Tuesday, 3 November 2020

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ini project ke - 3, terima kasih Ya Allah engkau tunjukkan luasnya kesempatan asalkan mau berhijrah dan bergerak. 

Gak ada kata lain selain rasa syukur, alhamdulillah untuk diriku yang sentiasa tangguh, dihebatkan, dikuatkan, disabarkan, dengan berbagai macam ujian. Aku hanya meminta dan berfoa dan merengekpun pada yang menciptakanku, yang menginginkanku hadir di dunia ini, yang mencukupkanku dari segala yang kami butuhkan. Tiada kata lain selain alhamdulillah. 

Terima kasih buat anak-anakku yang sentiasa mendampingiku, berada bersamaku. Terima kasih buat orangtuaku yang menjadikanku seperti saat ini, alhamdulillah
dan teman-teman yang ingat padaku, support baik materil maupun moril kala aku sakit maupun sehat.

Friday, 30 October 2020

MENGAPA SAYA BERCERAI

 Bismillah, 

Sebenarnya ini hal yang paling tabu yang sangat saya tutupi selama 8 tahun terakhir, namun menginjak usia 8 tahun perceraian saya rasanya sudah siap menuliskan apa yang terjadi pada kami, yang dulu sebagai pasangan suami istri. Tuntutan menjadi istri sungguh menjadi hal baru buat saya kala itu di usia menginjak 22 tahun, saya pikir sebagai perempuan di masa gadis menikah dan memiliki pendamping itu layaknya film drama korea indah selamanya, suka duka dilalui bersama. Dan sepertinya angan-angan setiap para single tujuan dalam pernikahan itu secara umumnya seperti itu, dan tidak salah juga sih jiiikaa, frekuensi, visi dan misi dalam memasuki jenjang pernikahan setiap individu sama atau minimal mirip!

Saya tipe orang yang punya mindset bahwa laki-laki itu seperti ayah saya, kreatif, solutif, percaya diri, selalu punya cara apapun untuk dilakukan, dan berani menerima tantangan apapun, pokoknya laki banget! tanpa bermaksud mendiskreditkan mantan dimasa lalu, kadar semua yang saya harapkan ternyata tak sesuai harapan, saya yang seharusnya berdiri di balik punggungnya, malah berbalik saya yang selalu menjadi tameng dan lama kelamaan lelah juga.

kejelasan awal pernikahanpun terkesan abu-abu namun dipaksakan karena keadaan usia yang memasuki usia 22 tahun dalam hitungan orangtua saya sudah terlalu tua untuk menikah! Ya Alloh, jika di pikir lagi usia segitu penyempurnaan sel-sel otakpun belum tumbuh dengan sempurna dan akan sempurna di usia 40, tapi nggak harus nikah di usia 40 juga kan hahah ... 

Satu hal lagi idamaan para joblowers kala mendapat pasangan, hidup bersama mereka mindset suka dan duka dijalani bersama itu harapan terlalu tinggi sepertinya untuk saya kala itu, setiap kali saya sakit ia memilih pergi meninggalkan saya, dan menetap bersama keluarganya atau terkesan sibuk dengan pekerjaannya.  Giliran ayah dan  ibu yang mengurus saya, bahkan saat melahirkan sekalipun, ia hilang bak ditelan bumi dengan alasan ada pekerjaan yang tak bisa menggantikan. Ya Allah, rasanya bukan prioritas untuk seorang suami itu syediiih banget. 

12 tahun pernikahan dan menimbang dengan kondisi seperti itu, saya berpikir ulang, bagaimana jika saya menua dan renta, saya khawatir tak bisa menitipkan diri ini kala orangtua sudah lebih dulu meninggalkan saya. 

ah sudahlan jika mengingat hal itu, sepertinya hidup di masa lalu itu terlalu muluk-muluk, banyak harapan yang tak sesuai harapan. Saya sering bertanya malah sama Allah, ya Allah engkau menjanjikan kehidupan lebih baik setelah diantara manusia menikah, namun kala itu kehidupanku masih lebih baik sendiri daripada membentuk rumah tangga yang tidak jelas arahnya, hanya menikah, punya anak, tinggal bersama orangtuaku dan tak ada progress serta keinginan apapun darinya hanya sebagai pindah status dari lajang menjadi menikah. HEY kata Allah, inna amalu biniyat, so bagi para pembaca, samakan dulu niatnya dengan pasanganmu, baru kamu bisa melangkah ke step selanjutnya. Jangan kebalik-balik!

Maka bagi para single, pikirkan lebih dalam lagi kehidupan apa yang akan kalian jalani setelah memasuki jenjang pernikahan nanti, apakah sama visi misinya, pertimbangkan kembali frekuensi yang kalian miliki, jangan sampai terkecoh dengan mindset agamanya baik, tapi lihat amalan yang dia kerjakan apakah sudah sesuai dengan agama yang diperintahkan. 

oiya satu hal lagi yang ingin saya sampaikan, BE YOUR SELF! jadilah diri sendiri, dan terbuka akan lebih bisa dihargai daripada berubah seperti bunglon hanya karena ingin dihargai dan terlalu banyak topeng akan lebih menyulitkanmu dalam situasi apapun, perbedaan sikap yang dirasa dan dialami ketika di lingkungan kerjanya yang pecicilan, sangat berbanding terbalik dengan situasi di rumah yang sok kejaiman itu gap yang terlalu kentara untuk menjalani sebuah hubungan. saya paham sekaligus heran dia berlaku demikian mungkin karena ia ingin diperlakukan berbeda, namun saya berpikir malah ia berkeperibadian ganda. dan saya lelah menghadapinya, ketika orang terheran-heran dengan tingkahnya, saya yang dengan rela menutupi dan mengalihkannya, owh saat itu saya berpikir, sampai kapan saya harus menjalani drama itu. dan ternyata cukup 12 tahun saja, lama ya? lamaa karena saya berpikir demi kebaikan bersama, namun ternyata tidak baik untuk kesehatan mental saya.

