Wednesday, 22 January 2020
Mintalah sama Allah, bukan pada sesama
Monday, 20 January 2020
BAGAIMANA PSYCHO HACKING MENINGKATKAN OMZET PENJUALAN
Aku dan Putriku
Wednesday, 15 January 2020
BUN, MAAFKAN IBU YAH, KAYAKNYA DIA UDAH GILA!
Thursday, 12 December 2019
Jika dan Jika
Renungan pagi....
EMPAT MASALAH DAN SOLUSINYA.
1. Jika anda diuji dengan syahwat dan hawa nafsu, periksalah sholatmu.
QS. Maryam: 59.
*ﻓَﺨَﻠَﻒَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻢْ ﺧَﻠْﻒٌ ﺃَﺿَﺎﻋُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻭَﺍﺗَّﺒَﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ۖ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﻠْﻘَﻮْﻥَ ﻏَﻴًّﺎ*
"Maka datang sesudah mereka suatu keturunan yang mereka telah melalaikan sholat dan memperturutkan syahwat hawa nafsunya."
2. Jika anda merasa keras hati, berperangai akhlak buruk, sial sengsara dan tidak ada kemudahan, periksalah hubunganmu dengan ibumu dan baktimu kepadanya.
*وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيا*
"Dan (Dia jadikan aku) *berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka."(QS. Maryam: 32).
3. Jika anda merasa depresi, tertekan dan kesempitan dalam hidup, periksalah interaksimu dengan Al-Qur'an, Dzikirmu
*وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكا*
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur'an, berdzikir), maka sesungguhnya baginya *penghidupan yang sempit." (QS. Thaha: 124).
4. Jika anda merasa kurang tegar dan teguh di atas kebenaran dan gangguan kegelisahan, maka periksalah bagaimana pelaksanaanmu terhadap nasehat dan mau'idzah yang engkau dengar.
*وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُواْ مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتا*
"Sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih meneguhkan (iman mereka).”
(QS. An Nisa: 66).
*والله أعلمُ بالـصـواب*
*بَارَكَ اللَّهُ فِيْكُمْسُبْحَانَ اللّهُ بَارَكَ اللَّهُ فِيْكُم*ْ
*والسلام عليكم ورحمة الله وبرك اته*ُ
Saturday, 23 November 2019
MAKNA DIBALIK PERINTAH
Sungguh Maha Suci Allah sang pemilik dan pengatur hidup manusia, Ia sangat tahu apa yang terbaik untuk ciptaannya. Tak semata-mata Allah memerintahkan sesuatu kecuali terdapat banyak kebaikan jika kita melakukannya. Pahami dan pastikan anda sudah melakukan semua hal dibawah ini,
YOGA-nya orang Islam itu dengan gerakan SHOLAT.
MEDITASI-nya orang Islam itu duduk tenang sambil berDZIKIR.
SELF HEALING-nya orang Islam itu melakukan MUHASSABAH.
DETOX-nya orang Islam adalah dengan rajin berPUASA.
RUWATAN-nya (buang sial) orang Islam bisa dengan SEDEKAH.
VITAMIN-nya orang Islam adalah sikap mudah MEMAAFKAN.✌
OBAT AWET MUDA*-nya orang Islam: TIDAK MENCAMPURI urusan yang tidak perlu. 👌
NUTRISI TERBAIK nya orang Islam adalah BERBAIK SANGKA (Huznudzon).
PEMBERSIH HATI nya orang Islam dengan menahan GHIBAH (Gosip).
PENYUCI JIWA nya orang Islam adalah: Menjauhi sifat IRI DENGKI.
PENGAWET PAHALA nya orang Islam: Tidak RIYA'
PENCEGAH PRAHARA nya orang Islam: Menghindari PERDEBATAN.
PENGUKUR RENDAH HATI nya orang Islam: Tidak menyebut KELEBIHANNYA.
PENDETEKSI KEIKHLASAN nya orang ISLAM: Tidak menyebut KEBAJIKANNYA.
SARIPATI nya dalam beribadah itu adalah DOA, dan RUH-nya dalam beramal itu adalah IKHLAS.
