Showing posts with label Kompas. Show all posts
Showing posts with label Kompas. Show all posts

Saturday, 12 August 2017

Johannes Marliem Saksi Kunci e-KTP Meninggal Dunia

Saksi kasus e-KTP Johannes Marliem meninggal dunia. KPK belum mengirimkan tim ke Amerika Serikat, tempat Marliem diketahui tinggal.

tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mendengar kabar meninggalnya salah satu saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP Elektronik (e-KTP) Johannes Marliem di Amerika Serikat. Meski begitu KPK belum mengirimkan tim ke Amerika Serikat tempat Johannes tinggal. 

“Belum kirim tim ke sana. Kami masih dalami,” kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief saat dihubungi tirto, Jumat (11/8).

Laode tak mau banyak berkomentar saat ditanya tentang signifikasi kesaksian Johannes dalam mengungkap kasus korupsi e-KTP. Ia beralasan hal itu bagian dari proses penyidikan. “Ia saksi, tapi saya tidak bisa disclose (membuka),” ujarnya.

Laode juga menolak berkomentar saat ditanya soal bukti-bukti apa saja yang didapat KPK dari kesaksian Johannes. “Sudah itu dulu ya,” katanya.

Marliem adalah provider produk Automated Finger Print Identification Sistem (AFIS) merek L-1 di proyek e-KTP. Surat dakwaan Irman dan Sugiharto mencatat Marliem diduga menikmati duit korupsi e-KTP senilai 14,88 juta dolar AS dan Rp25,24 miliar. Marliem juga tercatat sebagai salah satu dari Tim Fatmawati.

Nama Marliem sempat disebut dalam persidangan kesembilan kasus korupsi e-KTP, Kamis (13/4/2017). Dalam persidangan itu saksi Tri Sampurno mengungkapkan salah satu pengusaha penyedia barang di proyek tersebut pernah membiayai kepergian dua staf Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ia bersama dan Husni Fahmi ke Florida, Amerika Serikat untuk mengikuti seminar Biometric Conference dengan biaya dari pengusaha Johannes Marliem. Dua Staf BPPT itu mendapatkan duit akomodasi senilai 20 ribu dolar AS dari Marliem.

Sedangkan Sampurno dan Husni merupakan anggota tim teknis teknologi informasi di proyek e-KTP. Surat dakwaan untuk Irman dan Sugiharto menyebut Sampurno dan Husni juga bagian dari Tim Fatmawati. Tim Fatmawati ialah sebutan bagi mereka yang pernah terlibat pertemuan di Ruko milik salah satu tersangka di kasus ini, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Dalam wawancara Koran Tempo edisi 19 Juli 2017 Johannes mengklaim menyimpan sekira 500 giga byte file rekaman percakapan proyek e-KTP.Termasuk pembicaraannya dengan Setya Novanto. 
#reblog

MEREKAM DESAHAN FERDINAND MARCOS dan DOVIE BEAMS

Meski desahan Ferdinand Marcos dalam pelukan Dovie Beams terekam dan tersiar ke publik Filipina pada 1971, Marcos tetap berkuasa hingga 1986. Rekaman bersanggama bisa jadi alat untuk menjatuhkan seseorang dari kekuasaan.

tirto.id - Ferdinand Marcos, presiden Filipina yang berkuasa selama 20 tahun, tahu benar soal ungkapan: “Kebohongan, bila terus-menerus diucapkan, akan terdengar sebagai kebenaran.” 

Ia mengklaim sebagai pahlawan pada masa perang melawan pendudukan Jepang di negaranya pada 1942-1944. Untuk lebih meyakinkan, dibuatlah detail cerita: ia memimpin sebuah pasukan gerilyawan bernama Ang Mga Maharlika. 

Sang presiden korup dan tukang ngibul ini, yang bikin rakyat Filipina sengsara selama 20 tahun ini, mengundang kru film dari Hollywood buat bikin kisah rekayasa tersebut. Judul filmnya sudah dirancang: Maharlika, artinya Si Pria Jatmika. 

Ada Paul Burke yang akan memerankan Marcos muda. Juga Dovie Beams yang kebagian peran sebagai Isabella, perempuan yang menaruh hati pada Marcos muda yang sedang berjuang melawan serdadu-serdadu Jepang.

Namun, perkaranya justru di situ. Ketika Dovie, bintang film Amerika kelas-B, tiba di Quezon, Manila, pada 1968, Marcos kepincut. Selama dua tahun, mereka menjalani musim panas pasangan yang kasmaran. 

Marcos bukan orang bego. Istrinya, Imelda Romueldez—yang sohor sebagai Imelda Marcos—dikenal sebagai putri rupawan, punya panggilan “Si Kupu-kupu Besi”, dengan koleksi ribuan pasang sepatu. 