Bibir dower! hati-hati para lelaki, kalian itu dimata perempuan asyiknya dipandang cool, calm, gak pecicilan dan pandai menjaga mulut ini yang paling berbahaya jika laki-laki tak memiliki ini semua, oiay satu lagi konsistensi, jangan sampai di lingkungan kerjamu bilang A setelah pulang ke rumah dihadapan mertua bilang B! dan itu dilakukan depan istrimu, ketika dikonfirmasi dengan wajah datar bilang "ah itu kan sudah biasa, gak apa-apa" heeeii .. hal-hal sepele seperti itu bisa jadi duri dalam pernikahan jika berlangsung terus menerus tanpa saling menyadari. 

Ah banyak sekali uraian "kesalahan" sebagai laki-laki dimata wanita, tapi itulah fakta

Mulai saat ini, sedikit advice buat para pembaca, kenali pasanganmu sebelum kamu memutuskan melangkah lebih jauh hidup dengan dia, terus terang saya tak cukup mengenalnya dengan baik, hingga satu teman almarhumah Inna dalam satu kesempatan, pernah bertanya pada saya, "Banyak kagetnya ya hidup dengan dia?" oalaah, aku kala itu dalam hati mengiyakan, namun demi menjaga gengsi aku berpura-pura lebih mengenalnya daripada dia, ternyata aku salah hahahha .. 

Pengalaman hidup, cukup sekali kamu putuskan untuk memilih pasangan yang tepat, jangan sampai terlambat, jangan sampai khianat, apalagi tak maslahat dunia akhirat. Kali ini berniat berbagi agar kesalahan yang saya buat, terutama salah memilih laki-laki yang tepat untuk dunia akhirat berhenti hanya saya saja yang mengalami. 

Naluri perempuan, apalagi sebagai pendidik selalu melihat dan mencari kesalahan, 

Ubah suai, solusi apa yang bisa saya tawarkan jika saya melakukan kesalahan. 

Terima kasih, saya tak berhenti bersyukur pada Allah sudah pada posisi sekarang, saya selalu berdoa agar dijauhkan dari kesewenang-wenangan manusia, diberikan keluasan hati untuk selalu berbahagia dan penuh syukur. Hanya dengan saya mampu bersyukur Allah akan pertemukan saya dengan keajaiban-keajaiban hidup yang Allah hantarkan melalui manusia mulia lainnya.

Terima kasih ya Rabb, saya diberikan akal sehat, pikiran yang cerdas dan kemampuan saya untuk menuliskan hal ini meski dala hati belum percaya diri untuk berbagi kisah dengan dunia dimanapun anda berada. 

Salam hangat, karena hari ini udara sangat dingin sekali hingga balutan syal menghiasi leherku

dari aku yang selalu penuh syukur. Alhamdulillah

Saturday, 24 October 2020

BELAJAR DARI ANAK MUDA TENTANG SYUKUR

Banyak orang bilang meski raga hadir dalam berbagai kesempatan tapi hati dan pikiran seolah tak menyatu, dan baru 2 bulan terakhir aku menyadari bahwa rupanya hidupku terseok-seok oleh visi misi orang lain, jiwa sebetulnya ingin melakukan A namun raga tergusur keinginan orang lain dan sayangnya berlangsung sepuluh tahun lamanya. 

Ya Allah selama itu kah aku tak pernah berdoa padamu agar aku dihindarkan dari bingung dan kesewenang-wenangan manusia?! Ampuuun rabb, hamba mohon ampunan telah memyia-nyiakan waktu dan keluarga sepuluh tahun lamanya. 

Tepatnya sebulan yang lalu, September 2020 disaat hati bimbang.  Teman sejawat bilang saya ga fokus, dipikir dan diresapi kembali dan mulai kulihat lagi postingan2an di fb dan IG ternyata iyaa, aku sudah kehilangan identitas diri selama ini. 

Menginjak usia yang ke 42, kusadari banyak sekali jalan hidup yang kubuat tak selesai, hari ini disadarkan oleh postingan seorang teman baru, Ridha namanya, aku lihat profilnya yg konsisten di jalurnya, ia bilang siap keliling Indonesia,  takjub! Pertama kali aku tersontak betapa hal sederhana kata "syukur" begitu menjadi doa yang makbul. 

Ia bilang, pertama kalinya menginjakan kaki di Bali ia sangat bersyukur, lalu Allah injakan kakinya lagi di Korea, lalu ia bersyukur lagi, lalu Allah injakan kakinya lagi di Beijing lalu sepulangnya dari Beijing ia sangat bersyukur dan lagi Allah injakan kakinya lagi ke setiap penjuru Indonesia. Ya Alloh, sesederhana itukah titahmu yang selalu aku abaikan padahal sangat banyak perintahmu yang belum aku penuhi hanya karena dulu aku bukan termasuk orang yang pandai bersyukur! 

Ya rabb ampunilah hamba, hamba janji setiap hal apapun yang hamba dapatkan bahkan tarikan nafas inipun sangat hamba syukuri. 
Alhamdulillah Engkau kirimkan anak muda yang  mencubit hati dan pikirku.

ALHAMDULILLAH darinya aku banyak belajar ketulusan, keikhlasan, kesederhanaan tanpa drama dan kata-kata kiasan! Terima kasih mba Ridha Syahputri. 
Disaat aku merasa orang yang paling terdzolimi, setiap usaha yang dirintis tak membuahkan hasil selalu dalam posisi yang serba salah, maju kena mundurpun kena hingga harus mengubah haluan usaha apa yang sekiranya  mampu membuat kami bertahan hidup, menghidupi anak-anakku bingung menentukan arah usaha, dengan sedikit melihat peluang dan penawaran semampuku akhirnya Allah kirimkan anak muda yang inspiratif

Terima kasih ya Allah, terima kasih yang tak terhingga hamba diberikan dan dipertemukan dengan satu event Gcinc2 Kemenparekraf - sbm ITB yang tak pernah terpikirkan sedikitpun dan Allah langkahkan lagi ke event gcinc3 sebulan kemudian di beberapa hari yang lalu, ajaibnya janjimu setelah syukur yang ke 2 Engkau dekatkan lagi dengan kabar baik, 11-12 Nov mendatang diminta kembali untuk acara dengan Menteri seluruh dunia. 

