Sunday, 31 January 2016

UNFORGETABLE MOMENT …


“Ucang ucang angge mulung muncang ka parangge di gogog ku gogog gede, gogog na nu mang lebe ari gog gog cungungung…..”
Sebuah nyanyian manja, untuk anak-anak batita dan balita. Di tanah pasundan sepertinya sudah tak asing lagi. Batita atau balita ditempatkan mengayun di kedua kaki ayah atau bunda dengan posisi terlentang dengan lutut di tekuk hingga anak bisa di ayunkan berulang. Posisi favorit penulis sewaktu kecil saat lagu berakhir yaitu saat badan terangkat penuh layaknya kapal terbang melambung ke atas. Sensasinya membuat deg-degan sekaligus membuat bahagia dan tertawa lepas hingga ketagihan minta di ulang hingga Ayah atau bunda menyerah karena kakinya pegal dan saat itu berakhir siap cemberut.

 Nyanyian ini begitu akrab di telinga meskipun penulis sudah menginjak usia puncak pemuda. Mengapa bisa begitu ya?  jawabannya karena rasa bahagia yang membuncah memproduksi  hormon endhorphine lebih banyak. Moment-moment bahagia bisa melekat kuat karena perasaan bahagia luar biasa dan otak merekam hal itu sebagai moment istimewa inilah yang membuat tersimpan dalam benak dalam kurun waktu yang lama.
Begitupun dengan rasa sakit hati yang teramat sangat, akan melekat dan terekam persis waktu dan moment nya. Contoh lain kejadian yang paling menyakitkan di maki-maki orangtua depan teman  dan di tempat umum pula? Penulis yakin kapanpun dan dimanapun hal itu akan teringat terus. (eheum! pengalaman pribadi :P).  Hal ini karena rasa sakit itu ditempatkan sangat istimewa dalam benak hingga kembali seperti rasa bahagia yang teramat sangat mampu melekat dalam ingatan dalam waktu yang lama pula bahkan sepanjang hayat.

Bagaimana dengan kegiatan seperti sekolah, kuliah dan kegiatan lainnya yang bersifat rutinitas?. Sepertinya banyak moment yang terlupakan dan hanya sedikit saja moment-moment yang diingat. Apalagi hal tersebut sudah berlangsung beberapa belas tahun lalu masa-masa setiap jenjang pendidikan dari mulai SD, SMP, SMA atau kuliah, yakin tidak banyak yang diingat kecuali jika rajin menuliskannya di diary dan hal itupun terkadang memory dipaksa mengingat kembali momentnya saat membacanya kembali. Mengapa bisa begitu ya? karena rutinitas ditempatkan tidak istimewa so, jangan heran jika banyak dari kumpulan hari-hari kita yang telah dilalui terlupakan kecuali moment-moment penting, membahagiakan dan menyakitkan, kurang lebih begitu.

Kejutan ulang tahun di masa SMA, taburan terigu, telor dan guyuran air sangat terekam jelas dan sepertinya diingat seumur hidup,  sama halnya dengan moment pernikahan, kelahiran anak, ngetrip ke luar kota, ke luar negeri, nonton konser anak tercinta pun begitu.  Intinya, setiap moment yang kita anggap biasa akan berlalu begitu saja, namun lain halnya dengan moment yang sangat membahagiakan dan sangat menyakitkan akan terekam sempurna dalam benak. Sesekali melupakan moment penting di tempat kerja, lupa mengerjakan PR dan lupa janji dengan teman itu karena pikiran sudah menolak menjadikan moment itu bukan moment special dan meletakkannya sebagai hal yang biasa saja hingga hasil akhirnya terlupakan.

Manfaat panjang ingatan sepertinya tidak perlu di ulas karena sudah banyak dilansir di berbagai laman dan artikel-artikel kesehatan,  semua orang pun sudah faham benar manfaatnya. Intinya semua terletak dalam kekuatan pikiran kita, karena kekuatan pikiran mampu menentukan setiap moment apakah biasa saja atau istmewa. Jadi jika ingin setiap moment rutinitas yang dijalani, tersimpan apik dalam benak dan sewaktu-waktu dapat di recall (di ingat kembali) jadikan setiap hari, setiap kegiatan menjadi moment istimewa.

Demikian, semoga bermanfaat.





Saturday, 30 January 2016

APLIKASI SEBUAH TEORI MIND MAPING


Kemarin sore sengaja mencari inspirasi di luar rumah bersama seorang teman, ternyata semesta mendukung. Angin sore begitu sejuk setengah perjalanan butiran gerimis sedikit berhambur terbang terurai angin. Hanya sesaat saja dan tak sempat meninggalkan jejak dalam serat-serat kain. Meski begitu kepalan gas tak urung menindih niat. 

Jalanan sore padat luar biasa karena bukan kebetulan keluar pada office hour membutuhkan sedikit keterampilan berkendara hingga terpaksa harus memutar otak mencari jalan alternatif menuju tempat tujuan. Berawal dari rasa jengah melihat tumpukkan buku yang sudah bejibun dan kesulitan mencari referensi untuk sekedar memenuhi hasrat ‪#‎ODOP‬ dan bermaksud mencari sebuah rak buku.

40 Km/jam kecepatan standard berkendara bagi seorang perempuan. Beberapa kali harus keluar masuk menyusuri jalanan kompleks perumahan demi menembus jalan raya. Dalam benak teringat teori Mind Maping. Ternyata mind maping merupakan salah satu soft skill yang harus dimiliki setiap orang di era globalisasi dan setiap itu pula maksimalisasi pikiran sangat di butuhkan dan dapat digunakan secara spontan.

