Saturday, 30 December 2017

Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari

Pencetus pribahasa lama yg satu ini keren bener ya. Pandangan pendahulu2 kita punya perspektif yang luas ternyata. Pribahasa lahir dari sebuah realita terhadap fenomena yg sedang dan akan terjadi.

Dari pribahasa tsb, jika kita lihat dari sudut pandang positif, ngga usah dilihat dari sudut pandang nehatip .. 😉 jika dilihat dari sudut pandang nehatip mah gampang, udah fitrah manusia lihat satu kesalahan pasti akan nampak diantara ribuan kebaikan.

Positifnya begini, awalnya persepsi saya si pencetus pribahasa ini ibu guru bukan pak guru .. Tapi pak gurupun dalam adab islam semestinya kencing pun disunahkan untuk tidak berdiri toh! Hehee 😬 Namanya juga pribahasa bukan makna sebenarnya hanya sekedar kiasan.

Sedikit flashback, ajaran sopan santun jaman baheula mampu mendidik manusia2 jaman old, etika dan attitude benar2 dipake, Ketemu guru pun rasa malunya setengah mati, tapi jaman now murid ketemu guru bukan lagi dach! , malah terkesan kepalang ajar. Becandain guru udah bukan hal tabu.

Dimana letak benarnya?
Semua benar dalam persepsinya, dalam masanya, dalam zamannya tapi bukan berarti membenarkan kebiasaan yang tidak benar. Soal etika, attitude adalah sesuatu yang membudaya. Ketika suatu kebiasaan dilakukan secara terus menerus lama kelamaan budaya lama yang dalam sudut pandang baik dan agung akan tergeser dan berlari seperti kencing yang terbirit-birit.

Baikkah itu?
Jawabannya ada pada nurani setiap kita. Anak-anak jaman now yang "kekinian" mungkinkah hasil didikan Guru yang "kencing berdiri"?.

Ah rasanya kalau menyudutkan "guru" rasanya hati nurani saya ngga terima juga, hiks!!  rupanya terlalu kompleks banyak faktor pendukung disana sini.

Balik, kita bahas pribahasa ini dari perspektif positif ya .. posisi guru baik ibu atau bapak guru jaman old mampu menempatkan diri bahwa manusia hasil didikannya akan mampu mengembangkan diri jauh melampaui apa yg ia contohkan. Berbagai peran guru bisa jadi sebagai pendamping, pendorong, dan peran informan.

Beliau2 sudah mampu meramalkan masa depan akan seperti apa murid2 nya kelak, perkembangan teknologi yg kita nikmati saat inipun hasil dari "guru kencing berdiri" bukan .. Makanya muridnya bisa "kencing berlari".

Gurunya keliling Indonesia aja belom, nah muridnya udah keliling dunia .. 😅😄 tapi ngga usah diragukan lah kalo soal pengetahuan, bisa didapat dari jejak jejak lisan dan tulisan (bukan ngeleees ... 😬)

"Tut wuri handayani, mendorong dari belakang".. Hhmm, posisi guru yg ada di belakang? Sepertinya mesti ada yg dirubah ni jangan sampai posisi guru yg selalu ada di belakang, ngedorooong terus, dibelakang! terus kapan di depan nya? Hehee .. Terbelakang secara materil maupun non materil.

Ah semoga mindsett tut wuri handayani, dimaknai luas dalam segala hal.

Saturday, 12 August 2017

Johannes Marliem Saksi Kunci e-KTP Meninggal Dunia

Saksi kasus e-KTP Johannes Marliem meninggal dunia. KPK belum mengirimkan tim ke Amerika Serikat, tempat Marliem diketahui tinggal.

tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mendengar kabar meninggalnya salah satu saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP Elektronik (e-KTP) Johannes Marliem di Amerika Serikat. Meski begitu KPK belum mengirimkan tim ke Amerika Serikat tempat Johannes tinggal. 

