Friday, 13 May 2016

TRADISI CORET MORET



Makan siang di sebuah cafe dengan label mirip-mirip search engine "mbah google" di sebuah kawasan Bandung Selatan. Merchant yang baru dibuka beberapa hari yang lalu,  hari ini sarat pengunjung. Wara wiri anak baru gede berseragam putih abu berganti batik sibuk mondar mandir keluar masuk toilet untuk sekedar berbenah dengan teman sebayanya mencuri perhatian.  sekilas teramati anak-anak tersebut saling setor lembaran uang satu sama lain,  hingga memunculkan prasangka jika pengunjung-pengunjung ini adalah pengunjung bayaran, guna menarik pengunjung lain berdatangan.

Tiba-tiba pandangan mata beberapa waitress, diiringi dengan senyum kecil saling berbisik kala melihat salah satu anak perempuan berseragam putih abu melintas dengan cuex namun dia sadar menjadi pusat perhatian karena kemeja putihnya berubah warna layaknya dinding toko,  rolling-rolling door pertokoan penuh dengan tanda tangan dan grafiti tak jelas. Ikutan mengamati sambil senyum kecil dan pandangan mengikuti gerak langkah si gadis ABG hingga tiba di abitrase tangga.

Sedikit mendongakkan kepala melongo ke lantai bawah yang terlihat dari tangga turun, deretan frame terpajang di sana sini, oohh ... ternyata ada foto studio toh!. Jadi salah yeee udah nyangka jadi pengunjung bayaran ... hehe .Sebuah studio foto yang sudah eksis semenjak jaman SMK dulu. rupa-rupanya seragam bergrafiti nggak jelas itu jadi tema kostumnya hari ini toh. Sontak jadi bahan obrolan membahas kilas balik perjalanan kala seusia mereka, saat kelulusan diumumkan sebenarnya tidak ada larangan resmi dari sekolah untuk tidak mencoret coret seragam, hanya sebatas dari mulut ke mulut antar sesama teman. bukan suatu kebetulan saat SMK dulu teman-teman sebaya didominasi perempuan hingga lebih "patuh" terhadap aturan, "larangan" mencoret baju selepas kelulusan dari guru di cap "JELEK" dan "MEMBANGKANG" hingga penulis tak sempat mencicipi sensasi perayaan itu.

Sudut pandang ABG merayakan kelulusan dengan semprotan warna-warni cat acrylic yang terhujam di kain seragam putih terlihat keren. Hasrat hati "kabita" alias ngiler kala melihat serunya sebaya dari sekolah lain dengan bebasnya mencoret baju mereka sedangkan penulis sendiri hanya jadi penonton dan selanjutnya baju tersebut teronggok mengusang begitu saja bahkan raib entah kemana.

Kala itu, larangan dari guru sebagian masih didengar, pemberian anjuran untuk disumbangkan pada orang yang lebih membutuhkan terdengar logis dan dapat diterima dengan akal sehat. Sayangnya sampai saat ini terkesan hanya menjadi sebuah "monolog" tanpa klimaks. Dimana selama ini penulis amati, distribusi seragam-seragam layak pakai dari setiap sekolah yang meluluskan siswanya di kelas XII belum ada yang terekspose hingga menjadi satu gerakan masal yang memberikan kontribusi positif bagi generasi penerus. Justru yang tertanam di benak adik-adik kelas nya yakni keseruan bermain semburat warna warni cat acrylic yang tertuang di kemeja putih seragam sekolah, selepas mengenyam pendidikan di sekolah menengah atas.

Sejenak menelisik "mengapa dilarang ya?", sejatinya setiap manusia suka akan warna kan?!. Bahkan saat ini banyak hal-hal kreatif yang tercipta dari banyak bidang-bidang polos agar tak terlihat monoton dan kurang daya tarik. Munculkan ide-ide kreatif dari tradisi perayaan kelulusan nyok! agar kebermanfaatannya bisa dirasakan lebih aplikatif dan membumi.

Thursday, 12 May 2016

SEBUAH FORMULA SUKSES

Mungkin Anda sudah sering mengikuti seminar,
baik seminar dari Tung Desem Waringin atau pakar lainnya.

