Tuesday, 17 July 2018
MENIKAHLAH BUKAN KARENA KAMU JONES!
Monday, 16 July 2018
Memahami Tinggi Rendahnya Vibrasi Diri Sendiri
Kita pasti pernah merasakan getaran energi seperti, “orang ini memiliki aura negatif,” “tempat ini memiliki suasana yang damai dan nyaman,” atau “dia sangat enerjik.” Namun, sedikit dari kita belum mampu memahami kedalaman ekspresi yang ditunjukkan dalam peristiwa sehari-hari.
Secara naluriah, pada tingkat primal dan intuitif, kita dapat merasakan bahwa segalanya tidak hanya terdiri dari energi, tetapi energi ini bervariasi dalam kuantitas dan kualitas secara drastis dalam kehidupan kita sehari-hari. Yuk, kita pelajari bersama-sama.
Pernahkah Anda berada di sebuah terminal bus yang sibuk dan ramai, dan merasakan perasaan “berat” atau “pengap”? Atau apakah Anda pernah pergi ke alam bebas dan merasakan rasa batin “ringan” atau tenang?
Ini adalah contoh sederhana dan cukup umum dari kemampuan kita untuk “mengakses” frekuensi yang berbeda dari energi dalam kehidupan kita.
Jadi, apa maksudnya vibrasi (getaran) “lemah” atau “kuat”? Dan apa keterkaitannya ke dalam peristiwa sehari-hari? Jika Anda belum pernah mendengar hal ini sebelumnya, atau jika Anda penasaran untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang dimaksud tinggi atau rendahnya tingkat vibrasi, teruskan membaca!
Cara sederhana mengetahui tinggi dan rendahnya vibrasi
Getaran tinggi/kuat, umumnya terkait dengan sifat-sifat dan perasaan positif, seperti cinta kasih, memaafkan, welas asih, dan perdamaian dsb. Di sisi lain, getaran rendah/lemah, berhubungan dengan kualitas yang lebih gelap seperti kebencian, ketakutan, keserakahan, dan depresi, dll. Saya akan mengeksplorasi lebih jauh tentang getaran rendah dan tinggi di bawah ini.
Pada dasarnya, semakin tinggi getaran Anda, maka akan semakin terhubung dengan diri Anda yang lebih tinggi, batin, keilahian, kesadaran, jiwa tercerahkan, atau banyak kata lain untuk menggambarkan sifat sejati Anda. Ini juga berarti bahwa semakin rendah getaran Anda, maka semakin tidak sinkron dengan semesta yang lebih tinggi, dan akan menghadapi lebih banyak konflik dalam hidup.
Tanda-tanda memiliki getaran rendah atau tinggi
Sebelum membaca daftar di bawah ini, Anda harus ingat 2 hal.
Pertama, setiap orang jarang pernah bisa mencapai 100% vibrasi positif. Pasti ada kemungkinan mengalami naik-turun frekuensi getaran 25% tinggi dan 75% rendah, 55% tinggi dan 45% rendah – dan sebagainya. Jadi, jangan terburu-buru memberi label hitam/putih.
Kedua, temukan apakah Anda memiliki getaran rendah atau tinggi yang benar-benar bisa membantu. Tapi, berhati-hatilah menggunakan label ini terhadap orang lain (misalnya “dia memiliki getaran rendah, malas dekat dengannya!”).
Ironisnya, hal ini justru akan menurunkan getaran Anda sendiri akibat menilai negatif terhadap orang lain. Itulah sebabnya, metode ini paling baik digunakan sebagai alat untuk lebih mengenali diri sendiri. Jadi mulai sekarang belajarlah mengenali apa jenis getaran yang Anda miliki, dan bagaimana dampaknya terhadap hidup Anda?
Tanda-tanda jika Anda memiliki vibrasi rendah
Anda merasa seperti “tersesat” atau kehilangan arah dalam mengarungi samudera kehidupan, tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Anda berjuang dengan sikap apatis, mengembangkan sikap acuh terhadap diri sendiri dan orang lain.
|Anda secara spiritual jauh dari Sang Pencipta.
|Anda secara emosional reaktif. Mudah terpancing dengan isu-isu yang berkembang.
|Anda merasa lelah dan lesu. Tak bersemangat mengejar cita-cita.
|Anda memiliki pandangan sempit terhadap dunia.
|Anda sering merasa putus asa.Anda merasa pesimis untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk.
