Beberapa waktu lalu saya kenalan dengan seorang pria paruh baya, dalam satu acara konvoy bersama menuju markas kopassus termasuk mobil saya bersama teman .. Tetiba dalam perjalanan ada beberapa orang yang berkerumun minta nebeng ke rombongan menuju tempat acara. Pembina rombongan lalu turun dan meminta mobil2 dibelakang turut mengangkut mereka2 ini.
Hasilnya kerumunan orang2 itu terurai dan terbagi, dan kemudian terangkut oleh beberapa mobil di depan saya dan terakhir pria tersebut diatas yang nebeng di mobil saya.
Berhubung mobilnya dipakai untuk pribadi, saat itu jok baris kedua penuh barang, termasuk make up, handuk dan alat mandi yang terserak disana .. Untungnya bra dan underware nyungseb di bagian dalam ransel 😂😛Maklum abis ngetrip jarak jauh. Toteeett! Skip skip ...😛
Lanjut ngobrol, bapak ini sepanjang jalan jaim (jaga image) banget bukan namanya jaim yah .. tapi dalam perjalanan sempet bertukar nomor whatsapp karena beliau ini menyebutkan salah satu bisnisnya. Saya pikir bisa lah diajak kerjasama. Sekira 20-25 menit nyampe TKP. Lanjut berpencar dengan masing2 kepentingan mengikuti acara.
Acara berlangsung sampai saya dan teman pamit duluan untuk pulang, dan tahukah anda rupanya saya beranjak dari tempat itu menjadi perhatian bapak tadi hingga saat sudah duduk di mobil saya dapet whatsapp dari bapak itu. Konfirmasi saya pamit pulang duluan ..
Saya balas apa adanya .. Dan cuuuzz mobil meluncur menuju sate maranggi bu haji Yetti.
Selepas itu, belum lepas nyampe rumah whatsapp bapak yang tadi jaim pun segera memenuhi notif hp .. Saya sedikit mengernyit dahi, hingga ia pun tak segan untuk ngewhatsapp di jam tidur dengan rangkaian kalimat yang panjang dan banyak. Terkadang kalimatnyapun mengharuskan saya baca berulang kali untuk mencerna maksud dan arah pembicaraannya.
Awalnya saya layani karena saya pikir bisa jalin silaturahmi dan ber jejaring bisnis. Namun koq lama kelamaan saya merasa risih, koq ada seorang laki-laki yang terlalu peduli dengan kehidupan orang yang baru dikenalnya.
Berhubung beliau ini sdh masuk kontak saya hasilnya status sayapun bisa terbaca olehnya. Lain halnya jika kontak bapak ini tidak saya simpan maka update status dan profil sayapun takkan muncul di whatsappnya. Karena memang disetting begitu 🙏
Profil dan update status saya sengaja saya setting dan share untuk orang-orang yang masuk kontak saja.
Hingga comment foto profil pun ia lakukan, terakhir sebelum saya delete kontaknya, mengirimkan whatsappnya panjang banget .. Entah cerita tentang apa yang jelas dia mengirimkannya saat saya akan tidur dengan beberapa kali kirim pesan. maaf pak .. Saya abaikan .. Aslinya saat itu nguaantuknya poll ..
Dan sudah 2 hari ini whatsapp nya menghilang bukan sengaja saya blok tapi mungkin status dan profil saya ngga kliatan jadinya nggak punya topik pembicaraan untuk dikomentari. Sengaja saya lakukan guna menghindari pikiran jahil dari para PK (Penjahat Kelamin)😜
So .. Apa yang saya alami, saya lakukan semoga dapat menginspirasi anda bahwa terkadang ketika kita berpikiran baik .. Orang-orang diluar sana belum tentu punya pemikiran yang sama.
Saya teringat salah satu penelitian bahwa, rata-rata pria di seluruh dunia standarnya hanya menggunakan media sosial sebesar 10% dari populasi wanita. Jadi patut dicurigai ketika seorang pria terlalu "over" menggunakan media sosial apalagi untuk sekedar selfi2 dan mengomentari hal-hal yang bukan laki banget!
Penelitian lainnya, bagi anda kaum peuyeumpuan termasuk sayah .. Jangan kesal dan jengkel ketika anda chat dengan pria anda ia akan menjawab seadanya, singkat bahkan cuma di read doank karena penelitian psikologi bilang pria akan lebih senang mendengar suara anda atau bahkan melihat anda secara visual bukan ocehan anda yang terpapar nyata dalam alphabeta 😂
Selfi, update status dan komen-komen an untuk kaum saya siih wajaaarr asal jangan OD (Over Dosis) juga sih .. pemakluman ... Yeee .. 😅