Friday, 5 July 2019

SIAPA BILANG HARTA TAK DIBAWA MATI??

Haji Usman. Pemilik salah satu usaha batik dan olahan texstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.
Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.

Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau, "Ajarkan pada kami, Ji"” kata mereka,
"bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan... Hingga seperti haji Usman, bersedeqah terasa ringan".

Wah", sahut Haji Usman tertawa, “Antum salah alamat!”
Lho?”...

"Lha iya. Kalian datang pada orang yg salah.... Lha saya ini SANGAT SAYANG JUGA MENCINTAI HARTA SAYA. Saya ini sangat mencintai Aset yg saya miliki".

Lho?...

"Kok lho! Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI. AKAN SAYA BAWA MATI DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA".

"Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya. Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu .."

"TITIP pada Masjid,
TITIP pada anak yatim,
TITIP pada fakir miskin,
TITIP pada madrasah
TITIP pada karyawan yg rajin Ibadah
TITIP pada sodara dan karyawan yg dirawat sakit"

"Alhamdulillah ada yg berkenan mau dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali.
Insya Allah DI AKHIRAT NANTI SAYA BISA AMBIL LAGI, TITIPAN SAYA"

"Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di alam kubur dan di akhirat".

Jadi.. Siapa bilang harta tdk dibawa mati....?
Harta itu dibawa mati....!!! Caranya ? ...
Ya itu tadi!

Friday, 28 June 2019

Pergantian Presiden Tahun 2019 (1440 H) menurut Kitab Mandiyatul Badiyah Karya Tengku Syiah Kuala Negeri Aceh


Dari Abu Qurma Al-Masyriqy,“Kejayaan Nusantara Akan Terwujud Setelah Terjadinya Hura Hara (Goro-Goro) Dengan Tumbangnya Kekuatan KUNING dan MERAH oleh Pemimpin Adil Bijaksana Yang Akan Hadir Pada Tahun 1440 H (2019 M)

Syahdan, sebuah hikayat dalam Kitab Mandiyatul Badiyah yang terkenal di Negeri Aceh, menyebutkan bahwa Syekh Abdul Rauf Syiah Kuala dan Sultan Iskandar Muda pernah mendapatkan wasiat dari Nabi Khidir AS. Hikayat inilah dipercaya oleh masyarakat Aceh dan sekitarnya sebagai Ramalan Syiah Kuala.

Sebenarnya ramalan seperti ini bukanlah hal yang asing di Nusantara. Dalam masyarakat Tanah Jawa dikenal dengan Jongko Joyoboyo atau Ramalan Jayabaya, beliau adalah salah seorang Raja yang diyakini memiliki kekuatan mistis mampu menerawang masa depan.

Ramalan Syiah Kuala yang wafat pada tahun 1699 H ini memberikan gambaran tentang perjalanan Negeri Aceh (Bilad al Asyi) dulu dan masa yang akan datang. Namun banyak orang yang berfikiran sempit dengan menganggap Negeri Aceh hanya sebatas provinsi ciptaan Belanda yang dilanjutkan oleh Soekarno. Padahal menurut penelitian British Academy London sampai dengan tahun 1850 M batas wilayah Negeri Aceh yang mendapat perlindungan Khilafah Usmaniah di Turki terbentang dari Bandar Aceh Darussalam di Barat sampai dengan Bandar Naairah (Banda Neira) di Kepulauan Ambon di Timur. Sementara dari Selatan terbentang dari Bandar Baali sampai Bandar Suulu dan Bandar Amanillah (Manila) di Utara.

Sebenarnya kurang tepat jika hal ini dikatakan sebagai ramalan. Dalam dunia spiritual Islami hal ini lebih tepat disebut sebagai Firasatul Mukmin yang sering dibahas dalam dunia sufisme. Dalam bahasa kontemporer disebut dengan penampakan atau penghilahatan. Jika hal ini datangnya dari Ulama maka boleh dikatakan ini sebagai ilham basyirah kepada kaum muslimin.

Dalam kitab berhuruf Arab kuno Kitab Mandiyatul Badiyah, penampakan Syiah Kuala dinukilkan sebagai berikut:

Bahwa lebih kurang dalam tahun 1260 Hijriah Negeri Aceh akan ditimpa bala bencana.Bahwa dalam tahun 1320 Hijriah Aceh akan dikalahkan oleh kerajaan Ba yang datangnya dari pihak Barat.Bahwa beberapa lama kemudian (lebih kurang) 45 musim kerajaan Ba dikalahkan oleh kerajaan Jim yang datangnya dari pihak matahari terbit.Bahwa lebih kurang Empat musim kerajaaan Jim menguasai Negeri Aceh tiba-tiba ia keluar secepat mata karena ia dikalahkan oleh Peuraja ‘Ajam, Peuraja Gajah, Peuraja Cagee, Peuraja Singa dan barang sebagainya.

Setelah kerajaan Jim keluar maka negeri Aceh dan negeri di bawah angin lainnya atas usaha isi negeri itu akan berdiri satu kerajaan yang menaklukkan negeri Aceh dan negeri di bawah angin lainnya bernama kerajaan itu berawal dengan huruf Alif dan berakhir dengan huruf Jim.Kerajaan itu akan berdiri sampai kuat, akan tetapi negerinya penuh huru-hara dan banyak pertumpahan darah.

Rakyat melakukan banyak kemudlaratan dan kehidupan mereka susah, perdagangan mahal, pakaiaan dan makanan mahal, yang pandai malah tutup mulut, orang besar-besar banyak dusta, semua rakyat berpaling muka pada pembesar-pembesar itu, perampasan terjadi di tiap-tiap simpang, tidak bersenjata dan banyak orang pada masa itu sangat suka pada MERAH dan KUNING dengan menanti yang tidak mengaku Allah dan bermusuh dengan agama yang ada di atas bumi ini.Bahwa pada waktu itu umat Islam banyak tersesat karena kurang ilmu, kurang amal, lemah iman, banyak dosa.

Ketika itu banyak umat Islam meninggalkan mazhab yang lama dan membuat mazhab baru dan itulah tanda huru-hara serta kutuk dan bala.Manusia pada waktu itu banyak membuang adat-istiadat sendiri dan memakai adat-istiadat orang lain. Pada masa itulah manusia banyak meninggalkan syariat Nabi Muhammad saw. Pada waktu itulah orang negeri banyak mengikut huruf Enam dan ada juga yang suka kepada huruf garis Fa, Kaf, Jim, atau sama dengan Kaf, Mim, Jim, Nun dan Sin. Mereka itu tidak mengakui adanya Tuhan Rabbal ‘Alamin.Bahwa nanti akan datang pada suatu masa rakyat akan bangkit dengan amarahnya seperti api berbara, bermaksud membela negeri dan bermaksud hendak melepaskan diri dari KUNING dan MERAH, dan sebagainya.