Namun apa terjadi perubahan dalam hidup?
Yah, berubah sih.. tapi hanya sedikit, lalu setelah 3 bulan
kembali biasa lagi.

Ini yang namanya Sindrom "Hangat-hangat Tai Ayam"
Apa maksudnya? Diawal-awalnya saja semangat kesananya
sudah tidak praktek. Apa kita terkena sindrom ini?

Apa Formula Suksesnya ?

1. Ubah tindakan
Tindakan itu berhubungan erat dengan habbit atau kebiasaan.
Banyak cara mengubah kebiasaan yang tidak baik menjadi lebih baik, 
dan menjadi kebiasaan yang tetap dan terus menerus dilakukan.

2. Berikan reward dan punishment
Reward dan punishment penting dalam proses menuju kesuksesan Anda. 
Ketika Anda berhasil mencapai target dalam rencana gol jangka panjang Anda, berikan reward. 

3. Monitoring
Lakukan monitoring dengan tes dan ukur kepada diri sendiri,
misalnya Anda belum mencapai target A,
pertanyaannya “Supaya bisa? Apa yang harus saya lakukan? Apa yang harus saya ubah dan test? Lalu ukurnya dengan apa?”. 
Dengan begitu otak Anda akan berpikir akhirnya timbul yang namanya “kristalisasi”. Dimana pemikiran dari pengalaman Anda kemudian ditambah dengan pengetahuan.

4. Buang Penundaan
Penundaan adalah Awal dari Keterpurukan... Pernahkah kita menunda?
Tentu pernah... Lalu bagaimana membuang penundaan atau kemalasan ini.
Tenyata ada 11 Penyebab TERPENTING mengapa kita terus menunda
yang bila terus-menerus penyebab ini ada dalam diri Anda, ini suatu
hal yang sangat menghambat hidup kita dalam menuju kesuksesan

Kitaharus tau Cara membuang penundaan, Menanam tindakan dan Menuai keajaiban, Klik Disini http://bit.ly/hancurkan-penundaan

NB :
* TDW sekalipun sering menunda, tapi menunda pekerjaan yang seperti apa yang ditunda, yaitu pekerjaan yang tidak relevan dengan tujuan / gol nya
** Banyak orang yang sering menunda-nunda pekerjaan, hingga ada yang bilang
Kekuataan Kepepet, yah lebih baik tidak usah kepepet agar hidup lebih tenang
dan damai, karena tau mana prioritas dan non-prioritas
*** Mungkin Lia Kurniawati dan semua orang memiliki to-do-list planner, tapi tidak memiliki stop-do-list planner. Klik Disinihttp://bit.ly/hancurkan-penundaan

Tuesday, 10 May 2016

Tips Kesehatan untuk Anak, Matikan Lampu dan Gadget Saat Tidur

Sahabat Ummi, tidur merupakan aktivitas rutin yang dilakukan oleh setiap orang di berbagai lapisan usia. Terlebih anak-anak kebutuhan jam tidur mereka masih sangat banyak di bandingkan orang dewasa.
Ada sebagian anak yang suka tidur malam dengan lampu menyala. bahkan tertidur di depan tv yang masih menyala Namun ada pula yang tidur malam tanpa cahaya dari lampu atau gadget apapun. Lalu, adakah bahaya dari tidur malam dengan lampu menyala bagi kesehatan tubuh tersebut?
Sahabat Ummi, kebiasaan menjelang tidur dalam salah satu hadist Rasulullah SAW, dari Jabir Bin Abdullah bahwasannya Rasulullah bersabda : “Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu,  bejana serta makanan dan minuman kalian” (Hadist riwayat Bukhori, No. 6269), dari kutipan hadist Rasullullah di atas bukan tanpa alasan Rasulullah mencontohkan hal tersebut kepada kita sebagai umatnya, tentunya hal ini berlaku untuk anak-anak dan pasti terdapat kebaikkan di dalamnya.
Tidur di malam hari dengan lampu menyala ternyata memiliki dampak yang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Mungkin tak pernah Sahabat Ummi bayangkan sebelumnya, terbiasa tidur malam dengan kondisi lampu menyala akan meningkatkan resiko penyakit kanker, kardiovaskular, gangguan sistem metabolisme dan bahkan mungkin diabetes. Artikel kali ini akan mengetengahkan sebuah bahasan tentang berbagai bahaya dari tidur dengan lampu menyala khususnya di malam hari.

