Sunday, 8 April 2018

Saat Kehidupan Orang Lain Selalu Indah

"Enak ya hidup lo… Kerjaannya jalan-jalan melulu. Pokoknya nggak pernah susah, deh!”

Komentar selentingan macam itu makin sering terdengar, baik dalam percakapan langsung maupun melalui media sosial. Sering kali kita cuma bisa angkat alis menanggapinya. Sering kali yang berkomentar cuma melihat ujungnya—sisi paling luar dari kehidupan seseorang saja. The tip of the iceberg.

Hampir feed dari beberapa akun media sosial saya isinya foto traveling teman-teman maupun orang yang saya follow. Sebagian besar menampilkan gambar yang menakjubkan, bikin saya mampu membayangkan betapa serunya momen liburan tersebut.

Sayangnya, reaksi orang bisa saja jauh berbeda. Bahkan cenderung kasar dan tidak simpatik. Ada yang menyerang IG post selebgram karena dianggap doyan pamer dan, alasan paling terkenal, hidupnya terlihat nggak pernah susah. Ada yang galau berkepanjangan gara-gara nggak bisa mengikuti gaya liburan para Instagram moms populer lantaran nafkah nggak cukup.

Dari semuanya, ada kejadian ekstrem yang bikin geleng-geleng kepala. Saya pernah mendengar kisah tragis dari seorang teman, bahwa ada perempuan yang nge-fans banget terhadap figur publik yang akrab seliweran di media sosial, sampai-sampai memilih metode melahirkan sama persis seperti idolanya tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh maupun janinnya. Tak lama setelah lahir, bayi itu meninggal. Jauh di lubuk hatinya, ibu ini menyalahkan sang idola yang dianggap “selalu berhasil dan memiliki kehidupan indah”(seperti foto-foto yang selalu terpajang pada feed-nya), sedangkan dirinya tidak.

Apa yang orang tampilkan di media sosial tidak selalu mewakili kehidupan sebenarnya. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bisa saja itu merupakan tip of the iceberg; kita hanya melihat bagian akhir, bukan keseluruhan proses.

Namun, yang lebih ironis lagi adalah ketika kita membiarkan kehidupan kita ini, sadar maupun tidak, didikte oleh pilihan dan prioritas orang lain.

Terus, bagaimana sih kehidupan sebenarnya orang-orang yang kelihatan serba enak itu? Tidak ada yang pernah tahu, kecuali dia sendiri. Menduga-duga cuma bikin kita capek sendiri, dan lebih parah lagi, judgemental. Lebih baik coba terapkan prinsip sederhana ini: terserah mereka mau ngapain, selama nggak melanggar hukum, selama nggak merugikan hidup gue.

Selain yang di atas, apa sih yang sebaiknya kita lakukan saat melihat kehidupan serba indah di jagat medsos? In my honest opinion, here are some tips:

Jadikan motivasi. Pencapaian orang lain sebaiknya jadi penyemangat untuk mampu mencapainya juga Lihat sisi baik kehidupan kita.Sehat, mampu bernapas tanpa bantuan alat, berdaya mencari nafkah, dan segala kebaikan lain yang kita miliki semestinya membuat kita urung untuk membanding-bandingkan kehidupan kita dengan yang lain ‘kan? Intinya, bersyukur.Buka mata terhadap mereka yang kurang beruntung. Atau yang sedang tertimpa musibah. Biasakan diri untuk berempati terhadap kondisi orang-orang ini dan mendoakan kehidupan yang lebih baik untuknya. Namun, jangan sampai kitanya malah jadi “bitter”melihat kehidupan, ya.Finding inner peace. Seseorang akan selalu merasa iri dan insecuresaat dirinya sendiri tidak tentram. Cari tahu apa yang menghalangi kita mencapai ketentraman itu: apakah itu hubungan kurang langgeng dengan keluarga, ambisi yang terlalu besar, atau masa kecil penuh trauma? Selesaikan ini dan cari bantuan jika terasa berat untuk dipikul seorang diri.

Hikmah dari beragam post di media sosial, mulai dari candid mesra bareng kesayangan sampai rentetan holiday snaps, adalah yang menjadi prioritas orang lain belum tentu  prioritas kita. Dan begitu juga sebaliknya.