Akan tetapi kelakuannya bermacam-macam ragam. Dan pada akhirnya yang mengalahkan KUNING dan MERAH itulah yang menang, yakni golongan yang tidak suka kepada pekerjaan atau perbuatan yang salah serta kokohlah ajaran Islam. Negeri aman, damai, adil, makmur seperti dahulu kala, yakni akan menang orang-orang yang beriman.Pada tahun 1440 akan dipimpin oleh Pemimpin yang Adil dan Bijaksana, yang akan membawa kemakmuran negeri serta mengembalikan martabat agama.

Ulasan Penafsir

Jika kita perhatikan sejarah perjalanan bangsa Indonesia, terutama sejak dideklarasikannya Kerajaan Islam Demak pada tahun 1487 M oleh para WALISONGO sebagai kelanjutan Kerajaan Majapahit dengan mengangkat Raden Fatah sebagi Sayyidin Khalifah Panatagama. Dan selanjutnya di Sumatera dideklarasikan Kerajaan Bandar Aceh Darussalam pada tahun 1515 M atau setelah dikuasainya Malaka oleh Penjajah Portugis, maka jelaslah wilayah Kesultanan Islam Nusantara telah terbentuk sebagai sebuah konfederasi para Sultan yang berhubungan erat dengan Khilafah Islamiyah di Turki.

Kesultanan Islam Nusantara dari Bandar Aceh di Barat sampai dengan Bandar Maluku di Ambon adalah satu kesatuan kekuasaan Islam. Dimana orang Arab, Persia, India maupun Turki mengenalnya dengan Kesultanan ACEH Darussalam sebagai pusatnya. Dan Aceh juga dikenal sebagai Serambi Mekkah Nusantara karena peran sentralnya dalam penyebaran dan pengembangan Islam serta banyak membantu kemakmuran Mekkah. Salah satu bukti nyata peranan Aceh adalah banyaknya peninggalan waqaf Aceh di Mekkah, salah satunya adalah Waqaf Habib Bugak Aceh.

Sejak terbentuknya Kesultanan Aceh telah banyak terjadi peristiwa, sebagaimana disebutkan oleh Tengku Syiah Kuala dalam Kitab Mandiyatul Badiyah di atas. Peristiwa bencana besar pada tahun 1260 H dihubungkan dengan peristiwa bencana alam seperti genpa dan tsunami. Selanjutnya pada tahun 1873 dimulai perang dengan penjajah Belanda serta kemasukan penjajah Jepang dalam waktu singkat yang berakhir dengan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Namun bencana perang saudara masih dialami oleh masyarakat Aceh dalam peristiwa Revolusi Sosial maupun Pemberontakan DI-TII dilanjutkan dengan GAM dan bencana tsunami tahun 2004.

Maka sejak tahun 2005 masyarakat Aceh mulai menjalankan kehidupan normal dan otonomi khusus setelah diadakannya perjanjian damai antara GAM dan Pemerintah RI. Perdamaian ternyata belum dapat membawa kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Dan di bawah kekuasaan KUNING dan MERAH negara bangsa yang telah bersepakat ini mulai terancam kedaulatan dan masa depannya. Itulah yang disebutkan sebagaimana dalam poin 6, 7 dan 8 di atas.

Kini kita sedang memasuki era yang disebut dalam poin ke 9. Perjuangan untuk mengalahkan KUNING dan MERAH sebagai jalan untuk kemenangan umat Islam. Dan sejak orde baru rezim KUNING (Golkar) berkuasa dan di alam reformasi muncul MERAH (PDIP) yang berkoalisi melahirkan pemerintahan yang ditengerai disponsori oleh KUNING (Cina) yang MERAH (Komunis). Maka Umat Islam harus mengalahkan Kuning dan Merah jika ingin menegakkan Islam di Indonesia.

Menurut firasat Syiah Kuala dalam kitabnya tersebut, akan terjadi huru hara dahsyat sebagaimana disebut dalam poin 9, persis sebagaimana disebutkan dalam Jongko Joyoboyo dengan bahasa akan adanya goro-goro atau kerusuhan masal rakyat.

Tentu sebagai bangsa yang demokratis, kita tidak menghendaki adanya huru hara dahsyat tersebut, namun jika demikian sudah digariskan oleh Allah Yang Maha Kuasa sebagai jalan kebebasan dan kemakmuran, maka bangsa Indonesia harus siap siaga menempuhnya, sebagaimana dahulu para pahlawan agung bangsa merebut kemerdekaan dengan pengorbanan darah dan harta.

Pada poin ke 10 disebutkan pada tahun 1440 (2019) perjuangan akan melahirkan pemimpin besar dan pemimpin adil yang akan membimbing bangsa menuju kemakmuran sejati. Pemimpin ini akan diuji dengan kemampuannya untuk mengalahkan Kuning-Merah dalam setiap lini perjuangannya. Pemimpin sejati ini tidak akan lahir dari sistem atau golongan Kuning-Merah dan antek-anteknya. Namun dia dengan golongannya akan berperang melawan Kuning-Merah sampai mendapatkan kemenangan sejati yang akan mengantarkan Indonesia Raya menuju Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Penutup

Tentang ramalan ataupun firasat Tengku Syiah Kuala di atas, kebenarannya sebagian telah dibuktikan oleh sejarah. Selanjutnya kita serahkan kepada Allah Yang Maha Tahu.

Sebagai Muslim mesti yakin pada janji Allah. Hal ini sesuai dengan beberapa firmah Allah yang menyatakan bahwa bumi ini pada akhirnya memang akan diwariskan kepada kaum beriman, mereka yang tertindas, orang-orang saleh dan mereka yang bertakwa.

Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al A’raf: 127-128)

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).” (QS. Al Qashas:5)

Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini diwarisi hamba-hamba-Ku yang saleh. Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah).” (QS. Al Anbiya:105-106)

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.” (QS. An-Nur:55)

Friday, 14 June 2019

BAGAIMANA DENGAN AKHI-UKHTI?

Kenapa saya ga pernah mengucapkan Syafakillah?

Di grup kelas sekolah anak, hampir tiap pagi ada yang ijin tidak masuk. Karena sakit seperti demam, batuk pilek, dan sebagainya. Kadang satu anak, dua atau lebih dari tiga.

Lalu dalam beberapa menit Ibu-ibu lain menjawab dengan ucapan "Syafakillah ya si A, si B, si C dan D." Secepatnya juga si Ibu yang minta ijin menjawab, "Jazakillah ya ibu-ibu semua atas doanya."