|Anda memiliki bayangan diri yang menonjol.
|Anda bergelut dengan penyakit kronis.
|Anda secara fisik merasa tidak mampu dan tidak sehat.
|Anda memendam perasaan seperti kebencian dan kecemburuan.
|Anda merasa sulit untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain.
|Anda menderita rasa bersalah (yaitu Anda terus-menerus merasa bersalah tentang sesuatu atau mencari-cari kesalahan).
|Anda benar-benar tidak tahu apa yang Anda inginkan dalam hidup.
|Anda terus membuat pilihan yang salah.
|Anda punya masalah kesehatan mental seperti kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif, atau depresi.
|Anda merasa sulit untuk melihat keindahan dalam hidup walau kecil.
|Anda selalu merasa tidak puas.Hubungan Anda dengan orang lain terus-menerus memburuk, bukan membaik.
|Anda terlalu sinis dan skeptis.
|Anda argumentatif.
|Anda banyak mengeluh.
|Anda memiliki masalah penyalahgunaan obat-obatan dan minuman keras, tindakan asusila.
|Anda menyabotase diri sendiri.
|Anda lebih berfokus pada hal yang negatif dalam hidup.
|Anda kesulitan merasa bersyukur.
Tanda-tanda jika Anda memiliki vibrasi tinggi
|Anda sadar diri (yaitu Anda sadar apa yang Anda katakan, lakukan, pikirkan dan rasakan, serta memiliki pengaruh pada orang lain).
|Anda mudah berempati terhadap orang lain, dan Anda membuat kebiasaan melihat melalui mata orang lain.
|Anda sangat kreatif dan sering dipenuhi ide-ide dan inspirasi.
|Anda seimbang secara emosional.Anda merasa terhubung dengan kesatuan (misalnya kehidupan, ketuhanan, cinta).
|Anda memiliki rasa humor terhadap kehidupan.
|Anda tidak mengambil beban kehidupan terlalu serius.
|Anda secara teratur merasa bersyukur terhadap apa yang sudah Anda miliki.
|Anda mudah tersenyum dan tertawa.
|Anda tidak mengalami banyak kekecewaan karena Anda tidak melekat pada hal-hal (kenyamanan duniawi misalnya materi, jabatan, indulgensi dsb).
|Anda disiplin. Menghargai waktu.
|Anda tahu pasti dan mengenali apa yang membuat anda senang namun tanpa mengabaikan melakukan kebaikan untuk orang lain.
|Anda tidak perlu banyak usaha untuk merasa bahagia dimanapun dan kapanpun.
|Anda selaras dengan tubuh Anda dan kebutuhannya.
|Anda sering merawat diri sendiri.Anda sering mengasihi orang lain.
|Anda sering mengalami sinkronitas dengan diri anda, orang terdekat dan lingkungan.
|Anda tinggal di masa sekarang daripada masa lalu atau masa depan.
|Tubuh terasa bugar dan sehat.
|Keseimbangan dalam memilih makanan nabati, buah dan hewani.
|Anda mudah membebaskan diri dari kekacauan hidup.
|Anda memaafkan diri sendiri dan orang lain dengan mudah.
|Anda merasa seolah-olah Anda telah menemukan panggilan hati dalam hidup Anda.
|Peluang dan pintu baru secara spontan selalu terbuka lebar dalam hidup Anda.
|Kesabaran datang dengan mudah untuk Anda.
Tujuan kita dalam mengenali lebih jauh tingkat “vibrasi rendah” dan “vibrasi tinggi,” adalah untuk menjadi sadar apa yang bisa Anda perbuat dan apa yang bisa diperbaiki dalam perjalanan evolusi batin atau involusi Anda. Selamat mencoba.
#rewrite
Thursday, 12 July 2018
Sincronize Doa
Saya pernah nulis artikel isinya kurang lebih begini "Allah sesuai prasangka hambanya, maka berprasangka baik lah pada Nya". Ketika kita sudah melakukan ikhtiar terbaik namun tak dikabulkannya, prasangka lain muncul mungkin tempat itu bukan terbaik untuk kita ... Bisa jadi.
Kemungkinan kedua nya, jika sudah berprasangka baik, bisa jadi prasangka baik dari orang terdekat kita malah yang didengarkan-Nya .. Misal ibu kita? telaah lagi dan telusuri lagi .. Pedekate lagi terhadap orang-orang terdekat kita lalu sincronize!
