Keberadaan Nya bukan di atap genteng terlebih di atas langit sana sungguh terlalu jauh .. tapi sesungguhnya sesuatu yang di atas itu ada pada titik saraf otak kita ... hanya saja Dia mempunyai kekuasaan "MELIPUTI" segala-galanya. begitupun kita .. sebagai manusia bisa mempraktekkan bagaimana cara "MELIPUTI" segala sesuatu.
Eksperimen kecilnya begini, bayangkan saat di ruang ujian dengan suasana hening saat tenggorokan kita gatal pengen banget batuk namun segan, kita peduli terhadap orang di samping kita, depan belakang bahkan sampai yang duduk di pojokkan sana dan dengan kepedulian tersebut maka lahirlah keberanian "nyeletuk" juga tu batuk .. perhatikan saat kita batuk itu ada orang yang mengikuti, pasti ada ... dan itu artinya kita sudah bereksperimen "meliputi" sesuatu.
Dalam kitab suci Al-Quran sendiri, Allah SWT pernah berfirman :
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahawa Al-Quran itu adalah benar ”
(QS Fussilat : 53)
(QS Fussilat : 53)
Pada tahun 1997, sekumpulan Ilmuwan pakar saraf dari Universitas California di San Diego berhasil menemukan satu saraf kecil di dalam otak manusia yang mampu merespon terhadap aspek agama dan ketuhanan. Saraf tersebut akan menjadi lebih utuh jika dirangsang untuk terus mengingat Tuhan.
‘God Spot’ bertindak sama seperti antena yang memandu kita untuk berpikir tentang ketuhanan. Kajian “God Spot” lainnya ujicoba terhadap penderita epilepsi mereka begitu kuat mengingat Tuhan setelah serangan kejang terjadi. Mereka mengaku bahwa mereka merasa lebih dekat dengan Tuhan dan seolah olah mendapat petunjuk saat mereka berada dalam kondisi tidak sadarkan diri. Hasil kajian akhirnya mendapati seseorang itu percaya kepada agama maupun tidak, ia sebenarnya bergantung kepada sejauh mana saraf ini digunakan dan dikembangkan.
Dengan itu, ketika manusia melangkahkan kaki ke tempat ibadah yang suci apakah masjid atau gereja, perasaan ingin menghambakan diri dan ingin menjunjung Tuhan selalu mengisi hati mereka. Beberapa ilmuwan mengatakan itulah tindakan ‘God Spot, atau pusat spiritual yang terkandung di dalam otak manusia.
Tuhan meletakkan saraf ‘God Spot’ di dalam otak manusia kerana itu adalah pilihan-Nya sebagai salah satu cara untuk Dia berhubungan dengan hamba-Nya. Dan kita sebagai hamba boleh memngembangkan lagi saraf ini jika kita mau lebih mengenali dan memahami tentang kekuasaan Tuhan.
Memetik inspirasi daripada ayat AlQuran, Dr-Suraiya menjelaskan bahwa ‘God Spot’ haruslah dikembangkan dengan sempurna bagi mereka yang mencintai agama. Manakala bagi mereka yang tidak mau mengembangkan fungsi saraf ‘God Spot’ ini, mereka akan dikatakan sebagai Tuli, bodoh dan buta atau ‘Summun Bukmunn Ummyunn’.
Allah swt berfirman:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (Surah Al A’raf ayat 1