Kemudian  kalo ada yang ijin, ga berangkat karena sedang perjalanan, yang lain bersahutan komen, "Fi amanillah ya."

Di tengah tren ucapan ke arab-araban semacam syafakillah, jazakillah, fi amanillah, qodarullah dll saya memilih tetap memberi ucapan dalam Bahasa Indonesia yang sebisa mungkin sesuai ejaan yang disempurnakan.

Ini bukan karena saya menolak pemakaian istilah asing ke dalam percakapan sehari-hari. Apalagi alergi Arab atau anti Islam. Naudzubillah ya. (nih, kan saya tetap pakai Naudzubillah, karena ini susah ngucapnya kalo pake bahasa Indonesia). Bukan juga sekedar, ga mau latah.

Jadi kenapa?
Belajar berbahasa Indonesia yang benar saja sejujurnya saya masih merasa kesulitan. Bagaimana saya bisa ikut-ikutan memakai bahasa lain?

Saya belajar tata bahasa arab sejak usia 9 tahun di madrasah diniyah. Saya menghafal kitab nahwu paling dasar, "Jurumiyah" dan sharaf  "Amtsilatut Tashrifiyah". Di sana, saya mengenal istilah dhomir atau kata ganti untuk menyebut orang. Yang dalam bahasa Indonesia ada " Saya, anda dan dia".

Kata ganti orang dalam bahasa Arab itu cukup rumit untuk yang belum pernah belajar.
Diletakkan di depan kalimat dan di belakang bentuknya beda.

Contoh:
- Buku Saya (Bahasa Indonesia)
- Kitaabii (Bahasa Arab).
Kenapa buku saya bahasa arabnya bukan "kitaab ana"?

Belum lagi ada bentuk mufrod (tunggal), tasniyah (dua) dan jamak (banyak, lebih dari dua). Bahasa arab juga membedakan gender, muanats (perempuan) dan mudzakar (laki-laki).

Contoh:
Jika seseorang perempuan satu, bercerita bahwa dia sakit. Kita ingin mengucapkan "lekas sembuh ya" secara langsung kepadanya, kita bilang "Syafakillah" yang artinya semoga Allah menyembuhkanmu (wahai perempuan satu).

Tapi kalo yang sakit adalah anaknya, sementara yang di grup adalah ibunya, benarkah kalau kita mengucapkan "Syafakillah"? Kan yang kita doakan anaknya, orang ketiga. Maka seharusnya, " Syafahallah". Semoga allah menyembuhkannya, bukan menyembuhkanmu kan?

Nah kalau yang sakit dua orang perempuan, bolehkah kita menyebut, "Syafahallah ya si A dan si B"?

Tentu saja tidak bisa. Harus "Syafahumallah" yang artinya, semoga Allah menyembuhkan keduanya perempuan.

Kalau yang sakit 3 orang anak perempuan, ucapannya beda lagi.
Kalau yang sakit laki-laki, ucapannya pun harus berubah lagi. Ribet kan?

Itu juga berlaku untuk ucapan lain, semisal "Jazakillah ya ibu-ibu semua" seharusnya gimana? Jazakunnallah.

Kumpulan ibu-ibu semua pun jadi berubah kalo kemasukan sesebapak satu saja. Jadi Jazakumullah.

Jangan tanggung kalau memang ingin kearab-araban. Belajarlah bahasa arab secara kaffah. Bukan sekedar mengganti saya dengan Ana, kamu dengan Anta dll...

Ini baru urusan dhomir (kata ganti) belum urusan lain...~(RMH).

#copas dari facebook😃

Saturday, 8 June 2019

KEHIDUPAN BANKIR DI MASA PENSIUN

Penelitian ini memang sudah lama dilakukan, tetapi tetap menarik untuk dibahas,
Studi yang dilakukan UNI Global Union yang berbasis di Swiss berjudul "The “Banking: The Human Crisis” international survey published on Wednesday by UNI Global Union, menemukan lebih dari 80 persen perusahaan perbankan dan asuransi di 26 negara melaporkan memburuknya kesehatan sebagai masalah yang dialami pegawainya selama dua tahun terakhir. Mereka kini disebut bekerja dalam iklim ketakutan.

Lebih dari setengah serikat pekerja di 16 negara di Eropa, empat di Asia, dan tiga di Afrika serta Amerika Latin, mengatakan anggotanya mengeluhkan kehidupan pribadi mereka yang berada di bawah tekanan cukup besar karena mereka memerangi krisis keuangan. Menurut Lynn Mackenzie, penulis laporan 'Banking: The Human Crisis' mengatakan bahwa bankir sering disalahkan atas krisis keuangan global. Hal ini juga berdampak pada pegawai bank lain yang jabatannya lebih rendah.

"Hampir setiap hari karyawan bank harus menghadapi nasabah yang marah yang hidupnya berantakan dan mereka menyalahkan bank. Studi ini merupakan salah satu penelitian yang melihat secara luas kesehatan bankir," kata Mackenzie, seperti dilansir laman Reuters, Jumat (25/10).

Note: Jangan sampai setelah usia pensiun justru berbagai penyakit datang bagai tamu tak diundang, diluar takdir yg maha kuasa, bahwa tingkat kelangsungan hidup pensiunan pegawai bank rata2 tidak seperti pensiunan guru, dosen, dokter, TNI atau pekerjaan dg tingkat stres nya rendah...banyak dijumpai seorang profesor usia 65th - 70th masih segar bugar mengajar, seorang pensiunan TNI masih segar bugar beraktivitas, seorang pensiunan guru masih sehat mengayuh sepedanya, pensiunan dokter masih diminta untuk mengajar, seorang pengusaha yg menurunkan ilmunya kepada anaknya, masih sehat dan sama2 membesarkan bisnisnya, lalu bagaimana dg pensiunan pegawai bank?? Banyak dijumpai di rumah sakit atau aktivitas lain?

Masih minat jadi pegawai bank??

Sumber : xbanksyariahofficial_banksyariah

Sunday, 2 June 2019

IBLIS ITU SANGAT ALIM

Jika engkau bertanya tentang Al-Qur'an kpd iblis, maka iblis akan bisa menerangkan dengan sangat jelas, karena iblis tahu persis kapan ayat itu turun dari langit... Jk engkau bertanya tentang ilmu hadist kepada iblis, maka iblis akan sangat pandai menjelaskannya,
karena iblis tahu asbabul wurud dari hadist tsb.... Jk engkau bertanya tentang kisah para nabi, iblis akan dengan tepat menceritakannya karena iblis sudah ada sejak nabi adam masih berada dlam surga... iblis ahli alqur'an...
iblis ahli hadist....
iblis ahli riwayat.
iblis alim/pandai dalam segala ilmu.. Tapi iblis tidak menjadi kekasih Allah, karena dalam diri iblis ada kalimat.. AKU LEBIH BAIK DARI KAMU

Semoga sedikit ilmu yg dititipkan Allah Subhana Wa Ta'alla dihati kita tdak menjadikan kita sombong dalam segala urusan...
Juga paham bahwa ilmu tak menjamin org pasti ta'at dan sholeh.

