni, syarat kita bertumbuh apa aja sih .. Yuk disimak.

Seseorang bisa terkenal, kemudian "membesar" bukan suatu kebetulan. Banyak kisah-kisah orang sukses from zero to hero itu bukan SKS sistem kebut semalam. Kisah-kisah sukses seperti yang tadinya penjual gorengan dan lalu mampu menjadi pengusaha besar peran doa berbisik dibumi yang melangit sudah jangan ditanya lagi.

Ikhtiar fisik sepertinya syarat berikutnya yang mesti ditempuh, berharap sukses dengan ongkang-ongkang kaki?? Bisaaa ..  Itu buktinya tailor bisa sukses selesai in baju langganan ..   😉! Hihii .. Tapi ngga semua orang berbakat bikin baju donk .. Maksudnya sukses ngga bisa di dapatkan cuma bermodal duduk diam, malah bikin sutress.

Ongkang-ongkang kaki bisa jaminan sukses juga, tu lihat para lobbyers .. Melobi orang-orang dengan jamuan di cafe-cafe, ngupi-ngupi ongkang-ongkang kaki juga kan .. Hahah .. Tapi bukan itu yang kita bahas kali ini ..

Beberapa syarat orang akan beranjak, bersegera naik ke puncak itu ada beberapa diantaranya : Pertama, masuk komunitas bentuknya macam-macam bisa PT, CV ataukah komunitas nirlaba. Nah kalo ngga diterima di PT, CV atau komunitas manapun coba ni opsi yang Kedua bikin komunitas! yang sesuai dengan passion anda.

Ketiga, ketika sudah membentuk komunitas, PT, CV atau apapun namanya jangan egois mau bertumbuh sendiri ajak dan mention temen kamu yang punya passion di bidang lain.

Misalnya begini ketika komunitas anda bikin acara dan membutuhkan snack, makanan coba lirik teman anda yang bergerak di bidang itu ajak kerjasama atau beli dagangannya. Dengan begitu beberapa keuntungan bisa diraih.  Itung-itung promote. Promote yang kebaca semesta itu 1) image diri anda yang open minded, terbuka dan wise 2) kamu sekaligus membuka peluang dan kesempatan orang lain berkembang dan bertumbuh bersama. 3) penghargaan diri dan orang lain akan tumbuh dengan sendirinya.

Syarat keempat : KONSISTENSI ini jadi bagian terpenting bagaimana orang mengenal kita, misal dari dulu saya sebagai salah satu staff pengajar dan itu akan berlaku seumur hidup saya .. Jikapun ada side job itu hanya imbas dari pelebaran jejaring sosial. Artinya ada pekerjaan utama yang konsisten kita lakukan.

Udah segitu dulu sharing pagi ini .. Moga menginspirasi .. Siap bertumbuh bersama? Silahkan kontak saya ... 😉

Sunday, 4 March 2018

Sudahkah Anda Mencintai Diri Anda? Jika sudah Pastikan Tanda ini Tidak Dimiliki

"Mencintai diri sendiri?
Duh apaan sih?! Egois banget deh kayaknya kalau terlalu mementingkan diri sendiri".

Pemikiran-pemikiran ortodoks kayak begini ini yang sudah terlanjur nempel dan melekat dalam diri kita. Doktrinasi yang tak disadari secara turun temurun terutama ditularkan oleh keluarga inti. Kemudian di kukuhkan oleh lingkungan sekitar.

Contoh kongkrit yang terjadi dalam masyarakat kita hasil dari doktrin "menghilangkan rasa mencintai diri" bercover egois ialah posisi kakak diminta selalu mengalah jika adik meminta bagian mainan, makanan atau bahkan barang-barang yang dimiliki kakak mesti sharing dengan sang adik.

Salah satu pemuka agama pernah mengatakan bahwa untuk menjadi besar lakukan hal-hal ini, 
| Mulai dari diri sendiri
| Mulai dari hal terkecil
Jika dimaknai, hal yang pertama itu mulai dari diri sendiri, ini artinya mengajarkan pada kita, Cintai Diri Sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain.

Ada orang bilang, memangnya seberapa besar sih pengaruhnya jika kita tidak mencintai diri kita, koq di bahas sampai panjang kali lebar ..
Eiits tunggu dulu!
Jika ini dilakukan terus menerus dalam jangka waktu lama dan berkepanjangan efek-efek atau tanda yang muncul jika anda tidak mencintai diri anda muncul sedemikian rupa dalam kehidupan anda seperti uraian dibawah ini : 

Rangking pertama di duduki oleh
"Membiarkan orang lain memanfaatkan anda" atas nama enggak enak hati kalau menolak, atas nama kebaikan. Seringnya anda dimanfaatkan oleh orang lain menandakan anda butuh menyadari betapa anda berharga. Sehingga anda harus tahu kapan anda bersedia menolak dan kapan anda bersedia membantu.