“Belum kirim tim ke sana. Kami masih dalami,” kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief saat dihubungi tirto, Jumat (11/8).

Laode tak mau banyak berkomentar saat ditanya tentang signifikasi kesaksian Johannes dalam mengungkap kasus korupsi e-KTP. Ia beralasan hal itu bagian dari proses penyidikan. “Ia saksi, tapi saya tidak bisa disclose (membuka),” ujarnya.

Laode juga menolak berkomentar saat ditanya soal bukti-bukti apa saja yang didapat KPK dari kesaksian Johannes. “Sudah itu dulu ya,” katanya.

Marliem adalah provider produk Automated Finger Print Identification Sistem (AFIS) merek L-1 di proyek e-KTP. Surat dakwaan Irman dan Sugiharto mencatat Marliem diduga menikmati duit korupsi e-KTP senilai 14,88 juta dolar AS dan Rp25,24 miliar. Marliem juga tercatat sebagai salah satu dari Tim Fatmawati.

Nama Marliem sempat disebut dalam persidangan kesembilan kasus korupsi e-KTP, Kamis (13/4/2017). Dalam persidangan itu saksi Tri Sampurno mengungkapkan salah satu pengusaha penyedia barang di proyek tersebut pernah membiayai kepergian dua staf Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ia bersama dan Husni Fahmi ke Florida, Amerika Serikat untuk mengikuti seminar Biometric Conference dengan biaya dari pengusaha Johannes Marliem. Dua Staf BPPT itu mendapatkan duit akomodasi senilai 20 ribu dolar AS dari Marliem.

Sedangkan Sampurno dan Husni merupakan anggota tim teknis teknologi informasi di proyek e-KTP. Surat dakwaan untuk Irman dan Sugiharto menyebut Sampurno dan Husni juga bagian dari Tim Fatmawati. Tim Fatmawati ialah sebutan bagi mereka yang pernah terlibat pertemuan di Ruko milik salah satu tersangka di kasus ini, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Dalam wawancara Koran Tempo edisi 19 Juli 2017 Johannes mengklaim menyimpan sekira 500 giga byte file rekaman percakapan proyek e-KTP.Termasuk pembicaraannya dengan Setya Novanto. 
#reblog

MEREKAM DESAHAN FERDINAND MARCOS dan DOVIE BEAMS

Meski desahan Ferdinand Marcos dalam pelukan Dovie Beams terekam dan tersiar ke publik Filipina pada 1971, Marcos tetap berkuasa hingga 1986. Rekaman bersanggama bisa jadi alat untuk menjatuhkan seseorang dari kekuasaan.

tirto.id - Ferdinand Marcos, presiden Filipina yang berkuasa selama 20 tahun, tahu benar soal ungkapan: “Kebohongan, bila terus-menerus diucapkan, akan terdengar sebagai kebenaran.” 

Ia mengklaim sebagai pahlawan pada masa perang melawan pendudukan Jepang di negaranya pada 1942-1944. Untuk lebih meyakinkan, dibuatlah detail cerita: ia memimpin sebuah pasukan gerilyawan bernama Ang Mga Maharlika. 

Sang presiden korup dan tukang ngibul ini, yang bikin rakyat Filipina sengsara selama 20 tahun ini, mengundang kru film dari Hollywood buat bikin kisah rekayasa tersebut. Judul filmnya sudah dirancang: Maharlika, artinya Si Pria Jatmika. 

Ada Paul Burke yang akan memerankan Marcos muda. Juga Dovie Beams yang kebagian peran sebagai Isabella, perempuan yang menaruh hati pada Marcos muda yang sedang berjuang melawan serdadu-serdadu Jepang.

Namun, perkaranya justru di situ. Ketika Dovie, bintang film Amerika kelas-B, tiba di Quezon, Manila, pada 1968, Marcos kepincut. Selama dua tahun, mereka menjalani musim panas pasangan yang kasmaran. 