Yang aku takut.
Hatiku kian mengeras dan sulit menerima nasehat, namun sangat pandai menasehati

Yg aku takut.
Aku merasa paling benar, sehingga merendahkan yang lain.

Yg aku tkut.
Egoku terlalu tinggi, hingga merasa paling baik di antara yang lain.

Yg aku tkut.
Aku lupa bercermin, namun sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.

Yg aku tkut.
Ilmuku akan membuatku menjadi sombong, memandang yang lain berbeda denganku.

Yg aku tkut.
Lidahku makin lincah membicarakan aib orang lain, namun lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi.

Yg aku tkut.
Aku hanya hebat dalam berkata namun buruk dalam berbuat.

Yg aku tkut.
Aku hanya cerdas dalam mengkritik, namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri.

Yg aku tkut.
Aku membenci dosa orang lain, namun saat aku sendiri buat dosa aku enggan membencinya.

Kiranya Allah Subhana Wa Ta'alla
senantiasa menyadarkanku sehingga lebih rajin instrospeksi diri daripada mengurusi orang lain yang belum tentu perilaku dan tutur katanya lebih baik dari diriku. Aamiin.. SELALULAH MELIHAT KE DALAM HATI

Wallahu a'lam Bishowab

Friday, 17 May 2019

BERDOA, MEMINTA ATAUKAH BERSYUKUR?

Sejatinya, pada saat kita meminta kita hanya "melatih" rasa "kekurangan" pada diri kita. Dan akhirnya makin banyaklah "kekurangan" yang menghampiri hidup kita.
Namun, pada saat kita bersyukur, kita melatih rasa "kelimpahan" hadir pada diri kita. Yang tentu saja hal ini juga akan menarik serangkaian dan banyak "kelimpahan" untuk datang dan menghampiri kehidupan kita.

Hukum Metafisika mengajarkan, apa yang dominan dalam pikiran kita, maka itulah yang akan diwujudkan dalam realitas kehidupan kita. Jadi kalo doa kita hanya berisi permintaan belaka, tanpa sadar kita mencoba mewujudkan kekurangan untuk hadir dalam hidup kita supaya kita bisa terus meminta.

Hukum tarik menarik Metafisika Spiritual sebenarnya sesederhana itu. Meskipun telah banyak orang yang tahu, tapi tidak melakukannya.
Atau mereka melakukannya, tapi mereka kemudian 'menyerah' dan tidak 'menyelesaikannya'.

Sehingga kemudian muncul 'belief' baru dalam hidup mereka yang justru men'sabotase' segala kebaikan yang 'harusnya' mereka terima saat mengaplikasikan dan melakukan hukum metafisika spiritual ini.

Dan, akhirnya muncullah keluhan,
apakah gunanya berbuat baik?, apakah manfaatnya rajin sembahyang?, knapa harus jujur? jika nyatanya hidup tidak berubah membaik.

Sahabatku yang dikasihi Tuhan.
Jika kamu adalah salah satu dar mereka yang hoby mengeluh, maka ingatlah Hukum Persesuaian dalam metafisika yang mengatakan bahwa: "Segala sesuatu yang kamu ingin orang lain lakukan kepadamu, demikian juga kamu lakukan (itu) kepada mereka" ; dan Hukum Persesuaian ini juga berlaku dan teraplikasi seperti berikut ini:
- Ketika engkau meminta sesuatu, maka sesuatu akan 'diminta' daripadamu.
- Ketika engkau menahan sesuatu, maka sesuatu akan 'ditahan' terhadapmu.
- dan Ketika engkau memberi sesuatu, maka sesuatu akan 'diberikan' kepadamu.

Maka tetap menjaga baikmu adalah jalan terbaikmu lalu pasrahkan segala hal terbaik yang kamu lakukan.
Pasrah itu maksudnya bagaimana browh..?

Pasrah adalah ketika kamu sangat meyakini bahwa Rencana Tuhan, rencana semesta adalah yang terbaik.
Jangan suka protes apalagi mengeluh ketika sudah melakukan sesuatu yang baik belum berhasil baik.
Karena dalam sejarah kehidupan manusia, Tuhan dan semesta merupakan pemilik kepintaran paling sempurna.

Jadi jangan ragu atas segala rencanaNya, pasrahkan saja segalanya padaNya agar semuanya baik - baik saja. @GN

Friday, 19 April 2019

LEGOWO ATAUKAH TAKUT?

Ada tulisan bagus dari warga negara kita di Jepang  ibu Jumiarti Agus, ketua International ACKITA  (www.acita.org), semoga tulisan ini sampai ke Istana .. Lelah rasanya beberapa bulan ini terlibat penat dalam blundernya Pemilu Pilpres kali ini.

Mata, hati, emosi dan pikiran terkuras untuk sekedar membuka medsos ataupun menonton tivi .. malu rasanya kita harus sampai minta tolong pada pemantau pemilu dari negara asing 😒

SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK JOKOWI DAN BAPAK PRABOWO

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Bapak Jokowi, dan Bapak Prabowo semoga Bapak-Bapak sehat selalu. Saya Jumiarti Agus, warganegara Indonesia yang tinggal di Jepang, yang serius bekerja di Jepang untuk kemajuan Pendidikan di Indonesia.

Saya warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang sejak masih single, kemudian menikah, hamil, melahirkan, membesarkan anak dan menyekolahkan mereka mulai dari tingkat hoikuen, SD, SMP dan SMA. Sekarang anak saya yang paling besar bersekolah di sekolah khusus perempuan. Sangat komplit masa yang saya lalui di Jepang, ketimbang di Indonesia. Tidak hanya saya, semua orang asing yang tinggal dan pernah datang ke Jepang, merasakan kenyamanan, tinggal dan hidup di negeri Sakura.

