Showing posts with label Sex. Show all posts
Showing posts with label Sex. Show all posts

Saturday, 12 August 2017

MEREKAM DESAHAN FERDINAND MARCOS dan DOVIE BEAMS

Meski desahan Ferdinand Marcos dalam pelukan Dovie Beams terekam dan tersiar ke publik Filipina pada 1971, Marcos tetap berkuasa hingga 1986. Rekaman bersanggama bisa jadi alat untuk menjatuhkan seseorang dari kekuasaan.

tirto.id - Ferdinand Marcos, presiden Filipina yang berkuasa selama 20 tahun, tahu benar soal ungkapan: “Kebohongan, bila terus-menerus diucapkan, akan terdengar sebagai kebenaran.” 

Ia mengklaim sebagai pahlawan pada masa perang melawan pendudukan Jepang di negaranya pada 1942-1944. Untuk lebih meyakinkan, dibuatlah detail cerita: ia memimpin sebuah pasukan gerilyawan bernama Ang Mga Maharlika. 

Sang presiden korup dan tukang ngibul ini, yang bikin rakyat Filipina sengsara selama 20 tahun ini, mengundang kru film dari Hollywood buat bikin kisah rekayasa tersebut. Judul filmnya sudah dirancang: Maharlika, artinya Si Pria Jatmika. 

Ada Paul Burke yang akan memerankan Marcos muda. Juga Dovie Beams yang kebagian peran sebagai Isabella, perempuan yang menaruh hati pada Marcos muda yang sedang berjuang melawan serdadu-serdadu Jepang.

Namun, perkaranya justru di situ. Ketika Dovie, bintang film Amerika kelas-B, tiba di Quezon, Manila, pada 1968, Marcos kepincut. Selama dua tahun, mereka menjalani musim panas pasangan yang kasmaran. 

Marcos bukan orang bego. Istrinya, Imelda Romueldez—yang sohor sebagai Imelda Marcos—dikenal sebagai putri rupawan, punya panggilan “Si Kupu-kupu Besi”, dengan koleksi ribuan pasang sepatu. 

Tetapi kekuasaan memang memabukkan. Marcos dikenal pria hidung belang dan matanya suka main keranjang. Sebelum kehadiran Dovie, ada sejumlah perempuan di dunia seksual si patriark Marcos. Main gila si presiden bahkan melahirkan buah terlarang, dan ia memberi nama anak-anak yang tak diakuinya dengan nama ibundanya.

Dovie Beams, yang terlahir sebagai Dovie Leona Osborne pada 5 Agustus 1932, segera mengundang pikiran mesum Marcos sesudah dikenalkan produser film Potenciano Ilusorio. Alih-alih buat syuting film, ia memeloroti Marcos sampai betah tinggal di Filipina selama berbulan-bulan.

“Berapa lama kau menyentuhku?” tanya Dovie kepada Marcos.

Marcos, yang dibelenggu birahi, menjawab singkat, “Dua tahun lebih.”

Dovie yang penuh harap berkata, “Lebih dari yang kita bayangkan, sudah dua tahun sekarang. Aku rasa akan selalu denganmu. Biarlah seperti ini.”

Adegan di atas ranjang itu hanya ada Dovie dan presiden. Tentu saja ada kalimat “f*ck me!” terucap dari kedua belah pihak. Juga Marcos yang mendesah. Terdengar juga suara Dovie yang cekikikan.

Marcos tak sadar, di kolong kasur, sebuah alat perekam menyala. Mereka bertempur dan Dovie tahu sesuatu yang berharga ada di bawah ranjang.

Transkrip rekaman ini terdapat di sebuah bab dalam buku Marcos' Lovey Dovie (1983) yang ditulis wartawan Hermie Rotea yang penuh dengan humor.