"Orang-orang yang bangun di malam hari disarankan untuk tidak menyalakan lampu. Kami percaya bahwa setiap kali menyalakan cahaya buatan pada malam hari akan memiliki dampak pada jam biologis tubuh, karena ini adalah mekanisme yang sensitif," ujar Dr Rachel Ben-Sclomo dari University of Haifa, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (13/4/2010).
Dr Rachel menambahkan bahwa ini adalah temuan terbaru dan masih sebatas penelitian pendahuluan. Namun kini ia dan tim tengah menganalisa wilayah ini secara lebih mendetail. Hasil ini juga telah dilaporkan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics. yang dikutip dari detik.com.
Pentingnya tidur malam hari dengan mematikan lampu baru-baru ini juga diteliti oleh para ilmuwan dari Inggris dan Israel. Peneliti menemukan ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa memicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.
Para ilmuwan mengklaim jika seseorang terbangun di malam hari dan menyalakan lampu selama beberapa detik, maka bisa menyebabkan perubahan biologis selain itu pada penelitian terbaru ini menunjukkan paparan jangka pendek juga bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko kesehatan. Berikut  beberapa kerugian menyalakan lampu saat tidur :
1.Tidur malam dengan lampu menyala,  menghambat produksi Melatonin. Ahli biologi Joan Robert mengatakan tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat.
Hormon melatonin berperan dalam mencegah dan menghambat perkembangan sel kanker pada tubuh sehingga sangat dianjurkan untuk mematikan lampu saat tidur malam agar hormon melatonin tersebut dapat berproduksi lebih maksimal saat tertidur pulas, Sayangnya, hormon melatonin ini tidak akan muncul jika orang tidur malam hari dengan lampu menyala. Adanya cahaya atau sinar membuat produksi hormon melatonin akan berhenti.
2. Tidur malam dengan lampu menyala sangat tidak baik untuk seorang ibu, hal ini dikarenakan paparan cahaya lampu dimalam hari dapat meningkatkan resiko terkena penyakit kanker payudara dan kanker usus besar bagi kaum wanita. Jadi, para ibu dan remaja putri sebaiknya memulai membiasakan diri tidur malam dengan tanpa nyala lampu selain itu juga menjadi salah satu penyebab kanker prostat pada kaum laki-laki. 
3. Berbagai efek buruk juga beresiko mengancam kesehatan tubuh anak, ini dikarenakan tidak membiasakan diri tidur malam dengan lampu mati akan berakibat pada berbagai gangguan tidur, gangguan pada sistem metabolisme tubuh serta kemungkinan besar terkena penyakit diabetes yang bisa mengancam jiwa. 
Selain itu alat-alat elektronik seperti Personal Computer, televisi dan telepon genggam bisa memberikan cahaya yang mengganggu ritme tubuh, akibatnya hal ini tidak hanya menyebabkan tidur kurang nyenyak tetapi juga memberikan masalah kesehatan.
Cahaya buatan mengurangi kualitas tidur dengan melemahkan aktivitas saraf yang bertugas membuat sahabat ummi tidur tidak nyenyak. Tak hanya memperlambat aktivitas saraf, cahaya tersebut akan mengaktifkan saraf yang membuat terjaga serta menekan hormone melatonin.
Dengan mematikan lampu  dan alat-alat elektronik ketika tidur malam hari, bukan hanya menghemat energi tapi juga meningkatkan kesehatan tubuh. Oleh karena itu tidur malam sambil nonton TV juga sangat tidak disarankan.
Praktisi kesehatan lainnya, Lynne Eldridge M.D yang juga penulis buku 'Avoiding Cancer One Day At A Time' juga menuliskan perempuan buta 80 persen lebih kecil terkena risiko kanker payudara dibanding rata-rata perempuan lain. Diduga faktor hormon melatonin yang banyak ditubuhnya karena penglihatan yang gelap membuatnya punya daya tahan tubuh yang lebih tinggi.
Oleh karena itu benar adanya bahwa segala sesuatu yang Rasulullah SAW., contohkan melalui hadist-hadist nya merupakan sesuatu yang membawa kemashlahatan bagi umat manusia dan hal ini terbukti dengan berbagai penelitian-penelitian oleh berbagai ahli jauh setelah beliau sudah tidak hadir di tengah-tengah kita selaku umatnya, mudah-mudahan dengan hal ini kita sebagai umatnya senantiasa mengamalkan seluruh amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW.

