Showing posts with label Pikiran. Show all posts
Showing posts with label Pikiran. Show all posts

Monday, 20 April 2020

MENGEJAR SUKSES

Tulisan ini hadir kala seseorang membaca tanda tangan saya, yg menurutnya saya seorang yang gigih mengapai kesuksesan .. Coba kita renungkan .. Tak perlu analisa, just read, feel, imagine and do it! 

MENGEJAR SUKSES

Seorang pria berumur 30 tahun. Dia ingin sekali bisa belajar menari ( dancing ).
Di jaman itu, bisa menari itu keren. Anak anak muda menunjukkan skill menari nya di club, aliran disco. Gerakan nya keren, dan menarik lawan jenis tentu nya.
 
Setiap kali pergi ke club, laki laki ini hanya bisa duduk diam di meja, tidak berani show off ke atas panggung. 
Tidak bisa menari membuat diri nya menjadi mudah mendapatkan jodoh.
Dia ingin sekali bisa menari dan tampil penuh percaya diri seperti teman teman nya, tapi sayang dia tidak bisa menari. 
Saat itu dia singgle, tidak punya jodoh ya mungkin karena tidak bisa menari itu. 

Karena itu dia pergi ke konsultan jodoh, lalu si konsultan menyarankan agar dia ikut kursus menari. 
" Hmm bener juga, good idea nih. " .
Begitu kata dia dalam hati

Maka dia pun ikut kursus menari. Dengan semangat menggebu gebu untuk mendapatkan skill menari itu, maka dia ikut kelas 3 kali seminggu.
Pokok nya semangat dan harus bisa. Take action dan pasti bisa. Joss ...!!! POSITIF Sinting..Eh ..Posotif thinking.😁

2 tahun berlalu, keadaan tidak berubah. Puluhan kelas udah dia coba, ratusan teknik dia pelajari, tapi hasil nya tetap NIHIL. 
Kaki, tangan dan tubuh nya tetap tidak bisa sinkron setiap kali dia menari. Dia seperti kikuk, kaku dan tidak bisa lepas. 

Setiap kali menari, dia terlihat aneh, sehingga dia selalu jadi bahan lelucon dan tertawaan. 
Dia pun down, putus asa, kecewa dan menyerah. 
" Aku memang ga bisa menari. Memang ga bakat. Bukan aku ga berusaha, tapi aku memang bukan jodoh nya disini." Begitu kata nya pada diri nya sendiri. 

Suatu saat dia lagi duduk di club sendirian. Biasa lah.
Dia tidak ada teman, karena semua orang di desa itu tau siapa si pria ini. Orang aneh, freak, gaya menari nya kaku dan jelek. 
Dia sendiri tidak punya rasa percaya diri, maka orang lain pun malas mendekati nya. Apa yang kau pancarkan di dalam, akan terpancar keluar juga. Masok akal ?? 
Ya nasib lah. Mau bagaimana lagi ? 

Ketika dia lagi merenungi nasib nya, tiba tiba ada seorang wanita datang menyapa. Tampak nya wanita ini orang baru di desa itu. Setelah ngobrol panjang lebar, bener, ternyata si wanita ini bukan warga desa situ. 
Dia cuma turis yang kebetulan mampir ke club. 

Nah kemudian si wanita ini mengajak si pria ini untuk menari. Tentu saja pria ini langsung menolak dengan mengatakan bahwa dia tidak bisa menari. 
Si wanita ini tersenyum lalu berkata : " Kamu bisa kok. Saya akan ajarkan kamu bagaimana cara menari. Yuk ikut saya aja keatas panggung. Percaya deh sama saya.." 

Si pria ini pun tak berdaya, tangan nya di gandeng dan dia ikut aja keatas panggung. Sampai diatas panggung, penonton pun langsung bersorak sorai seolah hendak membully dia. 

Si wanita ini pun berkata : " Jangan pedulikan penonton. Lihat mata saya. Fokus kan perhatian mu ke mata saya. Jangan fokus ke kaki atau tangan mu. Gerak aja, lihat mata saya.
Gerakkan tubuh mu seolah tidak ada siapa pun di ruangan ini. Hanya ada saya dan kamu. Lepaskan tubuh dan pikiran mu sesaat, percaya pada saya, dan fokus hanya melihat saya. " 

Si pria ini pun sempat bingung. Tetapi karena pegangan tangan si wanita ini kuat sekali, maka mau tidak mau dia mengikuti gerakan nya. 
Sejenak dia menjadi lupa sama pikiran nya yang selalu bilang bahwa dia tidak bisa menari. 
Sejenak dia lupa, bahwa kaki dan tangan nya sulit sinkron. Tiap kali pikiran nya mau mengambil alih, dia ikuti kata kata si wanita itu, fokus pada mata si wanita ini. 