Ya Allah selalu tuntun hamba menjadi orang yang bersyukur, menikmati setiap pemberianmu, ingatkan hamba ya Allah, tetapkan hati hamba untuk hijrah dan dipertemukan dengan orang-orang yang akan membantu hamba dan keluarga untuk melihat betapa keajaiban syukur yang Kau janjikan itu memang ada dan nyata. Jadika setiap langkah hamba jadi ibadah yang kau perintahkan, hamba siap menjelajahi bumi yang kau isyaratkan dengan bahagia. Dan menjadikan hamba bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan dunia. 

Wednesday, 30 September 2020

PEMIKIRAN PICIK SEORANG PEREMPUAN

Berawal dari stigma masyarakat bahwa kedudukan laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Perempuan di identikan dengan kebodohan. Identik dengan makhluk yang mudah di manipulasi, dimonopoli dan di kebiri. 

Dogma lain, bahwa nasib perempuan bergantung dari ridlonya laki-laki sebutlah suami, stigma lain tentang peralihan nasib dosanya yang ditanggung ayah jika anak perempuannya bermaksiat, tak menutup aurat sekalipun. Lalu dosa ini akan berpindah pada suami setelah ia menikah. 

Di sisi lain, firman Allah menyatakan bahwa apa yang setiap manusia lakukan akan kembali pada dirinya sendiri artinya tidak ada pelimpahan dosa seseorang pada manusia lainnya. Hanya saja kita diwajibkan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.  Bukan untuk menerima "dosa" yang dilakukan istrinya. 

Lalu apa yang terjadi bahwa dogma, stigma "pelimpahan dosa" anak perempuan pada ayahnya, istri pada suaminya? 
Saya tidak akan membahas mengenai hubungan darah "pelimpahan dosa" anak-ayah tapi kita bayangkan apa yang akan terjadi pada hubungan seseorang yang sebelumnya tidak saling mengenal lantas seolah "disiapkan" untuk menerima dosa istri? 

Saya sangat yakin dalam proses rumah tangganya akan ada semacam orang yang disanjung dipuja dan berada di atas angin, siap untuk mencecar setiap perbuatan sang istri agar ia selalu "tau diri" karena dosanya sudah ditanggung sang suami. 

Di lain sisi bukankah ada potensi manusia lain yang dianggap selalu "berdosa" melekat, otomatis terhamba sahaya karena kedudukannya setiap tindak tanduknya dianggap sebagai pembawa petaka untuk manusia lainnya? 

Manusia lain bernama suami itupun akan dengan bangga, mudah mencemooh dan menganggap istrinya lebih rendah martabatnya daripada dirinya. Bahaya laten lainnya, gangguan psikologis, memicu toxifitas suami pada istri. Padahal dalam hubungan berumah tangga pemahaman ortodok ini seharusnya di clear kan, agar masing-masing mempunyai peran sebagai support system bagi kehidupan setiap orang. 

Dan ini salah satu pemicu perceraian terjadi. 

Friday, 24 April 2020

BAGAIMANA CARA MENUMBUHKAN PROFIT 20% DARI USAHA SAYA

Status Fb Pak Ary Ginanjar

Beberapa waktu lalu saya membaca postingan Pak Ary Ginanjar, salah satu guru saya, di facebooknya.

Sebuah foto sambil memegang secangkir kopi, melihat ke jendela. Tak ada yang istimewa dengan fotonya. Tapi yang istimewa itu komentarnya, pro dan kontra. Apa yang dipermasalahkan?

Rupanya tulisan statusnya,

Ngopi di lantai 24 Menara 165 sambil mikir kenapa ya Jakarta tetap ramai meskipun sudah ada PSBB?

Tapi saya tidak ingin memindahkan pro kontra status tersebut disini, bukan. Melainkan ingin menunjukkan kepada Anda semua bahwa kita memang sering terpola untuk bertanya diawali kalimat tanya "kenapa". 

Pertanyaan kenapa itu tidak salah, sebab memancing pikiran untuk menemukan "karena". Tapi ketika pertanyaan itu diajukan ke diri sendiri bermuatan negatif, pikiran tersugesti dengan jawaban negatifnya. 

Contoh, "kenapa hidup sekarang makin susah?"

Jawabnya adalah, "karena pandemi Covid 19 dimana-mana"

Lalu tak sadar jadi sugesti, "hidup semakin susah karena pandemi Covid 19 dimana-mana."_ Tak sadar, sepanjang hidup menuju masa depan, pikiran diarahkan untuk melihat "hidup susah" dan (akibat) "Covid 19". 

Apakah membuat Anda termotivasi? 

Saya yakin tidak. Anda yang hendak jualan kebutuhan puasa atau lebaran pun jadi khawatir tidak laku bukan? 

Sekarang bagaimana kalau pertanyaan kenapa diganti menjadi "bagaimana". 

Bagaimana caranya agar ekonomi saya tetap tumbuh 20% setiap bulan dengan mudah dan menyenangkan?

Caranya adalah 

Saya yakin pikiran Anda menghadirkan gambar yang sesuai untuk menjawab pertanyaan diatas. Kalau pikiran saya tergambar youtube, artinya saya membuat video youtube. 

Baiklah Anda merasa sangsi dengan jawaban pikiran sendiri. Artinya Anda butuh jawaban yang beragam agar punya pilihan. 

Tanya saja, "apa lagi?" 

"Apalagi yang bisa dilakukan agar ekonomi saya tumbuh 20% setiap bulan dengan mudah dan menyenangkan?"

Kalimat ini bisa diulang berkali-kali ke diri sendiri baik dengan membaca berulang maupun 
bertanya dengan suara keras berulang. 

Tulis jawabannya. 

Kemudian tanyakan, apa yang bisa saya lakukan *sekarang* dengan mudah dan menyenangkan agar income saya tumbuh 20% setiap bulan?

Pilihan jawaban Anda semakin spesifik sehingga memaksa pikiran untuk menemukan jawaban "bisa dilakukan sekarang". 

Pelajaran pentingnya adalah pikiran itu netral. Dia memiliki segala informasi yang kita butuhkan. Tapi salah mengajukan pertanyaan membuat salah menemukan jawaban. 

Saya membaca kembali postingan Pak Ary dan komentar pembacanya. Komentar kontra berkisar di "mestinya Pak Ary..."

Kenapa saya baca? Sebab menyadarkan saya, bahwa saya pun tak sadar sering menuntut orang lain untuk berfikir dengan cara saya berfikir atau bertindak sesuai dengan pilihan saya. 