Jadi, bisa saja yang menurut kita “nggak penting banget” buat di-post, bagi orang lain ternyata penting.

Salah?

Nope. 

Tidak ada yang benar maupun salah soal ini. Semua kembali ke pertimbangan masing-masing 

Selain itu, derasnya informasi di luar sana bisa jadi ajang latihan untuk berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain, serta jangan iri terhadap kesuksesan-kesuksesan yang terlihat lebih menyilaukan dari milik kita. Yakinlah bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan Ia selalu memenuhinya.

Monday, 26 March 2018

SELEKSI ALAM

"Pada akhirnya orang-orang yang tidak kita inginkan" akan dengan sendirinya berguguran dengan cara, pamit undur diri, tak pernah ketemu lagi atau bahkan hanya sekali saja ketemu.

Tagline bertuliskan tebal sesungguhnya hanya permainan pikiran yang kita pancarkan melalui signal yang tertangkap oleh satelite yang bernama "semesta"

Seringkali dalam acara perkuliahan atau ngobrol santai, ketika membahas soal pengamatan "seleksi alam" cukup menarik minat mahasiswa untuk berdiskusi lebih dari 3 SKS .. Hhhmm tak apalah inilah seni andragogik satu topik bisa berkembang kemana-kemana sampai gak ingat waktu bahkan topik bertambah seru jika dibumbui sharing pengalaman.

"Seleksi alam", pasti semua orang pernah, sedang dan akan mengalami sepertinya. Realnya dalam kehidupan kita ada istilah cash flow, datang dan pergi.

Ada orang yang masih berada bersama kita walaupun kita tidak ingat kapan berkenalan dengan dia. Hingga berteman, bersahabat bertahun tahun lamanya? Tentu ada ..

Atau bahkan bisa jadi kita ingat betul pertemuan pertama kali dengan teman ini. Dan lalu kita menyukainya namun sekarang entah ia berada dimana.

Atau kasus yang lain pertemuan tak sengaja, perkenalan yang tak terencana dan lalu bersama hingga kini. Adakah yang seperti itu? Sepertinya banyak pengalaman pertemuan dan perpisahan yang unpredictable dan terprediksi ya ..

Semua datang dan pergi atau bahkan sedang mengiringi disini, saat ini berada di samping anda. Lalu kemanakah orang-orang yang kita sukai lalu pergi?

Itulah seleksi alam yang saya maksud ..
"sesuatu yang kita sukai belum tentu baik untuk kita, bisa jadi sesuatu yang menurut kita buruk itu baik bagi kita".

Orang-orang yang datang menghampiri dan lalu pergi adalah 'orang-orang yang tidak kita butuhkan' ini dilihat dari sudut pandang tak kasat mata alias kacamata metafisik. Dan jika ditelaah lebih dalam bisa kita ambil hikmah dan pelajaran apapun itu.

Pun berlaku sekuat apapun keinginan kita untuk bersama, bertemu dengan seseorang tapi tak kunjung bersua .. Karena terbaca oleh "semesta" anda 'tidak membutuhkan' orang itu hadir dalam kehidupan anda.

Karena 'semesta' akan saling menyokong memenuhi yang anda butuhkan. 

TIDAK ADA YANG KEBETULAN

Assalamu'alaikum

Pernahkah...
Saat kamu duduk santai dan menikmati harimu, tiba2 kamu terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan utk seseorang?
-----> Itu adalah Allah...
Yg sedang berbicara dgn mu dan mengetuk hatimu. (QS 4:114 , 2:195 , 28:77)

Pernahkah...
Saat kamu sedang sedih, kecewa... tetapi tidak ada orang di sekitarmu yg dapat kamu jadikan tempat curahan hati?
-------> Itulah saatnya di mana Allah... Sedang rindu padamu dan ingin
agar kamu berbicara padaNYA... (QS 12:86)

Pernahkah...
Kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yg sudah lama tidak bertemu dan tiba2 orang tsb muncul atau kamu bertemu dgn nya atau menerima telepon darinya?
-------> Itu adalah Kuasa Allah yg sedang meng-hibur kamu. Tidak ada namanya kebetulan... (QS 3:190-191)

Pernahkah...
Kamu mengharapkan sesuatu yg tidak terduga, yg selama ini kamu inginkan... tapi rasanya sulit utk didapatkan?
------> Itu adalah Allah...
Yg mengetahui dan mendengar suara batinmu.. Dan hasil dari benih kebaikan yg kamu taburkan sebelumnya
(QS 65:2-3)

Pernahkah...
Kamu berada dlm situasi yg buntu... semua terasa begitu sulit... begitu tidak menyenangkan... hambar... kosong... bahkan menakutkan...?