Marcos bukan orang bego. Istrinya, Imelda Romueldez—yang sohor sebagai Imelda Marcos—dikenal sebagai putri rupawan, punya panggilan “Si Kupu-kupu Besi”, dengan koleksi ribuan pasang sepatu. 

Tetapi kekuasaan memang memabukkan. Marcos dikenal pria hidung belang dan matanya suka main keranjang. Sebelum kehadiran Dovie, ada sejumlah perempuan di dunia seksual si patriark Marcos. Main gila si presiden bahkan melahirkan buah terlarang, dan ia memberi nama anak-anak yang tak diakuinya dengan nama ibundanya.

Dovie Beams, yang terlahir sebagai Dovie Leona Osborne pada 5 Agustus 1932, segera mengundang pikiran mesum Marcos sesudah dikenalkan produser film Potenciano Ilusorio. Alih-alih buat syuting film, ia memeloroti Marcos sampai betah tinggal di Filipina selama berbulan-bulan.

“Berapa lama kau menyentuhku?” tanya Dovie kepada Marcos.

Marcos, yang dibelenggu birahi, menjawab singkat, “Dua tahun lebih.”

Dovie yang penuh harap berkata, “Lebih dari yang kita bayangkan, sudah dua tahun sekarang. Aku rasa akan selalu denganmu. Biarlah seperti ini.”

Adegan di atas ranjang itu hanya ada Dovie dan presiden. Tentu saja ada kalimat “f*ck me!” terucap dari kedua belah pihak. Juga Marcos yang mendesah. Terdengar juga suara Dovie yang cekikikan.

Marcos tak sadar, di kolong kasur, sebuah alat perekam menyala. Mereka bertempur dan Dovie tahu sesuatu yang berharga ada di bawah ranjang.

Transkrip rekaman ini terdapat di sebuah bab dalam buku Marcos' Lovey Dovie (1983) yang ditulis wartawan Hermie Rotea yang penuh dengan humor.

Rekaman itu akhirnya sampai pula ke tangan mahasiswa kritis di Filipina pada 1971. Ketika itu rezim Marcos belum memperlakukan Undang-Undang Darurat Perang yang kejam dan membatasi ruang gerak orang Filipina. Menurut catatan sejarawan Sterling Seagrave dalam The Marcos Dinasty (1988), para mahasiswa yang demonstrasi di Universitas Filipina mengambil alih siaran radio kampus dan rekaman itu diperdengarkan ke publik lewat radio. 

Segera seluruh negeri mendengarkan Presiden mereka berdesah dan tak lupa meminta Dovie mengulum barang ajaib milik sang Presiden. Selama seminggu rekaman itu diperdengarkan di kampus dan ibukota Manila.

Bahkan, ketika beberapa tentara diperintahkan untuk menyita rekaman tersebut, desahan Marcos dan cekikikan Dovie mengetuk selera humor tentara-tentara yang hendak menyitanya. Mereka tertawa sebelum merampasnya.

Merekam Desahan Ferdinand Marcos dan Dovie Beams

Imelda mengamuk. Nyawa Dovie terancam. Kaset asli rekaman yang dipegang Dovie dihargai 100 ribu dolar oleh Imelda. Belakangan, Dovie berhasil keluar dengan selamat dari Filipina dan melanjutkan kariernya di dunia hiburan kelas-B. 

Tak ada UU Anti-Perzinahan, atau anti-pornografi, yang menjerat Marcos ketika itu. Marcos adalah hukum itu sendiri. Ia tetap tetap berkuasa, meski wibawanya jatuh. UU Darurat Perang diberlakukan hingga 1981 untuk menjaga kekuasaannya, yang berlangsung sampai 1986. Kekejaman Marcos selalu diingat oleh mereka yang waras di Filipina.

Soal klaim bahwa dirinya pahlawan, The New York Times pada 1986 menulis, berdasarkan arsip pemerintah AS yang tak pernah disentuh selama 35 tahun, bahwa klaim itu cuma “tipu-tipu” dan “absurd.” Tidak ada bukti kokoh kalau Marcos memimpin pasukan bernama Ang Mga Maharlika di masa perang dunia kedua. 

