Thursday, 1 March 2018

SEMUA ADA MASANYA

"Demi masa, demi waktu sesungguhnya manusia berada dalam kerugian".  Orang bilang tidak ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu, namun saat ini terlambat sedikit saja konsep, ide dan pergerakkan pasti di samber orang. Lalu bagaimana nasib dan ide kita? Sesekali terhempas jika saja tak bersegera.

Ketika kita masih memikirkan pergerakkan apa yang akan dilakukan, diluaran sana ide yang sama sudah muncul dan lebih dulu bergerak. Contohnya baru saja kemarin memahami konsep Internet marketing, tuts-tuts jari masih meraba-raba googling tentang itu eehhh taunya hari ini perubahan besar siap menghadang dengan hadirnya DIGITAL DEVELOPMENT.

Apa itu?

Sedikit gambaran bahwa pekerjaan yang dahulu berkerah biru, memakai sepatu necis mengkilap, dibawah naungan kantor yang mentereng gagah berdiri mencakar langit dan kini semua itu sudah mulai terkikis.

Banyak perusahaan start up, berkantor keroyokan dalam satu gedung hanya satu space lahan 1x1 meter  persegi, berbekal laptop dan jaringan internet bisnis sudah dapat dijalankan.

Apa perlu kemeja berkerah?
Sepatu bersemir licin?
Dan setumpuk berkas?

Sudah tidak jamannya lagi ..
Mau ber UKM, mau Bermitra, mau bermarketing cukup siapkan ketahanan jari jemari anda dan buka mata serta telinga siap bergerak kemanapun anda suka. Atau bahkan mau berinvestasi saham sampai bitcoin pun ada.

Selamat datang di Era Digital Development?!

Satu perusahaan bisa di bangun beranak pinak hanya mengandalkan sebuah laptop, satu pergerakan dengan mengerahkan massa pun hanya mengandalkan jari anda.

Masih perlu toa? Oh tidak ..

Wednesday, 28 February 2018

Postinganmu = Derajatmu


Apa yang anda posting mampu menaikkan/menurunkan derajat anda. Rupanya urusan catat mencatat! bukan cuma urusan "taik pensil" saja tapi hal ini sudah ada dari sononya! Darimana cobaaa ... 🙇

Terdapat satu kitab (album catatan) tentang segala kejadian manusia di muka bumi, orang per orang .. One by one dari mulai ia masih di surga hingga ia mencicipi indahnya dunia sampai perjalanan hidupnya hingga matinya. Ialah dia tercatat dalam kitab Lauhul Mahfudz ..

Pikiran kita akan membentuk satu image tertentu melihat, mengamati apa-apa saya yang terlihat baik itu melalui interaksi langsung ataukah melalui media. Pola-pola postingan, pola bertelpon, pola membalas pesanpun akan mencirikan karakter yang mewakili "diri" anda seutuhnya.

Catatan inilah yang otomatis terekam sebagai stereotype karakter anda pada lawan bicara, pengamat atau bahkan pengagum anda. Tak lupa termasuk teman dekat dan tetangga anda.  Di era media sosial .. Sangat mudah mengenali karakter anda dari cara memposting, cara menulis, bahkan cara berkomentar.

Inilah hantaran-hantaran yang mempersembahkan anda seutuhnya yang seolah berkata "ini lhoo gue". Katrol derajat anda, kontrol pula postingan anda ..

Kontak "REHE"

Beberapa waktu lalu saya kenalan dengan seorang pria paruh baya, dalam satu acara konvoy bersama menuju markas kopassus termasuk mobil saya bersama teman .. Tetiba dalam perjalanan ada beberapa orang yang berkerumun minta nebeng ke rombongan menuju tempat acara. Pembina rombongan lalu turun dan meminta mobil2 dibelakang turut mengangkut mereka2 ini.

Hasilnya kerumunan orang2 itu terurai dan terbagi, dan kemudian terangkut oleh beberapa mobil di depan saya dan terakhir pria tersebut diatas yang nebeng di mobil saya.