Tetapi kekuasaan memang memabukkan. Marcos dikenal pria hidung belang dan matanya suka main keranjang. Sebelum kehadiran Dovie, ada sejumlah perempuan di dunia seksual si patriark Marcos. Main gila si presiden bahkan melahirkan buah terlarang, dan ia memberi nama anak-anak yang tak diakuinya dengan nama ibundanya.

Dovie Beams, yang terlahir sebagai Dovie Leona Osborne pada 5 Agustus 1932, segera mengundang pikiran mesum Marcos sesudah dikenalkan produser film Potenciano Ilusorio. Alih-alih buat syuting film, ia memeloroti Marcos sampai betah tinggal di Filipina selama berbulan-bulan.

“Berapa lama kau menyentuhku?” tanya Dovie kepada Marcos.

Marcos, yang dibelenggu birahi, menjawab singkat, “Dua tahun lebih.”

Dovie yang penuh harap berkata, “Lebih dari yang kita bayangkan, sudah dua tahun sekarang. Aku rasa akan selalu denganmu. Biarlah seperti ini.”

Adegan di atas ranjang itu hanya ada Dovie dan presiden. Tentu saja ada kalimat “f*ck me!” terucap dari kedua belah pihak. Juga Marcos yang mendesah. Terdengar juga suara Dovie yang cekikikan.

Marcos tak sadar, di kolong kasur, sebuah alat perekam menyala. Mereka bertempur dan Dovie tahu sesuatu yang berharga ada di bawah ranjang.

Transkrip rekaman ini terdapat di sebuah bab dalam buku Marcos' Lovey Dovie (1983) yang ditulis wartawan Hermie Rotea yang penuh dengan humor.

Rekaman itu akhirnya sampai pula ke tangan mahasiswa kritis di Filipina pada 1971. Ketika itu rezim Marcos belum memperlakukan Undang-Undang Darurat Perang yang kejam dan membatasi ruang gerak orang Filipina. Menurut catatan sejarawan Sterling Seagrave dalam The Marcos Dinasty (1988), para mahasiswa yang demonstrasi di Universitas Filipina mengambil alih siaran radio kampus dan rekaman itu diperdengarkan ke publik lewat radio. 

Segera seluruh negeri mendengarkan Presiden mereka berdesah dan tak lupa meminta Dovie mengulum barang ajaib milik sang Presiden. Selama seminggu rekaman itu diperdengarkan di kampus dan ibukota Manila.

Bahkan, ketika beberapa tentara diperintahkan untuk menyita rekaman tersebut, desahan Marcos dan cekikikan Dovie mengetuk selera humor tentara-tentara yang hendak menyitanya. Mereka tertawa sebelum merampasnya.

Merekam Desahan Ferdinand Marcos dan Dovie Beams

Imelda mengamuk. Nyawa Dovie terancam. Kaset asli rekaman yang dipegang Dovie dihargai 100 ribu dolar oleh Imelda. Belakangan, Dovie berhasil keluar dengan selamat dari Filipina dan melanjutkan kariernya di dunia hiburan kelas-B. 

Tak ada UU Anti-Perzinahan, atau anti-pornografi, yang menjerat Marcos ketika itu. Marcos adalah hukum itu sendiri. Ia tetap tetap berkuasa, meski wibawanya jatuh. UU Darurat Perang diberlakukan hingga 1981 untuk menjaga kekuasaannya, yang berlangsung sampai 1986. Kekejaman Marcos selalu diingat oleh mereka yang waras di Filipina.

Soal klaim bahwa dirinya pahlawan, The New York Times pada 1986 menulis, berdasarkan arsip pemerintah AS yang tak pernah disentuh selama 35 tahun, bahwa klaim itu cuma “tipu-tipu” dan “absurd.” Tidak ada bukti kokoh kalau Marcos memimpin pasukan bernama Ang Mga Maharlika di masa perang dunia kedua. 

Memanglah Marcos membuat propaganda yang mengagungkan kepahlawanannya, sebagaimana sejawatnya Presiden Soeharto di Indonesia. Stasiun penyiaran pemerintah, sampai jalan raya di pulau Luzon dan aula Istana Presiden, dinamai Maharlika. 

Marcos terjungkal oleh kekuatan rakyat. Ia bersama Imelda melarikan diri ke Hawaii. Tiga tahun kemudian ia meninggal di pengasingan dalam usia 72 tahun. Dari 1990-1998 keluarga Marcos menghadapi sejumlah kasus korupsi, yang merugikan negara hingga jutaan dolar AS. 