Menurut Tony Buzan, Mind Maping dapat membantu kita untuk banyak hal seperti : merencanakan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menyelesaikan masalah dan lain-lain.
Mind maping mampu mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah, menangkap berbagai pikiran dalam berbagai sudut. Mind maping mengembangkan cara berpikir kreatif.

Contoh mencari jalan alternatif di atas merupakan salah satu aplikasi manfaat dari mind maping yaitu meningkatkan kecepatan berpikir. Masih ingat dengan film kartin meksiko 'dora'? Film kartun tersebut secara sederhana mengajarkan pada anak untuk 'mind maping'. Permainan ludo, ular tangga dan permainan lainnya yang biasa ditemui anak-anak era 80-90 an pun punya manfaat yang sama tanpa disadari.

Manfaat lain dari mind maping dalam aplikasi sehari-hari dapat digunakan untuk mengembangkan kepribadian, mengembangkan kemampuan menulis dll. Menurut Wycoff, ada delapan manfaat mind maping untuk pengembangan diri salah satunya dalam bidang penulisan. Peta pikiran dalam bidang penulisan dapat membantu seorang pengarang dalam menggali tokoh novel baru atau mendobrak rintangan-rintangan menulis sehingga kegiatan menulis dapat dilangsungkan secara cepat, mudah, dan mengalir.

Teknik stimulus mind maping untuk aplikasi kehidupan sehari-hari menurut Tony Buzan dalam bukunya “Mind Mapping”, ada 7 langkah membuat Peta Pikiran :
  1. Mulai dari bagian Tengah kertas kosong yang sisinya panjang diletakan mendatar. Alasan, karena memulai dari tengah memberi kebebasan kepada otak untuk menyebarkan ke segala arah dan untuk mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami.
  2. Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral Anda. Alasan, karena gambar bermaksa seribu kta dan membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat kita tetap terfokus, membantu kita berkonsentrasi, dan mengaktifkan otak kita.
  3. Gunakan warna. Alasan, karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat Peta Pikiran lebih hidup, menambah energi kepada Pemikiran Kreatif, dan menyenangkan.
  4. Hubungkan Cabang-Cabang Uama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Alasan, karena otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua (atau tiga, atau empat) hal sekaligus. Bila kita menghubungkan cabang-cabang, kita akan lebih mudah mengerti dan mengingat.  Penghubungan cabang-cabang utama akan menciptakan dan memantapkan struktur dasar atau arsitektur pikiran kita. Ini serupa dengan cara pohon mengaitkan cabang-cabangnya yang menyebar dari batang utama. Jika ada celah-celah kecil di antara batang sentral dencan cabang-cabang utamanya atau di antara cabang-cabang utama dengan cabang dan ranting yang lebih kecil, alam tidak akan bekerja dengan baik.
  5. Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus. Alasan, karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung dan organis, seperti cabang-cabang pohon, jauh lebih menarik bagi mata.
  6. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Alasan, karena kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan flesibilitas kepada Peta Pikiran. Setiap kata tunggal atau gambar adalah seperti pengganda, menghasilkan sederet asosiasi dan hubungannya sendiri. Bila kita menggunakan kata tunggal, setiap kata ini akan lebih bebas dan cenderung menghambat efek pemicu ini. Peta pikiran memiliki lebih banyak kata kunci seperti tangan yang semua sendi jarinya bekerja.
  7. Gunakan gambar. Alasan, karena seperti gambar sentral, setiap gambar bermakna seribu kata. Bila kita hanya mempunyai 10 gambar di dalam Peta Pikiran kita, Peta Pikiran kita sudah setara dengan 10.000 kata catatan.

Semoga dapat istiqomah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.


Sumber referensi :

Hernowo, 2005, Artikel Buka Pikiran dengan “Mind Mapping”, Pikiran Rakyat Online, Bandung.

I.G.A.K. Wardhani, Prof. Dr. MSc.Ed, 2007, Bahan Ajar Strategi Kognitif.

Tony Buzan, 2007, Buku Pintar Mind Mapping, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Thursday, 28 January 2016

TIADA HARI TANPA DONGENG CERITA PART II


Menyambung artikel  sebelumnya tentang dahsyatnya dongeng  cerita. Berikut saya uraikan 11 manfaat lain dari dongeng cerita terutama pada jam malam pengantar anak sebelum tidur antara lain :
  1. Kemampuan berbahasa akan meningkat.
  2. Kemampuan mendengar meningkat.
  3. Kemampuan komunikasi verbal meningkat.
  4. Kemampuan konseptual  mneingkat.
  5. Kemampuan memecahkan masalah meningkat.
  6. Daya imajinasi dan kreativitas bertambah.
  7. Nilai moral bertambah.
  8. Wawasan bertambah.
  9. Pengetahuan ragam budaya bertambah.
  10. Mendapatkan relaksasi jiwa dan raga.
  11. Keakraban emosi antara orangtua dan anak meningkat.

Hal-hal penting yang harus diperhatikan saat membawakan dongeng cerita yakni :
  • ·         Buatlah pendahuluan yang menarik (citra pertama).
  • ·         Penyampaian harus jelas dan menawan.
  • ·         Improvisasi perlu diperhatikan.
  • ·         Perhatikan pembagian dan penggunaan waktu.
  • ·         Jangan ragu-ragu.
  • ·         Jangan menyisipkan ajaran moral di tengah-tengah cerita karena akan merusak konsentrasi anak-anak.
  • ·         Tunjukkan anda bercerita dengan sungguh-sungguh, bergairah dan penuh keikhlasan.

