Tuesday, 3 November 2020
Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa
Friday, 30 October 2020
MENGAPA SAYA BERCERAI
Bismillah,
Sebenarnya ini hal yang paling tabu yang sangat saya tutupi selama 8 tahun terakhir, namun menginjak usia 8 tahun perceraian saya rasanya sudah siap menuliskan apa yang terjadi pada kami, yang dulu sebagai pasangan suami istri. Tuntutan menjadi istri sungguh menjadi hal baru buat saya kala itu di usia menginjak 22 tahun, saya pikir sebagai perempuan di masa gadis menikah dan memiliki pendamping itu layaknya film drama korea indah selamanya, suka duka dilalui bersama. Dan sepertinya angan-angan setiap para single tujuan dalam pernikahan itu secara umumnya seperti itu, dan tidak salah juga sih jiiikaa, frekuensi, visi dan misi dalam memasuki jenjang pernikahan setiap individu sama atau minimal mirip!
Saya tipe orang yang punya mindset bahwa laki-laki itu seperti ayah saya, kreatif, solutif, percaya diri, selalu punya cara apapun untuk dilakukan, dan berani menerima tantangan apapun, pokoknya laki banget! tanpa bermaksud mendiskreditkan mantan dimasa lalu, kadar semua yang saya harapkan ternyata tak sesuai harapan, saya yang seharusnya berdiri di balik punggungnya, malah berbalik saya yang selalu menjadi tameng dan lama kelamaan lelah juga.
kejelasan awal pernikahanpun terkesan abu-abu namun dipaksakan karena keadaan usia yang memasuki usia 22 tahun dalam hitungan orangtua saya sudah terlalu tua untuk menikah! Ya Alloh, jika di pikir lagi usia segitu penyempurnaan sel-sel otakpun belum tumbuh dengan sempurna dan akan sempurna di usia 40, tapi nggak harus nikah di usia 40 juga kan hahah ...
Satu hal lagi idamaan para joblowers kala mendapat pasangan, hidup bersama mereka mindset suka dan duka dijalani bersama itu harapan terlalu tinggi sepertinya untuk saya kala itu, setiap kali saya sakit ia memilih pergi meninggalkan saya, dan menetap bersama keluarganya atau terkesan sibuk dengan pekerjaannya. Giliran ayah dan ibu yang mengurus saya, bahkan saat melahirkan sekalipun, ia hilang bak ditelan bumi dengan alasan ada pekerjaan yang tak bisa menggantikan. Ya Allah, rasanya bukan prioritas untuk seorang suami itu syediiih banget.
12 tahun pernikahan dan menimbang dengan kondisi seperti itu, saya berpikir ulang, bagaimana jika saya menua dan renta, saya khawatir tak bisa menitipkan diri ini kala orangtua sudah lebih dulu meninggalkan saya.
ah sudahlan jika mengingat hal itu, sepertinya hidup di masa lalu itu terlalu muluk-muluk, banyak harapan yang tak sesuai harapan. Saya sering bertanya malah sama Allah, ya Allah engkau menjanjikan kehidupan lebih baik setelah diantara manusia menikah, namun kala itu kehidupanku masih lebih baik sendiri daripada membentuk rumah tangga yang tidak jelas arahnya, hanya menikah, punya anak, tinggal bersama orangtuaku dan tak ada progress serta keinginan apapun darinya hanya sebagai pindah status dari lajang menjadi menikah. HEY kata Allah, inna amalu biniyat, so bagi para pembaca, samakan dulu niatnya dengan pasanganmu, baru kamu bisa melangkah ke step selanjutnya. Jangan kebalik-balik!
Maka bagi para single, pikirkan lebih dalam lagi kehidupan apa yang akan kalian jalani setelah memasuki jenjang pernikahan nanti, apakah sama visi misinya, pertimbangkan kembali frekuensi yang kalian miliki, jangan sampai terkecoh dengan mindset agamanya baik, tapi lihat amalan yang dia kerjakan apakah sudah sesuai dengan agama yang diperintahkan.
oiya satu hal lagi yang ingin saya sampaikan, BE YOUR SELF! jadilah diri sendiri, dan terbuka akan lebih bisa dihargai daripada berubah seperti bunglon hanya karena ingin dihargai dan terlalu banyak topeng akan lebih menyulitkanmu dalam situasi apapun, perbedaan sikap yang dirasa dan dialami ketika di lingkungan kerjanya yang pecicilan, sangat berbanding terbalik dengan situasi di rumah yang sok kejaiman itu gap yang terlalu kentara untuk menjalani sebuah hubungan. saya paham sekaligus heran dia berlaku demikian mungkin karena ia ingin diperlakukan berbeda, namun saya berpikir malah ia berkeperibadian ganda. dan saya lelah menghadapinya, ketika orang terheran-heran dengan tingkahnya, saya yang dengan rela menutupi dan mengalihkannya, owh saat itu saya berpikir, sampai kapan saya harus menjalani drama itu. dan ternyata cukup 12 tahun saja, lama ya? lamaa karena saya berpikir demi kebaikan bersama, namun ternyata tidak baik untuk kesehatan mental saya.