Pelan pelan sesuatu yang aneh terjadi. Tubuh nya seperti mengalir mengikuti alunan musik. Kaki dan tangan nya bergerak sendiri. Effortlessly. Otomatis. Ga pake mikir teknik ini dan itu. Mengalir aja. Ga pakai usaha apa apa. Spontan aja. 

Tiba tiba tubuh nya seperti dialiri energy dari dalam. Semakin lama dia menari, semakin energy itu keluar dari dalam, meledak ledak seolah tidak ada batas nya.
Badan nya terasa ringan, pikiran menjadi bahagia, dia tertawa lepas, berteriak sejadi jadi nya dan...WUZ ... 
selanjut nya sudah tidak bisa lagi di lukiskan dalam kata kata yang pas.

40 menit berlalu. Musik pun berhenti sejenak untuk break. Pria ini tubuh nya basah penuh keringat. Penonton pun bertepuk tangan memuji tarian yang luar biasa dari kedua pasangan ini. 

Ini pengalaman pertama dia mendapat sambutan seperti ini. Woww. Ini luar biasa. Diri nya seperti baru masuk zona yang baru. Tiba tiba rasa percaya diri itu muncul dari dalam ,entah dari mana dan bagaimana.

Wanita ini pun tertawa dan berkata : " Wow.. itu tadi sangat luar biasa. Terima kasih. Kamu partner yang hebat sekali. Dari awal saya udah tau kamu itu luar biasa. " 

Si pria ini pun masih bingung dengan state baru dalam diri nya. Sejak kejadian itu, si pria ini pun makin joss dalam menari. Setiap malam dia tampil percaya diri dan menjadi pusat perhatian di club. 
Cerita nya the end. Happy ending kan ?? 

Apa pelajaran nya ?? 
Cerita yang baru aja anda baca tadi, itu mungkin gambaran tentang Sufi Dancing. 

Ketika anda menari dengan hati, tanpa berpikir, tanpa usaha, mengalir aja, maka anda akan masuk suatu state dimana luapan energy dari dalam itu keluar. 

Energy dari dalam yang tiada batas nya. Itu bercampur dalam rasa antusias yang positif, yang menurut Bruce Lipton, ini rasa nya sama ketika anda pacaran pertama kali. 
Ketika orang yang anda suka, menerima cinta anda dengan tulus, maka mendadak ada satu energy yang meluap dari dalam tubuh ini. Energy ini begitu besar nya, sampai kalau pun anda kurang tidur, kena badai sekali pun, badan anda tetap fit dan joss. 
Kira kira seperti itu rasa yang bisa di lukiskan. 
Berususan dengan Rasa tentu tidak bisa di ungkapkan dengan benar. Kalau mau tau kebenaran nya ya harus merasakan sendiri. 

Pelajaran kedua yang bisa saya tangkap adalah kata Effortlessly. Wow ini powerful sekali. 
Ini tentang  bagaimana kita mengejar kesuksesan kita. 

Di cerita itu sukses nya adalah MENARI. Anda boleh ganti ini dengan apa saja, UANG, Ketenaran, Kekuasaan, apa saja boleh dan sama aja. 

Coba perhatikan pola nya, ketika anda NGOTOT mengejar sukses, maka yes benar anda akan punya ILMU soal sukses tapi tetap tidak bisa BOOM. 
Ada yang pernah alami seperti ini ?? Ilmu udah banyak tapi kok belum bisa mencapai sukses juga ?? Apa yang salah ?? 

Pria diatas saking kepingin nya bisa menari, ikut semua kursus menari, tau banyak teknik menari, tetapi itu belum cukup. 

Harus ada " AHA " momen, yaitu momen ketika anda bisa meluapkan energy dari dalam diri, sehingga energy ini lah yang memungkinkan anda mencapai apa yang anda inginkan. 

Pahami pola nya ya. Mencari skill itu harus, belajar ini dan itu harus. Itu modal. Ini adalah langkah dasar nya. Ini harus dilalui dulu loh ya.
Barulah setelah tahap pertama dilalui, 
maka anda harus belajar cara untuk mencari " AHA " moment, meluapkan energy besar dari dalam tubuh. 

Begitu energy itu terluapkan, maka semua nya akan berjalan effortlessly, sama seperti tarian sufi itu tadi. 

Anda akan masuk suatu state baru, state dengan penuh kelimpahan. 
Di state itu, bukan anda yang mengejar sukses, tapi sukses lah yang datang mengejar anda.
Ini lah zona power, bukan zona force.

Cara nya bagaimana dalam mencapai " AHA " momen itu ?? 
Ga perlu ikut seminar mahal mahal, nih saya kasih tau gratis : 
Cara nya dengan cara melepas..letting go..relax dan berpasrah. 

Loh..kok ?? 

Thank you and i love you.

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...