Manfaatkan peluang mengisi lima tahun pertama dalam kehidupan anak-anak kita. Beberapa waktu selain waktu tidur yang dapat dipilih saat membacakan dongeng cerita.

Demikian, semoga bermanfaat.

Wednesday, 27 January 2016

TIADA HARI TANPA DONGENG CERITA PART I


Bismillahirrohmaanirrohiim ..
Sebagai orangtua sekaligus pendidik, kita ditantang untuk memberikan yang terbaik untuk perkembangan fisik, mental dan spiritual anak-anak kita. Kita harus takut bila mereka kelak menjadi generasi yang lemah … iya khan?. 
Ketika masih kecil dahulu kita sangat suka sekali cerita/dongeng, apakah dari Ayah, Ibu, Nenek, Kakek, Guru dan lain sebagainya. Sepanjang sejarah banyak guru besar memakai metode bercerita/dongeng untuk menyampaikan pesan-pesan, hikmah-hikmah dan pengalaman-pengalaman kepada murid-muridnya.
Dongeng cerita ternyata merupakan salah satu cara yang efektif mengembangkan aspek-aspek kognitif (pengetahuan), afektif (perasaan), sosial dan aspek (konatif (penghayatan) anak-anak. 

Dongeng cerita juga mampu membawa anak-anak pada pengalaman-pengalaman baru yang belum pernah di alaminya. Menurut Josette Frank “seperti halnya orang dewasa, anak memperoleh pelepasan emosional melalui pengalaman-pengalaman FIKTIF yang tidak pernah mereka alami dalam kehidupan nyata”. Rasulullah SAW.,  pun tak segan-segan menggunakan metode dongeng/cerita agar anak-anak terangsang otaknya dan tergugah perasaannya. Dari sana tersebar beribu-ribu hikmah yang membuat anak-anak merasa belajar sesuatu, tetapi tak merasa digurui. Dongeng/cerita mampu mengolah Inteligent Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ).

Mengingat begitu penting dan bermanfaatnya dongeng/cerita bagi anak-anak, maka diperlukan persiapan yang tidak sekedarnya melainkan perlu kesungguhan. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan adalah 

  1. Menyiapkan dongeng/cerita (dari buku atau mengarang sendiri) dan pilih yang anda sukai.
  2. Melatih diri dengan mencoba menceritakan kembali dongeng-dongeng itu di depan kaca/cermin.
  3. Melatih vokal, gerak dan mimik muka.
  4. Mencoba berlatih tanpa kaca.
  5. Siapkan juga alat bantu (bila memang diperlukan) misalnya : boneka, topeng, kertas dan benda-benda lain).
  6. Hafalkan garis besar ceritanya, hayati pesan utamanya serta jangan lupa membayangkan kapan harus melakukan improvisasi.
  7. Anda harus peka terhadap situasi/ kondisi anak-anak (bila mereka letih, lapar, kepanasan dsb. Jangan dipaksakan melanjutkan dongengnya).
  8. Perhatikan jumlah anak yang akan didongengi, bila terlalu banyak akan sulit mengendalikan.
  9. Pilih tempat yang nyaman, terbuka, lega dst. Hal itu akan membantu menciptakan rasa tenang pada anak-anak.
  10. Bersikaplah dengan wajar, tak bergerak-gerik berlebihan atau dibuat-buat serta tak terlalu sering mengulang-ulang gerakan yang sama.
  11. Sebelum mendongeng/bercerita usahakan suasana hati anda ceria dan riang. Cintai sepenuh hati anak-anak yang ada di depan anda.
  12.  Dalam bercerita libatkan perasaan (saat cerita sedih, tampakkan kesedihan dan sebaliknya).

“Imajinasi adalah alat untuk mengeksplorasi dunia”
Demikian, semoga bermanfaat .. tunggu part selanjutnya ya ..

Monday, 25 January 2016

Semangat Juang !!




Landmark ABG kental kerasa, tembok penuh graffiti disana sini. Field experience seolah me- recall pada episode hidup beberapa belas tahun yang lalu. Beberapa orang sebaya duduk di bangku seberang. Penuh celoteh seolah sudah kenal satu dan lainnya.

Kamu pejuang bukan?! Hadapi!


Yel-yel penyemangat Komunitas Turun Tangan Bandung, masih asing di telinga namun gemanya melambungkan mengundang athmosfhere yang berbeda. Seolah membangkitkan adrenalin baru untuk semangat juang yang tinggi. Ada yang tersadar sesaat ketika yel-yel menggema, sepertinya menjadi pejuang bukanlah dalam konotasi pada jaman penjajahan sebelum kemerdekaan. Berjuang juga bukan hanya milik kelompok tertentu namun sepertinya menjadi pejuang dan berjuang milik setiap insan di dunia ini.

Setiap gerak langkah saat bertemu rekan-rekan baru dalam acara gathering turun tangan wilayah bandung pun sepertinya patut di sebut pejuang, pejuang demi aktualisasi diri menuju satu perubahan. Bukankah setiap perjuangan itu terdapat satu harapan perubahan kan?! Setuju?.