Memanglah Marcos membuat propaganda yang mengagungkan kepahlawanannya, sebagaimana sejawatnya Presiden Soeharto di Indonesia. Stasiun penyiaran pemerintah, sampai jalan raya di pulau Luzon dan aula Istana Presiden, dinamai Maharlika. 

Marcos terjungkal oleh kekuatan rakyat. Ia bersama Imelda melarikan diri ke Hawaii. Tiga tahun kemudian ia meninggal di pengasingan dalam usia 72 tahun. Dari 1990-1998 keluarga Marcos menghadapi sejumlah kasus korupsi, yang merugikan negara hingga jutaan dolar AS. 

Dari lokasi rumahnya di AS, Dovie membuat pengakuan kepada seorang wartawan di tahun pemerintahan Marcos berakhir: “Aku tetap sayang dia, meski tidak suka dengan pandangan politiknya. Bagiku dia pria yang luar biasa cerdas, jenaka, dan mempesona.”

Imelda sendiri kembali ke negaranya pada 1991, dan berusaha mengembalikan kejayaan lewat kursi presiden tetapi gagal, lantas dilarang untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala negara. Namun, seperti Indonesia yang gagal membersihkan rezim lama Soeharto, Imelda berhasil duduk sebagai anggota DPR pada 2010.

Hingga tahun lalu, Marcos tetap jadi pembahasan politik ketika presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte, berencana menjadikannya sebagai pahlawan nasional. Pemerintahan Duterte hendak menyuci citra dirinya sendiri yang haus darah dalam “perang melawan narkoba”, yang telah menewaskan 6.000 orang selama enam bulan pertama memimpin negeri itu sejak Juni 2016.

Minus kisah skandal seks yang mengiringi dekade terakhir kekuasaan Marcos, kisah pemimpin di negara yang hanya ditempuh 4 jam 30 menit lewat pesawat dari Jakarta ini tak ubahnya seperti kita melihat cermin Indonesia di bawah dan sesudah Soeharto. 
#reblog

JEJAK CABUL PEREMPUAN KOLONIAL BELANDA

Meski orang-orang Eropa dianggap sebagai orang-orang terhormat di Indonesia pada masa kolonial, namun ada juga orang berdarah Eropa yang bekerja dalam dunia prostitusi, atau setidaknya dunia yang tak mau dibicarakan oleh orang Eropa sendiri.
dari tirto.id Ketika Perang Dunia I (1914-1918) berkecamuk, di dunia ini pernah ada dua matahari bagi para intelejen. Yang pertama tentulah matahari yang jadi pusat semesta. Yang lainnya adalah Mata Hari, yang kemudian diredupkan hidupnya oleh juru tembak pada 15 Oktober 1917 di pinggir kota Paris. 

Mata Hari adalah nama panggung dari penari erotis merangkap pekerja seks kelas atas Eropa bernama asli Margaretha Gertruida Zelle. Mata Hari, yang kemudian meregang nyawa di tangan algojo tembak Perancis itu karena tuduhan spionase yang merugikan Perancis, adalah perempuan berkebangsaan Belanda. 

Sebelum menjadi Matahari dengan tarian erotisnya, Margaretha Gertruida Zelle adalah istri dari Kapten Rudolp McLeod. Dia dan suaminya pernah tinggal satu dekade di Indonesia.Mereka bercerai setelah anak mereka meninggal. Selama di Indonesia, Matahari mulai menari di kelompok tari tradisional. 

Setelah bercerai, seperti digambarkan dalam novel Namaku Mata Hari karya Remy Sylado, Margaretha berganti-ganti pasangan. Ia kemudian kembali ke Eropa, persisnya berada di Paris sejak 1903. Di sana, ia menjadi penari dan pekerja seks kelas atas, meski Mata Hari lebih dikenal sebagai mata-mata terkenal dunia.