Rekaman itu akhirnya sampai pula ke tangan mahasiswa kritis di Filipina pada 1971. Ketika itu rezim Marcos belum memperlakukan Undang-Undang Darurat Perang yang kejam dan membatasi ruang gerak orang Filipina. Menurut catatan sejarawan Sterling Seagrave dalam The Marcos Dinasty (1988), para mahasiswa yang demonstrasi di Universitas Filipina mengambil alih siaran radio kampus dan rekaman itu diperdengarkan ke publik lewat radio. 

Segera seluruh negeri mendengarkan Presiden mereka berdesah dan tak lupa meminta Dovie mengulum barang ajaib milik sang Presiden. Selama seminggu rekaman itu diperdengarkan di kampus dan ibukota Manila.

Bahkan, ketika beberapa tentara diperintahkan untuk menyita rekaman tersebut, desahan Marcos dan cekikikan Dovie mengetuk selera humor tentara-tentara yang hendak menyitanya. Mereka tertawa sebelum merampasnya.

Merekam Desahan Ferdinand Marcos dan Dovie Beams

Imelda mengamuk. Nyawa Dovie terancam. Kaset asli rekaman yang dipegang Dovie dihargai 100 ribu dolar oleh Imelda. Belakangan, Dovie berhasil keluar dengan selamat dari Filipina dan melanjutkan kariernya di dunia hiburan kelas-B. 

Tak ada UU Anti-Perzinahan, atau anti-pornografi, yang menjerat Marcos ketika itu. Marcos adalah hukum itu sendiri. Ia tetap tetap berkuasa, meski wibawanya jatuh. UU Darurat Perang diberlakukan hingga 1981 untuk menjaga kekuasaannya, yang berlangsung sampai 1986. Kekejaman Marcos selalu diingat oleh mereka yang waras di Filipina.

Soal klaim bahwa dirinya pahlawan, The New York Times pada 1986 menulis, berdasarkan arsip pemerintah AS yang tak pernah disentuh selama 35 tahun, bahwa klaim itu cuma “tipu-tipu” dan “absurd.” Tidak ada bukti kokoh kalau Marcos memimpin pasukan bernama Ang Mga Maharlika di masa perang dunia kedua. 

Memanglah Marcos membuat propaganda yang mengagungkan kepahlawanannya, sebagaimana sejawatnya Presiden Soeharto di Indonesia. Stasiun penyiaran pemerintah, sampai jalan raya di pulau Luzon dan aula Istana Presiden, dinamai Maharlika. 

Marcos terjungkal oleh kekuatan rakyat. Ia bersama Imelda melarikan diri ke Hawaii. Tiga tahun kemudian ia meninggal di pengasingan dalam usia 72 tahun. Dari 1990-1998 keluarga Marcos menghadapi sejumlah kasus korupsi, yang merugikan negara hingga jutaan dolar AS. 

Dari lokasi rumahnya di AS, Dovie membuat pengakuan kepada seorang wartawan di tahun pemerintahan Marcos berakhir: “Aku tetap sayang dia, meski tidak suka dengan pandangan politiknya. Bagiku dia pria yang luar biasa cerdas, jenaka, dan mempesona.”

Imelda sendiri kembali ke negaranya pada 1991, dan berusaha mengembalikan kejayaan lewat kursi presiden tetapi gagal, lantas dilarang untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala negara. Namun, seperti Indonesia yang gagal membersihkan rezim lama Soeharto, Imelda berhasil duduk sebagai anggota DPR pada 2010.

Hingga tahun lalu, Marcos tetap jadi pembahasan politik ketika presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte, berencana menjadikannya sebagai pahlawan nasional. Pemerintahan Duterte hendak menyuci citra dirinya sendiri yang haus darah dalam “perang melawan narkoba”, yang telah menewaskan 6.000 orang selama enam bulan pertama memimpin negeri itu sejak Juni 2016.