Kalo boleh dikaitkan dengan belajar, perjuangan sangat berkaitan erat dengan belajar. Bukankah Allah merintahkan setiap manusia yang lahir dimuka bumi ini untuk belajar. Belajar dimulai dari buaian hingga menuju liang lahat. Berjuang untuk memberikan kontribusi terhadap hidup, terhadap kebutuhan jasmani dan rohani.

Setiap pejuang sudah semestinya ada sesuatu yang diperjuangkan dan ada tujuan yang hendak dicapai. Oleh karenanya sudah semestinya pula setiap pejuang (diri kita) belajar sepanjang hayat di kandung badan dan menghadapi setiap perjalanan hidup.

Demikian, semoga bermanfaat.

  

Saturday, 23 January 2016

DEWASA YANG KEKANAK-KANAKKAN


“Owh seperti itu … !
“Alhamdulillah yah sesuatu ..!”

Gaya bicara yang dibuat-buat, dandanan make up beralas bedak tebal, bergincu merah merona, sepatu heels mengkilat tak lekang semir,  pakaianpun layaknya professional dengan  blazer modern selalu update. Bahasa gaolnya sih fashionable.  Sekilas saat melihat tampilan dan raut wajah  taksiran umur mendekati angka kepala 5, memberi kesan bijak namun saat coba membuka obrolan dengan si empunya fashion, Wuwh! Pikir langsung menciut! gaya bicara  lebay-lebay ala syahrini, selalu merasa “aku” yang paling …. membuat dahi turut mengerut riut.  

Tak lebih dari lima menit obrolan berlangsung.  first immpression memang sangat menentukan saat itu juga langsung memutuskan memilih menarik diri dari obrolan yang tak tentu arah alias “kurang mutu”. Pernah bertemu dengan orang seperti ini atau mungkin anda seperti ini ?! Ups! Childish atau orang dewasa yang kekanak-kanakkan, apalagi di rentang usia yang tak lagi muda memang agak-agak risih dan mengganggu. Bukan saja jadi bahan olok-olok namun membuat orang memicu untuk berghibah ria.  

Usia fisik bukan jaminan kedewasaan, seseorang bisa dari gender apapun laki-laki atau perempuan  dengan latar belakang terjebak dalam masa remaja atau masa anak-anak merupakan indikasi kelainan kepribadian. Berikut hal - hal yang nampak pada orang dewasa yang kekanak-kanakkan yaitu :

1.     Tidak mampu menjalankan tanggung jawab
2.    Tidak menampakkan perhatian dan pengertian
3.    Kurang inisiatif
4.    Tidak mempunyai target dan tujuan hidup
5.    Egois
6.    Selalu ingin dipahami dan dimengerti
7.    Tidak memahami problem solving atau pemecahan masalah
8.    Selalu ingin mendapatkan sanjungan berlebih
9.    Menuntut orang lain untuk berbuat sesuai dengan keinginannya

Beberapa faktor yang menjadi penyebab orang dewasa bersikap seperti anak-anak salah satu nya yakni kurang mendapatkan kasih sayang orang tua. Dalam salah satu contoh kasus yang pernah penulis lakukan dalam sebuah penelitian, salah satu keluarga dengan banyak anak mempunyai pola asuh yang mereka terapkan dimulai pada anak sulung diasingkan ke keluarga lain ketika mendapatkan adik (anak kedua) selanjutnya  pola yang sama ketika anak kedua mendapatkan adik lagi, maka si anak kedua bernasib dipilihkan keluarga lain  yang mau mengurus, begitu selanjutnya sampai anak ke sembilan. Setelah anak pertama sampai anak ke delapan beranjak dewasa barulah mereka berkumpul kembali bersama orangtua. Beruntungnya anak ke Sembilan mendapatkan pengasuhan yang murni dari orangtua kandung sedari dilahirkan bahkan hingga peranak pinak.

Pola asuh seperti ini sangat tidak disarankan demi perkembangan anak-anak. Namun beberapa sudut pandang lain mungkin menjadi bahan pertimbangan keluarga tersebut seperti faktor ekonomi. Ketidak mampuan orangtua untuk membiayai hidup anak hingga kehangatan pelukan orangtua tidak dapat dirasakan anak-anak secara langsung atau terdapat faktor lain seperti baby blues mungkin saja terjadi.

Kesimpulan nya bahwa tumbuh kembang anak sudah seharusnya menjadi tanggung jawab orangtua agar tidak menjadi pemicu kelainan kepribadian anak kelak saat dewasa. Seperti usia fisik tidak sesuai dengan usia mental dimana pemikiran-pemikiran kedewasaan menentukan kesiapan dalam bersikap dan menghadapi berbagai masalah kehidupan.
Beberapa fase pola asuh yang dicontohkan rasulullah bahwa 7 (tujuh) tahun pertama masih dalam lingkaran keluarga batih. “ummi madrosatul ula”  peran ibu sebagai sekolah pertama bagi anak sangat dominan. Pemberian tanggung jawab, pemupukan rasa empati dan penerapan karakter lainnya agar anak tumbuh sesuai usianya bisa ditanamkan pada  rentang usia ini.

7 (tujuh) tahun kedua anak sudah mengenal lingkungan sosial meskipun belum secara luas. Pola asuh keluarga masih tetap dibutuhkan  sebagai kontrol sosial meskipun usia ini anak sudah mendapatkan pengaruh lingkungan sekitar. Pola pemberian tugas dan tanggung jawab sudah mulai diarahkan termasuk ajarkan anak untuk menghadapi setiap masalah yang timbul .

