Thursday, 14 June 2018

Makhluk Visual, Kualitas dan Kebermanfaatan :::

Seringkali bahkan saya beberapa kali menemukan para pria bermulut "ember". Lalu apa hubungannya dengan judul diatas. Makhluk visual, dari pandangan akan menstimulus otak untuk mengambil data yang sudah ada, kemudian diinterpretasikan kemudian dikomentari.

Letak komentar inilah yang menjadi cikal bakal penentu seorang pria berkualitas atau tidak. Pilihannya hanya ada 2, bermanfaat untuk dirinyakah atau membawa manfaat untuk orang lain.

Jika ia memilih opsi yang pertama tentunya action selanjutnya setelah apa yang ia lihat kemudian dihembuskan sedemikian rupa menjadi satu berita hoax yang merugikan orang lain. Tanpa memikirkan konsekuensi akhir. Dan agaknya para kaum pria bersumbu pendek ini belum memahami makna "kebermanfaatan" dirinya untuk khalayak banyak.

Opsi yang kedua, mempertimbangkan kebermanfaatan untuk dirinya pun untuk orang lain. Dengan melakukan tambahan informasi dari berbagai sumber, croscek dan lalu berpikir ulang apakah hal tsb membawa manfaat ataukah tidak.

Dulu saya sangat memercayai bahwa "pemikiran 1 orang pria berbanding lurus dengan pemikiran 3 orang wanita" artinya tingkat validasi atau keakuratan hasil pemikiran mereka hanya membutuhkn satu orang pria untuk menyeimbangkan ide serta pemikiran kaum hawa.

Tetapi nyatanya ini TIDAK BISA di GENERALISIR. Bahkan terkadang kaum adam ini nyinyirnya melebihi emak-emak rempong. Mengapa? Karena TERNYATA bahan pemikiran terletak dari input yang berdasarkan Latar Belakang pendidikan (field of education) dan Latar Belakang Pengalaman (field of experience).

Eksistensi kaum pria yang berpikir dengan logika sejatinya menjadi penyeimbang kaum ibu, namun pembentukan kedewasaan berpikir agaknya tidak bisa dibentuk dengan sendirinya melainkan berdasar pada PENGALAMAN yang didapatkan dari jam terbang ia bersosialisasi dan interaksi dengan lingkungan dan secara otomatis pula mendapat tempaan PENDIDIKAN yang tidak hanya didapatkan secara formal.

Dan hal ini otomatis akan membentuk pria berkualitas, baik secara pemikiran yang tercermin dari apa yang ia bicarakan. 

Lahir jargon seperti ini :
"pemikiran orang hebat, membicarakan ide - pemikiran orang menengah, membicarakan pengalaman - pemikiran orang pendek akal, lemah dan otak sumbu pendek membicarakan orang (senang berghibah dan memfitnah)".

Dari kedua hal tsb akan membentuk manajemen pola pikir, pengambilan keputusan terhadap apa yang ia lihat, dengar dan rasakan.

Ketika seorang pria mendapatkan salah satu stimulus (lihat, dengar dan rasa) jika dibarengi dengan kekuatan iman maka keputusan untuk menyebarkan informasi yang ia dapatkan akan diseimbangkan dengan kebermanfaatan yang akan ia peroleh, apakah bermanfaat hanya untuk dirinya sendiri ataukah bermanfaat untuk orang lain pula.

Dan jika hal ini dipertimbangkan, maka bukan tidak mungkin hukum pantul akan berlaku yakni "segala sesuatu yang dilemparkan akan kembali pada diri masing-masing".

Dalam beberapa jurnal psikologi menyampaikan bahwa, sisi lain bagian korteks otak kaum pria per-tujuh menit sekali kaum ini selalu berpikiran hal-hal yang berkaitan dengan "seks" maka tidak heran jika label "cengos, cunihin, fiktor (fikiran kotor)" seringkali menghampiri mereka.

Gegara ini pula pacuan otak dalam sumbu korteks tsb akan mengimajinasikan berbagai gambaran "berandai-andai" atau ekspektasi terlampau tinggi JIKA TIDAK diimbangi dengan pengetahuan dan pengamalan agama yang baik.

Alhasil, akan mencetuskan kata-kata kotor, tidak senonoh bahkan seronok dan kurang ajar serta tidak layak dan patut dalam pandangan sosial masyarakat. Sisi lain hasil imajinasi ini adalah fitnah dan ghibah.

Anda berada pada posisi yang mana?
Penuh dengan ide dan action ataukah tergolong dalam kategori sumbu pendek? Oiya ide dan action yang bermanfaat untuk orang banyak tentunya, bukan ide dan action murahan.

Semoga kita dapat mendidik anak-anak pria kita menjadi anak-anak yang berkualitas, tegas, lugas dan pantas menjadi imam dalam menghadapi berbagai racikan emosi yang semesta hadirkan dalam berbagai suguhan. Aamiin YRA.



Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...