Profesinya sebagai penari dan posisinya sebagai pelacur kelas atas menjadi kekuatannya sebagai mata-mata. Dia biasa berkencan dengan golongan aristokrat atau pejabat. Dari kencan-kencan itu, info intelijen bisa dikorek. Namun, kiprahnya sebagai agen ganda ketahuan dan segera disingkirkan. 

Kisah pelacur yang dibunuh juga terjadi di Indonesia. Jika Mata Hari karena jadi mata-mata, maka Fientje de Feniks dibunuh oleh pelanggan setia yang cemburu, Willem Fredrick Gemsar Brinkman. Sang pelanggan, salah satu pria terpandang di Betawi itu, tidak terima perempuan Indo berumur 20 tahun yang hendak dijadikan nyai-nya itu masih berkencan dengan laki-laki lain. 

Mayat Fientje yang membusuk ditemukan mengapung di sekitar Pintu Air pada 17 Mei 1912. Polisi pun melakukan penyelidikan. “Berbulan-bulan berikutnya publik yang keranjingan cerita seks, sensasi, dan kekerasan minta diladeni berita dengan pemberitaan mengenai pembunuhan itu,” tulis Rosihan dalam Sejarah Kecil La Petite Histoire Indonesia (2004).

Semula Brinkman menolak tuduhan bahwa dia adalah pembunuhnya. Tapi rupanya Rosna, kawan Fientje sesama pelacur di rumah bordil milik germo Oemar, menyaksikan pencekikan itu. Meski dituding berbohong oleh Brinkman, Rosna akhirnya bilang: “Saya seorang perempuan, jadi saya penakut, tapi saya katakan sekali lagi laki-laki itu yang telah melakukan pembunuhan.” 

Rosna pun menjadi saksi di pengadilan yang mengantarkan Brinkman ke tiang gantungan. Namun sebelum digantung, Brinkman bunuh diri terlebih dahulu, yang membuat Siloen rugi karena tak jadi menerima upah karena Brinkman batal digantung. Padahal Siloen sudah menghabiskan uang untuk mengadakan selamatan yang biasa dilakukan sebelum eksekusi terpidana di tiang gantungan.

Seperti halnya Mata Hari, Fientje de Feniks pun menjadi kisah yang ditulis berulang kali. Mata Hari ditulis kisahnya dalam Namaku Mata Hari (Remy Sylado), Sang Penari (Dukut Imam Widodo), De Moord op Matahari (S. Wagenaar), Matahari Courtesan and Spy (Majoor Coulson), Matahari (J.C. Brokken), dan The Fatal Lover (Juli Wheelwright). Selain novel, kisah Mata Hari juga diadaptasi menjadi film dan serial televisi. 

Sementara soal Fientje de Feniks, Tan Boen Kim merilis novelnya berjudul Nona Fientje de Feniks pada 1915, tiga tahun setelah Fientje terbunuh. Selain itu kisah Fientje juga ditulis oleh Pieter van Zonneveld yang menulis De Moord op Fientje de Feniks: een Indische Tragedie (1992). 

Dalam karya Pramoedya Ananta Toer, sosok Fientje hadir dalam Rumah Kaca. Namun novel ini bukan tentang seorang pelacur, melainkan tentang seorang perwira polisi bernama Jacques Pangemanann yang sering menghabiskan waktu bersama seorang pelacur. Dalam novel Pram tidak ada nama Fientje, melainkan Rientje de Roo. Dalam novel itu, suatu kali Rientje tidak datang kepada Pangemanan karena ia ternyata terbunuh. 

Prostitusi yang melibatkan perempuan-perempuan Indo-Belanda bukan hal baru di awal abad ke-20. Hendrik Naimeijer, dalam Batavia Masyarakat Kolonial Abad XVII (2012), mencatat beberapa pelacur berdarah campuran Portugis pada abad XVII. Mereka adalah Adriana Augustijn, Anna de Rommer, Dominga Metayeel, dan Lysbeth Jansz. 