Bibir dower! hati-hati para lelaki, kalian itu dimata perempuan asyiknya dipandang cool, calm, gak pecicilan dan pandai menjaga mulut ini yang paling berbahaya jika laki-laki tak memiliki ini semua, oiay satu lagi konsistensi, jangan sampai di lingkungan kerjamu bilang A setelah pulang ke rumah dihadapan mertua bilang B! dan itu dilakukan depan istrimu, ketika dikonfirmasi dengan wajah datar bilang "ah itu kan sudah biasa, gak apa-apa" heeeii .. hal-hal sepele seperti itu bisa jadi duri dalam pernikahan jika berlangsung terus menerus tanpa saling menyadari.
Ah banyak sekali uraian "kesalahan" sebagai laki-laki dimata wanita, tapi itulah fakta
Mulai saat ini, sedikit advice buat para pembaca, kenali pasanganmu sebelum kamu memutuskan melangkah lebih jauh hidup dengan dia, terus terang saya tak cukup mengenalnya dengan baik, hingga satu teman almarhumah Inna dalam satu kesempatan, pernah bertanya pada saya, "Banyak kagetnya ya hidup dengan dia?" oalaah, aku kala itu dalam hati mengiyakan, namun demi menjaga gengsi aku berpura-pura lebih mengenalnya daripada dia, ternyata aku salah hahahha ..
Pengalaman hidup, cukup sekali kamu putuskan untuk memilih pasangan yang tepat, jangan sampai terlambat, jangan sampai khianat, apalagi tak maslahat dunia akhirat. Kali ini berniat berbagi agar kesalahan yang saya buat, terutama salah memilih laki-laki yang tepat untuk dunia akhirat berhenti hanya saya saja yang mengalami.
Naluri perempuan, apalagi sebagai pendidik selalu melihat dan mencari kesalahan,
Ubah suai, solusi apa yang bisa saya tawarkan jika saya melakukan kesalahan.
Terima kasih, saya tak berhenti bersyukur pada Allah sudah pada posisi sekarang, saya selalu berdoa agar dijauhkan dari kesewenang-wenangan manusia, diberikan keluasan hati untuk selalu berbahagia dan penuh syukur. Hanya dengan saya mampu bersyukur Allah akan pertemukan saya dengan keajaiban-keajaiban hidup yang Allah hantarkan melalui manusia mulia lainnya.
Terima kasih ya Rabb, saya diberikan akal sehat, pikiran yang cerdas dan kemampuan saya untuk menuliskan hal ini meski dala hati belum percaya diri untuk berbagi kisah dengan dunia dimanapun anda berada.
Salam hangat, karena hari ini udara sangat dingin sekali hingga balutan syal menghiasi leherku
dari aku yang selalu penuh syukur. Alhamdulillah
Saturday, 24 October 2020
BELAJAR DARI ANAK MUDA TENTANG SYUKUR
Wednesday, 30 September 2020
PEMIKIRAN PICIK SEORANG PEREMPUAN
Friday, 24 April 2020
BAGAIMANA CARA MENUMBUHKAN PROFIT 20% DARI USAHA SAYA
Monday, 20 April 2020
MENGEJAR SUKSES
Thursday, 9 April 2020
CORONA
Wednesday, 22 January 2020
Mintalah sama Allah, bukan pada sesama
Monday, 20 January 2020
BAGAIMANA PSYCHO HACKING MENINGKATKAN OMZET PENJUALAN
Aku dan Putriku
Wednesday, 15 January 2020
BUN, MAAFKAN IBU YAH, KAYAKNYA DIA UDAH GILA!
Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa
Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...
-
Satu Februari 2016, hari ini memaksa mengingat 9 tahun yang lalu. Sekedar flash back , tak seperti hari ini tanggal 1 februari 2007 ...
-
http://www.ummi-online.com/dahsyatnya-afirmasi.html