Minus kisah skandal seks yang mengiringi dekade terakhir kekuasaan Marcos, kisah pemimpin di negara yang hanya ditempuh 4 jam 30 menit lewat pesawat dari Jakarta ini tak ubahnya seperti kita melihat cermin Indonesia di bawah dan sesudah Soeharto. 
#reblog

JEJAK CABUL PEREMPUAN KOLONIAL BELANDA

Meski orang-orang Eropa dianggap sebagai orang-orang terhormat di Indonesia pada masa kolonial, namun ada juga orang berdarah Eropa yang bekerja dalam dunia prostitusi, atau setidaknya dunia yang tak mau dibicarakan oleh orang Eropa sendiri.
dari tirto.id Ketika Perang Dunia I (1914-1918) berkecamuk, di dunia ini pernah ada dua matahari bagi para intelejen. Yang pertama tentulah matahari yang jadi pusat semesta. Yang lainnya adalah Mata Hari, yang kemudian diredupkan hidupnya oleh juru tembak pada 15 Oktober 1917 di pinggir kota Paris. 

Mata Hari adalah nama panggung dari penari erotis merangkap pekerja seks kelas atas Eropa bernama asli Margaretha Gertruida Zelle. Mata Hari, yang kemudian meregang nyawa di tangan algojo tembak Perancis itu karena tuduhan spionase yang merugikan Perancis, adalah perempuan berkebangsaan Belanda. 

Sebelum menjadi Matahari dengan tarian erotisnya, Margaretha Gertruida Zelle adalah istri dari Kapten Rudolp McLeod. Dia dan suaminya pernah tinggal satu dekade di Indonesia.Mereka bercerai setelah anak mereka meninggal. Selama di Indonesia, Matahari mulai menari di kelompok tari tradisional. 

Setelah bercerai, seperti digambarkan dalam novel Namaku Mata Hari karya Remy Sylado, Margaretha berganti-ganti pasangan. Ia kemudian kembali ke Eropa, persisnya berada di Paris sejak 1903. Di sana, ia menjadi penari dan pekerja seks kelas atas, meski Mata Hari lebih dikenal sebagai mata-mata terkenal dunia.

Profesinya sebagai penari dan posisinya sebagai pelacur kelas atas menjadi kekuatannya sebagai mata-mata. Dia biasa berkencan dengan golongan aristokrat atau pejabat. Dari kencan-kencan itu, info intelijen bisa dikorek. Namun, kiprahnya sebagai agen ganda ketahuan dan segera disingkirkan. 

Kisah pelacur yang dibunuh juga terjadi di Indonesia. Jika Mata Hari karena jadi mata-mata, maka Fientje de Feniks dibunuh oleh pelanggan setia yang cemburu, Willem Fredrick Gemsar Brinkman. Sang pelanggan, salah satu pria terpandang di Betawi itu, tidak terima perempuan Indo berumur 20 tahun yang hendak dijadikan nyai-nya itu masih berkencan dengan laki-laki lain. 

Mayat Fientje yang membusuk ditemukan mengapung di sekitar Pintu Air pada 17 Mei 1912. Polisi pun melakukan penyelidikan. “Berbulan-bulan berikutnya publik yang keranjingan cerita seks, sensasi, dan kekerasan minta diladeni berita dengan pemberitaan mengenai pembunuhan itu,” tulis Rosihan dalam Sejarah Kecil La Petite Histoire Indonesia (2004).

Semula Brinkman menolak tuduhan bahwa dia adalah pembunuhnya. Tapi rupanya Rosna, kawan Fientje sesama pelacur di rumah bordil milik germo Oemar, menyaksikan pencekikan itu. Meski dituding berbohong oleh Brinkman, Rosna akhirnya bilang: “Saya seorang perempuan, jadi saya penakut, tapi saya katakan sekali lagi laki-laki itu yang telah melakukan pembunuhan.” 

Rosna pun menjadi saksi di pengadilan yang mengantarkan Brinkman ke tiang gantungan. Namun sebelum digantung, Brinkman bunuh diri terlebih dahulu, yang membuat Siloen rugi karena tak jadi menerima upah karena Brinkman batal digantung. Padahal Siloen sudah menghabiskan uang untuk mengadakan selamatan yang biasa dilakukan sebelum eksekusi terpidana di tiang gantungan.