Itu adalah saat di mana Allah mengijinkan kamu diuji, supaya kamu menyadari Keberadaan NYA. Dan Allah ingin mendengar rintihan dan do'a mu. Karena DiA tahu kamu sudah mulai melupakanNYA dlm kesenangan
(QS 47:31 , 32:21)

Sering Allah mendemonstrasikan KASIH dan KUASANYA di dalam area, di mana saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apakah kamu pikir tulisan ini hanya iseng terkirim padamu...?

TIDAK ! Sekali lagi TIDAK ada yg kebetulan...

Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu...
Rasakan kehadiran-Nya...
Dengarkan suara-Nya yg berkata:

"Jangan Khawatir, AKU ada disini bersamamu"
(QS 2:214 , 2:186, 50:16)

Wassalamualaikum

Sunday, 25 March 2018

Antara Tenar ataukah Ngga Ada Kerjaan

Generasi milenial, jadi bidikan utama banyak pengusaha. Karena generasi ini yang mendominasi dunia saat ini. Mulai dari tumbuhnya start up (pebisnis pemula) sampai pada profesional .. Mulai melirik segmen yang ini.

Generasi yang bergantung pada layanan online di setiap sendi kehidupan. Mungkin kah nanti ada toilet online dan ngelahiran lewat online juga? Punya anak tinggal di download .. Hahahah .. #mikir keras!

Thursday, 22 March 2018

RASA TAKUT AKAN MENGUAT, SAAT DIJAUHI, AKAN MELEMAH, SAAT DIDEKATI ...

Apakah ada di antara anda, yang sangat takut dengan hantu? ... Amati baik-baik, saat anda sedang ketakutan hantu ... Area yang anda takuti, pasti adalah area yang tidak anda lihat ... Misalnya, saat anda melihat ke depan ... Anda takut hantunya ada di belakang ... Saat anda melihat kebelakang, anda takut hantunya ada di samping ... Begitu anda lihat ke samping ... Anda takut hantunya ada di atas ...

Dari contoh di atas, jelas bahwa untuk menghilangkan ketakutan hantu ada di belakang, adalah dengan melihat ke belakang khan? ... Kalau anda takut hantunya ada di samping, maka cara menghilangkannya adalah dengan melihat kesamping ... Dan seterusnya, dan seterusnya ... Di sini kita belajar bahwa, RASA TAKUT JUSTRU AKAN LENYAP, SAAT KITA MENGHADAPINYA ...

Kalau area pembahasan diperluas ... Misalnya, anda jualan sebuah produk ... Apa ketakutan anda? ... Takut ditolak ... Iya enggak sih? ... Nah, apa response umumnya orang? ... Mereka menghindari dan menjauhi ketakutan itu ... Padahal, dari contoh kasus hantu di paragraf atas, ketakutan hanya bisa dihilangkan, dengan dihadapi ... Maka, untuk mengatasi ketakutan ditolak saat menjual, adalah dengan melakukan penjualan ... Ya itu ... Dihadapi ... Bukan dihindari ... Takut ditolak saat menjual, solusinya adalah jualan ...

Bentuk ketakutan ini macam-macam ... Ada misalnya, ketakutan untuk menikah ... Mengapa takut menikah? ... Misalnya karena, takut nanti gak bisa menafkahi lah ... Takut jadi gak bebas / terkekang lah ... Takut ini, takut itu ... Dengan menghindari pernikahan, apakah hilang? ... Ya terus saja ada ... Karena lahan subur ketakutan, adalah penghindaran ... Ini berlaku dalam segala hal ... Dalam segala kasus ... Silahkan anda simpulkan sendiri ...

Orang yang berani, bukan orang yang tidak punya rasa takut ... Orang berani adalah, saat orang itu, melakukan dan menghadapi apa yang mereka takuti ... Tidak ada ketakutan, tidak ada kesempatan untuk menjadi berani ... Ketakutan akan menguat, saat kita berlari menjauhi ... Keberanian hadir, saat ketakutan kita hampiri ...