dari berbagai sumber
Foto ilustrasi: google
Profil Penulis :
Lia Kurniawati, S. Ikom.
Ibu Rumah Tangga dengan dua orang anak yang alhamdulillah diberikan tugas tambahan sebagai praktisi pendidikan dengan mengajar di Sekolah Dasar dan tercatat sebagai salah satu dosen di Politeknik Kridatama Bandung mengampu Prodi Radio Televisi Programmer, Penulis sedang menempuh pendidikan Strata-2 Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Islam Bandung sedang dalam proses penelitian Tesis. Saat ini bergabung dengan Komunitas Ummi Menulis.
Bisa follow atau mention di twitter @kurniawati_78 dan Facebook dengan nama Lia Kurniawati.

Monday, 9 May 2016

MIND, BODY AND SOUL

Allah yang menciptakan kita, Allah sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan sempurna termasuk bagian-bagian dari tubuh kita, segala sesuatunya tidak ada yang sia-sia. Bersyukur dengan cara memanfaatkan dan memaksimalkan potensi adalah cara yang paling tepat hingga dapat menemukan titik betapa kita adalah kecil dihadapan Nya. Segala penyakit ada obatnya kecuali "tua dan mati", begitu sabda Rasulullah.

Teori-teori pikiran, fenomena-fenomena penyembuhan dan beberapa pengalaman saya menunjukkan bahwa memang ada koneksi kuat antara pikiran, tubuh dan mental manusia. Bila salah satu di antaranya memiliki masalah, maka yang lain akan terkena efeknya. contoh apabila jari tersayat maka yang terkena imbas mulut berucap "mengaduh" begitupun yang lainnya.

Saat anda marah, apa yang terjadi dengan jantung anda? berdetak kencangkah? bagaimana nafas anda? terburu-burukah? atau sebaliknya, ketika Anda flu berat sebagai akibat serangan virus, apa yang terjadi dengan pikiran Anda? turut kacaukah? sulit konsentrasikah?. Di dalam buku The Miracle of Mindbody  Medicine mengungkap tuntas fenomena mind body connection ini. Hippocrates, seorang filsuf Yunani, telah menemukan indikasi keterkaitan antara moral dan spiritual dengan terjadinya proses penyembuhan.

Keterkaitan pikiran dan tubuh juga sempat dibahas oleh Louis Proto dalam bukunya yang berjudul Self Healing, Ia mengatakan bahwa kekuatan dan kelemahan sistem kekebalan tubuh sangat dipengaruhi oleh apa yang kita pikirkan, kita rasakan dan kita lakukan. Penyakit, memang merupakan manifestasi dari kondisi yang didasari oleh pikiran negatif. Contoh dalam kehidupan sehari-hari pikiran menolak dan membuat kondisi sakit pada persendian jika kita memakan salah satu makanan contohnya "kangkung" dengan sugesti "apabila kita memakan kangkung maka persendian akan sakit". Nah, pikiran tersebut akan tertanam dalam bawah sadar hingga pada saat kita memakan kangkung pasti tubuh akan bereaksi dengan seluruh persendian terasa sakit, padahal Allah menyerukan "makan dan minumlah kalian dengan tidak berlebihan" bukan? karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Dr. Henry Beecher, seorang dokter tentara Amerika di masa Perang Dunia I, menemukan istilah efek placebo. efek placebo ini menjelaskan bagaimana pikiran manusia bisa menimbulkan efek positif terhadap fisik yang begitu dahsyat. Awalnya, Beecher mengamati  seorang tentara Amerika meninggal bukan karena pertempuran melainkan karena ketakutan yang sangat hebat. Pikiran akan kematian di medan perang yang membayangi tentara tersebut mengakibatkan perubahan biologis yang bermuara pada kematian.

Berikutnya, Beecher menemukan kasus saat rasa sakit yang menimpa para tentara yang terluka bisa dikendalikan hanya dengan suntikan garam. Ketika itu persediaan morfin habis namun para tentara dibiarkan mempunyai pikiran bahwa itu adalah suntikan obat bius hingga efek sugestif bekerja dengan akumulasi pikiran yang sudah dibentuk sebelumnya.