APOTEK MUSLIM MUSLIMAH
DAFTAR OBAT:
1. Sering sakit = silahkan puasa.
2. Wajah gelap = sholat Dhluha.
3. Hati sempit = baca alqur'an.
4. Susah bahagia = sholat tepat waktu.
5. Emosi melulu = wudhu dan istigfar.
6. Gelisah = banyak doa dan olahraga.
7. Tertekan = baca "lahaula walaquwwata illa billah".
8. Kurang berkah rezekinya = lirik yang hallal saja.
9. Miskin melulu = muliyakan orang tua & banyak bersedekah.
10. Bingung berbuat baik = BAGIKAN TULISAN INI.😀
Monday, 18 November 2019
JIKA HIDUP SERING SUSAH, LIHATLAH SHOLAT SHUBUHMU
😢 "" 😢
Waktu saya dalam kesusahan hidup, pernah kadang terbersit "Ya ALLAH, kan saya sudah melakukan semuanya, Sholat sudah, ngaji sudah, sedekah sudah kok tetap saja ada masalah???"
Begitulah kita, kalo boleh demo dengan ALLAH, mungkin kita juga pernah merasakan.
Ternyata kesusahan yang ALLAH hadirkan tadi karena ALLAH SAYANG dan akan memberikan HADIAH.
Apa hadiahnya???
ILMU lah hadiahnya.
Kalau tidak diingatkan saya tidak akan memikirkannya.
Dari situlah saya coba cari tahu, apa yang salah?
Saya mulai 'tafakur...' dari sekian... kesalahan dan dosa yang dilakukan, baik yang benar-benar dosa maupun dosa yang dilakukan saat ibadah.
Yang mencolok adalah ketika saya sadar sholat subuh saya sering terlambat.
Berawal dari guru saya cerita, beliau juga pernah babak belur waktu muda dan setelah dicek karena sholat subuhnya asal-asalan.
Sehingga ketika saya diskusi ke beliau, beliau mulai dengan 1 pertanyaan.
*SHOLAT SUBUH KAMU JAM BERAPA ...???*
Dengan enteng saya jawab dan merasa tidak bersalah; "jam 5 kadang lewat-lewat sedikit"
Beliau pun bergumam _*"Hhmmm, pantesan"*_
Bagaimana mau membangun rumah tangga??? Bagaimana mau membangun usaha???
Apalagi mau membangun negara???
Kalaupun REZEKI mereka Berlimpah, Usahanya Lancar, lihat saja nanti, jika sholatnya tidak terjaga, khususnya SUBUH, banyak masalah yang di hadapinya, baik masalah kesehatan, masalah keluarga dll.!!!
(ALLAH mengingatkan karena ALLAH SAYANG agar kita TAAT dan berubah)
Nah kalau bangun Subuhnya saja bermasalah!!!
Iya... Bener SUBUH!!!
Disitu saya langsung sadar, dan memang coba kita perhatikan, orang-orang tua kita jaman dulu yang Sholat Subuhnya disiplin berjamaah di masjid bukan hanya rejekinya dicukupkan ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA, tetapi tubuhnya sehat terjaga.
Nah sebelum kita _*'muhasabah'*_ dosa-dosa kita yang lain... coba cek sholat Subuh kita, sholat Subuh Istri kita...!!!
Jam berapa dan dimana...???
Kalau untuk laki-laki sudah jelas berjamaah di MASJID.
Buat perempuan mesti diawal waktu.
Memangnya ada apa dengan sholat Subuh???
Satu hal yang pasti saat Subuh, ALLAH perintahkan jutaan malaikat-Nya untuk membagikan rejeki.
Baik yang mohon ketenangan hidup, mohon sehat, mohon hutangnya lunas, mohon usaha, mohon kerjaan...
*Nah bagaimana kita mau dapat!!!*
*Pas pembagian kita masih terlelap tidur.*
Benar tidak... ???
Jadi wajar kalau hidup penuh masalah, karena kita tidak kebagian kebaikan dari ALLAH saat Subuh.
Lihatlah apa yang ALLAH beritakan tentang Subuh...
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
_*“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).”*_
(Qs. Al-Isra’ : 78).
Kenapa hanya sholat Subuh yang diingatkan ALLAH???
Coba pikir sendiri.
Jadi jika kita masih ada masalah hidup yang belum selesai, salah satunya lihatlah *SHOLAT SUBUHNYA ... !!!*
Kalau ini sudah dilaksanakan, insyaAllah barokah ALLAH pasti akan menghampirinya.
TURKI sudah membuktikan...!!!