Sinkron kan, doa mereka dengan doa kita apakah klik, klop atau tidak?! Nah ini yang saya alami .. Menyoal "sincronizing doa!"
Flash back dulu ..
Bukan kebetulan seminggu ini asam lambung saya naik, ulu hati terasa panas, sempet eungap ga bisa nafas. Enam hari yang lalu selepas pulang dari kantor pengawas pemilu jalanan sudah sepi lengang, berbaur dengan dinginnya angin malam, langit pekat nyaris tak terlihat awan berarak. Artinya saya pulang larut malam ..
Turun dari mobil ibu yang membukakan pintu, melihat saya cemas mendengar laporan dari teman yang nganterin saya pulang saya gak bisa nafas dan terhuyung kesakitan.
Anak-anak .. Waktu itu sedang bersama ayahnya, jadinya kita hanya bertiga para perempuan .. Setelah rebahan, Saya coba setting kesadaran saya, tarik nafas dalam-dalam, bantal yang nyaman, kaki selonjor sempurna meski ulu hati terasa diatas bara, nafas tersengal-sengal pendek dan rupanya dada kiri sudah gak mau berkompromi turut teriak-teriak kesakitan.
Ibu langsung pijit-pijit bagian betis, saya minta beliau mijitin telapak kaki yang mulai seperti es .. Entah karena cuaca kemarin sampai 16 derajat ataukah memang kondisi badan saya yang menurun.
Mereka berdua bergiliran mengurusi badan saya yang tergolek. Saya merasakan bagian tubuh mana letak sakitnya dan bagian mana yang ingin saya koreksi berharap jalur urat-urat syaraf yang terpijit dapat memperbaiki kondisi yang dirasa.
Sekira 30 menit berlalu, setelah perjuangan mereka menyediakan air panas di botol beling karena waterzax yang robek karena kualitas karet mentahan yang tak tahan lama dan pijitan-pijitan sekujur tubuh akhirnya hirupan nafas mulai memanjang, ulu hati tak lagi membara, teriak dada kiripun mulai sedikit sayup ..
***
Barusan ngobrol sama momsky!
Ternyata doa saya dan doa nya beliau selama ini ngga SINCRON! dan Allah lebih berpihak padanya ..
Otak yang sedang memanas, mendidih penuh dengan strategi ini dan itu seketika nyeesss! Byaaar .. Reset strategi! Reset tujuan hidup
Yaaa sudah lah ..
Ternyata jawaban dari pertanyaan2 saya sebelumnya
"mengapa hasilnya begini, tapi harapan, doa dan ikhtiar saya begono jadi hasilnya mesti begono ... Dan sebagainyaaa ..
Terlalu ngikuti teori relatifitas ..
A+B=C
Dan hasilnya ga semua sesuai rumus matematis itu .. Ada hal lain yang jadi penentu keberhasilanmu yaitu doa ibumu!
Camkan itu nak! 😶
Thursday, 14 June 2018
Makhluk Visual, Kualitas dan Kebermanfaatan :::
Seringkali bahkan saya beberapa kali menemukan para pria bermulut "ember". Lalu apa hubungannya dengan judul diatas. Makhluk visual, dari pandangan akan menstimulus otak untuk mengambil data yang sudah ada, kemudian diinterpretasikan kemudian dikomentari.
Letak komentar inilah yang menjadi cikal bakal penentu seorang pria berkualitas atau tidak. Pilihannya hanya ada 2, bermanfaat untuk dirinyakah atau membawa manfaat untuk orang lain.
Jika ia memilih opsi yang pertama tentunya action selanjutnya setelah apa yang ia lihat kemudian dihembuskan sedemikian rupa menjadi satu berita hoax yang merugikan orang lain. Tanpa memikirkan konsekuensi akhir. Dan agaknya para kaum pria bersumbu pendek ini belum memahami makna "kebermanfaatan" dirinya untuk khalayak banyak.
Opsi yang kedua, mempertimbangkan kebermanfaatan untuk dirinya pun untuk orang lain. Dengan melakukan tambahan informasi dari berbagai sumber, croscek dan lalu berpikir ulang apakah hal tsb membawa manfaat ataukah tidak.
Dulu saya sangat memercayai bahwa "pemikiran 1 orang pria berbanding lurus dengan pemikiran 3 orang wanita" artinya tingkat validasi atau keakuratan hasil pemikiran mereka hanya membutuhkn satu orang pria untuk menyeimbangkan ide serta pemikiran kaum hawa.
