Tuesday, 17 July 2018

MENIKAHLAH BUKAN KARENA KAMU JONES!


Sebelum menikah kamu wajib mengetahui persis apa saja kekurangannya, “Loh Koq begitu?” kesannya mau cari pasangan yang sempurna .. mana ada orang sempurna?”
Kekurangan si A aman bila ia menikah dengan di H, Si H punya kelebihan yang sanggup menangani atau melengkapi kekurangan si A. Jodoh si A maka jangan modal nekat menikah dengan dia. Kita nggak nyari orang “sempurna”, namun apakah kamu yakin kamu adalah jodohnya? yang sanggup “menangani” dia?

“Tapi aku sangat percaya bahwa orang bisa berubah, yang namanya manusia bisa berubah koq! Aku percaya setelah menikah dia akan berubah koq.”

Boleh nggak dia berubah aja dulu sebelum menikah? Karena kalau kalian sudah punya anak dan kalian cekcok terus itu bisa melukai jiwa anak loh. Hati-hati ya di masa kehamilanpun jiwa janin sudah bisa “merekam” emosi negatif dari kejadian-kejadian cekcok orangtuanya. Kasian ntar tu janin .. Kalau kamu yakin dia bisa berubah mohon beri dia kesempatan berubah dulu sebelum menikah.
“kan berubah nggak gampang, masa aku maksa dia berubah secepat itu?!”

Kalau dia emang cinta sama kamu masa diminta berubah sebelum menikah aja dia nggak bisa? Katanya menyeberangi lautan  aja dia mau? Ya kan? Begitu hujan badai datang, dia tetap mau ketemu kamu, Ya kan?

Ada satu hal yang dikuatirkan dan ini harus kamu ketahui,
Jangan-jangan dia emang enggak perlu berubah, kekurangan dia itu memang harus orang lain yang melengkapi. Jangan-jangan dia bukan jodohmu, dia harus menikah dengan seseorang yang bisa menghadapinya dengan bahagia.
Makanya sebelum menikah, minimal banget 3 bulan harus sudah cukup mengenal semua kekurangannya dan mengukur dirimu. Ukur kemampuan jiwamu apa sanggup hidup bersama dia selamanya dengan segala kekurangannya atau mungkin hanya sanggup bertahan hanya 1 tahun, 2 tahun atau bahkan hanya 12 tahun saja .. kan nanggung tu, diterusin babak belur nggak diterusin bikin banyak korban jiwa yang terluka .. hmmm  DIA JODOHNYA ORANG! JANGAN MAKSAIN!
Menikah urusannya bukan hanya kalian berdua, tetapi meneruskan garis keturunan dan menikahkan dua keluarga .. INGAT itu ...
Ini hanya sedikit contoh ya ..
1.       Dia orangnya pemarah banget dan kamu orang yang paling nggak bisa dimarahin, wah ini jangan maksain buat nikah panjang urusannya. “Tapi aku cinta ...”,  maaf ya pada kenyataannya cinta bisa pudar, bila kepribadian kalian tidak cocok, sangat bahaya.
2.       Dia orangnya sok perfect, ngga boleh terlihat berantakan sedangkan kamu slengean naro barang dimana aja kadang lupa .. hhmm pikirkan kembali ini Jangan maksain nikah! Meski orangtuamu udah gerah pengen bikin kenduri nikahin kamu!
3.       Dia orangnya plin plan sementara kamu orangnya nggak bisa banget lihat orang nggak tegas .. SEGERA TINGGALKAN!
4.       Dia sama teman kerjanya bisa sangat heboh, berbicara banyak hal dan hangat banget sementara perlakuan dia ke kamu berbanding terbalik! Dingin, sok jaim, dan kamu yang harus berjuang menghubungi lebih dulu! ..  INGAT NIKAH ITU UNTUK SEUMUR HIDUP bukan untuk 1 hari ..
5.       Bagi dia berbohong itu biasa sementara bagi kamu perbuatan bohong itu adalah kecurangan terbesar.
6.       Bagi dia berkata kasar dan blak-blakan itu gak papa .. sementara kamu sangat suka kesantunan.
7.       Bagi dia hidup dari “kencleng masjid” itu hal yang wajar, sementara bagi kamu merupakan dosa dan aib terbesar .. AMBIL LANGKAH SERIBU, NGGAK USAH NUNGGU DIA BA-BI-BU!
8.       Dia orangnya selalu pengen dikasih alias P E L I T!  apa-apa ngandelin kamu yang maju. Cuma buat bayarin dua mangkuk bakso aja pura-pura ngerokok buru-buru meninggalkan kamu .. TINGGALKAN COY! Faktanya setiap kita ngga suka dipelitin, buat hidupnya aja pelit apalagi buat orang lain yang baru dikenal.