7 (tujuh) tahun ketiga masa dimana pergaulan anak sudah sulit terkontrol namun tetap pola asuh keluarga masih sangat diperlukan, pada fase ketiga ini merupakan fase peralihan pemikiran Anak-remaja dan dewasa. Pada fase ini waktunya anak menetapkan jati diri. Akan lebih bijak jika orangtua sudah mengenal minat dan bakat anak sejak dini namun tidak terlambat jika pada fase ini anak sudah faham apa yang menjadi tujuan dan target dalam hidupnya hingga anak mampu meninggalkan masa kanak-kanak, peralihan remaja menuju usia dewasa hingga mempunyai pola pikir yang sesuai dengan usianya.

Pengelolaan emosi pada setiap fase harus tetap diarahkan hingga anak mampu mengenal empati, dan mengerti arti kata “egois” atau egosentris pada masa kanak-kanak perlahan-lahan mampu tempatkan pada kondisi yang tepat. Orangtua harus mampu memebrika reward sebagai bentuk penghargaan terhadap prestasi anak seperti contoh apabila anak melakukan hal-hal yang menjadi tanggungjawabnya patut diberikan reward namun tentu tidak berlebihan hingga kebiasaan ini akan memupuk penghargaan dan kepercayaan diri yang berujung pada sikap pendewasaan diri.

Sumber referensi :
Dari berbagai sumber

Friday, 22 January 2016

JANGAN BIARKAN PERUTMU KELAPARAN HINGGA TERTIDUR ...


Pagi ini cuaca begitu bersahabat, jalanan ramai lancar. Rutinitas setiap pagi berkutat dengan debu dan asap jalanan. Persiapan dengan rentang waktu 2 setengah jam sebelum anak-anak masuk sekolah dirasakan sangat kurang. Lagi-lagi last minute bel sekolah jadi target buruan. Monolog sepanjang jalan yang dilalui meracau bebas dalam benak.
Berawal dari sebuah artikel yang kubaca malam tadi menyoal perbandingan tingginya nilai dollar Amerika terhadap rupiah berbanding terbalik dengan Ringgit Malaysia. Hal Sebenarnya terlalu enggan untuk membahas, karena merasa tak punya kapasitas. Namun rasanya terlalu membuncah jika hanya tersimpan dalam benak. Pada zaman Rasulullah kehidupan perekonomian menggunakan alat tukar dinar dan dirham atau Emas dan Perak, dimana stabilitasnya tetap terjaga. Saat itu islam Berjaya, sepertinya memang hukum alam jika satu kaum berjaya selalu saja ada kaum lain yang tak turut berbahagia malah berpikir iri hati diiringi dengan kedengkian.
Kekuasaan Allah, menciptakan semua hal dibumi ini berpasang-pasangan. Laki-perempuan, Siang-Malam begitupun orang baik dengan orang jahat. Muslim dan Yahudi Allah takdirkan menjadi musuh bebuyutan, seperti tertuang dalan Al quranul karim. Adalah kaum yahudi merupakan kaum yang Allah ciptakan dengan otak yang sangat briliant melebihi kata genius di muka bumi ini. Hal ini telah dibuktikan secara ilmiah oleh para peneliti, bahwa otak kaum yahudi tidak ada bandingan dengan kaum lainnya. Kaum yahudi selalu mencari cara bagaimana Islam menjadi terpuruk dan mereka berjaya.
Hingga mereka menciptakan sesuatu sebagai tolok ukur agar seluruh masyarakat dunia digiring pada satu kebutuhan dan satu perputaran dalam kendali mereka. Alat tukar financial yang bisa menjadikan dan membuat ketergantungan setiap negara terutama target mereka negara dengan mayoritas muslim seperti Indonesia tercinta. Di era reformasi negara kita menjadi akrab dengan IMF. Usut punya usut ternyata International Monetary Fund ini bentukan yahudi. Wallahualam!).
Walhasil saat ini memang benar-benar sangat terlihat dan dirasakan nyata bahwa negeri kita sangat bergantung terhadap fluktuasi dollar. Jika nilai tukar dollar naik berimbas pada kebutuhan pokok setiap lapisan masyarakat. Lain halnya di Malaysia, meskipun satu rumpun namun Malaysia tidak tergolong menjadi sasaran kaum yahudi karena muslim di negara ini tidak terlalu banyak jadi bukan termasuk target mereka. Hingga nilai tukar ringgit malaysia terhadap dollarpun cenderung stabil dan stagnant.
Kondisi masyarakat Indonesia saat ini dibuat tak berdaya, tak memiliki keleluasaan dalam perekonomian. Himpitan ekonomi sangat terasa pada setiap lini hidup, semua aturan birokrasi terkesan terlalu mengada-ada dan bergerak berubah tak tentu arah. Setiap individu di negeri ini digiring untuk berpenghasilan tak lebih cukup hanya untuk memikirkan isi perut. Jika hal ini dibiarkan lambat laun akan mengalami kemerosotan moral (degradasi moral) hingga mampu memudarkan aqidah (naudzubillah). Dan jelaslah siapa yang akan tersenyum lebar jika umat muslim terpuruk.
"Jangan biarkan perutmu kelaparan hingga kau tertidur", kurang lebih begitu wasiat rasullullah sebelum beliau wafat. Sekilas sepele, namun jika dicermati dengan terliti bahwa seseorang yang kelaparan niscaya emosinya akan lebih sensitif dan dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mencuri, merampok dan hal buruk lainnya. Melihat tayangan reality show salah satu stasiun televisi bertajuk "orang pinggiran" edisi hari ini 21/01/2016, dalam tayangan tersebut selalu ditayangkan orang-orang dengan keterbatasan ekonomi, jangankan untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya untuk makan saja mereka harus mengais-ngais.
Hingga membuat kembali berpikir, ujian Allah ataukah terdapat hikmah yang lain?!. Dahsyat memang hasil kebencian yang tertanam kaum yahudi hingga mereka memikirkan cara cepat dan tepat melemahkan umat muslim dengan berbagai cara.
Hidup adalah pilihan, lebih memilih terpuruk ataukah bangkit. Memilih terpuruk artinya menyerah pada keadaan tanpa ikhtiar/berupaya, sedangkan Allah sangat menyukai dan menghargai orang-orang yang berupaya hingga mengabulkan setiap keinginan. Seperti dalam salah satu hadist "Tak akan berubah nasib suatu kaum jika mereka tak merubahnya sendiri"
Menghidupkan hidup butuh perjuangan, manusia hanya perlu berikhtiar semaksimal mungkin selebihnya serahkan pada Allah dengan bersabar dan sholat (do'a). Karena dengan do'a segalanya jadi mungkin .