Saya pun, masih banyak perihal yang saya takuti ... Artinya, saya punya banyak kesempatan, untuk menjadi berani ... Karena itu tadi, syarat untuk menjadi berani adalah, harus ada sesuatu yang kita takuti ...

*rh

Tuesday, 20 March 2018

CELANA DALAM, MINORITAS & SUPERIOR

Kalau ada teman anda, yang menggunakan celana dalam di luar celana panjangnya, anda olok-olok tidak? ... Kemungkinan, dia akan menjadi bahan bully-an wkkkk ... Atau mungkin, anda labeli dia sebagai orang stress xixixixi ...

Tapi tunggu dulu, kalau ternyata teman anda yang pake celana dalam di luar itu, bisa terbang, matanya bisa memancarkan sinar laser ... Dan dia juga, bisa mengangkat benda berat, dengan bobot puluhan ton, apakah anda masih membully teman anda? ...

Saya kira tidak, anda tidak berfocus untuk membully atau mengolok-olok ... Why? ... Karena anda terlalu terpukau, dengan kemampuan terbang, sinar laser dan kekuatan teman anda itu ... Ada mengabaikan perihal celana dalam yang di gunakan di luar itu ... Iya tho? ... Hahahahaha ...

Jika fenomena celana dalam di luar itu, anda tempatkan sebagai kekurangan teman anda ... Maka kekurangan teman anda, akan anda toleransi, anda abaikan, jika anda melihat sesuatu kelebihan, yang takarannya menang telak, dari takaran sesuatu yang anda anggap sebagai kekurangan ...

Seperti itulah, dalam keseharian, saat kita menilai seseorang ... Sebenarnya, kita sadar betul kok, tidak ada orang yang tidak ada kekurangannya ... Namun kekurangan itu kita abaikan, karena ada banyak hal lain yang menarik perhatian kita ... Jika rumusnya begitu, maka saya andaikan begini ...

Saat anda diolok-olok karena menggunakan celana dalam di luar, apa yang anda lakukan? ... Kemungkinan, anda akan bergegas, mengubah cara anda menggunakan celana dalam ... Anda masukkan celana dalam anda, sehingga celana panjang anda ada di luar, sebagaimana kebanyakan orang ...

Sangat jarang yang memilih opsi, untuk melatih matanya agar memancarkan sinar laser, melatih kemampuan terbang, dan menguatkan otot baja anda ... Banyak di antara kita, yang takut berbeda ... Dan ketika, perbedaan kita itu dikritisi, kita berusaha menjadi sama, berupaya menjadi rata-rata, sehingga kita bebas dari olok-olok dan bully-an orang ...

Menjadi ahli dalam sebuah bidang, di awali dengan berani berbeda ... Berbeda, artinya tidak menjadi rata-rata ... Tidak menjadi rata-rata, artinya menjadi yang jumlahnya sedikit (minoritas) ... Menjadi minoritas itu keren, dan justru minoritas lah yang berkuasa ... Kalau anda lihat permainan sepakbola, siapa yang menurut anda sangat berkuasa? ...

Anda mungkin menjawab, yang berkuasa adalah para pemainnya, dengan kehebatan skill-nya ... Tidak ... Yang berkuasa itu bola nya ... Dia cuman satu, tapi diperebutkan banyak orang ... Haha

Banyak juga yang lupa, Tuhan itu minoritas, tapi justru DIA Maha Superior ... So ... Jadilah minoritas ... Berani berbeda ... Berani menjadi yang sedikit ...

#be_different
#PDOD_percaya diri over dosis

Sunday, 18 March 2018

Lakukan Apa yang Kamu Takuti Sekarang, agar Tak Menyesal Kemudian

Begitu buka mata, yang dilakukan semua orang milenial sepertinya bukan langsung beranjak mengunjungi toilet untuk sekedar berwudlu atau buang air kecil, tetapi tangan tergopoh-gopoh dalam gelap menyusuri letak handphone bekas semalam! Hayooh ngaku!? Hiihiii .. Itu sayaaah .. Ups!