Kami merindukan semua kenyamanan itu bisa dirasakan oleh semua rakyat Indonesia. Selama tinggal di Jepang hak hidup dan berekspresi kami sama dengan mereka warga Jepang, anak-anak kami semuanya dapat subsidi dari pemerintah Jepang setiap bulan sejak lahir hingga mereka berusia 16 tahun. Anak anak bersekolah di SD dan SMP gratis, hanya untuk biaya ekstrakurikuler yang membayar. Biaya kesehatan, bahan makan, dan biaya hidup semuanya terjangkau. Suasana di lingkungan sungguh aman dan nyaman. Anak-anak hingga berusia 16 tahun mendapatkan tunjangan hidup 10-000 – 15,000 yen perbulan. Dan semua hal yang kami rasakan ini dirasakan sama oleh masyarakat di Jepang. Padahal negara Jepang tidak punya sumber daya alam apa pun, kecuali ikan di laut. Sementara kita negara kaya raya, semuanya kita punya, tapi rakyat yang miskin masih banyak. Sungguh sangat memilukan! Namun kalua kita bergiat tentu kita bisa membaik, InsyaAllah. (Tentang hal ini bisa dibaca di buku Menagapa Bertahan di Negeri Orang? ACIKITA Publising 2007).

Pak Jokowi dan Pak Prabowo Yth,
Saya ingin berbagi info tentang pemilu dan sikap pemimpin di Jepang. Pemilu di Jepang, berlangsung aman dan damai. Tanpa ada hiruk pikuk kampanye, apalagi bagi bagi sembako, uang, baju kaus dari pemimpinnya. Semua itu tidak pernah ada. Rakyat mereka juga tidak mau dibohongi oleh pemimpinnya. Mereka melihat kenyataan dan berfikir dengan logis, apakah seorang pemimpin bagus atau tidak. Mereka semua akan memilih sesuai dengan hati nuraninya. Biasanya pemilihan umum menggunakan lokasi sekolah milik pemerintah, rakyat disekitar pemukiman akan datang dan antrian tertib pada hari H, kemudian memilih calon yang disukai.

Pemilu di Jepang, tidak menghabiskan dana negara yang sangat besar, efisien, tertib, aman dan jujur. Semua pihak berlaku jujur, pemimpinnya jujur, penyelenggara pemilu jujur, dan rakyat juga jujur memilih pemimpin yang dia sukai. Sehingga pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang memang memenangkan suara rakyatnya, bukan pemimpin yang menang karena data yang dimanipulasi.

“Kenapa semua mereka bisa berlaku jujur?”

Jawabannya adalah sistem pendidikan mereka yang dikonsep dan dilaksanakan dengan baik, dimana moral dan karakter anak sangat fokus ditanamkan sejak dini. Sehingga saat dewasa mereka secara umum bersikap jujur.

Bila sikap jujur sudah dipunyai semua rakyat, maka semua program yang dicanangkan dapat berjalan dengan baik. Akhirnya semua rakyat dapat hidup, bersekolah, berkarya dan berprestasi yang membanggakan dunia. Mereka bahkan setiap tahun meraih hadiah Nobel, Pendidikan dan riset betul-betul sangat dahsyat majunya. Kita sangat jauuuuh ketinggalan. Kapan kita mau menorehkan sejarah di tingkat dunia di bidang pendidiakn dan riset, sementara masalah pokok saja, masalah pangan saja masih belum selesai?

“Sungguh teramat banyak PR kita Pak! Jangankan untuk meraih hadiah Nobel, untuk satu kata jujur saja, kurikulum nasional Indonesia kita belum mampu mencapainya. Buktinya korupsi dan KKN tumbuh subur, ini semuanya adalah musuh kemajuan bagi bangsa besar ini.!”

Pak Jokowi Yth, Legowolah, Pemilu 2019 Pak Prabowo Pemenangnya!

Saya tidak ikut dalam panitia pemilu apapun, tapi tetap dengan intensif memantau kondisi. Jujur, saya merasa capek, waktu saya sangat tersita. Saya yakin semua rakyat Indonesia mengalami hal yang sama. Mari kita sudahi dengan dewasa proses pemilu tahun ini, karena sudah jelas nyata bahwa Pak Prabowo adalah pemenangnya.

Buktinya apa?

1. Kampanye Bapak Prabowo dan pasangannya, selalu ramai di mana-mana. Rakyat datang dari keinginan pribadi, tanpa ada paksaan, tanpa nasi bungkus dan uang, dan tanpa mobilisasi dari pihak mana pun. Ada banyak rakyat yang menyumbangkan uang, padahal mereka hanya orang biasa. Suara yang datang dari hati rakyat, adalah murni dari Allah. Allah yang menggerakkan pribadi masing-masing mereka untuk memilih Bapak Prabowo. Untuk itu mari kita hargai Pak. Sementara kampanye pak Jokowi hampir selalu sepi, dan kadang rakyat didatangkan dari daerah lain, diberi nasi bungkus, uang, baju kaus, dan lain lain, artinya mereka memilih bukan karena murni dari hati nuraninya.

2. Data C1 yang banyak dilaporkan dari teman teman dan kolega di tanah air di dunia maya, mayoritasrakyat memilh 02. Ini data yang tidak bisa dibohongi. Dan inilah sebenarnya yang dijadikan acuan untuk menentukan angka persentase pemenang. Katanya server KPU kena hantam, artinya data sudah bukan yang sebenarnya. Quick Count memenangkan Bapak Jokowi, ini akan menyebabkan malapetaka, karena dari mana angka itu? Sementara rakyat punya data asli, dimana-mana Bapak Prabowo mayoritas menang.

Pak Jokowi Yth, mari mengakui kemenangan Pak Prabowo. Sebaiknya Bapak berpidato di depan rakyat Indonesia, dan menyatakan dengan fair bahwa pemenangnya adalah Bapak Prabowo Subianto. Sikap ini akan lebih terhormat ketimbang Bapak terus membiarkan kondisi yang berkembang di mayarakat. Saat ini karena rakyat sudah melihat nyata bahwa KPU memihak salah satu calon, dan ada indikasi banyak kecurangan pemilu, (kotak suara yang ditemukan sudah tercoblos untuk 01, banyak pemilih 02 yang tidak bisa mencoblos, dan data yang muncul memenangkan Bapak Jokowi), tentu rakyat protes. 

Sebagai perjuangan berjamaah, rakyat pendukung 02, sibuk meminta bantuan tim luar negeri dalam menghadapi pemilu yang penuh kecurangan ini. Ini adalah aib negara kita Pak Jokowi. Negara luar akan tahu bahwa kita tidak mampu mengurus negeri sendiri. Dan tentu yang jelek adalah Pak Jokowi, karena pemilu kali ini terjadi pada masa kepemimpinan Bapak.”