Thursday, 21 January 2016

MENULIS, MENYINGKAP KARAKTER DAN KEPRIBADIAN



Kecerdasan linguistic atau kecerdasan berbahasa bukan saja menata rentetan huruf vokal dan 
konsonan, tetapi menulis merupakan kegiatan menuangkan ide dan gagasan yang tersimpan dalam alam bawah sadar seseorang. Kemampuan berbahasa setiap manusia sudah di dapatkan saat masih  dalam kandungan. Contohnya, ayah dan bunda seringkali mengajak berbincang dengan jabang bayi  walaupun tersekat kulit namun transfer linguistic dari orangtua akan terbangun melalui gelombang suara. Contoh lain saat bunda membacakan ayat suci Al quran pun merupakan komunikasi walaupun terkesan one way communication atau komunikasi satu arah.

Berbagai komunikasi tersebut merupakan tabungan atau aset perbendaharaan kata bagi bayi kelak. Milyaran sel otak anak tumbuh cepat apabila diberikan rangsangan secara kontinyu. 
Bukti lainnya pada saat anak mulai berkembang seringkali dijumpai bahwa ketika orangtua merasa belum mengajari kata-kata tertentu, disisi lain anak sudah mampu melafalkannya.
Menulis merupakan salah satu komunikasi dalam bentuk tulisan, dimana ide, gagasan dan pikiran penulis di tuangkan dalam rangkaian alphabet hingga dapat dimaknai oleh manusia lain. Persamaan makna dalam menafsirkan setiap rangkaian kata itupun merupakan salah satu bentuk komunikasi.

Saat ini berbagai kemudahan untuk menulis tersedia hingga dapat dimanfaatkan kapanpun dan 
dimanapun. Menulispun tak lagi menggunakan pensil, ballpoint dan kertas. Namun dapat 
memanfaatkan teknologi melalui aplikasi dari handphone atau gawai. Perkembangan aplikasi untuk media menulis sangat bermacam ragam. Berbagai aplikasi baik secara daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan) bisa didapatkan dengan mudah, just one click 
dan anda sudah bisa menggunakannya.

Blog merupakan salah satu aplikasi menulis yang disediakan secara daring. Blog yang disediakan mulai dari blog gratisan sampai blog berbayar, Blog Personal maupun Blog keroyokan. Google masih berbaik hati menyediakan blog personal gratis dengan domain blogspot. Lain halnya dengan wordpress yang sudah mulai menerapkan pembayaran. Banyak surat kabar ataupun majalah online menyediakan fasilitas berbagi dengan memberikan memberikan kesempatan bagi penulis untuk memberikan kontribusinya melalui tulisan. Salah satu contohnya surat kabar harian Kompas menyediakan blog keroyokan bertajuk "kompasiana", namun sayang akhir-akhir ini penulis kesulitan mengakses kembali blog tersebut padahal banyak ilmu dan pengalaman yang bisa didapatkan sebagai sumber inspirasi dan referensi.

Tahukah anda jika anda memiliki anak autis kategori ringan atau (disleksia) dengan menerapkan terapi  menulis setiap hari, setiap saat secara kontinyu dimanapun dan kapanpun maka mampu memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan perbaikan kultur jaringan otak secara signifikan. Manfaat lain menulis bahwa dengan menulis mampu melanggengkan karya seseorang, sebagai reminder dan mampu mendongkrak kepercayaan diri serta pada akhirnya dapat mendongkrak finansial tentunya.

"Mulutmu Harimaumu", satu pepatah penting, bukan hanya berlaku secara lisan namun juga sudah seharusnya diterapkan pula oleh penulis. Penutur dengan penulis perbedaannya hanya setipis benang, bagi penulis sedianya harus senantiasa mampu menata hati, pikiran dan kontrol terhadap apa yang akan di tulis sebelum di publish. Dalam salah satu literatur, kegiatan menulis dan membaca mempunyai tolok ukur agar tulisan enak dibaca juga lebih berbobot. Skala perbandingan antara membaca lalu dituangkan kembali dalam bentuk tulisan adalah 3:1, atau jika diprosentase kan artinya 75 persen membaca dan 25 persen menulis. Itu artinya sebagai penulis harus mempunyai banyak sumber bacaan.