Maksudnya mau matiin alarm di pukul 03.00 yang sengaja di bikin brisik biar bangun dan ambil air wudlu.  Ahaha .. Bukan ngeleeess

Kali ini saya membahas mengenai getaran yang kuat bagaimana sebuah rasa takut, menjadi kenyataan .. Ada hubungannya dengan alinea pertama yang saya tulis .. Begitu terbangun, menggapai handphone dan setelah mematikan alarm, pop up sebuah media sosial bilang begini :

"Jika Anda ingin menaklukan rasa takut, jangan hanya duduk dan memikirkannya. Pergilah dan lakukan apa yang Anda takuti". – Dale Carnegie

Tahukah anda, sebenarnya hal ini seringkali kejadian dalam keseharian kita .. Ketakutan merupakan getaran rasa yang kuat setelah getaran rasa bahagia. Hal yang sangat mudah di akses dan banyak dari kita apa yang kita takuti justru terjadi.

Nah, guna meminimalisir kejadian yang ditakuti terjadi lalu mengapa tidak kita sekalian mencoba dan lakukan hal-hal tsb. Saya high phobia, takut akan ketinggian terutama ketika melewati jembatan, jembatan apapun itu entah berair dangkal ataukah jauh mendalam.

Rasanya seperti berakhir hidup jika melewati sebuah jembatan, seandainya menjerit-jerit tidak membuat muka saya merah, saya akan melakukannya namun gengsi saya masih terlalu kuat jika harus jerit-jerit mau dikemanakan muka saya jika saya berlaku layaknya anak cilik ahahha ..

Jadi mending, lutut aja yang noroktok sembari mulut komat kamit tanpa suara jika memang diharuskan melewati sebuah jembatan.
Yang saya lakukan sudah hebat benar lho! Sering-sering lewat jembatan tinggi dan menaklukannya. Satu kali, dua kali dan tiga kali dalam rentang waktu berdekatan misalnya dalam jangka waktu satu minggu memang menguras pikir yang sangat melelahkan.

Yang saya takuti itu hal-hal berbau ketinggian namun ketika saya menyadari hal itu justru akan menggiring saya untuk bertemu lalu mengalami hal-hal yang berkaitan dengan ketinggian .. Sering ketemu jembatan malah?!

Lantas jika sudah begitu apa yang harus saya lakukan?

Mau tidak mau, suka ataupun tidak saya harus melewatinya. Bukan begitu? Bagusnyaa .. Saya tantang diri saya untuk menaklukkan ketakutan tersebut dan hasilnya ketika ketemu jembatan tak lagi berkeringat dingin heee .. Subhanalloh ... sekarang begitu ketemu jembatan rasanya sudah flaaaattt .. Alias B aja tu ahaha senangnya 😁

Lalu, contoh lain tadi saat bertemu teman lama dalam satu momen reuni. Teman saya sempat cerita anaknya terkena hypnotis, sang penghypno mengincar sepeda yang ia pakai. Singkat cerita sebelumnya sang ibu (teman saya) ini sempat ngasih warning  begini :
"awas nak, hati-hati sepedanya hilang"

Ditegaskan lagi sampai 2 x ..

Memang kata si ibu ini takut kalau sepedanya hilang. Ehh taunya anaknya kena hypnotis dan sepedanya raib. Pulang ke rumah di antar teman dan syukurnya anaknya sehat wal afiat.
Maaf ya saya tuliskan ceritanya.

Disini saya berkesimpulan bahwa, ketika kita sudah mengakses rasa takut apalagi berlebih maka sepertinya semesta membaca .. "okay, itu yang kamu harapkan terjadi" dan lalu di eksekusi ...

So, kurangi kadar ketakutan yang bersifat negatif karena dengan sadar semesta akan bahu membahu menciptakan itu terjadi.

Semoga menginspirasi 😉

Saturday, 17 March 2018

Jati Diri - Take and Give

Pukul 00.21 Wib, sebenarnya waktunya lelap tidur tapi apa daya mata lelahpun tak bisa sekedar mengernyap sekejap saja. Hasilnya layar datar 5 inc jadi sasaran.