Berhubung mobilnya dipakai untuk pribadi, saat itu jok baris kedua penuh barang, termasuk make up, handuk dan alat mandi yang terserak disana .. Untungnya bra dan underware nyungseb di bagian dalam ransel 😂😛Maklum abis ngetrip jarak jauh. Toteeett! Skip skip ...😛

Lanjut ngobrol, bapak ini sepanjang jalan jaim (jaga image) banget bukan namanya jaim yah .. tapi dalam perjalanan sempet bertukar nomor whatsapp karena beliau ini menyebutkan salah satu bisnisnya. Saya pikir bisa lah diajak kerjasama. Sekira 20-25 menit nyampe TKP. Lanjut berpencar dengan masing2 kepentingan mengikuti acara.

Acara berlangsung sampai saya dan teman pamit duluan untuk pulang, dan tahukah anda rupanya saya beranjak dari tempat itu menjadi perhatian bapak tadi hingga saat sudah duduk di mobil saya dapet whatsapp dari bapak itu. Konfirmasi saya pamit pulang duluan ..
Saya balas apa adanya .. Dan cuuuzz mobil meluncur menuju sate maranggi bu haji Yetti.

Selepas itu, belum lepas nyampe rumah whatsapp bapak yang tadi jaim pun segera memenuhi notif hp .. Saya sedikit mengernyit dahi, hingga ia pun tak segan untuk ngewhatsapp di jam tidur dengan rangkaian kalimat yang panjang dan banyak. Terkadang kalimatnyapun mengharuskan saya baca berulang kali untuk mencerna maksud dan arah pembicaraannya.

Awalnya saya layani karena saya pikir bisa jalin silaturahmi dan ber jejaring bisnis. Namun koq lama kelamaan saya merasa risih, koq ada seorang laki-laki yang terlalu peduli dengan kehidupan orang yang baru dikenalnya.

Berhubung beliau ini sdh masuk kontak saya  hasilnya status sayapun bisa terbaca olehnya. Lain halnya jika kontak bapak ini tidak saya simpan maka update status dan profil sayapun takkan muncul di whatsappnya. Karena memang disetting begitu 🙏
Profil dan update status saya sengaja saya setting dan share untuk orang-orang yang masuk kontak saja.

Hingga comment foto profil pun ia lakukan, terakhir sebelum saya delete kontaknya, mengirimkan whatsappnya panjang banget .. Entah cerita tentang apa yang jelas dia mengirimkannya saat saya akan tidur dengan beberapa kali kirim pesan.  maaf pak .. Saya abaikan .. Aslinya saat itu nguaantuknya poll ..

Dan sudah 2 hari ini whatsapp nya menghilang bukan sengaja saya blok tapi mungkin status dan profil saya ngga kliatan jadinya nggak punya topik pembicaraan untuk dikomentari. Sengaja saya lakukan guna menghindari pikiran jahil dari para PK (Penjahat Kelamin)😜

So .. Apa yang saya alami, saya lakukan semoga dapat menginspirasi anda bahwa terkadang ketika kita berpikiran baik .. Orang-orang diluar sana belum tentu punya pemikiran yang sama.

Saya teringat salah satu penelitian bahwa, rata-rata pria di seluruh dunia standarnya hanya menggunakan media sosial sebesar 10% dari populasi wanita. Jadi patut dicurigai ketika seorang pria terlalu "over" menggunakan media sosial apalagi untuk sekedar selfi2 dan mengomentari hal-hal yang bukan laki banget!

Penelitian lainnya, bagi anda kaum peuyeumpuan termasuk sayah .. Jangan kesal dan jengkel ketika anda chat dengan pria anda ia akan menjawab seadanya, singkat bahkan cuma di read doank karena penelitian psikologi bilang pria akan lebih senang mendengar suara anda atau bahkan melihat anda secara visual bukan ocehan anda yang terpapar nyata dalam alphabeta 😂

Selfi, update status dan komen-komen an untuk kaum saya siih wajaaarr asal jangan OD (Over Dosis) juga sih .. pemakluman ... Yeee .. 😅

REZEKI dan SYUKUR

Satu-satunya jalan keluar agar ditambahkan REJEKI ialah dengan "bersyukur". Apa sih syukur itu?