Satu hal lagi yang dapat diungkap dari manfaat menulis bahwa kita menjadi tahu karakter seorang penulis, apakah ia seorang yang cermat kah, cerdas, tergesa-gesa, labil ataupun teguh pendirian. Dan semua hal tersebut dapat diketahui dari bahasa tulisan dan tata letak kepenulisan. Mengapa? Karena menulis adalah proses menuangkan apa yang ada dalam pikiran bawah sadar.
Satu tips dari saya, tetap semangat menulis apapun, kapanpun dan dimanapun serta jangan lupa 'Edit' terlebih dahulu sebelum dinikmati oleh pembaca setia agar tidak menimbulkan persepsi lain terhadap apa yang anda tulis. 'Typo' atau salah ketik akan membentuk sebuah monolog dalam diri pembaca dan  hal tersebut secara tidak disadari membentuk image sang penulis.

Demikian, semoga bermanfaat. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang mempunyai manfaat 
terhadap sesama? ... ;)



Referensi :

Alwasilah, A. Chaedar & Alwasilah, S. S. Pokoknya Menulis, Bandung : Kiblat Buku Utama, (2005).

Komunikasi Personal, Universitas Terbuka (2008).

Psikologi Komunikasi, Universitas Terbuka (2008).


Andri Hakim, Dahsyatnya Pikiran Bawah Sadar, Jakarta : Visi Media (2011).

Wednesday, 20 January 2016

ISTIMEWANYA SANG PERHIASAN DUNIA



“Sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah karena wanita adalah perhiasan dunia”
Berawal dari kejadian hari ini tanggal 10 Januari 2016, anak perempuan kecilku  berulah yang menguji kesabaran untuk mendidiknya.  Anakku adalah sumber inspirasiku,  Sejak dalam kandungan hingga saat ini Alhamdulillah Allah mengaruniakan dan mengamanahkan makhluk kecil laki-laki dan perempuan yang keseharian mereka merupakan sumber inspirasi, sumber kekuatan dan keyakinan untuk menghidupkan hidup. Anak meskipun tergolong makhluk kecil namun segala sesuatu yang Allah siapkan untuk mereka adalah pembesar untuk segalanya.
Setiap anak yang terlahir bagaikan kertas putih polos, hingga orangtua bebas menentukan apakah mereka akan dijadikan yahudi, nasrani ataupun mazusi. Bukan suatu kebetulan masa kecil penulis pernah mencicipi serunya bermain “Bongkar Pasang atau BP”. Mainan bergambar miniatur orang lengkap dengan baju dan accesoris hingga sang pemain (perempuan biasanya) bisa dengan bebas mengganti dan membongkar pasang pakaian sesuai keinginan.
Beberapa hikmah yang dapat diambil dari permainan tersebut bahwa,  dikatakan wajar jika anak perempuan sangat menyukai boneka, karena mereka bebas menentukan jalan cerita dan karakter boneka yang dimainkan sesuai keinginan. Begitu halnya dengan peran ibu, dengan kewenangan tanpa batas yang Allah berikan untuk menentukan peran bagi anak-anaknya terutama sebagai pembentuk karakater.
Kewenangan lain yang Allah berikan pada orangtua terlebih pada ibu, begitu agungnya kedudukan seorang perempuan yang berperan sebagai ibu hingga surgapun ada di telapak kakinya. Satu hal yang menjadi menarik perhatian “Mengapa Allah begitu mengistimewakan perempuan?”. Banyak batasan-batasan yang harus perempuan patuhi serta Allah menyiapkan ujian pada setiap orangtua jika diberikan amanah anak perempuan. Berikut beberapa ujian diantaranya :
  1. Anak perempuan lebih sensitive dan seringkali di labeli cengeng untuk itu latihlah dan ajarkan untuk berempati.
  2.  Ada kecenderungan jika keinginannya tidak di turuti maka beranggapan tidak  disayangi. Untuk itu ajari untuk selalu bersyukur  dan  ajarkan pula untuk tidak mengeluh.
  3.  Anak perempuan lebih suka bertengkar dengan mengelurkan kata-kata (mulutnya) daripada beradu otot. Maknanya ajarkan bahwa ia harus benar-benar menjaga lisannya karena setiap kata-kata yang terlontar adalah doa, jika tutur katanya baik maka merupakan doa untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain, jika tutur katanya buruk maka jelas buruknya kehidupan dalam pandangan mata.
  4.  Anak perempuan diwajibkan menutup aurat karena memperlihatkan aurat dan menjaga kemaluannya jika tidak sama halnya memperlihatkan nafsu. Posisi nafsu berbanding terbalik dengan akal, nafsu terletak pada kemaluan itu artinya jika menurutkan nafsu maka malu yang akan didapat. Namun apabila menuruti akal allah telah menyiapkan derajat yang tinggi.
  5.  Ajarkan anak perempuan untuk mengasah seni nya lebih tinggi, baik melukis, seni music dan lain sebagainya. Karena dengan mengembangkan seni akan menularkan kehidupan yang penuh warna.

Banyak dari perempuan tidak menyadari bahwa dirinya sangat berharga, maka ajarkanlah anak-anak perempuan kita mencintai dan menghargai betapa berharganya dirinya.

Referensi :
Dari berbagai sumber



Tuesday, 19 January 2016

MENUMBUHKAN INISIATIF PADA ANAK ...