Padahal, saya sendiri (dulunya) tak mampu mengarahkan pikiran sendiri untuk berfikir sebagaimana mestinya berfikir. 

Mungkin dulu saya fokus menuntut orang lain memperbaiki ucapannya, memperbaiki cara berfikirnya, tapi lupa menuntut diri memperbaiki pikiran sendiri. 

Wallahualam

Monday, 20 April 2020

MENGEJAR SUKSES

Tulisan ini hadir kala seseorang membaca tanda tangan saya, yg menurutnya saya seorang yang gigih mengapai kesuksesan .. Coba kita renungkan .. Tak perlu analisa, just read, feel, imagine and do it! 

MENGEJAR SUKSES

Seorang pria berumur 30 tahun. Dia ingin sekali bisa belajar menari ( dancing ).
Di jaman itu, bisa menari itu keren. Anak anak muda menunjukkan skill menari nya di club, aliran disco. Gerakan nya keren, dan menarik lawan jenis tentu nya.
 
Setiap kali pergi ke club, laki laki ini hanya bisa duduk diam di meja, tidak berani show off ke atas panggung. 
Tidak bisa menari membuat diri nya menjadi mudah mendapatkan jodoh.
Dia ingin sekali bisa menari dan tampil penuh percaya diri seperti teman teman nya, tapi sayang dia tidak bisa menari. 
Saat itu dia singgle, tidak punya jodoh ya mungkin karena tidak bisa menari itu. 

Karena itu dia pergi ke konsultan jodoh, lalu si konsultan menyarankan agar dia ikut kursus menari. 
" Hmm bener juga, good idea nih. " .
Begitu kata dia dalam hati

Maka dia pun ikut kursus menari. Dengan semangat menggebu gebu untuk mendapatkan skill menari itu, maka dia ikut kelas 3 kali seminggu.
Pokok nya semangat dan harus bisa. Take action dan pasti bisa. Joss ...!!! POSITIF Sinting..Eh ..Posotif thinking.😁

2 tahun berlalu, keadaan tidak berubah. Puluhan kelas udah dia coba, ratusan teknik dia pelajari, tapi hasil nya tetap NIHIL. 
Kaki, tangan dan tubuh nya tetap tidak bisa sinkron setiap kali dia menari. Dia seperti kikuk, kaku dan tidak bisa lepas. 

Setiap kali menari, dia terlihat aneh, sehingga dia selalu jadi bahan lelucon dan tertawaan. 
Dia pun down, putus asa, kecewa dan menyerah. 
" Aku memang ga bisa menari. Memang ga bakat. Bukan aku ga berusaha, tapi aku memang bukan jodoh nya disini." Begitu kata nya pada diri nya sendiri. 

Suatu saat dia lagi duduk di club sendirian. Biasa lah.
Dia tidak ada teman, karena semua orang di desa itu tau siapa si pria ini. Orang aneh, freak, gaya menari nya kaku dan jelek. 
Dia sendiri tidak punya rasa percaya diri, maka orang lain pun malas mendekati nya. Apa yang kau pancarkan di dalam, akan terpancar keluar juga. Masok akal ?? 
Ya nasib lah. Mau bagaimana lagi ? 

Ketika dia lagi merenungi nasib nya, tiba tiba ada seorang wanita datang menyapa. Tampak nya wanita ini orang baru di desa itu. Setelah ngobrol panjang lebar, bener, ternyata si wanita ini bukan warga desa situ. 
Dia cuma turis yang kebetulan mampir ke club. 

Nah kemudian si wanita ini mengajak si pria ini untuk menari. Tentu saja pria ini langsung menolak dengan mengatakan bahwa dia tidak bisa menari. 
Si wanita ini tersenyum lalu berkata : " Kamu bisa kok. Saya akan ajarkan kamu bagaimana cara menari. Yuk ikut saya aja keatas panggung. Percaya deh sama saya.." 

Si pria ini pun tak berdaya, tangan nya di gandeng dan dia ikut aja keatas panggung. Sampai diatas panggung, penonton pun langsung bersorak sorai seolah hendak membully dia. 

Si wanita ini pun berkata : " Jangan pedulikan penonton. Lihat mata saya. Fokus kan perhatian mu ke mata saya. Jangan fokus ke kaki atau tangan mu. Gerak aja, lihat mata saya.
Gerakkan tubuh mu seolah tidak ada siapa pun di ruangan ini. Hanya ada saya dan kamu. Lepaskan tubuh dan pikiran mu sesaat, percaya pada saya, dan fokus hanya melihat saya. " 

Si pria ini pun sempat bingung. Tetapi karena pegangan tangan si wanita ini kuat sekali, maka mau tidak mau dia mengikuti gerakan nya. 
Sejenak dia menjadi lupa sama pikiran nya yang selalu bilang bahwa dia tidak bisa menari. 
Sejenak dia lupa, bahwa kaki dan tangan nya sulit sinkron. Tiap kali pikiran nya mau mengambil alih, dia ikuti kata kata si wanita itu, fokus pada mata si wanita ini. 

Pelan pelan sesuatu yang aneh terjadi. Tubuh nya seperti mengalir mengikuti alunan musik. Kaki dan tangan nya bergerak sendiri. Effortlessly. Otomatis. Ga pake mikir teknik ini dan itu. Mengalir aja. Ga pakai usaha apa apa. Spontan aja. 

Tiba tiba tubuh nya seperti dialiri energy dari dalam. Semakin lama dia menari, semakin energy itu keluar dari dalam, meledak ledak seolah tidak ada batas nya.
Badan nya terasa ringan, pikiran menjadi bahagia, dia tertawa lepas, berteriak sejadi jadi nya dan...WUZ ... 
selanjut nya sudah tidak bisa lagi di lukiskan dalam kata kata yang pas.

40 menit berlalu. Musik pun berhenti sejenak untuk break. Pria ini tubuh nya basah penuh keringat. Penonton pun bertepuk tangan memuji tarian yang luar biasa dari kedua pasangan ini. 

Ini pengalaman pertama dia mendapat sambutan seperti ini. Woww. Ini luar biasa. Diri nya seperti baru masuk zona yang baru. Tiba tiba rasa percaya diri itu muncul dari dalam ,entah dari mana dan bagaimana.