Tetapi nyatanya ini TIDAK BISA di GENERALISIR. Bahkan terkadang kaum adam ini nyinyirnya melebihi emak-emak rempong. Mengapa? Karena TERNYATA bahan pemikiran terletak dari input yang berdasarkan Latar Belakang pendidikan (field of education) dan Latar Belakang Pengalaman (field of experience).
Eksistensi kaum pria yang berpikir dengan logika sejatinya menjadi penyeimbang kaum ibu, namun pembentukan kedewasaan berpikir agaknya tidak bisa dibentuk dengan sendirinya melainkan berdasar pada PENGALAMAN yang didapatkan dari jam terbang ia bersosialisasi dan interaksi dengan lingkungan dan secara otomatis pula mendapat tempaan PENDIDIKAN yang tidak hanya didapatkan secara formal.
Dan hal ini otomatis akan membentuk pria berkualitas, baik secara pemikiran yang tercermin dari apa yang ia bicarakan.
Lahir jargon seperti ini :
"pemikiran orang hebat, membicarakan ide - pemikiran orang menengah, membicarakan pengalaman - pemikiran orang pendek akal, lemah dan otak sumbu pendek membicarakan orang (senang berghibah dan memfitnah)".
Dari kedua hal tsb akan membentuk manajemen pola pikir, pengambilan keputusan terhadap apa yang ia lihat, dengar dan rasakan.
Ketika seorang pria mendapatkan salah satu stimulus (lihat, dengar dan rasa) jika dibarengi dengan kekuatan iman maka keputusan untuk menyebarkan informasi yang ia dapatkan akan diseimbangkan dengan kebermanfaatan yang akan ia peroleh, apakah bermanfaat hanya untuk dirinya sendiri ataukah bermanfaat untuk orang lain pula.
Dan jika hal ini dipertimbangkan, maka bukan tidak mungkin hukum pantul akan berlaku yakni "segala sesuatu yang dilemparkan akan kembali pada diri masing-masing".
Dalam beberapa jurnal psikologi menyampaikan bahwa, sisi lain bagian korteks otak kaum pria per-tujuh menit sekali kaum ini selalu berpikiran hal-hal yang berkaitan dengan "seks" maka tidak heran jika label "cengos, cunihin, fiktor (fikiran kotor)" seringkali menghampiri mereka.
Gegara ini pula pacuan otak dalam sumbu korteks tsb akan mengimajinasikan berbagai gambaran "berandai-andai" atau ekspektasi terlampau tinggi JIKA TIDAK diimbangi dengan pengetahuan dan pengamalan agama yang baik.
Alhasil, akan mencetuskan kata-kata kotor, tidak senonoh bahkan seronok dan kurang ajar serta tidak layak dan patut dalam pandangan sosial masyarakat. Sisi lain hasil imajinasi ini adalah fitnah dan ghibah.
Anda berada pada posisi yang mana?
Penuh dengan ide dan action ataukah tergolong dalam kategori sumbu pendek? Oiya ide dan action yang bermanfaat untuk orang banyak tentunya, bukan ide dan action murahan.
Semoga kita dapat mendidik anak-anak pria kita menjadi anak-anak yang berkualitas, tegas, lugas dan pantas menjadi imam dalam menghadapi berbagai racikan emosi yang semesta hadirkan dalam berbagai suguhan. Aamiin YRA.
Tuesday, 22 May 2018
ISLAM JAWA
upa, disana namanya masih ruz, rice. Begitu dibungkus daun pisang, disini namanya lontong, sana masih ruz, rice. Begitu dibungkus janur kuning namanya ketupat, sana masih ruz, rice. Ketika diaduk dan hancur, lembut, disini namanya bubur, sana namanya masih ruz, rice.
ngepet . Sukmanya pergi diajak membunuh manusia namanya santet. Ketika sukmanya diajak pergi diajak mencintai wanita namanya pelet. Maka kemudian di Jawa tumbuh ilmu santet, pelet dan ngepet.
karena itu turunnya nyawa. Setelah Maskumambang, manusia mengalami tembang Mijil. Bakal Mijil : lahir laki-laki dan perempuan. Kalau lahir laki-laki aqiqahnya kambing dua, kalau lahir perempuan aqiqahnya kambing satu.