Fenomena ini menggiring bahwa pikiran bisa dimanfaatkan dalam proses penyembuhan, hingga muncullah hasil riset yang mengatakan bahwa pikiran positif dan pengharapan, bukan obat, memiliki kontribusi penyembuhan sebesar 35%. Bahkan, pada beberapa kasusu memiliki efek hingga 85%. Tak heran ada salah satu pakar dalam dunia medis menyebutkan bahwa placebo adalah dokter yang ada dalam diri.

Bila efek placebo merupakan efek dari pikiran positif, maka pikiran negatif pun berekses negatif terhadap fisik. inilah yang dinamakan efek nosebo. Gambaran bahwa perasaan dendam, marah, benci dan trauma yang menyebabkan munculnya penyakit fisik, sejalandengan mekanisme kerja efek nosebo.

Kenyataan seperti ini cukup menjadi dasar kuat untuk mewaspadai kondisi pikiran dan emosi kita dan lingkungan sekitar. Bebaskan segera dari perasaan marah, kesal, frustrasi atau sekedar murung, karena hal itupun menular pada teman atau orang terdekat kita. Jangan biarkan perasaan-perasaan negatif itu hingga hinggap berkepanjangan mengisi ruang-ruang emosi. 

Sunday, 8 May 2016

MENULIS SEBAGAI TERAPI KESEHATAN LAHIR MAUPUN BATIN

Menulis, sebuah kegiatan yang sudah diperkenalkan sejak usia dini bahkan pendidikan dari rumah sudah memberikan pengalaman kegiatan yang satu ini. Penulis ingat betul tatkala usia dini belum memasuki usia sekolah dasar, ibunda mengajarkan menulis di balik karton kemasan obat nyamuk cap 'menjangan' dengan kertas warna abu tua.

Ketika memasuki usia sekolah dasar hingga kini, setiap orang memiliki tujuan menulis yang berbeda-beda. Ada yang menulis untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan namun ada juga yang menulis sebagai tempat mencurahkan apa saja yang sedang dirasakan dan apa yang di alami. Menulis sebagai salah satu ekspresi dari apa yang ada dalam pikiran.

Bahkan di dinding awal laman facebook ini pun sang developer memberikan ruang bagi pengguna facebook dengan di awali kalimat "apa yang anda pikirkan" bukan?!. Hal tersebut merupakan membuktikan bahwa menulis merupakan hasil olah pikir yang tertuang dalam bentuk simbol-simbol tulisan yang sudah lama tertanam dalam bawah sadar tanpa kita sadari.

Terdapat beberapa manfaat positif bagi penulis, seperti dikutip dari laman Kabarsehat.com yakni antara lain :

1. Menulis akan mendorong berpikir logis, sistematis dan kreatif

Menulis dalam prosesnya menggunakan kedua belahan otak. dimana hal ini merupakan proses mengkaitkan-kaitkan antara kata, kalimat, paragraf maupun antara bab secara logis agar dapat dipahami. Proses ini mendorong seorang penulis harus berpikir secara sistematis dan logis sekaligus kreatif.

Ketika seseorang berhasil menulis sebuah artikel, diari, buku, opini , dll, hal ini membuktikan bahwa pikiran logis, sistematis dan kreatif berfungsi dengan baik.

Dengan menulis maka neuron-neuron dalam otak manusia menjadi terbiasa digunakan dan membentuk jalur-jalur baru yang tertata Jalur-jalur neuron yang tertata rapi akan memudahkan akses sehingga memudahkan sebuah informasi di temukan. Inilah yang menyebabkan proses menulis mampu mendorong meningkatkan daya ingat manusia.

Bisa anda bandingkan dengan bagaimana mencari ribuan file di sebuah hardisk komputer yang direktori penyimpanan file tertata rapi sesuai klasifikasinya sedangkan di hardisk yang lainnya fle tersimpan di dalam beberapa direktori tanpa jelas klasifikasinya, tentu akan kesulitan untuk mencarinya, kecuali menggunakan perangkat lunak tambahan yang berfungsi sebagai mesin pencari.