Seperti halnya Mata Hari, Fientje de Feniks pun menjadi kisah yang ditulis berulang kali. Mata Hari ditulis kisahnya dalam Namaku Mata Hari (Remy Sylado), Sang Penari (Dukut Imam Widodo), De Moord op Matahari (S. Wagenaar), Matahari Courtesan and Spy (Majoor Coulson), Matahari (J.C. Brokken), dan The Fatal Lover (Juli Wheelwright). Selain novel, kisah Mata Hari juga diadaptasi menjadi film dan serial televisi. 

Sementara soal Fientje de Feniks, Tan Boen Kim merilis novelnya berjudul Nona Fientje de Feniks pada 1915, tiga tahun setelah Fientje terbunuh. Selain itu kisah Fientje juga ditulis oleh Pieter van Zonneveld yang menulis De Moord op Fientje de Feniks: een Indische Tragedie (1992). 

Dalam karya Pramoedya Ananta Toer, sosok Fientje hadir dalam Rumah Kaca. Namun novel ini bukan tentang seorang pelacur, melainkan tentang seorang perwira polisi bernama Jacques Pangemanann yang sering menghabiskan waktu bersama seorang pelacur. Dalam novel Pram tidak ada nama Fientje, melainkan Rientje de Roo. Dalam novel itu, suatu kali Rientje tidak datang kepada Pangemanan karena ia ternyata terbunuh. 

Prostitusi yang melibatkan perempuan-perempuan Indo-Belanda bukan hal baru di awal abad ke-20. Hendrik Naimeijer, dalam Batavia Masyarakat Kolonial Abad XVII (2012), mencatat beberapa pelacur berdarah campuran Portugis pada abad XVII. Mereka adalah Adriana Augustijn, Anna de Rommer, Dominga Metayeel, dan Lysbeth Jansz. 

Ayah-ayah mereka Portugis sementara ibu mereka adalah perempuan-perempuan pribumi. Dalam bukunya Bandung Kilas Peristiwa di Mata Filatelis Sebuah Wisata Sejarah (2006), Sudarsono Katam menggambarkan eksistensi pekerja seks keturunan Belanda di Bandung pada era kolonial.

Skandal Asusila Orang Belanda di Zaman Kolonial

Pelacuran, yang mau tak mau selalu ada di Hindia Belanda, juga menjadi masalah serius. Banyak pegawai kolonial Belanda jika bicara soal perzinahan akan satu pandangan dengan Gubernur Jenderal Jan Pieterzon Coen yang sama-sama moralis yang benci pelacuran dan perzinahan. Gubernur Jenderal Coen pernah menghukum putri angkatnya, Sarah Specx atas tuduhan berzinah dengan Pieter J. Cortenhoeff, di Balai Kota Betawi di tahun 1629. Sarah Specx adalah putri dari pejabat VOC lain dari hasil hubungannya dengan seorang perempuan Jepang.

Banyak yang menduga pemerintah kolonial punya andil dalam menyensor cerita novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis. Selentingan terdengar bahwa dalam versi asli Salah Asuhan, Corrie du Buus si perempuan Belanda kesayangan Hanafi itu meninggal karena penyakit kelamin. Dalam novel yang kemudian terbit, kisah Corrie yang tak meninggal karena penyakit kelamin adalah demi menjaga citra orang-orang Belanda saat itu.

Di dunia nyata, pejabat kolonial Belanda di Palembang juga berusaha membersihkan citra orang-orang Belanda dari prostitusi. Di tahun 1906, Asisten Residen Palembang van Mark melaporkan kehidupan seksual seorang perempuan muda 24 tahun bernama Henriette Anderson alias Nona Jet. 