TURKI memiliki banyak *Kemajuan dan Perubahan,*
TURKI menjadi Negara Maju dan Negara yang di SEGANI dan Diperhitungkan, itu hanya berawal dari gerakan SHOLAT SUBUH berjamaah.
Satu negara saja ALLAH bisa mengubah, apalagi cuma satu orang saja atau satu rumah tangga, terlalu kecil bagi ALLAH.
*Mari kita perbaiki Sholat Subuh kita terlebih dahulu...!!!*
SEMOGA KITA BISA SELALU ISTIQOMAH
Aamiin Ya Robbal Alamiin.
Sunday, 10 November 2019
KATALISATOR, TEKNIK BUANG SAMPAH EMOSI
Sebenarnya sampai saat ini saya masih banyak mendapat wapri (whatsapp pribadi) yang bersengaja "buang sampah emosi" alias curhat colongan ke saya. Dan saya bukan psikolog ataupun psikiater saya hanya praktisi pikiran dan komunikasi. Rasanya semua orang bisa menjadi ahli soal 2 bidang ini, namun saya lebih mendalaminya karena punya latar belakang tertentu di masa lalu dan keinginan untuk memahami diri sendiri dan alam raya lebih besar agar setiap langkah hidup lebih bermakna.
Maka menjelmalah bidang kajian saya di dua bidang diatas. Saat berperan sebagai komunikan bahasa lainnya "konsultan" seringkali saya menyarankan pada mereka mengikuti terapi menulis. Menulis bukan satu hal yang aneh dan baru, sepertinya setiap kita bisa menulis gak usah merangkai kata nan indah, cukup tuangkan apa yang dirasakan sampai benar-benar pensil anda terhenti karena kehabisan kata-kata untuk dituliskan, selanjutnya tunggu hingga hitungan 3-7 hari setelah itu apakah anda masih mengingat permasalahan anda?
Kalau masih, silahkan lanjutkan episode lembar demi lembar rangkaian pikiran anda tuangkan dalam bentuk kalimat, saya yakin setelah anda tuliskan perasaan anda akan lapang seluas lapangan sepak bola. Ah bagian ini saya bcanda! Yang pasti .. Dalam dada anda ada sesuatu yang membludak keluar serta merta berpindah menjadi lembaran new episode "drama" yang siap tayang di layar lebaar .. Ups!
Part lainnya, menjadi pendengar yang baik salah satu penentu keberhasilan berkomunikasi serta penghargaan buat diri kita, namun saya ingatkan tidak setiap orang bersedia mendengar keluh kesah anda, bersedia menampung "sampah" emosi anda. Nah maka dari itu ada gunanya juga kan anda mempelajari baca tulis semenjak dari sekolah dasar. Skill ini jangan anda sia-siakan begitu saja, atau hanya anda gunakan ketika menulis rangkaian hutang di warung tetangga aiihh .. Hehe
Jikapun anda merasa kurang pandai menulis kan perasaan anda. Baca buku motivasi dan jalan-jalan menghirup udara segar kayaknya patut di coba daripada anda bergelut dengan pemikiran anda sendiri yang belum tentu separah yang anda pikirkan.
Soo .. Woleesss aja brew! Santuuuyyy kalo kata milenial mah!
Sepakati kalau "Hidup itu indah" dan jadikan ladang ibadah. Ladang loh ya .. Artinya tempat bercocok tanam yang suatu saat bisa dipanen hasilnya.
Mungkin pernah membaca tulisan saya tentang 4 santri kiai yang diminta menyebrang sungai besar dengan berjalan kaki, yang diberikan pesan oleh sang kiai selama menyeberangi sungai ambil apapun yang terinjak hingga sampai di ujung seberangan.
Ke-4 santri tersebut ada yang mengambil hanya memenuhi dua genggaman, ada yang mengambil sesuatu yang terinjak cukup memenuhi saku-saku bajunya, ada pula yang terkesan rakus dan tamak hingga baju dan sarungnya dijadikan tas untuk mengambil apapun yang ia temukan karena teringat pesan dan titah sang kiai.
Begitu sampai di ujung seberang sungai, pak kiaipun meminta membuka barang bawaan yang santri dapatkan. Dan ternyata seluruhnya emas berlian!!
Lalu anda bisa menebak mana santri yang paling menyesal?
Itulah gambaran hidup kita, ambil apapun yang terbaik olah pikir segala sesuatu dengan baik maka yang akan menghampiri kita adalah hal-hal yang baik. Jika anda merasa sial, kurang beruntung dan selalu disakiti? Silahkan interospeksi diri jika sudah dan anda tidak menemukan kesalahan pada diri anda, maafkan mereka!