Masih banyak contoh kasus lainnya dimana KAMU HARUS MENGUKUR DIRIMU .. sanggup nggak bakal hidup dengan dia SELAMANYA.

Tapi aku percaya koq Tuhan sanggup mengubah seseorang. Aamiin .. saya juga percaya koq, namun harus PEKA dan TANYA Tuhan ya apakah dia emang jodohmu atau bukan? Ini INTINYA.
Kita sering dengar bahwa jodoh di tangan Tuhan, Setuju banget. Namun anehnya banyak orang yang ngomong begitu mau nikah nggak pake nanya Tuhan. Nikah main nikah aja ..

Nikah adalah ibadah apabila sebelu nikah tanya Tuhan dulu, karena banyak orang nikah BONEK! Bondo Nekat! Alias modal nekat padahal sudah dikasih petunjuk oleh Tuhan melalui apa saja kalau dia bukan jodohnya. Akhirnya setelah menikah malah cerai, apa itu jodohnya?

Seringkali Tuhan menjawab kita melalui petunjuk-petunjuk khusus loh. Misalkan belum menikah aja sudah banyak yang menyangsikan keyakinan kepantasan kita dengan dia “KAGAK COCOK”,  “DOMPLANG!”, “Yang bener! Itu calon suami kamu?” yakin mau dilanjutin?

JANGAN NGGAK PEKA YA PADA PETUNJUK DIA ..

Mari realistis lah .. seringkali keputusan dan petunjuk Tuhan pada kita itu tidak datang berupa SUARA LANGSUNG dari Tuhan, namun berupa petunjuk yang lain. Misalnya orangtua tidak merestui, dimasa perkenalan sudah sangat sering salah paham, secara kepribadian nggak cocok banget, direcokin calon adik ipar dan sebagainya dan sebagainyaaa ..

Jika begitu, Ingat dia mungkin calon istri atau calon suami orang lain.
Cinta aja nggak cukup ngebangun pigura rumah tangga kamu perlu mendapat restu dari Tuhan.

Monday, 16 July 2018

Memahami Tinggi Rendahnya Vibrasi Diri Sendiri

Kita pasti pernah merasakan getaran energi seperti, “orang ini memiliki aura negatif,” “tempat ini memiliki suasana yang damai dan nyaman,” atau “dia sangat enerjik.” Namun, sedikit dari kita belum mampu memahami kedalaman ekspresi yang ditunjukkan dalam peristiwa sehari-hari.

Secara naluriah, pada tingkat primal dan intuitif, kita dapat merasakan bahwa segalanya tidak hanya terdiri dari energi, tetapi energi ini bervariasi dalam kuantitas dan kualitas secara drastis dalam kehidupan kita sehari-hari. Yuk, kita pelajari bersama-sama.

Pernahkah Anda berada di sebuah terminal bus yang sibuk dan ramai, dan merasakan perasaan “berat” atau “pengap”? Atau apakah Anda pernah pergi ke alam bebas dan merasakan rasa batin “ringan” atau tenang?

Ini adalah contoh sederhana dan cukup umum dari kemampuan kita untuk “mengakses” frekuensi yang berbeda dari energi dalam kehidupan kita.

Jadi, apa maksudnya vibrasi (getaran) “lemah” atau “kuat”? Dan apa keterkaitannya ke dalam peristiwa sehari-hari? Jika Anda belum pernah mendengar hal ini sebelumnya, atau jika Anda penasaran untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang dimaksud tinggi atau rendahnya tingkat vibrasi, teruskan membaca!

Cara sederhana mengetahui tinggi dan rendahnya vibrasi
Getaran tinggi/kuat, umumnya terkait dengan sifat-sifat dan perasaan positif, seperti cinta kasih, memaafkan, welas asih, dan perdamaian dsb. Di sisi lain, getaran rendah/lemah, berhubungan dengan kualitas yang lebih gelap seperti kebencian, ketakutan, keserakahan, dan depresi, dll. Saya akan mengeksplorasi lebih jauh tentang getaran rendah dan tinggi di bawah ini.

Pada dasarnya, semakin tinggi getaran Anda, maka akan semakin terhubung dengan diri Anda yang lebih tinggi, batin, keilahian, kesadaran, jiwa tercerahkan, atau banyak kata lain untuk menggambarkan sifat sejati Anda. Ini juga berarti bahwa semakin rendah getaran Anda, maka semakin tidak sinkron dengan semesta yang lebih tinggi, dan akan menghadapi lebih banyak konflik dalam hidup.