Penjabarannya, ketika kita diberikan badan yang indah dengan kulit mulus sampai lalat aja kalau hinggap pasti "tisoledat" 😂😛 itu caranya dengan dirawat, mandi, pake handbody, parfume dan perawatan lainnya semisal lulur, spa dll dach.

Maka tidak heran, ketika orang cantik kemudian rajin keluar masuk salon dan klinik kecantikan yang nampak ialah body nya makin cantik, dompetnyapun makin menarik .. Menarik duit maksudnya.

Kenapa bisa gitu ya?

Karena, "alam raya membaca kebutuhan" kita. Ketika kita merasa butuh keluar masuk salon kecantikan maka gimanapun caranya pasti ada saja rezekinya. Itu baru dari satu bentuk syukur lho. Cuman merawat body doank. Coba kalau syukurnya banyak pasti banyak pula rezekinya.

Lanjut contoh syukur yang lain, misalnya bersyukur ketika punya rumah dirawat, dibersihkan, dicat dan bentuk2 perawatan  lainnya. Maka tidak mungkin alam raya menyediakan rumah lain untuk anda rawat, entah itu melalui cicilan kredit alias ngutang,  beli cash ataukah dengan cara  lainnya syukur2 dapet doorprize hadiah rumah. Wkwkwkwk ..

Ketika punya anak, bentuk syukurnya gimana?
Dididik, dipenuhi kasih sayangnya dan dicukupi kebutuhannya bukan tidak mungkin akan diberikan anak lagi dan lagi ..  ada jargon "Banyak anak banyak rezeki". Karena banyak rezeki ini bisa jadi dari rasa syukur yang terpanjat dari bagian terdalam hati anda.

Simpulannya jika kita pandai bersyukur dari satu item saja .. Maka ia akan terpenuhi dan terus bertambah.

Lantas ada pernyataan dari bapak bapak, jadiii kita mesti syukuran donk punya istri satu! Biar nambah lagi ...

Wadeuh! Kalo yg ntu mah saya ga bisa jawab pak .. 😁😁

Dynamis dan Statis VS Old and Now

Anak-anak jaman now! Sebutannya anak milenial, karakter anak-anak generasi milenial ini cenderung jauh dari kata 'serius'. Lihat aja cara berpakaian mereka kadang tabrak lari jauh dari kata miss match .. Kalaupun ada yang matching dari atas sampai bawah berwarna senada kelihatan too old alias terlaku tuwwiiirr ..

Sepatu cats, dress middi, pake kacamata entah itu min ataukah kacamata gaya nenteng tas nya bisa jadi ransel ataukah leather. Simple, casual dan style mereka ada dimana-mana termasuk kondangan misalnya.

Celana cingkrang alias ngatung, jaman old mah malu cyin pake celana ngatung kesannya kalo pake celana ngatung tu ngga ke beli celana baru .. 😎
Jaman old, kalau mau kondangan mesti dresscodenya celana atau rok bahan kain atasannya kemeja ataukah kebaya atau baju kain dach lhaa sekarang kondangan pake jeans t'hirt, sepatu cats tutup pake blazer jadi dach!

Ngga ada yang abadi, yang abadi hanyalah "PERUBAHAN" ia akan bergerak terus menerus  terkadang mengikuti selera ataukah gaya. Gaya hidup jaman now sudah tak bisa lagi orang nunggu duduk diam lalu menjadi penonton, pergerakkan dan perubahan selalu dimulai detik ini juga.

Saya terkadang masih termangu, eeh taunya murid saya sudah berlari ke tawang mangu. Ckckck .. Iki piye .. Piye iki! 😂

Dulu mengenal dan melafalkan kata statis dan dynamis aja suussssah! Karena memang realitanya bergerak lamban. Hingga statis dan dynamis tak teraplikasi. Hingga sekat perbedaan tipis namun sekarang jika orang hanya mampu berdiam diri maka ia takkan hidup.

Dynamislah, selagi anda dan saya punya senyum yang manis dan tetap optimis.

GOCAR, PELUANG dan PERAN AYAH

Semalam, pulang dari kampus sekira pukul 20.00 Waktu Indonesia bagian Barat. Saya order gocar. Bukan suatu kebetulan dapet driver yang ramah, sepanjang jalan dari sedari saya duduk di jok belakang sampai saya turun kita ngobrol panjang kali lebar .. Luaas 😛.