Wanita ini pun tertawa dan berkata : " Wow.. itu tadi sangat luar biasa. Terima kasih. Kamu partner yang hebat sekali. Dari awal saya udah tau kamu itu luar biasa. " 

Si pria ini pun masih bingung dengan state baru dalam diri nya. Sejak kejadian itu, si pria ini pun makin joss dalam menari. Setiap malam dia tampil percaya diri dan menjadi pusat perhatian di club. 
Cerita nya the end. Happy ending kan ?? 

Apa pelajaran nya ?? 
Cerita yang baru aja anda baca tadi, itu mungkin gambaran tentang Sufi Dancing. 

Ketika anda menari dengan hati, tanpa berpikir, tanpa usaha, mengalir aja, maka anda akan masuk suatu state dimana luapan energy dari dalam itu keluar. 

Energy dari dalam yang tiada batas nya. Itu bercampur dalam rasa antusias yang positif, yang menurut Bruce Lipton, ini rasa nya sama ketika anda pacaran pertama kali. 
Ketika orang yang anda suka, menerima cinta anda dengan tulus, maka mendadak ada satu energy yang meluap dari dalam tubuh ini. Energy ini begitu besar nya, sampai kalau pun anda kurang tidur, kena badai sekali pun, badan anda tetap fit dan joss. 
Kira kira seperti itu rasa yang bisa di lukiskan. 
Berususan dengan Rasa tentu tidak bisa di ungkapkan dengan benar. Kalau mau tau kebenaran nya ya harus merasakan sendiri. 

Pelajaran kedua yang bisa saya tangkap adalah kata Effortlessly. Wow ini powerful sekali. 
Ini tentang  bagaimana kita mengejar kesuksesan kita. 

Di cerita itu sukses nya adalah MENARI. Anda boleh ganti ini dengan apa saja, UANG, Ketenaran, Kekuasaan, apa saja boleh dan sama aja. 

Coba perhatikan pola nya, ketika anda NGOTOT mengejar sukses, maka yes benar anda akan punya ILMU soal sukses tapi tetap tidak bisa BOOM. 
Ada yang pernah alami seperti ini ?? Ilmu udah banyak tapi kok belum bisa mencapai sukses juga ?? Apa yang salah ?? 

Pria diatas saking kepingin nya bisa menari, ikut semua kursus menari, tau banyak teknik menari, tetapi itu belum cukup. 

Harus ada " AHA " momen, yaitu momen ketika anda bisa meluapkan energy dari dalam diri, sehingga energy ini lah yang memungkinkan anda mencapai apa yang anda inginkan. 

Pahami pola nya ya. Mencari skill itu harus, belajar ini dan itu harus. Itu modal. Ini adalah langkah dasar nya. Ini harus dilalui dulu loh ya.
Barulah setelah tahap pertama dilalui, 
maka anda harus belajar cara untuk mencari " AHA " moment, meluapkan energy besar dari dalam tubuh. 

Begitu energy itu terluapkan, maka semua nya akan berjalan effortlessly, sama seperti tarian sufi itu tadi. 

Anda akan masuk suatu state baru, state dengan penuh kelimpahan. 
Di state itu, bukan anda yang mengejar sukses, tapi sukses lah yang datang mengejar anda.
Ini lah zona power, bukan zona force.

Cara nya bagaimana dalam mencapai " AHA " momen itu ?? 
Ga perlu ikut seminar mahal mahal, nih saya kasih tau gratis : 
Cara nya dengan cara melepas..letting go..relax dan berpasrah. 

Loh..kok ?? 

Thank you and i love you.

Thursday, 9 April 2020

CORONA

Catatan dibawah ini sangat make sense, saya amati setiap aplikasi medsos, bahkan marketplace sekalipun menyediakan info tentang ini seolah sedang mem brainwash semua orang di dunia untuk beramai ramai menggetarkan vibrasi kecemasan melalui "satu kendali perintah" entah siapa .. Dan si hey itu sudah berhasil membuat manusia di seantero dunia menjadi cemas .. Ayoo move on .. Dan yang sempat membaca post ini silahkan tunjukkan dengan kesetujuannya cukup dg anggukan dan kesediaan untuk melupakan si #Corona ... Selamat membaca 

Rabu 08 April 2020
Oleh : Dahlan Iskan

Masih ada lagikah yang perlu Anda ketahui tentang Covid-19? 

Rasanya tidak ada lagi. Anda sudah menjadi ahli Covid-19 sekarang ini --lebih ahli dari dokter. Dokter hanya mau membaca yang masuk-masuk akal saja. Kita membaca apa pun yang ada di medsos --asal dikait-kaitkan dengan Covid-19.

Enough is enough.

Sudah waktunya berhenti mengikuti medsos --bahkan jangan lagi membaca DI’s Way. Tidak ada lagi yang perlu Anda ketahui lebih jauh tentang Covid-19. 

Saya bisa menduga --terhitung mulai hari ini-- siapa pun yang masih gila medsos berarti memang ingin gila beneran. Setidaknya ingin agar dirinya terkena penyakit depresi yang lebih dalam. Dan kalau depresi itu terjadi, Covid-19 lah yang horeee --termasuk cebonger dan kampreter.

Cukup.
Cukuplah.
Sudah waktunya move on. Banting stir.

Yang jualan sayur berhentilah ragu-ragu. Mulailah jualan sayur dengan cara baru. Yang lebih cocok dengan zaman virus. Ibu-ibu kan tidak mau lagi ke pasar. Waktunya Anda yang jadi pasar keliling.

Tukang-tukang cukur, belilah APD. Promosikan gaya cukur baru Anda dengan pakaian APD. Minggu depan ini rambut bapak-bapak sudah pada panjang serentak. 

Bikinlah kios cukur terbuka. Di bawah pohon. Dengan pakaian APD Anda, Anda memang kepanasan. Berpeluhan. Tapi bapak-bapak akan lebih senang cukur di bawah pohon. Dari pada di ruang salon yang ber-AC yang mencurigakan. Saya mau jadi yang orang yang pertama cukur di bawah pohon itu. Begitu rambut saya lebih panjang terasa lebih banyak putihnya.