Kedua, mind sett memetakan anda "Memberi lebih banyak daripada menerima". Logikanya, bagaimana anda bisa memberi jika tidak ada pemasukan? Atau dalam kasus lain, anda selalu mau dijadikan inval (cadangan) karena mind settnya "saya harus lebih banyak memberi daripada menerima" itu tadi.

Apa imbasnya jika hal ini terus terjadi, dapat dipastikan anda sering menjadi orang cadangan, antara kemampuan dan penghasilan tidak seimbang, mau dibayar berapapun, tidak punya batasan standard penghasilan.

Ketiga, "Tidak memikirkan diri sendiri". efek jangka panjangnya idan anda rasakan ialah banyak dirugikan, banyak mengalah dan banyak disepelekan orang lain.

Keempat, "Tidak memiliki rencana masa depan" menjalani hidup mengalir bagaikan air. Dalam journal psikologi dan sosiologi pernah melakukan riset, kesuksesan seseorang tolok ukurnya saat ia mengenyam dan menjalani pendidikan SMU. Jika ia menjalani target pendidikan pembelajaran dengan bersungguh-sungguh maka 80% mentalitas orang tsb siap sukses di masa depan. Namun sebaliknya jika menjalaninya dengan asal pergi dan belajar sesuka hati maka letupan kesuksesan masih samar dalam bayangan.

Kelima, "Tidak Menjelaskan keinginan dan kebutuhanmu pada orang lain". Orang dengan tidak mencintai diri seringkali memendam keinginan dan lebih memilih tidak mengutarakan apa saja kebutuhan dirinya, karena ia berpikiran bahwa apa yang akan ia sampaikan itu hal yang tidak penting, takut orang lain tidak mau lagi bersamanya maka ia seringkali abai terhadap kebutuhan dirinya. Termasuk kebutuhan kesehatan jika ia sakit maka terlalu menyepelekan.

Keenam, "Membatasi Diri". Orang yang tidak mencintai dirinya sendiri seringkali membatasi kebutuhan yang diperlukan dirinya. Semisal kebutuhan untuk rekreasi ia abaikan karena dianggap tidak perlu. Efeknya, dapat berpikiran sempit, iri dan dengki di hati melihat orang lain mampu berrkspresi.

Ketujuh, "Menerima Pengaruh Buruk dari Lingkungan". Nah ini dia, pengaruh yang buruk dari teman dekat seperti mabuk-mabukan, menggunakan narkoba, melalaikan ibadah dan lebih memilih mengikuti hawa nafsu atau hal buruk lainnya adalah tanda anda TIDAK mencintai diri anda.

Kedelapan, "Membiarkan orang lain mengatur & mendominasi hidup anda". Ini sudah jelas, jika bukan dalam koridor "pekerjaan", tugas yang menghasilkan pundi-pundi maka sudah jelas menyalahi aturan hak mutlak terhadap diri dan membiarkan diri anda ada dalam telunjuk, dan ketergantungan orang lain merupakan tanda anda sudah terlalu tidak peduli terhadap diri anda.

Kesembilan, "Tidak berusaha memperbaiki kekurangan diri".  tak pernah mempunyai waktu untuk merefleksi diri dan kehilangan gairah untuk berhijrah menjadi lebih baik.

Kesepuluh, "Membenci kekurangan dan mengabaikan kelebihan yang dimiliki" Abai terhadap diri maka tidak akan pernah mengenali potensi yang dimiliki. Sudut pandang yang pendek, akan terfokus pada kekurangan diri tidak pernah mengeksplore kelebihan diri.

Semoga bermanfaat.

Hidup yang Kita Keluhkan, Bisa Jadi sebuah Perjuangan yang Diinginkan Orang Lain

Berawal dari sebuah laman Fb teman, mengabarkan seorang kawannya yang lain meninggal dunia. Cukup kaget karena meski tidak kenal dekat tapi cukup familiar dan tahu tentang beliau.

Postingan FB nya sangat religius, dari pertama kali berteman sekitar 1,5 tahun yang lalu. Sesekali mengamati postingan keluhan galau istrinya yang ngetag sang 'teman' hingga terbaca dan masuk beranda. Ternyata permasalahan manusia di dunia sama dan berulang, hingga ada yang namanya "pengalaman" dan "solusi".

Sebelumnya membaca postingan WAG tentang kematian betapa dunia sangat kejam, saat kita meninggal nama kitapun sudah berganti dan tak disebutkan lagi. Mulai dari .. Ketika keluarga mendapat kabar bahwa kita mati, sontak bertanya "dimana mayatnya?" bukan bertanya "dimana (nama kita)". Baru saja sesaat nama kita sudah hilang, entah kemana manusiapun sudah enggan menyebutkan.