Menurut catatan asisten residen, dulunya Nona Jet datang ke Plaju dan tinggal seatap dengan Sersan Nachtzijl. Mereka hidup di sebuah tangsi militer di Plaju, seberang kota Palembang. Suatu hari, Sersan itu berniat untuk menikahi Nona Jet, namun Nona Jet menolak dan minggat dari tangsi. Kemudian dia tinggal di Perkebunan Karang Ringin, Musi Ilir. 

Nona Jet tinggal “di Jalan Sajangan, di kawasan 16 Ilir Palembang. Dia sudah memulai hidup cabul. Dan lebih buruk setelah Nachtzijl pergi ke Eropa,” lapor Asisten Residen Van Mark kepada Residen Palembang pada 27 Juni 1906. Mark dan beberapa orang lainnya menilai Nona Jet melakukan prostitusi terselubung. Banyak laki-laki pernah menginap di rumahnya. Sang Nona pernah juga jadi perempuan simpanan seorang Tionghoa kaya di sekitar Palembang. 

Suatu kali, Asisten Residen Palembang, Van Mark, memberi surat perintah pada Jet untuk memeriksakan diri ke dokter militer. Dia juga diberi uang untuk berobat ke Jakarta agar menjauhi Palembang. Nona Jet rupanya tersinggung dan tidak terima seolah dirinya dituduh sebagai pelacur. Maka, ia pun mengirim surat keberatannya kepada Residen Palembang. 
#reblog

Friday, 7 April 2017

KETIKA YANG TERBAIK TAK KUNJUNG DATANG

Ketika dikira dia yang terbaik, ternyata bukan yang Terbaik. Harus bagaimana?
"Laki-laki yang baik untuk perempuan baik, begitupun sebaliknya"
Dalam menjalani kehidupan seringkali kita menemui, perempuan sholihah bersuamikan laki-laki yang enggan menginjakkan kakinya ke masjid sekalipun hanya seminggu sekali. 
Sedangkan dalam firman Allah menyebutkan demikian. Sepertinya ada yang salah?
Eits! Tunggu dulu ..

Mengapa Allah menurunkan firman tsb, karena saat itu ada klausul tertentu oleh karena itu maka turunlah ayat tersebut. Namun bagaimana dengan perjalanan hidup yang sering kita temui saat ini seperti kasus diatas. Apakah ayat tersebut berlaku. Hal tersebut sangat relatif karena bisa jadi Perempuan tersebut diberikan kesempatan untuk mendapatkan pahala lebih banyak dengan berdakwah secara tidak langsung melalui orang terdekatnya. Misal si istri melakukan berbagai ritual ibadah di depan suami walaupun si suami terkadang cuek sama sekali tidak menggubris, namun dengan ketaatan dan istiqomah dapat dipastikan seiring berjalannya waktu bisa jadi hati suami tergerak dan mau melakukan ibadah melalui do'a istri, segala apa yg kita dengar, lihat dan lakukan merupakan refleksi dari kehidupan orang-orang terdekat kita.

Mempunyai pasangan yang berkategori "kurang baik" bisa jadi lahan ibadah dan pahala bagi pasangannya. Bukan berarti laki-laki baik harus selalu dipasangkan dengan perempuan baik. Logikanya jika yang baik dikumpulkan dengan yang baik lantas siapa yang berkewajiban mendidik atas sesuatu yang kurang baik?. Jadi PR bersama bukan? Agar menjadi rahmatan lil alamin. Perjalanan takdir untuk mendapatkan teman hidup berkategori baik ditentukan oleh perubahan nasib yang terus diusahakan hingga akan berujung menjadi takdir kita. Bisa melalui perkenalan, "Allah ciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal" artinya Allah menyiapkan semua orang untuk dikenal, dengan mengambil ibroh, pembelajaran dan hikmah dari setiap perkenalan dan setiap kejadian.