Para pemilik hotel, berubahlah. Jadikan hotel Anda yang sepi sebagai tempat isolasi mandiri. Anda berikan jaminan kesterilannya. Anda latih karyawan hotel dengan prosedur baru --menjadi seperti perawat. Belilah APD untuk semua karyawan hotel.

Tawarkan ke orang-orang yang ingin isolasi mandiri. Terutama ketika para pembantu mereka pulang lebaran. Mereka akan merasa lebih aman di tempat isolasi. Kalau perlu Satpam hotel ikut patroli ke rumah orang yang pindah ke hotel. Dan mereka itu takut lagi ketika pembantu mereka kembali nanti. Para pembantu itu juga perlu diisolasi 14 hari. Sebelum kembali bekerja setelah lebaran nanti. 

Berundinglah sesama pengusaha hotel. Dengan moderator PHRI. Mana hotel yang ingin berubah sementara. Mungkin perlu juga berkoordinasi dengan pemda setempat. Siapa tahu ingin menunjuk beberapa hotel sebagai asrama sementara para juru rawat dan tenaga medis.

Para petani, mulailah menanam buah dan sayur. Tomat, cabai --cabai itu vitamin C-nya tinggi sekali, tapi jangan sampai ada yang bikin jus cabai --terong dan apa pun.

Yang hidup di kota, mulailah tanam sayur di pot-pot. Atau tanam sirih. Atau apa pun. Jangan tanam bunga. Pesta pengantin banyak yang ditunda. Salaman akad nikah pun sudah pakai perantara tali.

Pedagang asongan, kelilinglah membawa barang yang diperlukan saat ini: odol, sikat gigi, sabit, sanitasi, dan sebangsanya. Anda bisa menggantikan Indomaret dan Alfamart.

Pelayan-pelayan restoran bersatulah. Bikinlah usaha layanan kirim makanan, sayur, menu-menu makan lainnya. Buatlah paguyuban di setiap sektor hunian. Saatnya kini kalian jadi pengusaha: ada tim yang masak, ada tim yang posting di instagram, ada tim yang antar makanan.

Di Tiongkok selama Covid-19 terjadi perubahan besar-besaran. Konsumen berubah. Penuhilah keperluan perubahan itu.

Berhentilah bikin TikTok --kecuali memang kocak sekali. 

Tinggalkan HP di bawah ranjang selama 6 jam sehari --dengan pura-pura lupa.

Pokoknya move on.

Percayalah tidak ada lagi info tentang Covid yang baru. Atau yang lebih luas dari yang sudah Anda ketahui.

Menunggu angka baru berapa yang mati? 

Untuk apa? Apakah Anda menyamakan naiknya angka kematian dengan bertambahnya gol ke gawang Liverpool oleh Atletico Madrid?

Apakah Anda menganggap Covid-19 sama dengan Liga Champions yang skornya harus diikuti?

Mulailah tinggalkan depresi. Mulailah hidup gembira. Tung Desem Waringin saja terus bergembira di kamar perawatan Covid-19. 

Saya kutipkan prinsip hidup sehatnya. Termasuk di saat sakit hari-hati ini. ”Orang gembira tidak bisa khawatir. Orang khawatir tidak bisa gembira,” tulisnya di WA yang dikirim ke saya dari kamarnya di rumah sakit.

Sambil diopname itu Tung Desem --yang sering nyebar uang dari udara itu-- terus bernyanyi. Untuk dokter, untuk perawat, dan direkam juga di HP-nya untuk dikirim ke saya.

Dari pada lama menunggu lockdown --yang tidak datang itu --lebih baik move on.

Move on-lah dengan aman, cerdik, dan kreatif. Sedang untuk mengetahui berapakah skor yang mati ikuti saja sehari sekali.

Berhentilah depresi. Mulailah hidup baru yang lebih cerdas. (Dahlan Iskan)

#copas #indonesiabisa

Wednesday, 22 January 2020

Mintalah sama Allah, bukan pada sesama

Hutang, yang pertama ditanya saat seseorang meninggal
Hutang pulang dalam jehidupan saya dan anda tidak jauh darinya. Seringkali kita mengandalkan manusia untuk gali lobang tutup lobang, untuk bayar kartu kredit misalnya. 

Saran saya, jika anda ingin secara tulus ikhlas dan cepat segeralah bertobat, dan sholat hajat mintalah kaifiyat agar terlepas dari jeratan hutang.

Jangan pernah minta pada manusia karena jikapun mereka memberikannya pasyi akan ada rasa pamer, pamrih dan kata2 yang tidak menyenangkan seperti "nulungan anjing kajepit" atau bahkan dikatai "kacang lupa kulitnya"

Si fulan yang membantu ghorim hakikatnyabdia miskin ilmu, jika saja ia paham pahala membebaskan seseorang dari jeratan hutang sungguh ia sedang menolong dirinya sendiri


Monday, 20 January 2020

BAGAIMANA PSYCHO HACKING MENINGKATKAN OMZET PENJUALAN

Bagaimana “Psycho-Hacking” Meningkatkan Ommzet Restoran Anda?

Apa kesamaan dari resto yang saya sebut berikut ini?

McD

Richeese Factory

Rocket Chicken

Chicken Crush

SS

Olive Chicken

Ayam Gobyos

Anda benar. Semuanya pake warna merah dan/atau kuning. Kenapa? Karena warna merah dan kuning itu bikin laper. Ga cuma itu..

Warna merah juga membuat kita merasa terburu-buru. Makanya, pelanggan ga pengen lama-lama di restoran. Pengennya langsung ngabisin makanan terus pergi. Ini bagus bagi pemilik resto. Artinya? Kursinya bisa gantian dipake pelanggan berikutnya.

Salah satu kunci meningkatkan omzet resto Anda adalah dengan membuat pengunjung cepet makan dan cepet pergi. Memilih warna merah dan kuning hanyalah salah satunya. Apalagi cara lainnya?

Dengan menciptakan tata ruang yang bikin orang males duduk lama di situ. Misalnya…

Jangan pake kursi yang ada sandarannya. Sehingga orang fokus untuk makan. Begitu makan selesai, dia males ngobrol-ngobrol. Inilah yang membedakan kursi di fast food dengan kursi di kafe atau restoran fine dining.