Terkait ketidakjujuran selama proses pemilu, ini semuanya bukan salah Bapak, tapi yang salah adalah sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia. Kita perlu merubah sistem pendidikan kita, dimana pelajaran moral, akhlak dan karakter anak harus sejak dini ditanamkan kuat, sehingga saat dewasa semuanya tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang jujur. Dan untuk hal ini Jepang adalah pionirnya di dunia.

Hiruk pikuk pemilu dan ketidakjujuran penghitungan suara, adalah tamparan hebat untuk bangsa Indonesia. Dunia tahu aib bangsa kita. Untuk itu kepada Bapak Jokowi tampillah untuk berpidato, untuk menyatakan bahwa Bapak Prabowo adalah pemenangnya. Karena hanya dengan sikap kenegarawan Bapak yang bisa menyelamatkan kondisi saat ini. Kami tidak ingin terjadi pertumpahan darah, pertikaian dan perseteruan hebat.

Saya mengucapkan terimakasih selama Bapak menjadi Presiden, selanjutnya pekerjaan atau janji-janji kampanye Bapak pada tahun 2014 yang mayoritas tidak dilaksanakan, mari kita titipkan kepada Bapak Prabowo untuk membereskannya. Juga terkait pekerjaan yang belum beres kata Bapak pada saat debat presiden, maka insyaAllah akan dibereskan oleh Bapak Prabowo.

Mari Pak, kita tempatkan kepentingan bangsa dan keutuhan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Saya menunggu pidato resmi Pak Jokowi yang menyatakan legowo dan menerima kekalahan atas Pak Prabowo. Biasa saja Pak, dulu Bapak sudah dinyatakan menang, sekarang mari berikan kesempatan kepada Bapak Prabowo, karena mungkin KPU tampaknya sulit mengumumkan, karena servernya kena serangan. Sementara rakyat punya data original, dimana Bapak Prabowo unggul di banyak propinsi.

Untuk Bapak Prabowo Selamat, Bapak Sebagai Presiden RI 2019-2024
Selamat Pak, Bapak adalah pemenang pemilu tahun ini. Kami mohon Pak, bekerjalah untuk kemajuan dan kenyamanan hidup rakyat. Jangan berkuasa untuk kepentingan pribadi dan orang orang di sekitar Bapak. Ada banyak anak bangsa cemerlang di luar negeri yang Bapak berdayakan untuk mengejar ketertinggalan kita selama ini.

Saya mengusulkan kepada Bapak, poin pertama yang harus Bapak perbaiki adalah “Sistem pendidikan kita. Jepang bisa maju dan punya karakter yang baik secara nasional karena sistem pendidikan yang ia jalankan. Tanamkan moral dan kepribadian sejak dini dengan metode action, kedua;  mengggali potensi anak semaksimal mungkin sejak dini, potensi apa saja, di berbagai bidang. InsyaAllah bila kedua poin di atas diterapkan, maka kita bisa menjadi negara yang kuat kepribadiannya, dan mempunyai potensi diri yang baik di berbagai bidang. InsyaAllah akan ada peraih nobel dari Indonesia nantinya. Aamiin YRA

Karena kejujuran sangat mahal di Indonesia, maka untuk manusia dewasa yang sudah bekerja di berbagai bidang, saya menyarankan ada metode yang diterapkan untuk semuanya ditempa menjadi pribadi yang jujur. Tanpa kejujuran semuanya akan berantakan. Korupsi adalah berawal dari ketidakjujuran, korupsi adalah musuh negara, akan menghambat kemajuan negara. Tampaknya mayoritas kita bangsa Indonesia, wajib mengambil pelajaran moral setara dengan kurikulum di SD di Jepang, karena di negeri Oshin ini, pelajaran moral sudah khatam (tamat) di SD. Jadi sangat malu kita pada anak anak SD di Jepang, karena moral mereka lebih baik dari moral manusia dewasa Indonesia (mereka) yang tidak jujur.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Jumiarti Agus
Ketua Internasional ACIKITA (www.acikita.org)
Pejuang perubahan sistem pendidikan Indonesia
Pendidik, peneliti, penulis dan pemateri.
Anak bangsa yang ingn Indonesia maju.
Kobe, 19 April 2019

Sunday, 10 March 2019

Terapi Air Hujan

Ternyata ketika cuaca diluar hujan bawaannya ngantuk? Ini jawabannya, namun ada hikmah lain dari hujan .. Maka janganlah mencela hujan, Allah sudah firmankan dalam QS. Al anfal : 11,

اِذْ يُغَشِّيْكُمُ النُّعَاسَ اَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْاَقْدَا مَ ۗ 

"(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)."

Selain itu dari firman di atas, menjadi alasan  moms untuk tidak khawatir anaknya hujan2an, karena ada faedah di dalamnya.  Coba lakukan terapi air hujan dengan meminum air hujan dan mandi hujan, Caranya sederhana, 15-20 menit setelah hujan turun, tampung air hujan yang turun dari langit dengan wadah. Tidak boleh menampung air cucuran hujan dari atap, karena air tidak lagi suci dan bersih, bisa jadi air sudah bercampur dengan karatan yang ada di atap. Lalu, minum dan gunakan juga air hujan itu untuk mandi.

Berikut ada testimoni salah satu pasangan yang mengikuti terapi air hujan ini :
"Saya dan pasangan sudah dua tahun lebih menikah dan belum memperoleh keturunan. Kami sepakat mencoba terapi air hujan. Ketika hujan, saya dan istri tidak hanya menampung hujan, kami juga mandi hujan berduaan dengan cara menaiki motor, tanpa helm dan berkeliling komplek. Cukup romantis kan?😁 Saya amati awan yang sekiranya akan turun hujan agak besar dan berlangsung agak lama. Lalu kami bersiap naik motor dan byur menyatu dalam hujan .. Dan alhamdulillah setelah menjalani terapi ini selama beberapa bulan istri saya hamil.

Allah tau seberapa besar niat kita dan seberapa besar upaya kita meraih sesuatu.  Ok! Semangat mencoba ..

Saturday, 2 March 2019

DAHSYATNYA SENTUHAN (HAPTIC)

Pengalaman ini didapat dari ruangan praktek Prof.Dr. Djauhar Ismail,SpA, MPH, PhD. di klinik tumbuh kembang RS Sardjito, dari  Ummu Nugtha.

Tidak lama saya berada di ruangan ini hanya sekitar 20 menit, namun luar biasa tamparan besar buat saya, karena kekurangsyukurnya saya, karena kesombongan saya, karena keterlenaan saya.

Ruangan klinik tumbuh kembang masih sepi hanya ada 3 pasien..