Ditemani detik jam dinding berteriak terlalu nyaring, selembar kain pantai melekat membalut belikat ditutup uraian rambut ikal tak terikat. Dingin, untuk melangkah ke ruang tengahpun cuaca terlalu menyerbu sesekali suhu kamar terlalu panas hingga kipas terpaksa berputar keras. Bukan serba salah .. Ah manusia penuh keluh dan kesah.

Prolognya saya senang menganalisa bermain kata untuk memaknai bahkan hanya 2 suku kata sekalipun ..
Jati diri, Take and Give : ke-4 suku kata ini yang akan saya bahas malam ini .. Untuk anda baca esok pagi, saat saya share link nya dan anda klik .. Nikmati dialog dengan saya meski anda berada di ujung dunia sana. 😁

Back to the note , jati diri .. Kata awalnya jati! Apa yang muncul pertama kali dalam benak anda ketika saya menyebutkan kata ini? Yups! Mudah-mudahan memiliki pemikiran yang sama dengan saya .. Sebongkah kayu yang diburu, berharga Fantastis dan sangat diinginkan oleh semua orang.

Setuju?

Lanjut dengan kata yang kedua D i r i, kata ini sesungguhnya penjabarannya sangat luas sekali namun kita rangkum bagaimana diri ini ada, bermakna dan untuk apa hadirnya diri.
Jati, sebuah image jaminan kualitas terbaik sampai saat inipun rasanya belum ada yang menyaingi kualitas jenis ini.

Sedang diri, adalah sesosok yang tercipta dengan sengaja hasil dari sebuah perjuangan, persaingan dan berakhir sebagai pemenang. Lantas ... Jika dimaknai lebih dalam bahwa penciptaan diri hakikatnya merupakan penghargaan sang pencipta pada sesuatu hal yang sangat berharga dan patut dihargai dan diperjuangkan.

Namuuuun .. Sayangnya tidak semua "diri" menyadari hal ini .. Banyak contoh yang bisa kita ambil di lingkungan sekitar .. Saya ambil contoh kematin saat mobil berhenti di trafic light Tegallega kota Bandung, sekira pukul 11.00 siang seorang anak baru gede melintas dihadapan dengan kondisi teler. Nabrak beberapa body mobil.

Benak saya meracau, dan hanya mampu bergumam "kasihan .. "
Apa yang dia sadari tentang dirinya, apa yang dihargai dari dirinya .. Jangankan orang lain akan menghargai dirinya .. Dirinya sendiripun tak menghargai lalu apaa yang diharapkan dalam hidup?

Sebuah pengakuan! Sebagai buah penghargaan .. Jika ini sudah tak menjadi prioritas bersiaplah harga diri terkoyak .. Maka tidak heran jika ini bisa jadi sumber awal dari depresi. Krisis percaya diri dan degradasi moral yang berujung pada baik buruknya akhlaq atau perilaku.

Saya kasih contoh lagi, terlalu mainstreem lah .. Disebut Idealis juga boleh .. Allah sangat melarang laki2 dan perempuan berkhalwat (berdua2an) dengan maksud yang sangat mulia agar menjaga sebuah jati diri agar tidak terkoyak. Untuk penghargaan diri orang bijak bilang, pacaran itu sesungguhnya proses mencacati masing-masing diri"

Astaghfirullah ..

Jika hakikatnya manusia tercipta sudah mulia, sebagai pemenang hasil dari persaingan dan menjadi manusia pilihan namun faktanya masih banyak manusia2 dimuka bumi tak menyadari sepenuhnya bahwa dirinya sangat berharga.  Maka pantas saja malaikat menanyakan penciptaan manusia sebagai makhluk perusak di muka bumi .. Rupanya sudah terprediksi demikian.

Tak pelak, seorang manusia di belahan bumi sana ia mencari jati diri hingga di usia lanjut. Moga kita tak demikian .. Banyak faktor penentu untuk mendapatkan makna jati diri dalam persepsi yang pas dalam benak dan itu yang akan di terapkan dalam diri kita sebagai acuan siapa diri kita.

Namun sejatinya menemukan jati diri tak perlu serepot itu .... Cukup maknai dan sadari. Bahwa kita adalah berharga! ..  SADARI .. intinya ini sadar akan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita .. Eits bukan SADARI singkatan PerikSA payuDAra sendiRI ya .. 😁😁

Next saya bahas dua suku kata yang lain .. Take and give tentunya dalam sudut pandang seorang Lia Kurniawati ..