Kalau sudah masuk pintu kecil, ditanya Malaikat Munkar dan Nankir. Akhirnya itu, yang satu reinkarnasi, yang satu buyut . Ditanya: “Man rabbuka?” , dijawab: “Awwloh,”. Ingin disaduk Malaikat Mungkar – Nakir apa karena tidak bisa mengucapkan Allah.
Nyunggi-nyunggi wangkul, petentengan.
Wangkul ngglimpang segane dadi sak latar 2x
Kemudian Londo (Belanda) datang. Mereka semua – seluruh kerajaan yang dulu dari Jawa – bersatu melawan Belanda.
Alquran di jaman Rasulullah dan para sahabat. Tetapi ketika sahabat ditinggal wafat Rasulullah, mereka menulis Alquran.
Maka disini, di Nusantara ini, jangan heran.
Sunday, 8 April 2018
Saat Kehidupan Orang Lain Selalu Indah
"Enak ya hidup lo… Kerjaannya jalan-jalan melulu. Pokoknya nggak pernah susah, deh!”
Komentar selentingan macam itu makin sering terdengar, baik dalam percakapan langsung maupun melalui media sosial. Sering kali kita cuma bisa angkat alis menanggapinya. Sering kali yang berkomentar cuma melihat ujungnya—sisi paling luar dari kehidupan seseorang saja. The tip of the iceberg.
Hampir feed dari beberapa akun media sosial saya isinya foto traveling teman-teman maupun orang yang saya follow. Sebagian besar menampilkan gambar yang menakjubkan, bikin saya mampu membayangkan betapa serunya momen liburan tersebut.
Sayangnya, reaksi orang bisa saja jauh berbeda. Bahkan cenderung kasar dan tidak simpatik. Ada yang menyerang IG post selebgram karena dianggap doyan pamer dan, alasan paling terkenal, hidupnya terlihat nggak pernah susah. Ada yang galau berkepanjangan gara-gara nggak bisa mengikuti gaya liburan para Instagram moms populer lantaran nafkah nggak cukup.
Dari semuanya, ada kejadian ekstrem yang bikin geleng-geleng kepala. Saya pernah mendengar kisah tragis dari seorang teman, bahwa ada perempuan yang nge-fans banget terhadap figur publik yang akrab seliweran di media sosial, sampai-sampai memilih metode melahirkan sama persis seperti idolanya tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh maupun janinnya. Tak lama setelah lahir, bayi itu meninggal. Jauh di lubuk hatinya, ibu ini menyalahkan sang idola yang dianggap “selalu berhasil dan memiliki kehidupan indah”(seperti foto-foto yang selalu terpajang pada feed-nya), sedangkan dirinya tidak.
Apa yang orang tampilkan di media sosial tidak selalu mewakili kehidupan sebenarnya. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bisa saja itu merupakan tip of the iceberg; kita hanya melihat bagian akhir, bukan keseluruhan proses.
Namun, yang lebih ironis lagi adalah ketika kita membiarkan kehidupan kita ini, sadar maupun tidak, didikte oleh pilihan dan prioritas orang lain.
Terus, bagaimana sih kehidupan sebenarnya orang-orang yang kelihatan serba enak itu? Tidak ada yang pernah tahu, kecuali dia sendiri. Menduga-duga cuma bikin kita capek sendiri, dan lebih parah lagi, judgemental. Lebih baik coba terapkan prinsip sederhana ini: terserah mereka mau ngapain, selama nggak melanggar hukum, selama nggak merugikan hidup gue.
Selain yang di atas, apa sih yang sebaiknya kita lakukan saat melihat kehidupan serba indah di jagat medsos? In my honest opinion, here are some tips:
Jadikan motivasi. Pencapaian orang lain sebaiknya jadi penyemangat untuk mampu mencapainya juga Lihat sisi baik kehidupan kita.Sehat, mampu bernapas tanpa bantuan alat, berdaya mencari nafkah, dan segala kebaikan lain yang kita miliki semestinya membuat kita urung untuk membanding-bandingkan kehidupan kita dengan yang lain ‘kan? Intinya, bersyukur.Buka mata terhadap mereka yang kurang beruntung. Atau yang sedang tertimpa musibah. Biasakan diri untuk berempati terhadap kondisi orang-orang ini dan mendoakan kehidupan yang lebih baik untuknya. Namun, jangan sampai kitanya malah jadi “bitter”melihat kehidupan, ya.Finding inner peace. Seseorang akan selalu merasa iri dan insecuresaat dirinya sendiri tidak tentram. Cari tahu apa yang menghalangi kita mencapai ketentraman itu: apakah itu hubungan kurang langgeng dengan keluarga, ambisi yang terlalu besar, atau masa kecil penuh trauma? Selesaikan ini dan cari bantuan jika terasa berat untuk dipikul seorang diri.