Sudut pandangan yang pertama, duduklah saya disamping seorang ibu yang sangat muda menggendong babynya yang sepertinya microchepaly (ukuran kepala kecil) yang artinya membuat perkembangan motorik anak menjadi terganggu, di usianya yang sudah 9 bulan, dia belum sanggup mengangkat kepalanya. Yang membuat saya kagum si ibu ini hanya datang sendiri tanpa suami dan keluarganya. Padahal dalam keadaan demikian saya yakin perempuan butuh laki-laki.

Di sudut pandangan sebelah timur, tampak seorang ibu yang sudah kelihatan agak sepuh sedang menitah anaknya. Ya, anak itu sudah berusia 5 tahun tapi belum bisa berjalan, menurut sang ibu (sebelumnya saya kira neneknya) anaknya terdiagnosa down syndrome. Dan lagi-lagi ibu itu hanya ditemani oleh anak perempuannya yang masih SMA.

Di sudut pandangan depan saya, seorang anak sedang di terapi speech delayed. Dia masih kesulitan dan malas bicara padahal usianya sudah 4 tahun. Hanya ada 2 kata yang selalu diucap yaitu mamah dan maem. Dan sekali lagi tidak tampak sosok laki-laki di dekatnya, hanya ada mamah dan neneknya.

Tidak berapa lama, beliau datang dan meminta saya ke ruangan dan tidak sampai 3 menit urusan acc ujian beres, selebihnya kami banyak berbincang. Penasaran saya tanyakan makna dan maksud beliau memajang gambar "FATHER'S TOUCH".

Penjelasan beliau panjang lebar yang intinya saat ayah memeluk, menyentuh sesungguhnya ia sedang mentransfer kemampuan dan kemandirian pada diri anak. Selain itu aspek yang sifatnya berani berinteraksi dengan figur otoritas yang dimiliki ayah.
Hmmmm....dalem sekali maknanya.

Beliau mengatakan,
" Coba, njenengan lihat di ruangan ini mana anak yang diantar ayah, kakek atau om atau pakdhenya?.." hehee iya juga ya.

Tak heran jika banyak anak perempuan yang dekat dengan ayahnya akan tumbuh sebagai pribadi yang tangguh. Tentu tak heran pula jika banyak para gadis kemudian berusaha mencari dan menikahi laki-laki pujaannya kelak yang memiliki sifat dan sikap seperti ayah yang dikaguminya.

Sedangkan pelukan dari ibu akan mentransfer sifat penuh kasih atau empati pada anak. Ibu itu figur afeksi, yang ketika anak sakit, ia akan memeluk anak maupun mengambilkan obat untuk anak. Anak yang sering mendapat pelukan ibu akan menjadi pribadi yang mudah memberikan kasih sayang atau rasa simpati kepada orang lain.

Ditilik dalam kehidupan nyata, ayah memang tak selalu intens dalam memberikan pelukan kepada anak.

Bisa jadi, ayah yang sulit memeluk dulunya juga mungkin jarang dipeluk....(ehmmmm.....)

Karena si ayah tumbuh dan berkembang jarang dipeluk, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya. Tetapi kalau ia biasa dipeluk, ia akan memeluk anaknya. Dalam penelitian yang dirilis dalam buku The Miracle of Hug, mengungkap bahwa pelukan orangtua kepada anaknya dapat membangun konsep diri yang positif, mengurangi emosi negatif seperti kesepian, cemas atau frustasi, serta meningkatkan kecerdasan otak, merangsang keluarnya hormon oksitosin yang memberikan perasaan tenang pada anak.

Dengan pelukan pula, anak akan merasa dicintai dan dihargai. Anak yang sering mendapat pelukan dari orang tuanya akan lebih efektif sembuh dari depresi, dan akan timbul rasa percaya dirinya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Bahkan, pelukan saat inisiasi dini, sesaat setelah bayi terlahir ke dunia, akan mentransfer sejenis mikroorganisme yang membuat daya tahan tubuh bayi semakin kuat.

Tak perlu khawatir dengan mitos yang mengatakan bahwa anak yang sering mendapat pelukan akan menjadi cengeng. Lupakan paradigma kalau anak saya laki-laki harus bermental kuat, kalau dipeluk-peluk nanti melempem.

Enyahkan pikiran kalau anak saya cuman perempuan satu-satunya ini, dengan didikan "kenceng" supaya dia mandiri tidak manja. Tegas, mandiri, kuat tidak harus dibentuk dengan kekerasan (verbal atau fisik sekalipun).

Banyak pakar yang sudah ber-quotion bahwa sentuhan dan pelukan orangtua kepada anaknya sungguh memiliki kehebatan luar biasa yang tidak dimiliki obat-obat ciptaan dokter di dunia.

Jadi, siapkan sentuhan dan pelukan terbaik untuk anak-anak tersayang. Minta maaflah dan istighfarlah sudah sering bertindak "kasar" kepada anak-anak.

Monday, 4 February 2019

MANIFESTASI KEINGINAN BIAR CEPAT TER REALISASI DALAM KACAMATA VIBRASI RASA

Oleh Lia Kurniawati


Setiap kita pasti punya keinginan apapun bentuknya dan kadang keinginan ini diucapkan secara sadar melalui lisan, dalam ritual doa, atau terbersit dalam hati. Sesuai judul manifestasi keinginan agar cepat terealisasi. Kata manifestasi adalah perwujudan jadi keinginan mewujud itu menjadi kenyataan, keinginan itu sesuatu yang ada di dalam, sedang realita adalah seuatu yang terjadi  di luar sedangkan manifestasi adalah proses dari dalam menuju realisasi.

Banyak dari kita berpikiran bahwa mewujudkan keinginan jalur perwujudan dari keinginan,  dari doa2 kita hanya satu jalur, jalur yang mungkin kita anggap reguler atau pada umumnya. Misalnya anda lagi sakit pengen sembuh, kalau jalur reguler ya sakitnya berkurang-berkurang dan berkurang langsung sembuh atau sakitnya hilang. Kasus lain ketika banyak hutang, bayar, bayar tiba-tiba tau tau udah lunas aja. Atau perhatian anda ingin umroh, anda sudah buka rekening tapi tak jua bertambah eh tau-tau ada rejeki nomplok langsung bisa pergi umroh.