Ayah-ayah mereka Portugis sementara ibu mereka adalah perempuan-perempuan pribumi. Dalam bukunya Bandung Kilas Peristiwa di Mata Filatelis Sebuah Wisata Sejarah (2006), Sudarsono Katam menggambarkan eksistensi pekerja seks keturunan Belanda di Bandung pada era kolonial.

Skandal Asusila Orang Belanda di Zaman Kolonial

Pelacuran, yang mau tak mau selalu ada di Hindia Belanda, juga menjadi masalah serius. Banyak pegawai kolonial Belanda jika bicara soal perzinahan akan satu pandangan dengan Gubernur Jenderal Jan Pieterzon Coen yang sama-sama moralis yang benci pelacuran dan perzinahan. Gubernur Jenderal Coen pernah menghukum putri angkatnya, Sarah Specx atas tuduhan berzinah dengan Pieter J. Cortenhoeff, di Balai Kota Betawi di tahun 1629. Sarah Specx adalah putri dari pejabat VOC lain dari hasil hubungannya dengan seorang perempuan Jepang.

Banyak yang menduga pemerintah kolonial punya andil dalam menyensor cerita novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis. Selentingan terdengar bahwa dalam versi asli Salah Asuhan, Corrie du Buus si perempuan Belanda kesayangan Hanafi itu meninggal karena penyakit kelamin. Dalam novel yang kemudian terbit, kisah Corrie yang tak meninggal karena penyakit kelamin adalah demi menjaga citra orang-orang Belanda saat itu.

Di dunia nyata, pejabat kolonial Belanda di Palembang juga berusaha membersihkan citra orang-orang Belanda dari prostitusi. Di tahun 1906, Asisten Residen Palembang van Mark melaporkan kehidupan seksual seorang perempuan muda 24 tahun bernama Henriette Anderson alias Nona Jet. 

Menurut catatan asisten residen, dulunya Nona Jet datang ke Plaju dan tinggal seatap dengan Sersan Nachtzijl. Mereka hidup di sebuah tangsi militer di Plaju, seberang kota Palembang. Suatu hari, Sersan itu berniat untuk menikahi Nona Jet, namun Nona Jet menolak dan minggat dari tangsi. Kemudian dia tinggal di Perkebunan Karang Ringin, Musi Ilir. 

Nona Jet tinggal “di Jalan Sajangan, di kawasan 16 Ilir Palembang. Dia sudah memulai hidup cabul. Dan lebih buruk setelah Nachtzijl pergi ke Eropa,” lapor Asisten Residen Van Mark kepada Residen Palembang pada 27 Juni 1906. Mark dan beberapa orang lainnya menilai Nona Jet melakukan prostitusi terselubung. Banyak laki-laki pernah menginap di rumahnya. Sang Nona pernah juga jadi perempuan simpanan seorang Tionghoa kaya di sekitar Palembang. 

Suatu kali, Asisten Residen Palembang, Van Mark, memberi surat perintah pada Jet untuk memeriksakan diri ke dokter militer. Dia juga diberi uang untuk berobat ke Jakarta agar menjauhi Palembang. Nona Jet rupanya tersinggung dan tidak terima seolah dirinya dituduh sebagai pelacur. Maka, ia pun mengirim surat keberatannya kepada Residen Palembang. 
#reblog

Monday, 24 July 2017

Dalam Rahim Semesta

Kali ini tulisan saya mengenai pengalaman yang saya sadari .. dulu-dulu beberapa tahun yang lalu setiap moment apapun kejadiannya selalu saya anggap itu BUKAN bagian dari diri saya, bukan jawaban dari semesta Bukan jawaban dari Allah atas setiap doa-doa atau kata-kata yang saya lontarkan, maka saya ngotot mempermasalahkan atau sibuk menyalahkan diri dan orang lain yang akhirnya membuat depresi dan sempat menyalahkan keadaan.