Hikmah dari beragam post di media sosial, mulai dari candid mesra bareng kesayangan sampai rentetan holiday snaps, adalah yang menjadi prioritas orang lain belum tentu prioritas kita. Dan begitu juga sebaliknya.
Jadi, bisa saja yang menurut kita “nggak penting banget” buat di-post, bagi orang lain ternyata penting.
Salah?
Nope.
Tidak ada yang benar maupun salah soal ini. Semua kembali ke pertimbangan masing-masing
Selain itu, derasnya informasi di luar sana bisa jadi ajang latihan untuk berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain, serta jangan iri terhadap kesuksesan-kesuksesan yang terlihat lebih menyilaukan dari milik kita. Yakinlah bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan Ia selalu memenuhinya.
Monday, 26 March 2018
SELEKSI ALAM
"Pada akhirnya orang-orang yang tidak kita inginkan" akan dengan sendirinya berguguran dengan cara, pamit undur diri, tak pernah ketemu lagi atau bahkan hanya sekali saja ketemu.
Tagline bertuliskan tebal sesungguhnya hanya permainan pikiran yang kita pancarkan melalui signal yang tertangkap oleh satelite yang bernama "semesta"
Seringkali dalam acara perkuliahan atau ngobrol santai, ketika membahas soal pengamatan "seleksi alam" cukup menarik minat mahasiswa untuk berdiskusi lebih dari 3 SKS .. Hhhmm tak apalah inilah seni andragogik satu topik bisa berkembang kemana-kemana sampai gak ingat waktu bahkan topik bertambah seru jika dibumbui sharing pengalaman.
"Seleksi alam", pasti semua orang pernah, sedang dan akan mengalami sepertinya. Realnya dalam kehidupan kita ada istilah cash flow, datang dan pergi.
Ada orang yang masih berada bersama kita walaupun kita tidak ingat kapan berkenalan dengan dia. Hingga berteman, bersahabat bertahun tahun lamanya? Tentu ada ..
Atau bahkan bisa jadi kita ingat betul pertemuan pertama kali dengan teman ini. Dan lalu kita menyukainya namun sekarang entah ia berada dimana.
Atau kasus yang lain pertemuan tak sengaja, perkenalan yang tak terencana dan lalu bersama hingga kini. Adakah yang seperti itu? Sepertinya banyak pengalaman pertemuan dan perpisahan yang unpredictable dan terprediksi ya ..
Semua datang dan pergi atau bahkan sedang mengiringi disini, saat ini berada di samping anda. Lalu kemanakah orang-orang yang kita sukai lalu pergi?
Itulah seleksi alam yang saya maksud ..
"sesuatu yang kita sukai belum tentu baik untuk kita, bisa jadi sesuatu yang menurut kita buruk itu baik bagi kita".
Orang-orang yang datang menghampiri dan lalu pergi adalah 'orang-orang yang tidak kita butuhkan' ini dilihat dari sudut pandang tak kasat mata alias kacamata metafisik. Dan jika ditelaah lebih dalam bisa kita ambil hikmah dan pelajaran apapun itu.
Pun berlaku sekuat apapun keinginan kita untuk bersama, bertemu dengan seseorang tapi tak kunjung bersua .. Karena terbaca oleh "semesta" anda 'tidak membutuhkan' orang itu hadir dalam kehidupan anda.
Karena 'semesta' akan saling menyokong memenuhi yang anda butuhkan.
TIDAK ADA YANG KEBETULAN
Assalamu'alaikum
Pernahkah...
Saat kamu duduk santai dan menikmati harimu, tiba2 kamu terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan utk seseorang?
-----> Itu adalah Allah...
Yg sedang berbicara dgn mu dan mengetuk hatimu. (QS 4:114 , 2:195 , 28:77)
Pernahkah...
Saat kamu sedang sedih, kecewa... tetapi tidak ada orang di sekitarmu yg dapat kamu jadikan tempat curahan hati?