2. Menulis mendorong seorang penulis untuk berinteraksi dengan orang lain.

Setelah seorang penulis menghasilkan karya berupa artikel, cerita ataupun berupa buku, hampir dapat dipastikan akan ada pembaca yang ingin berinteraksi dengan sang penulis. Inilah salah satu aspek manfaat sosial bagi seorang penulis karena mendorong dia untuk berinteraksi dengan orang lain dan menjaga komunikasi dengan pembaca.

Para pembaca tidak selalu harus orang yang tidak dikenal sang penulis , bisa saja orang disekitarnya yang dikenal tapi jarang berinteraksi. Sehingga interaksi terjadi lewat tanggapan dan apresiasi terhadap hasil karya sang penulis .

3. Menulis mendorong daya imajinasi kreatif, menjelajah kemanapun yang ia mau, seperti contohnya menulis cerpen layaknya mengatur dan merencanakan kehidupan di dunia fiksi, mencurahkan pikiran dan perasaan serta memilihkan nasib karakter tokoh cerita. Sungguh powerful.

4. Menulis juga mendorong untuk menjadi bijaksana

Menuliskan segala perasaan, masalah, dan konflik yang terjadi dalam hidup akan mendorong orang menjadi semakin bijaksana. Dengan menulis quote yang berawal dari permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar akan memberikan banyak pembelajaran dan hikmah, Belajar memahami masalah dan tidak sekadar mengutamakan ego semata. Semakin banyak melibatkan proses menulis dalam menghadapi permasalahan, kita akan menjadi semakin peka dan mampu menggunakan kepala yang dingin ketika memutuskan sesuatu.

Dengan memetakan masalah dalam tulisan maka segala sisi persoalan akan terlihat lebih jelas. Hal ini akan memudahkan kita dalam mencari solusinya.

5. Menulis sebagai terapi batin melalui pelepasan emosional

James Pennebaker membuktikan bahwa menuliskan perasaan-perasaan akan membawa pengaruh yang positif bagi kesehatan dengan meningkatnya kekebalan tubuh. Lewat risetnya, ternyata mereka yang menuliskan perasaan-perasaannya melalui diari (catatan harian) memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik di bandingkan yang tidak.

Tak dapat dipungkiri kehadiran media sosial dapat memberikan ruang yang sangat terbuka lebar untuk sekedar mencurahkan pikiran sebagai terapi batin. So, mari menuliskan sesuatu yang memberikan manfaat baik buat diri kita sendiri maupun orang lain,

Seni Afirmasi dalam Pembelajaran

Sugesti dalam kehidupan sehari-hari masih di anggap dalam konotasi negatif namun sesungguhnya sugesti ini bisa dimanfaatkan dalam moment-moment positif hingga menghasilkan perubahan perilaku yang positif pula. salah satu pakar hipnotis, Erickson memberikan satu teknik sugestif pada saat orang melakukan aktifitas. dengan cara melumpuhkan pikiran sadar subjek agar ia tidak melakukan campur tangan ketika proses pembelajaran berlangsung di tingkat bawah sadar. Dan sesungguhnya inilah prinsip utama dalam setiap pekerjaan hipnosis, yakni ketika pesan yang dikomunikasikan bisa langsung diterima dan direspons oleh bawah sadar tanpa kendali kesadaran.

Di sini anda akan melihat, di satu sisi, seluruh pola sugesti Erickson dan pola bahasa yang ia gunakan kepada subjek, yang dalam khazanah NLP (Neuro Linguistic Progamming) dirumuskan sebagai Milton Model, tidak lain adalah upaya untuk membuat pikiran sadar sibuk, kelelahan, frustrasi, dan akhirnya tidur lelap. Tetapi, di sisi lain, pola bahasa Erickson adalah perangkat bagi kita untuk berkomunikasi di dua level kesadaran. 

Maka sambil membuat sibuk pikiran sadar, pada saat yang sama ia juga menjangkau dan mengaktifkan pikiran bawah sadar untuk terus-menerus melakukan pencarian serta merangsangnya memunculkan perilaku internal. Dengan karakter komunikasi yang semacam itu, kita akan menjadi lebih mudah memahami kenapa seringkali Milton Erickson bahkan tidak perlu membawa pasiennya memasuki trance untuk mencapai tujuan terapetik dalam pekerjaan-pekerjaan hipnotiknya.