Sebenarnya banyak moment yang yang kita alami merupakan gaya daya tarik dari diri kita, termasuk saya ngetik tulisan ini mungkin .. mungkin bisa jadi tulisan ini menghampiri anda merupakan jawaban semesta atas kegalauan anda dalam menghadapi satu kejadian.. 
Mungkin lho yaaa ...
kenapa saya bilang mungkin, karena dalam hidup ini selalu ada dua opsi yaitu KEMUNGKINAN dan KEPASTIAN.

Contoh kecil dua hari ini, sahabat saya dia lagi nyoba jalanin bisnis taksi online yang lagi booming di Kota Bandung, iseng daripada mobilnya nganggur, lama kelamaan ada dorongan untuk dapetin orderan tinggi dan menguntungkan. lumayan lah property (mobil) yang dimiliki bisa membiayai dirinya sendiri setidaknya nggak merogoh kocek pribadi dari alokasi lain. Seperti beli accesories dan service bengkel.

Di salah satu obrolan hangat mengenai taksi online ini dalam hiutngan minggu sahabat saya ini sudah pandai membaca area mana saja yang ongkosnya menguntungkan dan area yang cash flownya standard. Manusiawilah setiap manusia pengennya untung kan?. Dari obrolan tersebut dia sempet ngelempar omongan gini, 

 "Kayanya aku mesti dapet orderan daerah kamu deh, soalnya kalo pick up daerah sana ongkosnya mahal-mahal meskipun jaraknya pendek" 

Saya iyain aja ...

Nggak kepikiran kalo jarak rumahnya dia ini sangat jauh dari rumah saya, pakai motor aja kalo jalanan lancar bisa setengah jam ini apalagi pake mobil .. bisa jadi nambah waktunya agak-agak mikir lagi.

nah, ada satu kejadian unik, hari ini ketika dia masih di rumah, iseng nyalain aplikasi eh malah dapet orderan di daerah saya dan anda tau ?! orderan masuk di kategori "rush hour" jam sibuk! jalanan Bandung dalam jam sibuk sangat unpredictable .. apalagi daerah saya termasuk lokasi yang banyak jebakan macetnya.

Saya bilang .. dan mencoba mengingatkan beliau, jangan mengeluh itu kan sesuai obrolan kita kemarin, pengennya dapet orderan daerah saya ... langsung dia reset deh tu.

So,. gaes, Semua sudah Allah siapkan rizki kita, kehidupan kita dan semua tergantung kita yang mengolahnya, Allah mengutus banyak makhluk untuk dapat disingkronkan dengan kehidupan kita termasuk pertemuan tulisan saya dengan mata anda ... ;)

Saya yakini ini. 
 "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika ia tidak mengubah nasibnya sendiri"

"Aku perkenankan setiap doa dari hamba-hambaku yang sholeh", berarti saya termasuk kategori orng sholeh karena setiap doa yang saya lontarkan, gumamkan selalu ada jawabannya .. hahaha  ...termasuk jawaban bahwa keinginan saya yang akan, ingin dilakukan mendapatkan petunjuk dari lingkungan yang saya temui dan maknai.

Ekperimen ... dan berlaku baik lah terhadap diri dan sesama.



Monday, 3 July 2017

DEMI MASA

Sebenarnya saya berniat menutup akun FB ini, namun tetap berniat untuk menuliskan setiap pemikiran-pemikiran saya yang menumpuk hasil dari input ribuan kosakata yang terlahap dari berbagai sumber bacaan.. entah buku atau apapun itu yang mampu saya baca, tafsirkan dan maknai ..
Tapi kembali mengurungkan niat!
Mengapa?
Karena saya masih hobby menulis ..
menuliskan segala sesuatu untuk sekedar mengingatkan diri oleh karena itu menulisnya diberanda sendiri bukan diberanda orang lain ..

Karena sejatinya yang membutuhkan nasihat adalah "SAYA"
Bukan orang lain ...