Dari lokasi rumahnya di AS, Dovie membuat pengakuan kepada seorang wartawan di tahun pemerintahan Marcos berakhir: “Aku tetap sayang dia, meski tidak suka dengan pandangan politiknya. Bagiku dia pria yang luar biasa cerdas, jenaka, dan mempesona.”

Imelda sendiri kembali ke negaranya pada 1991, dan berusaha mengembalikan kejayaan lewat kursi presiden tetapi gagal, lantas dilarang untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala negara. Namun, seperti Indonesia yang gagal membersihkan rezim lama Soeharto, Imelda berhasil duduk sebagai anggota DPR pada 2010.

Hingga tahun lalu, Marcos tetap jadi pembahasan politik ketika presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte, berencana menjadikannya sebagai pahlawan nasional. Pemerintahan Duterte hendak menyuci citra dirinya sendiri yang haus darah dalam “perang melawan narkoba”, yang telah menewaskan 6.000 orang selama enam bulan pertama memimpin negeri itu sejak Juni 2016.

Minus kisah skandal seks yang mengiringi dekade terakhir kekuasaan Marcos, kisah pemimpin di negara yang hanya ditempuh 4 jam 30 menit lewat pesawat dari Jakarta ini tak ubahnya seperti kita melihat cermin Indonesia di bawah dan sesudah Soeharto. 
#reblog

Thursday, 14 April 2016

AMDAL dalam MANAJEMEN DIRI

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau kita kenal dengan AMDAL selama ini masih concern di berlakukan bagi perusahaan secara global. Bencana banjir di daerah Bandung Selatan Kabupaten Bandung beberapa waktu terakhir menjadi sorotan publik.

Curah hujan yang tinggi ditambah banyak faktor lingkungan yang tidak seimbang menjadi penyebab banjir seolah menjadi bencana yang tak punya solusi. Hingga saat bencana banjir kerap datang m emicu beberapa media untuk meliput banyak perusahaan-perusahaan tekstil di daerah Rancaekek Kabupaten Bandung dalam pembuangan limbah.

Namun sejatinya Analisis Dampak Lingkungan berawal dari analisis dan manajemen diri. Manajemen diri merupakan hal dasar bagi setiap hal-hal besar, mengutip salah satu hadist islam bahwa 'Ana dhofatul minal iiman' kebersihan merupakan bagian dari iman.

Jadi jika saja setiap orang merasa dirinya beriman, Iman artinya Yakin, Yakin diaplikasikan dengan memiliki keyakinan berupa (agama) dan setiap orang beragama pasti nya akan memperhatikan kebersihan.

Kebersihan dalam manajemen diri bagian dari syukur. Seperti dalam salah satu firman Allah "Barangsiapa yang bersyukur maka akan Kutambah nikmatKu". jika saja setiap orang bersyukur dengan cara bersikap adil (menempatkan sesuatu pada tempatnya) menempatkan hasil pembuangan akhir yang telah kita gunakan berupa sampah dibuang pada tempatnya.

Kembali dalam manajemen diri dalam hal kebersihan. Manajemen berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan bagaimana melaksanakan supaya diri dan lingkungan kita bersih, melaksanakan bagaiman membuang bagian-bagian yang tidak bersih (kotoran) yang telah kita gunakan apakah digunakan kembali atau dibuang.

Jika harus digunakan kembali bagaimana perencanaannya hingga kembali membawa manfaat, apabila harus dibuang laksanakan pembuangan dengan tepat dan terakhir awasi pastikan setiap apa yang telah kita buang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam perencanaan awal.

Analisis kembali dampak dari pembuangan yang telah kita buang, apakah memberi manfaat atau tidak buat orang lain. Dalam beberapa dekade terakhir manajemen diri setiap orang sepertinya harus idperbaharui hingga setiap diri kita disadarkan pada peran "khalifah" menjadi rahmat manfaat buat orang lain.

Dihubungkan dengan berbagai bencana dan kejadian luar biasa akhir-akhir ini beerkaitan dengan Dampak lingkungan yang tak terjaga kebersihannya hingga pembuangan sampah, pengelolaan drainase hingga menyebabkan banjir dimana-mana selebihnya menyebabkan macet dimana-mana, distribusi barang terganggu, produktifitas kerja terhambat itu semua karena berawal dari manjemen diri yang kurang kuat alias tidak menyadari diri sendiri sebagai orang beriman.

Jadi, segala sesuatu berawal dari diri sendiri dan berawal dari hal-hal kecil
Teladan rasul bahkan memikirkan bagaimana sebuah ranting yang menghalangi jalan harus kita singkirkan demi kebaikan diri sendiri maupun orang lain.

Diri kita diajak untuk memberikan manfaat untuk orang lain agar orang lain dapat berjalan dengan baik dan semua hal yang kita lakukan akan kembali pada kita baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...