Sapaan 'assalamualaikum' begitu naik mobilnya menyapa saya, pun begitu saat saya turun drivernya mendahului memberikan salam santun. Sosok drivernya itu seorang bapak dengan anak 3 yang masih kecil-kecil duduk di kelas 5-4 dan 3 waah repeet banget ya jaraknya, its okay wae laah .. Bapak inipun cerita ngga bisa nambah anak ke 4 karena proses lahiran ke-3 anaknya di caesar menyayangkan dan membandingkan katanya kalau di Arab sana perempuan yang melahirkan sudah 3 kali caesar masih bisa mendapatkan anak ke-4.

Tapi saya bayangkan, ngilu juga tu perut di belek-belek sampai berkali-kali!

Anyway .. Saya pikir, faktor culture dan perubahan fisik menentukan juga. Orang sana kan guede-guede fisiknyapun kuat-kuat dan itu bisa jadi berpengaruh pada sistem jaringan tubuh kita juga. 

Topik pembicaraan beralih menyoal
Kesempatan berpenghasilan semenjak ada gocar, beberapa orang pria yang sempat ngobrol dilain kesempatan pun berbicara demikian bahkan bisa dijadikan nafkah anak istri.

Keren juga ya ..

Ngga lagi promo soal gocar, tapi yang saya amati dari obrolan semalam beban laki-laki sungguh besar, harus menafkahi istri, anak dan ibunya. Maka benar kata Allah kaum mereka dilebihkan rezekinya daripada kaum yang lain.

Oiya, bapak driver yang semalam itu "kaum urban" dari wilayah Ciwidey.  yaa ... sekira perjalanan 2 jam an ke kota Bandung. Demi anak istri dia ambil cicilan kredit mobil dan kalkulasi perbulannya nyampe 12 jutaan .. Bisa untuk nyicil mobil dan masih bisa ngisi perutnya dan anak istrinya. Semoga berkah ya paak .. Aamiin.

Meski rela pulang seminggu sekali, tinggal dan tidur di "hotel Calya" !! Kaget juga saya waktu denger dia tidur di hotel keren bener ya seorang driver bisa nginep di hotel tiap malem sedang rate harga hotel di Bandung ngga ada yang murah minimal 250-350 ribuan lah permalam itupun kelas melati.

Eeeh taunya, dia nginep di mobilnya dalam seminggu! Alias mobil calya itu tadi ... Euwh! Beraaat ... Berat kalo buat saya .. Tapi ya salut perjuangannya pak, moga lelah yang didasari Lillah menjadi berkah.

Masih banyak sih obrolan kita semalam, topiknyapun menarik soal KIR lah, soal curhatan seorang ayah yang pengen banget bantuin anaknya ngerjain PR lah .. Dan lain lain
Cuma sayangnya saat nulis ini waktu menunjukkan pukul 06.37 waktunya saya jadi ojek nya si bungsu nganterin sekolah ngikutin TO hari terakhir .. Moga dimudahkan ya nak, aamiin ...

Undur pamit dulu mas bro ..
Next time nyambung!
Thanx for reading 😉

Tuesday, 27 February 2018

WASPADA ITU PERLU

Kelakuan orang baik, yang positif thingking biasanya ia akan lost dengan hal-hal yang "mengancam" dirinya karena dasar berpikirnya adalah "positif thinking". Segala perubahan perilaku orang-orang yang datang dan pergi dalam kehidupannya dapat dipastikan dilihatnya dari sudut pandang "baik".

Berpedoman pada salah satu ayat ini,

"Allah menciptakan manusia, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kalian saling mengenal".

Saya persepsikan bahwa berpositif thinking itu memang baik namun akan lebih baik jika "kita" sudah berbekal dengan bermacam pengetahuan tentang pribadi-pribadi yang "berpikir negatif", "azas manfaat" dan bagi perempuan harus dapat mengenali gejala-gejala perilaku orang lain seperti misalnya bagi anda seorang perempuan wajib membekali pengetahuan mengenali laki-laki berhidung zebra!