Tidak semua hal dapat anda kendalikan, yang mampu anda kendalikan hanyalah hati, emosi dan pikiran anda sendiri.
Selamat pagi ...
Friday, 5 July 2019
SIAPA BILANG HARTA TAK DIBAWA MATI??
Haji Usman. Pemilik salah satu usaha batik dan olahan texstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.
Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.
Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau, "Ajarkan pada kami, Ji"” kata mereka,
"bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan... Hingga seperti haji Usman, bersedeqah terasa ringan".
Wah", sahut Haji Usman tertawa, “Antum salah alamat!”
Lho?”...
"Lha iya. Kalian datang pada orang yg salah.... Lha saya ini SANGAT SAYANG JUGA MENCINTAI HARTA SAYA. Saya ini sangat mencintai Aset yg saya miliki".
Lho?...
"Kok lho! Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI. AKAN SAYA BAWA MATI DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA".
"Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya. Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu .."
"TITIP pada Masjid,
TITIP pada anak yatim,
TITIP pada fakir miskin,
TITIP pada madrasah
TITIP pada karyawan yg rajin Ibadah
TITIP pada sodara dan karyawan yg dirawat sakit"
"Alhamdulillah ada yg berkenan mau dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali.
Insya Allah DI AKHIRAT NANTI SAYA BISA AMBIL LAGI, TITIPAN SAYA"
"Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di alam kubur dan di akhirat".
Jadi.. Siapa bilang harta tdk dibawa mati....?
Harta itu dibawa mati....!!! Caranya ? ...
Ya itu tadi!
Friday, 28 June 2019
Pergantian Presiden Tahun 2019 (1440 H) menurut Kitab Mandiyatul Badiyah Karya Tengku Syiah Kuala Negeri Aceh
Dari Abu Qurma Al-Masyriqy,“Kejayaan Nusantara Akan Terwujud Setelah Terjadinya Hura Hara (Goro-Goro) Dengan Tumbangnya Kekuatan KUNING dan MERAH oleh Pemimpin Adil Bijaksana Yang Akan Hadir Pada Tahun 1440 H (2019 M)”
Syahdan, sebuah hikayat dalam Kitab Mandiyatul Badiyah yang terkenal di Negeri Aceh, menyebutkan bahwa Syekh Abdul Rauf Syiah Kuala dan Sultan Iskandar Muda pernah mendapatkan wasiat dari Nabi Khidir AS. Hikayat inilah dipercaya oleh masyarakat Aceh dan sekitarnya sebagai Ramalan Syiah Kuala.
Sebenarnya ramalan seperti ini bukanlah hal yang asing di Nusantara. Dalam masyarakat Tanah Jawa dikenal dengan Jongko Joyoboyo atau Ramalan Jayabaya, beliau adalah salah seorang Raja yang diyakini memiliki kekuatan mistis mampu menerawang masa depan.
Ramalan Syiah Kuala yang wafat pada tahun 1699 H ini memberikan gambaran tentang perjalanan Negeri Aceh (Bilad al Asyi) dulu dan masa yang akan datang. Namun banyak orang yang berfikiran sempit dengan menganggap Negeri Aceh hanya sebatas provinsi ciptaan Belanda yang dilanjutkan oleh Soekarno. Padahal menurut penelitian British Academy London sampai dengan tahun 1850 M batas wilayah Negeri Aceh yang mendapat perlindungan Khilafah Usmaniah di Turki terbentang dari Bandar Aceh Darussalam di Barat sampai dengan Bandar Naairah (Banda Neira) di Kepulauan Ambon di Timur. Sementara dari Selatan terbentang dari Bandar Baali sampai Bandar Suulu dan Bandar Amanillah (Manila) di Utara.
Sebenarnya kurang tepat jika hal ini dikatakan sebagai ramalan. Dalam dunia spiritual Islami hal ini lebih tepat disebut sebagai Firasatul Mukmin yang sering dibahas dalam dunia sufisme. Dalam bahasa kontemporer disebut dengan penampakan atau penghilahatan. Jika hal ini datangnya dari Ulama maka boleh dikatakan ini sebagai ilham basyirah kepada kaum muslimin.