Tentu sah-sah saja sediakan kursi bersandar di resto Anda. Tapi jangan banyak-banyak. Kecuali Anda mendesain rumah makan Anda untuk keluarga yang ingin spend waktu lama di resto. Misalnya, terintegrasi dengan pemancingan.

Bagaimana dengan pencahayaan?

Di gerai McD, lampu dibikin terang. Di kafe dan resto fine dining, dibikin remang-remang. Lalu, suaranya?

Resto untuk relaksasi, biasanya nyetel musik santai. Mungkin alunan jawa, sunda, atau malah musik klasik. Sedangkan di McD, apa yang Anda dengar di sana?

Keriuhan petugas melayani pembeli. Suara dapur. Sreng..sreng...sreng! Apa artinya bagi bawah sadar Anda?

McD rame. Laris manis. Suara orang masak membuat perut Anda keroncongan. Apalagi aroma bumbunya. Jadi, secara ringkas…

1) Pilih warna merah dan kuning

2) Pastikan lampu terang

3) Perdengarkan keriuhan melayani pembeli, keriuhan dapur

4) Aroma masakan tercium terus menerus

5) Pilih kursi tanpa sandaran

Adalah 5 tips psyco-hacking yang cocok bila Anda ingin membuat warung makan yang “cepat”. Pesan, makan, pulang. No ngobrol-ngobrol. No nongkrong-nongkrong. No numpang wifi.

Bila yang Anda jual justru aura santai, tempat ngopi-ngopi, nongki-nongki, tinggal lakukan sebaliknya. Berikan suasana temaram, suasana syahdu, waitres berjalan elegan, dan kursi yang nyaman.

Contoh nyata:

Roti O dan Rotiboy. Bila Anda seperti saya, Anda sering terjebak pengen beli roti mereka cuma karena nyium baunya yang enak. Kadang baru lewat aja udah nyium baunya, terus pengen mampir. Dari baunya, saya udah terbayang kelezatannya. Bukan begitu?

Waroeng SS. Warung legendaris ini memaksimalkan sisi audio hacking nya. Silakan ke sana siang hari. Lalu, besok ke sana lagi untuk malam hari. Anda akan dengerin playlist lagu yang berbeda-beda.

Oya, satu lagi.

Kalau Anda main di kuliner, jangan lupakan aspek pendengaran. Kalau makanan Anda crispy tentu ga masalah.

Kalo belum? Sediakan KRUPUK. Ada pembeli tertentu yang merasa kurang kalo ga ada kriuk-kriuk. Pastikan Krupuk yang Anda sediakan selalu renyah. Jangan melempem.

Ga suka krupuk? Sediakan camilan crunchy lainnya. Entah batagor kriuk, basreng, dan lainnya.

Sudah ya silahkan kunjungi www.balakocha.com

Aku dan Putriku

Ringan sangat terasa ringan, 

Aku meihatnya sangat riang tak seperti hari-hari sebelumnya. Kemarin, minggu sembilanbelas Januari 2020 aku dan anakku berkereta, berkendara berdua saja, memenuhi undangan pernikahan ulama di daerah nagreg yang menikahkan putrinya, sedari hari sabtu anakku terlihat antusias, ia sibuk memilih baju yang akan ia pakai di hari minggu. 

Yang kuingat perasaan ringan tanpa beban ini hanya bisa kuhitung dengan jari dan perasaan ringan tanpa beban ini ku alami kala menghabiskan waktu antara aku dan anak-anakku tanpa campurtangan orang lain. Perhatianku tertuju hanya untukku dan anak-anakku tak ada yang meminta perhatian lebih dariku. 

Selepas undangan dari nagreg kami kembali ke Bandung, memenuhi undangan kedua. Sepanjang perjalanan putriku berceloteh panjang kali lebar, raut mukanya sangat sumringah tak seperti perjalanan kami biasanya yang selalu ada orang lain, yaa orang lain yang masuk ke kehidupan kami satu dekade terakhir. 
Entah ruh apa yang ada dalam jiwa-jiwa kami bertiga gumamkan, yang jelas ketika hanya ada kami bertiga aku, anak lelakiku dan putriku jiwa-jiwa kami seolah bagaikan menari dalam hujan. 
Ringan tanpa beban .. 

Ingin ku ulang kembali waktu dan perasaan ini .. 





Wednesday, 15 January 2020

BUN, MAAFKAN IBU YAH, KAYAKNYA DIA UDAH GILA!

#reshare 

Kebayang kan ...sudah stress..ga bisa merawat diri...dikatain GILA lagi sampai-sampai ada istri yg rambutnya penuh ketombe dan kutu dengan tega dan sumringah di botakin suaminya di depan ayahnya, dan sang suami tak peka melihat sang ayah mertua memalingkan muka mengusap dada dan air mata melihat putri tercinta tak berdaya atas nama "cinta" 

(DOK SAYA RASA ISTRI SAYA GILA!!)

Pasien saya pernah berkonsultasi seperti ini

"Dok saya rasa saya perlu membawa istri saya ke dokter jiwa"

Saya kaget ...dan saya bertanya 
"Kenapa bapak berpikir demikian"

Suami menjawab:
"Anak saya dok habis dicubit istri saya .
Belum lagi dipukul dengan rotan 
Saya tidak tega melihatnya
Itu termasuk yang berusia 1 tahun dok 

Istri saya bagaikan macan..padahal dulu istri saya sangat lembut hatinya...marah pun tak tega  "

Saya terdiam ...lalu bertanya 
Pak mohon maaf sebelumnya ...saya bertanya dulu ya soal kondisi ibu 

Singkat cerita ...saya mendapat informasi bahwa si ibu ini memiliki 4 anak 
Pembantu hanya satu
Dan si ibu ini bekerja 
Jam kerja dari jam 7 pagi hingga jam 6 malam
Anak ibu ini usianya mepet mepet 
Terbesar usianya 10 tahun..lalu 8...5 dan 2 tahun 

(Saya dengan saja sudah  melotot πŸ™„)

Biasanya pagi ibu akan bangun jam 4 untuk masak dan bersih bersih 
Lalu lanjut dengan menyiapkan anak anak sekolah 
Dan bahkan ibu ini harus mengantarkan anak anak sekolah pagi 
Dan siklus itu berlanjut sampai hari   Sabtu 
Hari Sabtu si ibu akan bekerja sampai jam 3 sore 

Pada saat anak pertama ibu ini baik baik saja 
Semakin anak bertambah ..keganasannya pun bertambah
Bahkan kalau marah bisa menjerit jerit dan membanting barang 

Saya melanjutkan pertanyaan saya ;

 " Bapak kalau boleh tahu...aktivitas bapak kalau pagi dan sore bagaimana pak?"