Sepertinya ini beberapa contoh kriterianya :
Pola laki-laki seperti ini biasanya ahli dalam mengintai mangsanya, dengan retensi komentar pada setiap postingan, rajin mengomentari perubahan Display Profil anda serta frekuensi dan jam-jam potensial chatting yang tak semestinya.

Jika ini ada pada teman dekat anda yang "dadakan" sok akrab, segera ambil langkah seribu atau jika terlanjur merasa tidak enak blokir saja!.

Macam orang "baik" itu beragam bisa jadi kebaikannya tulus, ikhlas ataukah hanya sekedar menyenangkan hati orang lain.

PERSONAL BRANDING

Ini .. Akan semakin mudah di era jaman milenial saat ini. Bukan tidak mungkin seseorang akan terkenal kemudian disukai dan diangkat ke public tanpa melalui tahapan-tahapan keikut sertaan ajang kompetisi hanya bermodal jempol.

Oiya, saya kenalkan dulu apa itu "personal branding" kalau bahasa saya ketika ketemu anak-anak mahasiswa jurusan penyiaran, itu "jual diri". eeeits! Tunggu dulu, bukan jual diri yang simatupang ya .. Tapi jualan soft skill kompetensi diri makasudnya.

Untuk personal branding, "melabeli diri" sendiri saat ini sangat mudah sangat bisa di akses siapapun, kapanpun dan dimanapun. Ini tips personal branding yang saya sarankan :

1. Update setiap kegiatan kamu yg berkaitan dengan salah satu kompetensi yg jadi andalan kamu. Misalnya nge MC, jalan-jalan, jajan atau apapun itu.

2. Miliki semua media sosial supaya bisa menyisir semua segmen. Misal : LINE dan Instagram utk segmentasi ABG, facebook utk segmentasi ibu-ibu dan bapak. Dll .. Jajal aja semua.

3. Pastikan frekuensinya teratur dan kontinyu
Ngga usah takut dibilang baperan atau galauan kalo sering update status atau gonta ganti DP. 😬

4. Asah skill kamu biar lebih mumpuni, jadi ketika kamu udah mulai terkenal ngga malu-maluin diri.

5. Coba berbagai kemungkinan dengan mengikuti ajang yang akan menjadi "kendaraan" kamu naik level from hero to zero.

Nanti lanjut di part ke-2 ya ..
Mau presentasi dulu ... Bye 😘

TOLOK UKUR NILAI KEHEBATAN SESEORANG

Ini menjadi bahan inspirasi saya, dan sebetulnya inspirasi datang darimana-mana termasuk teman ngobrol, teman baru atau malah teman sekasur anda .. Ahihiw.

Saya ketemu dengan seorang anak, bukan kecil lagi tapi bagi saya dia adalah anak karena usianya terpaut sangat jauh. Hanya badannya saja yang serupa dengan saya hingga jika jalan bareng disangka partner kerja. Bongsooor kalo orang bilang hehee .. Sebut saja dia ABG.

Bagi orang yang belum kenal betul, style untuk memengaruhi orangnya bisa diacungi jempol tapi bagi saya karena sudah faham kredibilitasnya maka setiap apa yang dia bicarakan tidak berdampak apa-apa malah justru selalu ingin saya buktikan.

Satu waktu, ia berteman dengan orang baru dan orang ini "menurut" ABG sangat hebat dalam mempresentasikan dalam pekerjaan selalu menjadi orang pertama yang dihubungi, kerjanya nyantai hanya "SIMATUPANG", Siang Malam Tunggu Panggilan.
Waah keren pokoknya kata ABG. Dan bukan kebetulan orang yang dia bicarakan ini saya mengenalnya juga, satu waktu saya minta dia untuk mempresentasikan sesuatu dan ternyata hasilnya jauh dari kata "mencengangkan", bahkan pola interaksi, pembuatan power point pun jauh dari kata standard.

Ok .. Tidak bermaksud untuk melihat sisi negatif seseorang, hanya mengambil contoh kasus bahwa kriteria penilaian / bobot nilai sesuatu tidak berlaku secara umum pada setiap orang. Ada hal-hal tertentu yang menjadi tolok ukur/standar nilai yang berlaku untuk dirinya sendiri. Semisal dari contoh kasus diatas penilaian "kehebatan" seseorang di mata ABG tidak berlaku untuk saya .. Jika saja seseorang itu hebat ia akan mampu membuat saya tercengang.