Dalam kitab berhuruf Arab kuno Kitab Mandiyatul Badiyah, penampakan Syiah Kuala dinukilkan sebagai berikut:
Bahwa lebih kurang dalam tahun 1260 Hijriah Negeri Aceh akan ditimpa bala bencana.Bahwa dalam tahun 1320 Hijriah Aceh akan dikalahkan oleh kerajaan Ba yang datangnya dari pihak Barat.Bahwa beberapa lama kemudian (lebih kurang) 45 musim kerajaan Ba dikalahkan oleh kerajaan Jim yang datangnya dari pihak matahari terbit.Bahwa lebih kurang Empat musim kerajaaan Jim menguasai Negeri Aceh tiba-tiba ia keluar secepat mata karena ia dikalahkan oleh Peuraja ‘Ajam, Peuraja Gajah, Peuraja Cagee, Peuraja Singa dan barang sebagainya.
Setelah kerajaan Jim keluar maka negeri Aceh dan negeri di bawah angin lainnya atas usaha isi negeri itu akan berdiri satu kerajaan yang menaklukkan negeri Aceh dan negeri di bawah angin lainnya bernama kerajaan itu berawal dengan huruf Alif dan berakhir dengan huruf Jim.Kerajaan itu akan berdiri sampai kuat, akan tetapi negerinya penuh huru-hara dan banyak pertumpahan darah.
Rakyat melakukan banyak kemudlaratan dan kehidupan mereka susah, perdagangan mahal, pakaiaan dan makanan mahal, yang pandai malah tutup mulut, orang besar-besar banyak dusta, semua rakyat berpaling muka pada pembesar-pembesar itu, perampasan terjadi di tiap-tiap simpang, tidak bersenjata dan banyak orang pada masa itu sangat suka pada MERAH dan KUNING dengan menanti yang tidak mengaku Allah dan bermusuh dengan agama yang ada di atas bumi ini.Bahwa pada waktu itu umat Islam banyak tersesat karena kurang ilmu, kurang amal, lemah iman, banyak dosa.
Ketika itu banyak umat Islam meninggalkan mazhab yang lama dan membuat mazhab baru dan itulah tanda huru-hara serta kutuk dan bala.Manusia pada waktu itu banyak membuang adat-istiadat sendiri dan memakai adat-istiadat orang lain. Pada masa itulah manusia banyak meninggalkan syariat Nabi Muhammad saw. Pada waktu itulah orang negeri banyak mengikut huruf Enam dan ada juga yang suka kepada huruf garis Fa, Kaf, Jim, atau sama dengan Kaf, Mim, Jim, Nun dan Sin. Mereka itu tidak mengakui adanya Tuhan Rabbal ‘Alamin.Bahwa nanti akan datang pada suatu masa rakyat akan bangkit dengan amarahnya seperti api berbara, bermaksud membela negeri dan bermaksud hendak melepaskan diri dari KUNING dan MERAH, dan sebagainya.
Akan tetapi kelakuannya bermacam-macam ragam. Dan pada akhirnya yang mengalahkan KUNING dan MERAH itulah yang menang, yakni golongan yang tidak suka kepada pekerjaan atau perbuatan yang salah serta kokohlah ajaran Islam. Negeri aman, damai, adil, makmur seperti dahulu kala, yakni akan menang orang-orang yang beriman.Pada tahun 1440 akan dipimpin oleh Pemimpin yang Adil dan Bijaksana, yang akan membawa kemakmuran negeri serta mengembalikan martabat agama.
Ulasan Penafsir
Jika kita perhatikan sejarah perjalanan bangsa Indonesia, terutama sejak dideklarasikannya Kerajaan Islam Demak pada tahun 1487 M oleh para WALISONGO sebagai kelanjutan Kerajaan Majapahit dengan mengangkat Raden Fatah sebagi Sayyidin Khalifah Panatagama. Dan selanjutnya di Sumatera dideklarasikan Kerajaan Bandar Aceh Darussalam pada tahun 1515 M atau setelah dikuasainya Malaka oleh Penjajah Portugis, maka jelaslah wilayah Kesultanan Islam Nusantara telah terbentuk sebagai sebuah konfederasi para Sultan yang berhubungan erat dengan Khilafah Islamiyah di Turki.