Tengkyuh, assalamualaikum .. 😉

Tuesday, 13 March 2018

"Kebenaran" dalam Setiap Sudut Pandang

Kebenaran hanya ada pada versi masing2, itu mengapa manusia saling bertumbuh dan berkembang. Jika saja satu orang memaksakan versi kebenarannya berpatokan hanya pada satu "kebenaran" versi manusia ..

Maka lihatlah diluar sana mulut mengumbar lisan yang mubazir, tangan mengepal sempurna dan urat leher yang berunjuk gigi.

Kebenaran yang absolute, hanyalah kembali menyadari bahwa kebebasan berekspresi, mengutarakan pendapat, melihat sudut pandang sesuatu bisa jadi sewaktu-waktu sama, dan bisa jadi di lain kesempatan berbeda. Semua menyesuaikan dengan "latar belakang" baik itu latar belakang pendidikan ataukah pengalaman yang dahulu pernah didapatkan oleh setiap orang.

Dan lalu, menganalisa menjadi satu ranah yang tak bisa dilepaskan oleh setiap orang berdasar darimana? Dari "latar belakang" seseorang itu tadi. Untuk menerjemahkan, membaca tanda yang ada dimuka bumi, termasuk tanda yang terhampar sejauh mata memandang.

Maka ada istilah, pandailah membaca, menginterpretasikan lalu menjelaskan dan berujung evaluasi. Evaluasi ini mengajarkan manusia untuk menyadari setiap hasil pemikiran, hasil membaca dan hasil interpretasi.

Lalu untuk apa ada evaluasi, bisa jadi untuk disebarkan dengan berbagi melalui berbagai cara. Tujuannya untuk apa? Yakinkan dan 
lakukan setiap langkah adalah bertujuan ibadah.
Dengan begitu duniamu dan dunia saya sepertinya akan damai.

Ngga usah nyinyirin postingan orang yg sekarang "sok religius". Karena critical thinking area yang kita miliki sudah dipersepsikan sama yaitu bertujuan jelas untuk ibadah,  jadi melihat postingan orang yang tadinya B aja lalu bergeser menjadi religius kacamata kita sdh berada dalam ranah yang sama.

I B A D A H!

"Tidak aku jadikan jin dan manusia di dunia ini melainkan untuk ber - i b a d a h, kepada Ku".

Selanjutnya, ada aturan dalam diri yang memberlakukan bahwa itu berlaku untuk dirinya ataukah untuk orang lain. Hal ini berlaku fleksible karena latar belakang itu tadi. Namun sayangnya hal ini seringkali tidak disadari oleh setiap orang, maka yang terjadi adalah "memaksakan kehendak" bahasa lainnya, "mesti nurut apa kata gua", dan bahasa2 lainnya.
Dalam ranah komunikasi ini dinamakan standard nilai atau super ego.

Ketika standard nilai yang diterapkan pada diri sendiri tidak sesuai dengan realita maka, terdapat dua opsi (pilihan). Yang pertama memaksakan hasil pemikiran anda harus sama dengan saya ataukah memilih opsi yang kedua yaitu berdamai dengan situasi yang sedang terjadi.

Saya menuliskan inipun, berdasar pada persepsi nilai "kebenaran" yang saya anut. Mungkin belum tentu sama dalam sudut pandang anda. Its all yours. Hidup adalah milikmu, nikmatilah selagi Dia memilihmu untuk hidup. Lakukan yang terbaik menurut sudut pandangmu dan pastikan itu bernilai dimata Nya.

Kembalikan dan merdekakan semua faktor yang mengikat id-ego dan superego. Agar semua id (harapan) tidak terlalu ngawang-ngawang. Be realistic bro ..

Saturday, 10 March 2018

Pasukan Sakit Hati - Rugiii ..

Tak dipungkiri perkembangan media sosial saat ini terutama whatsapp sudah mampu menggantikan peran Short Messaging Service (SMS) nya jaman old!

Grup-grup menjamur merebak bak jamur di musim hujan, dan melalui ini pula bisa terjadi pertikaian dan perseteruan sengit. Padahal jika di amati kopi daratpun belom pernah, dahsyat banget ya seolah sudah saling tau dan mengenal secara karakter dan personalnya.