-------> Itulah saatnya di mana Allah... Sedang rindu padamu dan ingin
agar kamu berbicara padaNYA... (QS 12:86)
Pernahkah...
Kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yg sudah lama tidak bertemu dan tiba2 orang tsb muncul atau kamu bertemu dgn nya atau menerima telepon darinya?
-------> Itu adalah Kuasa Allah yg sedang meng-hibur kamu. Tidak ada namanya kebetulan... (QS 3:190-191)
Pernahkah...
Kamu mengharapkan sesuatu yg tidak terduga, yg selama ini kamu inginkan... tapi rasanya sulit utk didapatkan?
------> Itu adalah Allah...
Yg mengetahui dan mendengar suara batinmu.. Dan hasil dari benih kebaikan yg kamu taburkan sebelumnya
(QS 65:2-3)
Pernahkah...
Kamu berada dlm situasi yg buntu... semua terasa begitu sulit... begitu tidak menyenangkan... hambar... kosong... bahkan menakutkan...?
Itu adalah saat di mana Allah mengijinkan kamu diuji, supaya kamu menyadari Keberadaan NYA. Dan Allah ingin mendengar rintihan dan do'a mu. Karena DiA tahu kamu sudah mulai melupakanNYA dlm kesenangan
(QS 47:31 , 32:21)
Sering Allah mendemonstrasikan KASIH dan KUASANYA di dalam area, di mana saat manusia merasa dirinya tak mampu.
Apakah kamu pikir tulisan ini hanya iseng terkirim padamu...?
TIDAK ! Sekali lagi TIDAK ada yg kebetulan...
Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu...
Rasakan kehadiran-Nya...
Dengarkan suara-Nya yg berkata:
"Jangan Khawatir, AKU ada disini bersamamu"
(QS 2:214 , 2:186, 50:16)
Wassalamualaikum
Sunday, 25 March 2018
Antara Tenar ataukah Ngga Ada Kerjaan
Generasi milenial, jadi bidikan utama banyak pengusaha. Karena generasi ini yang mendominasi dunia saat ini. Mulai dari tumbuhnya start up (pebisnis pemula) sampai pada profesional .. Mulai melirik segmen yang ini.
Generasi yang bergantung pada layanan online di setiap sendi kehidupan. Mungkin kah nanti ada toilet online dan ngelahiran lewat online juga? Punya anak tinggal di download .. Hahahah .. #mikir keras!
Thursday, 22 March 2018
RASA TAKUT AKAN MENGUAT, SAAT DIJAUHI, AKAN MELEMAH, SAAT DIDEKATI ...
Apakah ada di antara anda, yang sangat takut dengan hantu? ... Amati baik-baik, saat anda sedang ketakutan hantu ... Area yang anda takuti, pasti adalah area yang tidak anda lihat ... Misalnya, saat anda melihat ke depan ... Anda takut hantunya ada di belakang ... Saat anda melihat kebelakang, anda takut hantunya ada di samping ... Begitu anda lihat ke samping ... Anda takut hantunya ada di atas ...
Dari contoh di atas, jelas bahwa untuk menghilangkan ketakutan hantu ada di belakang, adalah dengan melihat ke belakang khan? ... Kalau anda takut hantunya ada di samping, maka cara menghilangkannya adalah dengan melihat kesamping ... Dan seterusnya, dan seterusnya ... Di sini kita belajar bahwa, RASA TAKUT JUSTRU AKAN LENYAP, SAAT KITA MENGHADAPINYA ...
Kalau area pembahasan diperluas ... Misalnya, anda jualan sebuah produk ... Apa ketakutan anda? ... Takut ditolak ... Iya enggak sih? ... Nah, apa response umumnya orang? ... Mereka menghindari dan menjauhi ketakutan itu ... Padahal, dari contoh kasus hantu di paragraf atas, ketakutan hanya bisa dihilangkan, dengan dihadapi ... Maka, untuk mengatasi ketakutan ditolak saat menjual, adalah dengan melakukan penjualan ... Ya itu ... Dihadapi ... Bukan dihindari ... Takut ditolak saat menjual, solusinya adalah jualan ...
Bentuk ketakutan ini macam-macam ... Ada misalnya, ketakutan untuk menikah ... Mengapa takut menikah? ... Misalnya karena, takut nanti gak bisa menafkahi lah ... Takut jadi gak bebas / terkekang lah ... Takut ini, takut itu ... Dengan menghindari pernikahan, apakah hilang? ... Ya terus saja ada ... Karena lahan subur ketakutan, adalah penghindaran ... Ini berlaku dalam segala hal ... Dalam segala kasus ... Silahkan anda simpulkan sendiri ...