Dari hal tersebut kita dapat menentukan apakah seseorang layak menjadi teman hidup ataukah tidak. Allah memberikan banyak kewenangan terhadap penentuan nasib diri manusianya sendiri dengan berfirman "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri yang mengubahnya". Kelak Allah akan mengumpulkan setiap manusia sesuai komunitasnya, dimana dari komunitas tersebut apakah bisa saling menjatuhkan ataukah bisa saling menyelamatkan hingga menentukan masuk surga atau neraka. Komunitas terkecil adalah keluarga, sebelum membangun komunitas terkecil itulah upayakan memantaskan diri untuk membangun komunitas di dalam diri berkategori sesuai norma, etika serta keyakinan.

So, semua pilihan hidup manusia sudah Allah berikan ke tiap tangan manusia. Mereka lah yang menentukan nasibnya sendiri dan pastikan setiap langkah perubahan nasib mendapatkan perempuan baik dan laki-laki baik selalu dalam ridlo Nya. Karena jika Allah sudah Ridlo apapun 'Kun fa yakun'.

Semoga bermanfaat.

Profil Penulis :
Lia Kurniawati, S. Ikom, M. MPd.
Dosen Ilmu Komunikasi 
(Psikom & Broadcasting)
Public Relation Manager (lima artha perĂ²)

Medsos :
FB : Lia Kurniawati
Twitter : @kurniawati_78
IG : lia_kurniawati

Saturday, 1 April 2017

"NYAI GOWOK", KAMASUTRA ALA JAWA ..

Tradisi yang satu ini mungkin dianggap cukup tabu dan tak banyak orang yang mau terbuka membahasnya. Namanya tradisi gowok. Tradisi yang konon berasal dari Tiongkok dan tiba di Jawa ini bisa dibilang tradisi untuk mengajari remaja laki-laki bisa menjadi seorang pria dewasa. Dewasa yang dimaksud di sini dalam artian bisa memahami seluk beluk tubuh perempuan. Ehm, makin penasaran kan?
Ada sejumlah cerita menarik terkait tradisi yang satu ini. Bahkan ada novel yang dibuat dengan latar tradisi gowok yang begitu fenomenal. Selengkapnya, yuk ikuti sejumlah info menariknya di sini.

Tradisi Ini Konon Dibawa oleh Wanita Bernama Goo Wook Niang

Adalah Goo Wook Niang, sosok wanita Tiongkok yang disebut telah membawa tradisi yang disebut Gowok ke Jawa. Mungkin kamu sudah bisa menduga dari mana nama gowok berasal. Yaps, gowok diambil dari nama Goo Wook Niang sendiri. Karena lidah orang Jawa saat itu agak sulit melafalkan nama lengkap Goo Wook, maka dipersingkat jadi gowok saja.

Ilustrasi Rumah di Desa [Image Source]
Tugas dari seorang gowok ini adalah memperkenalkan seluk beluk tubuh perempuan, katuragan wanita, pada remaja laki-laki yang beranjak dewasa. Ada tradisi Jawa tempo dulu di mana remaja yang sudah dikhitan akan tinggal serumah dengan seorang gowok. Gowok ini kemudian yang akan mengajarinya berbagai hal yang terkait dengan cara membahagiakan perempuan secara lahir dan batin. Dengan kata lain, si remaja akan diajari semua hal yang terkait dengan urusan ranjang. Apa tujuannya? Tujuannya agar si remaja kelak bisa membahagiakan istrinya.

Nyantrik Bisa Berlangsung Selama Beberapa Hari

Remaja laki-laki bisa menghabiskan waktu selama beberapa lama dalam “asuhan gowok”. Masa ini disebut nyantrik. Masa ini bisa berlangsung selama beberapa hari, bisa juga seminggu. Sang remaja akan diajari bagaimana menjadi lelananging jagad yang sejati. Bukan hanya soal urusan ranjang saja yang diajarkan oleh seorang gowok. Gowok pun akan mengajari berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga dan bagaimana cara memperlakukan istri dengan baik di masa yang akan datang.