Ketika akan di sholatkan, imam masjid meminta : "Segera hadirkan sang mayit .. " kenapa ngga berseru "Segera hadirkan (nama kita) .. " runtuhlah sudah .. Apalah arti sebuah nama kini berlaku.

Saya kembali scroll up and down postingan FB "sang mayit" subhanalloh, benak saya seketika mengingat bahwa kiri kanan kita sejatinya ada sang pencatat.  Apa2 yang sudah kita posting dan catatkan lalu sebarkan, apakah hanya berlalu begitu saja ataukah akan melekat pada diri kita sampai kelak?

Beberapa hari lalu, ketika saya bedrest seorang kawan curhat ngga suka dengan hidup yang dia jalani, apa2 yang dia inginkan tidak terjadi sampai dia hampir bunuh diri karena depresi. Meski dalam keadaan terbaring, berempati dan sedikit memberikan support moril biarpun hanya sekedar lewat beberapa paragrafh moga cukup membuatnya mengurungkan niat.

Beberapa paraghraf yang saya ketik, terasa butuh tenaga extra secara pikir dan cukup membuat nafas pendek, badan lemas tiada terkira. Rupanya memang benar ketika sakit sebaiknya "istirahat" untuk mengambil ancang2 tenaga kembali. Alias pemulihan.

Pagi ini melalui whatsapp, seorang kawan baru bertanya  "gimana hidup?", saya replay "Berjalan dengan sempurna" laluuu .. Jawabnya .. Weeeh ..

Antara Hidup dan mati, apa yang patut diamati? Jeda antara keduanya sungguh tidak ada pembatas bagaikan lorong panjang dan lalu menemukan ujung entah itu titik terang ataukah titik gelap yang pasti perjalanan lorong inilah yang semestinya disadari sepenuhnya bahwa hidup yang kita keluhkan, bisa jadi merupakan perjuangan yang ingin dijalankan orang lain.

Hidupkanlah hidup seolah ia takkan pernah berlalu. Dan ketika putus asa menghadapi hidup, ada mereka yang datang menghampiri entah itu berupa nasehat teman, laman medsos yang menspirasi ataukah postingan whatsapp yang mengingatkan. Bahwa .. Syukur adalah yang utama.

Depresi artinya kita diminta untuk menelaah sampai sejauh mana aplikasi syukurmu.

Ketika Putus Asa Menghadapi Hidup, Ada Mereka Yang Datang Menghampiri

Berawal dari sebuah laman Fb teman, mengabarkan seorang kawannya yang lain meninggal dunia. Cukup kaget karena meski tidak kenal dekat tapi cukup familiar dan tahu tentang beliau.

Postingan FB nya sangat religius, dari pertama kali berteman sekitar 1,5 tahun yang lalu. Sesekali mengamati postingan keluhan galau istrinya yang ngetag sang 'teman' hingga terbaca dan masuk beranda. Ternyata permasalahan manusia di dunia sama dan berulang, hingga ada yang namanya "pengalaman" dan "solusi".

Sebelumnya membaca postingan WAG tentang kematian betapa dunia sangat kejam, saat kita meninggal nama kitapun sudah berganti dan tak disebutkan lagi. Mulai dari .. Ketika keluarga mendapat kabar bahwa kita mati, sontak bertanya "dimana mayatnya?" bukan bertanya "dimana (nama kita)". Baru saja sesaat nama kita sudah hilang, entah kemana manusiapun sudah enggan menyebutkan.

Ketika akan di sholatkan, imam masjid meminta : "Segera hadirkan sang mayit .. " kenapa ngga berseru "Segera hadirkan (nama kita) .. " runtuhlah sudah .. Apalah arti sebuah nama kini berlaku.

Saya kembali scroll up and down postingan FB "sang mayit" subhanalloh, benak saya seketika mengingat bahwa kiri kanan kita sejatinya ada sang pencatat.  Apa2 yang sudah kita posting dan catatkan lalu sebarkan, apakah hanya berlalu begitu saja ataukah akan melekat pada diri kita sampai kelak?

Beberapa hari lalu, ketika saya bedrest seorang kawan curhat ngga suka dengan hidup yang dia jalani, apa2 yang dia inginkan tidak terjadi sampai dia hampir bunuh diri karena depresi. Meski dalam keadaan terbaring, berempati dan sedikit memberikan support moril biarpun hanya sekedar lewat beberapa paragrafh moga cukup membuatnya mengurungkan niat.

Beberapa paraghraf yang saya ketik, terasa butuh tenaga extra secara pikir dan cukup membuat nafas pendek, badan lemas tiada terkira. Rupanya memang benar ketika sakit sebaiknya "istirahat" untuk mengambil ancang2 tenaga kembali. Alias pemulihan.