Hal ini pun bisa diterapkan dalam kondisi pembelajaran di kelas, oleh karena itu tidak heran bahwa dalam Proses Kegiatan Belajar Mengajar terdapat proses afirmasi/sugesti dengan tujuan antara lain membuat pikiran sadar sibuk mengingat kejadian-kejadian sebelumnya sementara guru memberikan afirmasi dan menyambungkan topik pembelajaran yang akan siswa pelajari selama kegiatan belajar berlangsung dari mulai masuk kelas hingga pembelajaran selesai.

segala sesuatu berkaitan dengan afirmasi sangat menentukan perjalanan hidup seseorang menjalani kegiatannya sehari-hari. Maka tanamkan afirmasi atau sugesti positif hingga mendapatkan perubahan perilaku yang diinginkan baik perubahan perilaku bagi dirinya sendiri maupun bermanfaat untuk masyarakat.

Seberapa Pentingkah Penelitian Tindakan Kelas Dalam Pembelajaran?

Penelitian tindakan adalah nama yang diberikan kepada suatu gerakan yang secara umum semakin berkembang dalam bidang penelitian pendidikan. Gerakan tersebut mendorong seorang guru untuk melakukan penilaian kembali terhadap praktek pembelajaran yang dilakukannya dengan maksud untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi guru maupun peserta didiknya. 

Dalam pembelajaran di kelas secara reguler dihadapkan pada target pembelajaran yang harus diampu. Kegiatan penelitian tindakan ini bertujuan untuk melakukan suatu pendekatan terhadap proses pembelajaran dan memandang guru sebagai hakim terbaik terhadap keseluruhan pengalaman pembelajaran. 

Dengan demikian, penelitian tindakan kelas dapat menjembatani kesenjangan antara teori dengan praktek pembelajaran bahkan guru didorong untuk mengembangkan diri melalui konsep-konsep dan teorinya. Penerapan penelitian tindakan kelas memosisikan guru sebagai seorang penelilti yang berkolaborasi dan melakukan penelitian bersama rekan-rekannya, yaitu para peserta didik dan orang-orang yang terlibat di sekitarnya, sehingga guru didorong untuk sadar bersikap ilmiah dan profesional, sehingga mampu mengembangkan kompetensinya secara optimal, baik kompetensi profesional, sosial, maupun kompetensi personal dan spiritual.

Syarat ketercapaian sebuah pembelajaran dibuktikan dengan adanya (tolok ukur) indikator ketercapaian materi dimana ada ketetapan Kompetensi dasar dalam setiap pembelajaran. Berkaitan pula dengan Kriteria Ketuntasan Minimal yang harus dicapai oleh peserta didik. Penetapan KKM tersebut dapat ditentukan melalui prasyarat tertentu semisal daya dukung guru, intake siswa, ketersediaan sarana prasarana dan tingkat kesulitan materi pembelajaran.

Dalam pelaksanaannya, masih banyak guru yang melakukan kesalahan dalam memaknai PTK ini. Kesalahan umum yang sering dilakukan misalnya berkaitan dengan aktivitas pembelajaran, seringkali yang ditonjolkan adalah aktifitas gurunya bukan aktifitas peserta didik. 

Aspek yang harus ditonjolkan dalam pelaksanaan PTK adalah perbaikkan proses atau peningkatan kualitas pembelajaran. Persiapan awal yang biasa dilakukan dalam pelaksanaan PTK ini adalah menemukan kesenjangan materi pembelajaran dengan ketercapaian kompetensi yang harus peserta didik capai. Setelah melalui beberapa kali pengulangan melalui kegiatan remedial namun masih terdapat kesenjangan maka hal tersebut layak untuk dilakukan Penelitian Tindakan Kelas. Selanjutnya dilakukan penyusunan proposal, mencakup pelaksanaan maupun pelaporannya.

*) Ditulis oleh LIA KURNIAWATI, M.MPd. Praktisi pendidikan (Guru dan Dosen) di Kota Bandung 

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2016/04/seberapa-pentingkah-penelitian-tindakan-kelas-dalam-pembelajaran.html#ixzz483XZRJPA

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...