Ilustrasi Nyantrik Bisa Berlangsung Selama Beberapa Hari [Image Source]
Gowok sendiri biasanya disewa oleh ayah dari anak remajanya yang beranjak dewasa. Agar sang putra bisa menjadi suami yang seutuhnya saat dewasa nanti, maka perlu dibekali berbagai pengetahuan dan pelajaran langsung dari seorang gowok. Setidaknya nanti saat malam pengantin baru, sang pemuda tidak mendapat malu.

Diangkat dalam Novel Berjudul Nyai Gowok, Novel Kamasutra dari Jawa

Novel karya Budi Sardjono yang satu ini memang cukup mengundang rasa penasaran. Dari judulnya saja, sudah kebayang dong novel ini membahas soal apa? Menyangkut soal tradisi gowok dan tradisi seksualitas Jawa. Berlatar kota Temanggung tahun 1955, Nyai Lindri yang berperan sebagai gowok mendidik Bagus Sasongko menjadi lelaki sejati.

Diangkat dalam Novel Berjudul Nyai Gowok, Novel Kamasutra dari Jawa [Image Source]
Nyai Lindri mengajarkan berbagai hal yang berhubungan dengan cara membahagiakan seorang perempuan dan bagaimana cara memperlakukan tubuh istrinya nanti ketika sudah menikah. Terdengar vulgar? Tak bisa dipungkiri ada hal-hal yang “dewasa” dibahas dalam novel tersebut. Novel ini pun sepertinya lebih layak dibaca oleh mereka yang sudah menikah atau berumah tangga.
Entah apakah saat ini tradisi gowok masih ada atau sudah tak dilestarikan lagi. Seumpama ada pasti akan jadi kontroversi tersendiri. Tapi, ada beberapa sumber yang mengatakan kalau Gowok tetap diimplementasikan lho di beberapa daerah terpencil. Tapi, mungkin bentuknya lebih sopan dan punya norma.

Wednesday, 27 July 2016

TABU tapi SEHAT

Penelitian kesehatan payudara wanita di lihat dari sisi ilmiah,  Dr.Boyke Dian Nugraha SpOG ( K )Manfaat pria Menghisap Payudara Bagi Kesehatan Wanita....

1. Payudara wanita yg sering dihisap, keseimbangan sistem kardiovaskular kewanitaannya dpt terjaga ... Apabila lelaki menghisap Payudara wanita dalam waktu yg lama, maka degupan jantung wanita dpt meningkat hingga 110 detak/menit. Hal ini boleh menjadi latihan bagus bagi kesehatan jantung.              
2. Hisap Payudara wanita juga dpt membuat berat badan wanita lebih stabil, bahkan berkurang. Hal ini disebabkan, Payudara wanita yg dihisap selama 3 menit dpt membakar lemak sekitar 12 kalori.
3. Ingin wajah lebih kencang? Kalau begitu jangan ragu utk lebih sering dihisap Payudaranya. Dgn dihisap Payudara, maka lebih dari 30 otot wajah wanita bergerak, sehingga berguna utk meningkatkan aliran darah di kulit wajah, dan menghaluskan kulit.
4. Selama ini hisap Payudara wanita dianggap sebagai hal yg kurang sopan/tabu. Tapi pada kenyataanya hisap Payudara wanita dpt membuat wanita lebih awet muda, merupakan obat alami yg merangsang sistem kekebalan tubuh, hasilnya adalah produksi antibodi yg mampu melindungi dari virus. Proses ini disebut cross . imunoterapi.
5. Pada saat Payudara wanita dihisap, biasanya nafas wanita jadi lebih cepat..Rata2 saat hisap Payudara, wanita akan menghirup dan membuang nafas 60 kali dlm satu menit. Padahal dlm keadaan normal hanya 20 kali tiap satu menit. Menghirup dan membuang nafas lebih sering akan mencegah berbagai gangguan diparu.
6. Payudara wanita yg dihisap lebih dari 5 menit akan membuat tubuh wanita lebih santai, dapat menghasilkan rantai kimiawi yg akan menghancurkan berbagai hormon penyebab stress.

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...