Kesultanan Islam Nusantara dari Bandar Aceh di Barat sampai dengan Bandar Maluku di Ambon adalah satu kesatuan kekuasaan Islam. Dimana orang Arab, Persia, India maupun Turki mengenalnya dengan Kesultanan ACEH Darussalam sebagai pusatnya. Dan Aceh juga dikenal sebagai Serambi Mekkah Nusantara karena peran sentralnya dalam penyebaran dan pengembangan Islam serta banyak membantu kemakmuran Mekkah. Salah satu bukti nyata peranan Aceh adalah banyaknya peninggalan waqaf Aceh di Mekkah, salah satunya adalah Waqaf Habib Bugak Aceh.
Sejak terbentuknya Kesultanan Aceh telah banyak terjadi peristiwa, sebagaimana disebutkan oleh Tengku Syiah Kuala dalam Kitab Mandiyatul Badiyah di atas. Peristiwa bencana besar pada tahun 1260 H dihubungkan dengan peristiwa bencana alam seperti genpa dan tsunami. Selanjutnya pada tahun 1873 dimulai perang dengan penjajah Belanda serta kemasukan penjajah Jepang dalam waktu singkat yang berakhir dengan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Namun bencana perang saudara masih dialami oleh masyarakat Aceh dalam peristiwa Revolusi Sosial maupun Pemberontakan DI-TII dilanjutkan dengan GAM dan bencana tsunami tahun 2004.
Maka sejak tahun 2005 masyarakat Aceh mulai menjalankan kehidupan normal dan otonomi khusus setelah diadakannya perjanjian damai antara GAM dan Pemerintah RI. Perdamaian ternyata belum dapat membawa kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Dan di bawah kekuasaan KUNING dan MERAH negara bangsa yang telah bersepakat ini mulai terancam kedaulatan dan masa depannya. Itulah yang disebutkan sebagaimana dalam poin 6, 7 dan 8 di atas.
Kini kita sedang memasuki era yang disebut dalam poin ke 9. Perjuangan untuk mengalahkan KUNING dan MERAH sebagai jalan untuk kemenangan umat Islam. Dan sejak orde baru rezim KUNING (Golkar) berkuasa dan di alam reformasi muncul MERAH (PDIP) yang berkoalisi melahirkan pemerintahan yang ditengerai disponsori oleh KUNING (Cina) yang MERAH (Komunis). Maka Umat Islam harus mengalahkan Kuning dan Merah jika ingin menegakkan Islam di Indonesia.
Menurut firasat Syiah Kuala dalam kitabnya tersebut, akan terjadi huru hara dahsyat sebagaimana disebut dalam poin 9, persis sebagaimana disebutkan dalam Jongko Joyoboyo dengan bahasa akan adanya goro-goro atau kerusuhan masal rakyat.
Tentu sebagai bangsa yang demokratis, kita tidak menghendaki adanya huru hara dahsyat tersebut, namun jika demikian sudah digariskan oleh Allah Yang Maha Kuasa sebagai jalan kebebasan dan kemakmuran, maka bangsa Indonesia harus siap siaga menempuhnya, sebagaimana dahulu para pahlawan agung bangsa merebut kemerdekaan dengan pengorbanan darah dan harta.
Pada poin ke 10 disebutkan pada tahun 1440 (2019) perjuangan akan melahirkan pemimpin besar dan pemimpin adil yang akan membimbing bangsa menuju kemakmuran sejati. Pemimpin ini akan diuji dengan kemampuannya untuk mengalahkan Kuning-Merah dalam setiap lini perjuangannya. Pemimpin sejati ini tidak akan lahir dari sistem atau golongan Kuning-Merah dan antek-anteknya. Namun dia dengan golongannya akan berperang melawan Kuning-Merah sampai mendapatkan kemenangan sejati yang akan mengantarkan Indonesia Raya menuju Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.
Penutup
Tentang ramalan ataupun firasat Tengku Syiah Kuala di atas, kebenarannya sebagian telah dibuktikan oleh sejarah. Selanjutnya kita serahkan kepada Allah Yang Maha Tahu.
Sebagai Muslim mesti yakin pada janji Allah. Hal ini sesuai dengan beberapa firmah Allah yang menyatakan bahwa bumi ini pada akhirnya memang akan diwariskan kepada kaum beriman, mereka yang tertindas, orang-orang saleh dan mereka yang bertakwa.
Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al A’raf: 127-128)
“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).” (QS. Al Qashas:5)
“Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini diwarisi hamba-hamba-Ku yang saleh. Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah).” (QS. Al Anbiya:105-106)
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.” (QS. An-Nur:55)
Friday, 14 June 2019
BAGAIMANA DENGAN AKHI-UKHTI?