Orang yang berani, bukan orang yang tidak punya rasa takut ... Orang berani adalah, saat orang itu, melakukan dan menghadapi apa yang mereka takuti ... Tidak ada ketakutan, tidak ada kesempatan untuk menjadi berani ... Ketakutan akan menguat, saat kita berlari menjauhi ... Keberanian hadir, saat ketakutan kita hampiri ...
Saya pun, masih banyak perihal yang saya takuti ... Artinya, saya punya banyak kesempatan, untuk menjadi berani ... Karena itu tadi, syarat untuk menjadi berani adalah, harus ada sesuatu yang kita takuti ...
*rh
Tuesday, 20 March 2018
CELANA DALAM, MINORITAS & SUPERIOR
Kalau ada teman anda, yang menggunakan celana dalam di luar celana panjangnya, anda olok-olok tidak? ... Kemungkinan, dia akan menjadi bahan bully-an wkkkk ... Atau mungkin, anda labeli dia sebagai orang stress xixixixi ...
Tapi tunggu dulu, kalau ternyata teman anda yang pake celana dalam di luar itu, bisa terbang, matanya bisa memancarkan sinar laser ... Dan dia juga, bisa mengangkat benda berat, dengan bobot puluhan ton, apakah anda masih membully teman anda? ...
Saya kira tidak, anda tidak berfocus untuk membully atau mengolok-olok ... Why? ... Karena anda terlalu terpukau, dengan kemampuan terbang, sinar laser dan kekuatan teman anda itu ... Ada mengabaikan perihal celana dalam yang di gunakan di luar itu ... Iya tho? ... Hahahahaha ...
Jika fenomena celana dalam di luar itu, anda tempatkan sebagai kekurangan teman anda ... Maka kekurangan teman anda, akan anda toleransi, anda abaikan, jika anda melihat sesuatu kelebihan, yang takarannya menang telak, dari takaran sesuatu yang anda anggap sebagai kekurangan ...
Seperti itulah, dalam keseharian, saat kita menilai seseorang ... Sebenarnya, kita sadar betul kok, tidak ada orang yang tidak ada kekurangannya ... Namun kekurangan itu kita abaikan, karena ada banyak hal lain yang menarik perhatian kita ... Jika rumusnya begitu, maka saya andaikan begini ...
Saat anda diolok-olok karena menggunakan celana dalam di luar, apa yang anda lakukan? ... Kemungkinan, anda akan bergegas, mengubah cara anda menggunakan celana dalam ... Anda masukkan celana dalam anda, sehingga celana panjang anda ada di luar, sebagaimana kebanyakan orang ...
Sangat jarang yang memilih opsi, untuk melatih matanya agar memancarkan sinar laser, melatih kemampuan terbang, dan menguatkan otot baja anda ... Banyak di antara kita, yang takut berbeda ... Dan ketika, perbedaan kita itu dikritisi, kita berusaha menjadi sama, berupaya menjadi rata-rata, sehingga kita bebas dari olok-olok dan bully-an orang ...
Menjadi ahli dalam sebuah bidang, di awali dengan berani berbeda ... Berbeda, artinya tidak menjadi rata-rata ... Tidak menjadi rata-rata, artinya menjadi yang jumlahnya sedikit (minoritas) ... Menjadi minoritas itu keren, dan justru minoritas lah yang berkuasa ... Kalau anda lihat permainan sepakbola, siapa yang menurut anda sangat berkuasa? ...
Anda mungkin menjawab, yang berkuasa adalah para pemainnya, dengan kehebatan skill-nya ... Tidak ... Yang berkuasa itu bola nya ... Dia cuman satu, tapi diperebutkan banyak orang ... Haha
Banyak juga yang lupa, Tuhan itu minoritas, tapi justru DIA Maha Superior ... So ... Jadilah minoritas ... Berani berbeda ... Berani menjadi yang sedikit ...
#be_different
#PDOD_percaya diri over dosis
Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa
Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...
-
Satu Februari 2016, hari ini memaksa mengingat 9 tahun yang lalu. Sekedar flash back , tak seperti hari ini tanggal 1 februari 2007 ...
-
http://www.ummi-online.com/dahsyatnya-afirmasi.html