Tanda-tanda memiliki getaran rendah atau tinggi

Sebelum membaca daftar di bawah ini, Anda harus ingat 2 hal.

Pertama, setiap orang jarang pernah bisa mencapai 100% vibrasi positif. Pasti ada kemungkinan mengalami naik-turun frekuensi getaran 25% tinggi dan 75% rendah, 55% tinggi dan 45% rendah – dan sebagainya. Jadi, jangan terburu-buru memberi label hitam/putih.

Kedua, temukan apakah Anda memiliki getaran rendah atau tinggi yang benar-benar bisa membantu. Tapi, berhati-hatilah menggunakan label ini terhadap orang lain (misalnya “dia memiliki getaran rendah, malas dekat dengannya!”).

Ironisnya, hal ini justru akan menurunkan getaran Anda sendiri akibat menilai negatif terhadap orang lain. Itulah sebabnya, metode ini paling baik digunakan sebagai alat untuk lebih mengenali diri sendiri. Jadi mulai sekarang belajarlah mengenali apa jenis getaran yang Anda miliki, dan bagaimana dampaknya terhadap hidup Anda?

Tanda-tanda jika Anda memiliki vibrasi rendah
Anda merasa seperti “tersesat” atau kehilangan arah dalam mengarungi samudera kehidupan, tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Anda berjuang dengan sikap apatis, mengembangkan sikap acuh terhadap diri sendiri dan orang lain.

|Anda secara spiritual jauh dari Sang Pencipta.
|Anda secara emosional reaktif. Mudah terpancing dengan isu-isu yang berkembang.
|Anda merasa lelah dan lesu. Tak bersemangat mengejar cita-cita.
|Anda memiliki pandangan sempit terhadap dunia.
|Anda sering merasa putus asa.Anda merasa pesimis untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk.
|Anda memiliki bayangan diri yang menonjol.
|Anda bergelut dengan penyakit kronis.
|Anda secara fisik merasa tidak mampu dan tidak sehat.
|Anda memendam perasaan seperti kebencian dan kecemburuan.
|Anda merasa sulit untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain.
|Anda menderita rasa bersalah (yaitu Anda terus-menerus merasa bersalah tentang sesuatu atau mencari-cari kesalahan).
|Anda benar-benar tidak tahu apa yang Anda inginkan dalam hidup.
|Anda terus membuat pilihan yang salah.
|Anda punya masalah kesehatan mental seperti kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif, atau depresi.
|Anda merasa sulit untuk melihat keindahan dalam hidup walau kecil.
|Anda selalu merasa tidak puas.Hubungan Anda dengan orang lain terus-menerus memburuk, bukan membaik.
|Anda terlalu sinis dan skeptis.
|Anda argumentatif.
|Anda banyak mengeluh.
|Anda memiliki masalah penyalahgunaan obat-obatan dan minuman keras, tindakan asusila.
|Anda menyabotase diri sendiri.
|Anda lebih berfokus pada hal yang negatif dalam hidup.
|Anda kesulitan merasa bersyukur.

Tanda-tanda jika Anda memiliki vibrasi tinggi
|Anda sadar diri (yaitu Anda sadar apa yang Anda katakan, lakukan, pikirkan dan rasakan, serta memiliki pengaruh pada orang lain).

|Anda mudah berempati terhadap orang lain, dan Anda membuat kebiasaan melihat melalui mata orang lain.
|Anda sangat kreatif dan sering dipenuhi ide-ide dan inspirasi.
|Anda seimbang secara emosional.Anda merasa terhubung dengan kesatuan (misalnya kehidupan, ketuhanan, cinta).
|Anda memiliki rasa humor terhadap kehidupan.
|Anda tidak mengambil beban kehidupan terlalu serius.
|Anda secara teratur merasa bersyukur terhadap apa yang sudah Anda miliki.
|Anda mudah tersenyum dan tertawa.
|Anda tidak mengalami banyak kekecewaan karena Anda tidak melekat pada hal-hal (kenyamanan duniawi misalnya materi, jabatan, indulgensi dsb).
|Anda disiplin. Menghargai waktu.
|Anda tahu pasti dan mengenali apa yang membuat anda senang namun tanpa mengabaikan melakukan kebaikan untuk orang lain.
|Anda tidak perlu banyak usaha untuk merasa bahagia dimanapun dan kapanpun.
|Anda selaras dengan tubuh Anda dan kebutuhannya.
|Anda sering merawat diri sendiri.Anda sering mengasihi orang lain.
|Anda sering mengalami sinkronitas dengan diri anda, orang terdekat dan lingkungan.
|Anda tinggal di masa sekarang daripada masa lalu atau masa depan.
|Tubuh terasa bugar dan sehat.
|Keseimbangan dalam memilih makanan nabati, buah dan hewani.
|Anda mudah membebaskan diri dari kekacauan hidup.
|Anda memaafkan diri sendiri dan orang lain dengan mudah.
|Anda merasa seolah-olah Anda telah menemukan panggilan hati dalam hidup Anda.
|Peluang dan pintu baru secara spontan selalu terbuka lebar dalam hidup Anda.
|Kesabaran datang dengan mudah untuk Anda.