Bapak ; 
Oh saya bangun jam 6 dok ...mandi ...makan pagi lalu berangkat kerja 

Sampai rumah saya jam 6...mandi ...makan
Buka kerjaan kantor sebentar lalu istirahat 

Capek dok sudah bekerja seharian "

Saya ga mengurus anak anak dok..mereka kan urusan ibunya

(Ih pengen deh nyubit si bapak πŸ™„πŸ˜…...nyubit pakai capit kepiting raksasa!)

Saya : ya mohon maaf ya pak sebelumnya 
Sebelum saya merujuk istri bapak ke dokter jiwa sebaiknya Bapak bisa melakukan beberapa hal ini ya pak 

Kita tunggu 1 bulan ...
Jika tidak membaik boleh kita bawa ke psikiater 

Tolong lakukan ini setiap hari dan tolong jangan ditanya kenapa..just do it( maksa mode on πŸ˜…πŸ™†)

1. Bapak bangun jam 5 pagi ..bantuin ibu mandikan anak anak dan bagi tugas mengantar anak

2. Gantian pak tiap Sabtu.
sesekali bapak  yang " me" time
Sesekali ibu yang " me time"

Kasih ibu waktu untuk rehat
Biarkan sesekali ke salon
Nonton
Pergi dengan teman
Apapun itu yang bisa membuat beliau segar kembali 

3. Kalau memang bapak ada dana lebih...sebaiknya ditambahkan pembantu satu lagi pak ...

4.diajak kencan berdua pak sesekali
Anak anak dititipkan 

Begitu ya pak
Nanti sebulan lagi kita cek ulang ",

Selang sebulan si bapak kembali ..
Sudah lebih sumringah 

Saya : gimana pak?

Bapak : betul dokter ...
Istri saya sekarang lebih sabar dok..
Anak anak sudah sangat jarang dipukul
Saya lihat anak anak saya juga lebih bahagia

Saya rasa tidak perlu ke psikiater ya dok
Saya sadar saya salah
Saya kurang berikan waktu istirahat buat istri saya

Saya belum bisa sewa pembantu lagi dok ..
Tapi kata istri saya tidak usah..
Sanggup kok katanya merawat anak anak selama saya membantu 

Saya : 

"Alhamdulillah pak
Ya selama komunikasi dengan ibu baik...
bapak mau bantu istri bapak...
saya rasa  memang bisa kok pak merawat anak anak"

Sebenarnya para suami perlu tau bahwa membahagiakan istri artinya juga menyelamatkan anak anaknya  

Apa hubungannya?

Seringkali Anak menjadi korban ketika Ibunya banyak pikiran dan tertekan. 

peran Ibu sangat besar dalam mendidik anak² agar mereka tumbuh dengan baik, bertanggung jawab dan cerdas.

Bersyukurlah para suami, ketika punya istri yang bisa tetap menjaga kewarasannya ketika beban hidup begitu berat.. 

Selalu dengar istri anda ..
Selalu ringankan tangan untuk membantu  pekerjaannnya
Dan  selalu berikan pelukan untuk menenangkannyaπŸ’™πŸ’™πŸ’™

Seringkali depresi dan stres istri berasal justru dari orang terdekatnya Lo 
Beban istri tak hanya cuma dari anak-anak aja ya pak 

anak rewel, anak sakit, anak dengan kondisi khusus, anak lebih dari satu....banyak 

ini makin parah ni  dengan beban sikap buruk dari suami, keadaan ekonomi yang sulit, belum lagi jika mendapat mertua, ipar, orangtua yang jahat alias julid!!!
( Kayak di sinetron tuhπŸ™„ suka banding2 in menantu satu dengan menantu tetangga yg kaya raya) 

Akhirnya karena tak berdaya, tak ada pembelaan dari suami, gak bisa bales, ujungnya hanya bisa melampiaskan pada sosok yang lemah, yaitu Anak.. 😭

Apalagi kalau beban ekonomi ibu tergantung total dari suami 
Apa apa minta suami 
Mau beli make up minta suami πŸ˜…

(Mau yang model perawatan kulit dengan BSKIN  kayak saya  ini ya susah..)

Kebayang kan ...sudah stress..ga bisa merawat diri...dikatain GILA lagi sampai-sampai ada istri yg rambutnya penuh ketombe dan kutu dengan tega dan sumringah di botakin suaminya di depan ayahnya, dan sang suami tak peka melihat sang ayah mertua memalingkan muka mengusap dada dan air mata melihat putri tercinta tak berdaya 

Berapa banyak kasus penganiyaan bahkan hingga pembunuhan anak yang berawal dari sini?

Dan ketika itu terjadi para Ibu seringkali dicap tak punya iman, Ibu gila, Ibu jahat
Semua menghakimi, tanpa memikirkan bagaimana kondisi mental si ibu

Dan yang mengerikan, orang ga sadar bahwa dari ucapan dan tindakan   itulah yang menjadi pembuka pintu untuk menjadikan seorang ibu menjadi pembunuh anak²nya.. 

Baik pembunuhan karakter, maupun pembunuhan yang menghilangkan nyawa. 

semua bisa kok dilewati ketika Suami berbuat baik pada Istrinya, berada di garda terdepan untuk melindungi dan menyayangi istrinya. Menjadi pendamping dan pembimbing.. 

Karena dengan begitu, sesungguhnya seorang Suami sedang melindungi semua anak anaknya 

Dan buat kita semua wanita..!!

Please deh jangan Julid 
Kalau ada teman yang stress banyak anak jangan dihakimin

Terus dibandingkan begini

Ih anak 4 ...tidak bisa merawat diri 
Makin lama makin jelek

( Yang komentar lupa ingatan kalau dia sendiri hanya memiliki dua anak dengan dua  baby sitter dengan sopir dan pembantu dua πŸ˜…πŸ™„)

Monggo di woco!

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...