Proses pembelajaran setiap manusia sejatinya berlangsung sepanjang hayat, begitupun dalam kehidupan anak dimana banyak faktor yang dapat memengaruhi setiap proses pembelajaran. Salah satu faktor pendukung yang sangat berdampak yakni Inisiatif, apa dan bagaimana inisiatif ini dapat tumbuh dan berkembang, hal  apa sajakah apabila dikelola dengan baik hingga dapat dimanfaatkan dalam proses pengembangan diri.
Pengembangan diri merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, dimana setiap orang di tuntut untuk tetap bergerak mengikuti dinamika kehidupan. Oleha karena itu inisiatif merupakan salah satu faktor yang menentukan. Dibutuhkan beberapa stimulus respon guna membangkitkan dan menumbuhkan inisiatif terutama pada anak dimasa pertumbuhan mereka. Berikut beberapa definisi atau pengertian secara etimologi dari Inisiatif yaitu kemampuan seseorang untuk bertindak melebihi yang dibutuhkan atau yang dituntut dari pekerjaan.
Definisi lain yaitu kemampuan untuk memutuskan dan melakukan sesuatu yang benar tanpa harus diberitahu atau diminta sehingga mampu menemukan setiap kesempatan dan peluang serta memanfaatkannya semaksimal mungkin sehingga mampu menemukan setiap permasalahan dan solusi.
Beberapa rangsangan sederhana yang dapat menumbuhkan inisiatif pada anak yakni :
1.    Tumbuhkan rasa percaya diri dengan cara diberikan kepercayaan untuk melakukan setiap kegiatan secara mandiri tentunya disesuaikan dengan kemampuan baik secara motorik maupun psikomotor.
2.    Berikan reward berupa pujian ataupun sesekali reward saat selesai melakukan kegiatan positif hingga termotivasi untuk melakukan banyak hal.
3.    Berikan sugesti positif yang tidak berlebihan
4.    Jika anak melakukan kesalahan, tidak diperkenankan langsung menghakimi bahwa telah melakukan kesalahan. Namun bimbing dan arahkan kembali untuk mengambil keputusan yang menurut nya baik tentunya dalam pengawasan.
Beberapa keuntungan yang didapatkan ketika inisiatif berkembang , selain mampu menumbuhkan rasa bahagia, mengembangkan kepercayaan diri, problem solving, mengembangkan relasi dan pertemanan yang luas, serta mampu membaca dan memanfaatkan setiap kesempatan menjadi peluang baik juga anak akan lebih aktif dan dapat membangun citra diri positif.
Demikian , semoga bermanfaat.



Saturday, 16 January 2016

BAHAGIA ITU SEDERHANA ...


Hari ini sabtu pertengahan januari di awal tahun 2016, secara psikis selain awal tahun pelajaran baru juga awal tahun baru masehi hingga mind set dan mental masih semangat terjaga hingga semangat masih menyala. Namun tetap meskipun begitu mental hari sabtu baik secara fisik maupun psikis setiap orang sudah dalam athmosfhere liburan dan rehat. Begitupun melihat anak-anak di kelas, pemandangan beberapa anak yang tidak hadir masih dianggap toleransi jika absen di hari ini, selain dua mata pelajaran yang mereka anggap ringan dan tidak serius seperti mata pelajaran lainnya hanya pelajaran SBK dan PLH.

Pola tingkah laku mereka terlihat santai begitupun dengan guru-guru selain. Satu hal yang menarik pada siang ini, seperti biasa sabtu merupakan hari yang tepat mengadakan berbagai acara seperti pernikahan dan acara lainnya. seperti pada hari ini ada satu undangan pernikahan dari rekan sejawat hal yang biasa kami lakukan dengan rekan guru lainnya, datang memenuhi undangan bersama-sama. Bukan suatu kebetulan kalau Sekolah Dasar tempat ku mengajar berada satu kompleks dengan SD lainnya hingga bergabung sebanyak tujuh SD dengan tujuh Kepala Sekolah, hingga jika terdapat satu undangan sudah dapat dipastikan harus mengundang guru dan Kepala sekolah sebanyak tujuh SD.

Tak seperti biasanya, untuk memenuhi undangan pernikahan tersebut anak bungsuku turut serta. Satu pemandangan aneh karena biasanya jika acara-acara kantor dia tidak turut serta selain karena alasan kepentingan masing-masing. Satu hal yang menarik pada hari ini, si bungsu turut ke undangan dan yang membuatku sedikit terperangah (tentunya dalam hati) bahwa dia sangat senang di ajak menghadiri undangan tersebut, itu terlihat dari sorot matanya yang antusias dengan lirikan pandangan kesana kemari melihat Bapak dan Ibu guru nya turut hadir pula dalam undangan tersebut juga celotehan-celotehan yang menggemaskan dan baru aku tahu bahwa untuk bahagia tidak harus selalu mahal, mengajak anak bertemu dangan orang-orang yang mereka kenal terlebih Bapak dan Ibu guru yang mereka kagumi pun rasa bahagia itu sudah menular.

Jadi teringat dalam salah satu hadist nabi bahwa “membahagiakan anak itu merupakan pahala” apapun bentuknya. Semoga kita semua bisa mendapatkan kebahagiaan dari berbagai hal, walau dari hal sekecil apapun.


Catatan ini untuk anakku sayang, Kinanti Aulia Siti Soraya
Bandung, 16 Januari 2016




Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...