Kenapa saya ga pernah mengucapkan Syafakillah?
Di grup kelas sekolah anak, hampir tiap pagi ada yang ijin tidak masuk. Karena sakit seperti demam, batuk pilek, dan sebagainya. Kadang satu anak, dua atau lebih dari tiga.
Lalu dalam beberapa menit Ibu-ibu lain menjawab dengan ucapan "Syafakillah ya si A, si B, si C dan D." Secepatnya juga si Ibu yang minta ijin menjawab, "Jazakillah ya ibu-ibu semua atas doanya."
Kemudian kalo ada yang ijin, ga berangkat karena sedang perjalanan, yang lain bersahutan komen, "Fi amanillah ya."
Di tengah tren ucapan ke arab-araban semacam syafakillah, jazakillah, fi amanillah, qodarullah dll saya memilih tetap memberi ucapan dalam Bahasa Indonesia yang sebisa mungkin sesuai ejaan yang disempurnakan.
Ini bukan karena saya menolak pemakaian istilah asing ke dalam percakapan sehari-hari. Apalagi alergi Arab atau anti Islam. Naudzubillah ya. (nih, kan saya tetap pakai Naudzubillah, karena ini susah ngucapnya kalo pake bahasa Indonesia). Bukan juga sekedar, ga mau latah.
Jadi kenapa?
Belajar berbahasa Indonesia yang benar saja sejujurnya saya masih merasa kesulitan. Bagaimana saya bisa ikut-ikutan memakai bahasa lain?
Saya belajar tata bahasa arab sejak usia 9 tahun di madrasah diniyah. Saya menghafal kitab nahwu paling dasar, "Jurumiyah" dan sharaf "Amtsilatut Tashrifiyah". Di sana, saya mengenal istilah dhomir atau kata ganti untuk menyebut orang. Yang dalam bahasa Indonesia ada " Saya, anda dan dia".
Kata ganti orang dalam bahasa Arab itu cukup rumit untuk yang belum pernah belajar.
Diletakkan di depan kalimat dan di belakang bentuknya beda.
Contoh:
- Buku Saya (Bahasa Indonesia)
- Kitaabii (Bahasa Arab).
Kenapa buku saya bahasa arabnya bukan "kitaab ana"?
Belum lagi ada bentuk mufrod (tunggal), tasniyah (dua) dan jamak (banyak, lebih dari dua). Bahasa arab juga membedakan gender, muanats (perempuan) dan mudzakar (laki-laki).
Contoh:
Jika seseorang perempuan satu, bercerita bahwa dia sakit. Kita ingin mengucapkan "lekas sembuh ya" secara langsung kepadanya, kita bilang "Syafakillah" yang artinya semoga Allah menyembuhkanmu (wahai perempuan satu).
Tapi kalo yang sakit adalah anaknya, sementara yang di grup adalah ibunya, benarkah kalau kita mengucapkan "Syafakillah"? Kan yang kita doakan anaknya, orang ketiga. Maka seharusnya, " Syafahallah". Semoga allah menyembuhkannya, bukan menyembuhkanmu kan?
Nah kalau yang sakit dua orang perempuan, bolehkah kita menyebut, "Syafahallah ya si A dan si B"?
Tentu saja tidak bisa. Harus "Syafahumallah" yang artinya, semoga Allah menyembuhkan keduanya perempuan.
Kalau yang sakit 3 orang anak perempuan, ucapannya beda lagi.
Kalau yang sakit laki-laki, ucapannya pun harus berubah lagi. Ribet kan?
Itu juga berlaku untuk ucapan lain, semisal "Jazakillah ya ibu-ibu semua" seharusnya gimana? Jazakunnallah.
Kumpulan ibu-ibu semua pun jadi berubah kalo kemasukan sesebapak satu saja. Jadi Jazakumullah.
Jangan tanggung kalau memang ingin kearab-araban. Belajarlah bahasa arab secara kaffah. Bukan sekedar mengganti saya dengan Ana, kamu dengan Anta dll...
Ini baru urusan dhomir (kata ganti) belum urusan lain...~(RMH).
#copas dari facebook😃
Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa
Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...
-
Satu Februari 2016, hari ini memaksa mengingat 9 tahun yang lalu. Sekedar flash back , tak seperti hari ini tanggal 1 februari 2007 ...
-
http://www.ummi-online.com/dahsyatnya-afirmasi.html