Lalu, karakter yang mudah ditebak selanjutnya ketika mendapat broadcast message, tak sedikit yang respon positif ataupun main langsung blokir alias blok! Bukan blog paak .. Buu hahaha ..

Satu orang teman pernah curhat dia sakit hati ketika orang yang dia chat langsung ngeblokir, memang merespon tapi responnya begini "maaf ya, anda saya blog"

Sempet geli bacanya, block kali pak!
Bukan blog .. Hahah .. Jadi saat saya baca chat nya teman itu yang kebayang bapak itu mukanya kotak penuh dengan deretan kalimat ber paragrafh-paragrafh ahihihii

Balik lagi bahas soal sakit hati, ah koq ya via whatsapp terus di blokir pake acara sakit hati. Life must go on broo .. Masih banyak orang di luar sana yang mau nerima broadcast messagenya loe .. Nyantaai .. Kalo terus2 an dipikirin ntar jangan-jangan malah bikin grup whatsapp "pasukan sakit hati".

Hadeuh .. Ngga banget ya
Hati, pikiran dan fisik udah cape lanjut mikirin hati yang tersakiti .. Hhhmm bisa2 cepet ketemu Tuhan 😊

Sabar dan cuekin aja broo .. 😉

Tuesday, 6 March 2018

Manajemen Pikir

PIKIRAN

Ada yg mengatakan bahwa sesungguhnya medan peperangan terbesar berada di pikiran kita, karena pikiran Itu sangat Kuat & Dapat MEMPENGARUHI Kehidupan Seseorang.

Ada pepatah mengatakan: Menabur dalam PIKIRAN akan Menuai TINDAKAN,

*Menabur TINDAKAN akan menuai KEBIASAAN.

*Menabur KEBIASAAN akan Menuai KARAKTER(komitmen)

*PIKIRAN Kita seumpama tanah, tanah tdk pernah peduli terhadap jenis benih apa yg hendak kita tanam.

*Jika kita menabur benih jagung, tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkan Jagung.

*Apapun yg kita tanamkan dlm PIKIRAN, entah itu hal2 yg baik atau buruk, PIKIRAN Kita akan segera Menerima, Merespon & Menumbuhkannya.

*Sadar atau tidak, sering kali kita memperkatakan hal buruk ttg diri kita sendiri, Misalnya:

- Hidupku Penuh Masalah,
- Aku Tidak Akan Berhasil,
- Sakitku Tidak Akan Sembuh,
- Aku Bodoh dan Miskin,
- Masa Depanku Suram, dsb.

*Hal2 negatif yg kita ucapkan itu akan di respons Oleh PIKIRAN kita dlm bentuk sikap & tindakan, yg pada gilirannya akan menghasilkan sesuatu yg sama seperti yg kita *tanamkan dlm PIKIRAN kita.*

Oleh sebab itu, *TANAMKAN Hal Yg POSITIF di benak kita, maka kita akan menjadi luar biasa.
dan pelihara pikiran yg BAIK & BENAR.

PIKIRAN POSITIF YANG HARUS DENGAN KEARIFAN BISA MEMBEDAKAN MANA YANG BAIK & BENAR.

Mari BIASAKAN Utk selalu berpikir:
-Saya Sangat Beruntung.
-Hidupku Penuh Berkah.
-Saya PASTI Mampu Mengatasi Masalah Ini !
-Masa Depanku PASTI Cerah !
-Hari Ini Saya PASTI Penuh Semangat !
-Saya Sangat Bersyukur Pada Allah Atas Apa Yg Saya Miliki Saat ini.
-Saya akan Berjuang & Berjuang Terus !
-Allah *PASTI* Buka Jalan !

Hidup adalah permainan pikiran, kalau kita bisa mengelola pikiran kita, maka hidup Kita BAHAGIA.

Musuh paling kejam adalah pikiran kita.
Sahabat paling Setia juga adalah Pikiran kita.

Manage pikiran dengan baik. Hiduplah dengan ketenangan agar kita mampu mengelola Pikiran kita.

_HATI yang baik itu seperti KEBUN,
_PIKIRAN yg baik itu AKAR NYA,
_PERKATAAN yg baik itu Bunganya.
_PERBUATAN yg baik itu BUAHNYA.

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...