Standar nilai setiap orang dipastikan berbeda dilatar belakangi faktor pengalaman, pendidikan dan pola pendidikan dan pergaulan dari keluarga inti.


ANTARA HP dan KEHIDUPAN NYATA

Kehadiran media sosial dipermudah dengan berbagai aplikasi live nya, mulai dari facebook, instagram dan media sosial lainnya semakin memudahkan orang untuk mengenal orang lain merasa dekat, kenal dan terkoneksi langsung.

Beberapa keuntungan bermedia sosial itu yang sudah saya sampaikan di atas. Namun jika dilihat dari sudut pandang "Self Development Management" semua yang nampak di media sosial sejatinya tidak sepenuhnya menampakkan kehidupan seseorang. Karena tidak mungkin kita akan berbagi setiap sekuen kehidupan kita mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.

Sekuen-sekuen kehidupan yang dibagi untuk dinikmati jagad maya bisa jadi merupakan letupan-letupan prestasi kecil maupun besar, ataukah hanya sekedar menampakkan suasana hati secara tentatif.

Sensasi perjalanan kehidupan manusia akan lebih dapat dinikmati secara real life, bukan dari layar hp anda. Saya malah pernah berwacana dengan teman apa-apa yang terjadi di media sosial yang sedang viral justru pada kenyataannya semua adem ayem tak nampak hujat-hujatan yang nampak di layar datar.

Jadi dampak layar hp anda, tak seperti yang orang-orang bayangkan, bahkan masih banyak orang yang menghargai kehidupan nyata daripada hanya memandangi  dan berinteraksi dengan layar datar. Laman survey mengatakan bahwa masih terdapat 49 % manusia di dunia yang enggan bercengkrama melalui media semu.

Berinteraksi, bersosialisasi dan terkoneksi dalam hidup adalah suatu pilihan .. Masih banyak hal-hal yang tak bisa terungkap jika hanya memandangi, baper dengan layar datar hp anda ataupun saya. Selamat memilih  .. #bukan sesi pilkada 🙏

Monday, 26 February 2018

Mau, dan Bisa

Haduh .. Saya nulis ini yang ke-3 kalinya, tadi prolognya tentang suasana kampus dan sekarang suasana malam jelang tidur tapi saya sempatkan untuk menulis menyoal yang sesuai judul "Mau dan Bisa".

Meskipun mata lelah, dan sepertinya kalo di ajak ngobrol akan menolak karena sudah tidak mood tapi karena saya niat menuliskan ini artinya saya "mau" melakukannya dan lalu akan berubah menjadi "bisa" terealisasi.

Ini menjadi satu contoh dimana
persepsi mau dan bisa melakukan sesuatu memang langkah awalnya dari kemauan disusul dengan kemampuan lain yang menunjang hingga terbentuklah kata bisa.

Jika saja saya mau menerima tawaran menjadi kepala biro media massa di salah satu provinsi Jawa Tengah tentu saya bisa melakukan apapun dengan jabatan tsb. Namun dikarenakan saya tidak mau .. Alhasil saya ngga bisa menduduki jabatan tersebut.

Yang saya amati, dan mahasiswa saya tadi dikampus memang nyata adanya, ketika seseorang mau melakukan sesuatu maka itu bisa terjadi. Seperti contoh lainnya, ketika kita mau traveling tentu bisa saja terjadi.

Karena, tanpa disadari bahwa semesta akan menghantarkan molekul2 keinginan anda menjadi bisa dilakukan. Contoh lain banyak ...silahkan anda explore dan lihat apakah kemauan yang kuat akan melahirkan sesuatu BISA terjadi?!

Saya tungu jawaban anda ...

Contoh kasus yang lain, ketika laki2 memutuskan untuk menikahi perempuan dasarnya ialah "Mau" untuk menikah lalu yg terjadi kemudian yaitu perempuan tsb bisa menjadi pilihan ..

Bagi yg jomblo part ini di skip aajaaaajhj

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...