Pagi ini melalui whatsapp, seorang kawan baru bertanya  "gimana hidup?", saya replay "Berjalan dengan sempurna" laluuu .. Jawabnya .. Weeeh ..

Antara Hidup dan mati, apa yang patut diamati? Jeda antara keduanya sungguh tidak ada pembatas bagaikan lorong panjang dan lalu menemukan ujung entah itu titik terang ataukah titik gelap yang pasti perjalanan lorong inilah yang semestinya disadari sepenuhnya bahwa hidup yang kita keluhkan, bisa jadi merupakan perjuangan yang ingin dijalankan orang lain.

Hidupkanlah hidup seolah ia takkan pernah berlalu.

Saturday, 3 March 2018

Jangan Sok Terkenal deh!

Star Syndrom bisa menyerang setiap orang manakala dia merasa namanya sudah mulai dikenal (versinya dia), followernya banyak (versinya dia), postingannya banyak yang comment (versinya dia), banyak yang ngelike juga.

Nah hal-hal ini lah yang sepenuhnya dijadikan mawas diri ketika kita menganggap tolok ukur diri kita sudah terkenal seantero dunia, sejagad raya .. Dalam dunia digital faktanya ngga begitu maaass. ... Miiiiss! Jadi saya sarankan jangan dulu ke geeran hehe ..

Karena orang yang terkenal itu tadi punya segmentasi yang terbidik secara otomatis dari kumpulan-kumpulan aktifitasnya, perilaku yang terfokus dan akan membentuk satu sekat zona tertentu tempat dimana ia berpihak yang mempunyai minat di bidang yang sama.

Jadi faktanya mereka-mereka yang merasa terkenal itu ketika disebutkan di zona yang lain dapat dipastikan banyak yang tidak mengenalnya. Sooo .. Seperti yang saya bilang tadi jangan dulu ke Geeran kalo saya ini terkenal! Dalam wilayah dan ranah yang mana dulu ini .. Gitu lebih tepatnya.

Saya kasih contoh, dalam satu moment pertemuan dengan seorang teman penggila bola sedangkan saya sama sekali tidak berminat pada bidang itu, dia dengan asyiknya ngobrolin satu kesebelasan favorit yang menurut dia sangat terkenal hingga saat dia menceritakannya exited dan terlihat kagum. Kesebelasan tsb pada piala presiden yang lalu katanya masuk liga satu, dua atau entah tiga ..

Setelah lama ngobrol dia sadar, saya tidak se-minat dengan dia jadi ketika dia menyebutkan pesepakbola terkenal itu rasanya sia-sia toh saya nya juga ngga tahu. Selanjutnya .. Pertanyaan akhirnya terlontar begini .. "kamu ngga suka nonton bola ya?" saya jawab iya!
Pantesan! Kata dia ..

Satu contoh lagi, saya dengan PD dan Exited depan para pebisnis UKM cuap-cuap menyebutkan salah satu qori international hanya beberapa orang saja yang mengenal namun tidak se-exited seperti saya. Ketika saya lihat mimik dan ekspresi mereka berharap punya mimik yang sama tahunya, lempeng dan melongo .. Mereka kagak ngerti dan ngga tau siapa yang saya sebutkan.

Contoh lainnya, dikalangan para mahasiswa semester 1, bukan jurusan sastra, saya dengan bangga mengenalkan teman saya yang hadir menemani, saya tahu profil beliau dan ayahnya sebagai penulis hebat dan terkenal pada jamannya. Mimik muka sang teman itu tadi sok-sok famous karena nama bapaknya yang "terkenal" itu disebut merasa diri ikutan dan layak terkenal.

Namun apa yang terjadi, ketika khalayak mendapatkan info itu mimik mukanya melongo, saling pandang satu sama lain bahkan sampe kedengeran sama saya "yang mana ya? Perasaan gua belom pernah denger". Selanjutnya yang mereka lakukan googling!  Dannn ..  Oooh yang ini! Celotehnya ..
Sembari mereka ngga tau sosok mana yang sedang dibicarakan.

Dari itu saya simpulkan bahwa, ketenaran seseorang bukan berarti seluruh dunia mengenalnya, ada segmen-segmen yang berbentuk komunitas, minat dan pengalaman di bidang yang sama yang menjadikan seseorang itu terkenal.

Seorang pemeran teater sekalipun, ketika dia berbicara depan saya mengaku bahwa dirinya terkenal, selama saya belum mengetahuinya itu artinya dia belum terkenal wkwkwkwkwk .. Ya iyaaalah wong minat saya bukan di pertunjukkan teatrikal.

So, be famous, jadilah terkenal namun hindari star syndrom karena itu bisa jadi jebakan yang anda buat sendiri.

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...