Tujuan kita dalam mengenali lebih jauh tingkat “vibrasi rendah” dan “vibrasi tinggi,” adalah untuk menjadi sadar apa yang bisa Anda perbuat dan apa yang bisa diperbaiki dalam perjalanan evolusi batin atau involusi Anda. Selamat mencoba.

#rewrite

Thursday, 12 July 2018

Sincronize Doa

Saya pernah nulis artikel isinya kurang lebih begini "Allah sesuai prasangka hambanya, maka berprasangka baik lah pada Nya". Ketika kita sudah melakukan ikhtiar terbaik namun tak dikabulkannya, prasangka lain muncul mungkin tempat itu bukan terbaik untuk kita ... Bisa jadi.

Kemungkinan kedua nya, jika sudah berprasangka baik, bisa jadi prasangka baik dari orang terdekat kita malah yang didengarkan-Nya .. Misal ibu kita? telaah lagi dan telusuri lagi .. Pedekate lagi terhadap orang-orang terdekat kita lalu sincronize!

Sinkron kan, doa mereka dengan doa kita apakah klik, klop atau tidak?! Nah ini yang saya alami .. Menyoal "sincronizing doa!"

Flash back dulu ..
Bukan kebetulan seminggu ini asam lambung saya naik, ulu hati terasa panas, sempet eungap ga bisa nafas. Enam hari yang lalu selepas pulang dari kantor pengawas pemilu jalanan sudah sepi lengang, berbaur dengan dinginnya angin malam, langit pekat nyaris tak terlihat awan berarak. Artinya saya pulang larut malam ..

Turun dari mobil  ibu yang membukakan pintu, melihat saya cemas mendengar laporan dari teman yang nganterin saya pulang saya gak bisa nafas dan terhuyung kesakitan.

Anak-anak .. Waktu itu sedang bersama ayahnya, jadinya kita hanya bertiga para perempuan .. Setelah rebahan, Saya coba setting kesadaran saya, tarik nafas dalam-dalam, bantal yang nyaman, kaki selonjor sempurna meski ulu hati terasa diatas bara, nafas tersengal-sengal pendek dan rupanya dada kiri sudah gak mau berkompromi turut teriak-teriak kesakitan.

Ibu langsung pijit-pijit bagian betis, saya minta beliau mijitin telapak kaki yang mulai seperti es .. Entah karena cuaca kemarin sampai 16 derajat ataukah memang kondisi badan saya yang menurun.

Mereka berdua bergiliran mengurusi badan saya yang tergolek. Saya merasakan bagian tubuh mana letak sakitnya dan bagian mana yang ingin saya koreksi berharap jalur urat-urat syaraf yang terpijit dapat memperbaiki kondisi yang dirasa.

Sekira 30 menit berlalu, setelah perjuangan mereka menyediakan air panas di botol beling karena waterzax yang robek karena kualitas karet mentahan yang tak tahan lama dan pijitan-pijitan sekujur tubuh akhirnya hirupan nafas mulai memanjang, ulu hati tak lagi membara, teriak dada kiripun mulai sedikit sayup ..

***
Barusan ngobrol sama momsky!
Ternyata doa saya dan doa nya beliau selama ini ngga SINCRON! dan Allah lebih berpihak padanya ..

Otak yang sedang memanas, mendidih penuh dengan strategi ini dan itu seketika nyeesss! Byaaar .. Reset strategi! Reset tujuan hidup

Yaaa sudah lah ..
Ternyata jawaban dari pertanyaan2 saya sebelumnya

"mengapa hasilnya begini, tapi harapan, doa dan ikhtiar saya begono jadi hasilnya mesti begono ... Dan sebagainyaaa ..
Terlalu ngikuti teori relatifitas ..

A+B=C

Dan hasilnya ga semua sesuai rumus matematis itu .. Ada hal lain yang jadi penentu keberhasilanmu yaitu doa ibumu!

Camkan itu nak! 😶

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...