Padahal jika kita mengamati dengan baik, ada jalur yang tidak banyak disukai oleh kebanyakan orang padahal jalur ini sering terjadi dan ini merupakan satu pilihan yang tidak bisa dihindari apabila kita menginginkan sesuatu dimana kita belum pantas. Biasanya akan diarahkan pada jalur ini bukan ke jalur reguler atau sama dengan ketika anda menginginkan sesuatu dalam berdoa kayak minta baju, misalnya anda minta baju ukuran XL sementara Tuhan melihat badan anda kecil, lain  karena kita tidak mau mengganti doa atau keinginan kita tetap memilih XL maka tidak ada opsi lain untuk  Tuhan mau tidak mau membesarkan badan anda supaya ukuran baju XL yang anda minta muat dipakai oleh anda. Atau sebaliknya permintaan baju kita ukuran S sementara tubuh kita gede, maka tidak ada pilihan lain bagi tuhan mengecilkan tubuh kita biar pas dengan ukuran bajunya.  

Keinginan itu kudu pas, keinginan itu seperti baju jadi kita kebesaran atau kekecilan, na ini kudu pas! ketika permintaan ini pas dengan kepantasan kita itu seperti badannya sesuai dengan baju yang kita pakai.   Tapi ketika anda meminta baju yang tidak relevan ukurannya, maka yang sering terjadi anda akan dipantaskan melalui jalur manifestasi non reguler atau jalur ekstrimisasi.

Jalur ekstrimisasi itu satu mekanisme atau manifestasi doa yang sedang di alami oleh orang tersebut itu di pentokin sampai titik maksimal baru akan berbalik pada sebuah jalur yang anda harapkan. Contohnya ketika anda punya utang kemudian minta dilunasi, misalnya
Ada dua jalur manifestasi (proses) keinginan atau manifestasi doa,
  1.       .   Ketika meminta kudu siap apa yang pantas dengan kita
  2.        .  Ketika menginginkan sesuatu maka kita akan dipantaskan dengan ektremisme kejadian-kejadian yang anda hadapi.

Tidak ada keinginan yang tidak didengar, tidak ada keinginan yang tidak dikabulkan oleh Allah semuanya diproses, semuanya dimasukkan dalam manifestasi hanya saja jalurnya tidak  selalu kita harapkan tapi bisa juga melalui jalur kepantasan. Intinya sabar dan ikhlas.

Sunday, 3 February 2019

GAGAL FAHAM, FIKSI YANG BERURUSAN DENGAN POLISI




Oleh : Lia Kurniawati

Fiksi dan non fiksi akhir-akhir ini mencuat begitu pongah di permukaan jagad daring hingga banyak program berita gosip membanjiri kontennya dengan berita ini. Padahal kedua kata ini sejatinya akrab dengan para penulis, editor, penerbit dan yang berkecimpung dalam dunia penulisan. Dulu sekali dan mungkin saat ini anak-anak di sekolah SMP-SMA mengenal juga. Ini salah satu pengalaman saya jaman SMP kayaknya, salah satu guru Bahasa Indonesia saat itu bilang  bahwa FIKSI itu akar katanya FAKTA. Jadi karangan penulisan FIKSI itu berdasarkan fakta-fakta yang ada. 

euh! entah karena sama-sama berawalan F sehingga pemahaman yang melekat di benak saya FIKSI itu sama dengan FAKTA. So, ketika seorang Rokky Gerung menyoal kitab suci itu Fiksi saya mengiyakan dengan asumsi di atas. Entah dia baca kitab suci yang mana? Quran, bibel, ataukah yang lainnya. Dan satu hal lagi awang-awang saya menyimpulkan kalau fiksi itu berkaitan dengan sastra dan sastra itu sudah pasti indah, dan tentunya Allah menyukai keindahan kan?! Contohnya banyak surat-surat yang Allah wahyukan dalam al Quran bernada indah seindah sastra. Ini saya kutip dari guru ngaji subuh saya KH. Uman Syahruman. Buktinya apa? Coba buka QS. Az-zalzalah pasti setiap akhir ayat akan berakhiran sama ... aha.

Idza zulzilatil ardu zilzaalaha, wa akhrojatil ardhu ashqoolaha .. kurang lebih saya simpulkan mirip pantun. Masih banyak keindahan sastra yang termaktub di dalam al quran.  Itu bukti bahwa Allahpun Maha epik dalam sastra. Dan fiksi-sastra dn keindahan sungguh suatu hal yang mengenyangkan, menyenangkan dan mengindahkan.

Ternyata kaget juga kenapa dari sebuah kata “Fiksi” lantas berurusan dengan polisi, bikin saya penasaran, lalu saya googling apa itu Fiksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), oalaaah ternyata saya sewaktu SMP gagal faham kah ataukah guru yang mengajar salah menyampaikan?!  Menurut KBBI, Fiksi itu ternyata fiktif alias cerita karangan (roman, novel dsb), rekaan, khayalan, tidak berdasarkan fakta, atau pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan dan pikiran.

Hmm .. menurut tokoh yang mendadak viral itu “Kitab suci itu fiksi ...” patut ditelaah atau dipertanyakan beliau itu sudah baca kitab suci apa, sehingga dapat menyimpulkan bahwa kitab suci itu fiksi? Jangan-jangan dia nggak baca kitab suci al quran? Artinya mengapa dia bisa menyimpulkan bahwa kitab suci itu fiksi, karena apa yang ada dalam benak kita sebagian besar merupakan hasil dari membaca. Dan bisa jadi dia berkesimpulan begitu jangan-jangan dia membaca kitab suci yang lain selain al quran atau persisnya tidak membaca kitab suci al quran. 

Ahli filsafat Indonesia menyampaikan bahwa pemahaman filsafat sebenarnya masih rancu untuk dikategorikan ke ranah yustisi (hukum), karena  filsafat berkaitan dengan penembangan pemikiran dan masing-masing orang berbeda sudut pandang, berbeda menafsirkan.  
Bahasan selanjutnya untuk kata non fiksi, ternyata tulisan bergenre ini adalah berkategori non fiktif artinya berdasarkan fakta contoh luaran sastranya cukup banyak dijumpai salah satunya artikel jurnal ilmiah, skripsi, tesis, atau disertai. Selain itu banyak buku-buku non fiksi populer lainnya sepeti bibliografi seseorang, feature, buku pelajaran dll.

Jika kisah seseorang di tulis dalam bentuk novel lalu bergenre fiksi ataukah non fiksi?
Contoh novelnya Laskar Pelangi .. yang bisa jawb sila isi di kolom komentar ya.
Jadi simpulannya bahwa ketika kita bercelotehpun sudah seharusnya kita paham apa yang sedang dibicarakan, kemudian tidak salah menafsirkan. Sang penafsirpun sesungguhnya sedang mengemukakan data-data yang sudah terinput sebelumnya. dan intinya setiap individu bebas menafsirkan namun sepakati bersama simbol-simbol atau tanda-tanda yang dikomunikasikan agar potensi “berseberangan pendapat” mampu diminimalisir..

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...