Tulisan saya masih berupa tentang kupasan-kupasan menjadi pribadi yang unik dan menarik.
Cara menemukan jati diri dengan cepat..
Progress-progress yang harus dicapai dalam setiap fase kehidupan.
Kenapa hal ini begitu penting? karena seperti kita tau sendiri kehidupan seorang anak manusia dia tidak tau akan diberhentikan kapan dan dimana ..

Bahkan Tuhan sendiri memfirmankannya dalam salah satu surat khusus yakni Al Ashr yang artinya "Demi Masa" yang berkaitan dengan waktu!
Waktu yang diberikan Allah sangatlah lapang .. jika kita membuatnya lapang
Waktu yang diberikannya terasa sempit jika kita membuatnya sempit.
Lalu bagaimana dengan waktu yang bermanfaat dan berkah?

Perlu manajemen waktu setiap diri .. dan istiqomah yang tiada henti disertai qonaah tanpa lemah.
Hal ini pun sangat berkaitan erat dengan capaian-capaian target yang harus dicapai.

Mengapa mesti ada target? karena pada dasarnya manusia termasuk dalam golongan "Malas"
maka kata target ini berfungsi sebagai pelecut agar setiap orang mau dan mampu mencapai target-target yang dibuatnya sendiri agar hidup lebih berwarna dan bermakna.

Anggaplah hidup di dunia adalah sekolah, dimana semua orang berperan menjadi guru sekaligus murid ada Kegiatan Belajar Mengajar disini, dengan bumbu-bumbu ujian dimana-mana, kapan saja dalam moment apa saja ..

Selamat mengendalikan waktu, karena ia sangat jahat .. melesat bagaikan pedang menghunus setiap perilaku kita.

#nenk_eL
#Masih tentang saya

BANDUNGKU

Postingan Bang Tere ni soal Kotaku, saya tambahin foto kolpri hasil semalem jalan2 wiskul di Sudirman Street .. Wiskul baru besar bisa di bandingin sama yg Singapore punya .. Cekidot gaes
*Bandung Teaa*
Saya bukan penduduk asli Bandung. Saya pendatang. Pertama kali saya ke Bandung tahun 2007. Pengangguran waktu itu, lantas dapat kerjaan di Bandung. Keren betul tempat kerjanya, di Rektorat ITB, disuruh bantu2. Saya ingat betul. Saya tiba di Bandung siang hari, bawa ransel besar. Namanya pendatang, maka saya nyari kost-kostan. Dapat di daerah Cisitu, alhamdulillah, bisa jalan kaki ke ITB. Nasib datang dari daerah lebih panas, ampun dah, butuh seminggu baru saya terbiasa mandi pagi-pagi. Dinginnya tak tahan.
Tujuh bulan saya nge-kost di Cisitu. Kelar kerjaan di ITB, jadilah saya pengangguran lagi. Balik ke Jakarta, nyari pekerjaan lain. Lantas wusshhh, singkat cerita... tiga tahun berlalu, tibalah takdir Tuhan, 2010, saya kembali ke Bandung, kali ini menetap, ngontrak di dearah Antapani. Sepertinya betah. Terhitung hingga hari ini, itu berarti sudah 7 tahun saya menetap di Antapani Bandung.
Kota Bandung selalu istimewa. Eh, itu Yogya, yang istimewa. Bandung pakai istilah lain saja, spesial. Yeap, kota Bandung selalu spesial. Tahun 2007, kotanya masih relatif sepi. Kemana2 gampang, cepat dan tidak pakai macet. 10 tahun berlalu, jalanan padat. Tapi tidak mengapa, kota lain juga begitu. 10 tahun berlalu, kota Bandung juga tidak sedingin dulu. Tapi tidak mengapa, dibanding Jakarta, Surabaya, waah, tetap jauh lebih dingin di Bandung. Dulu, masih banyak sawah, sekarang diganti perumahan. Dulu, Mall atau pusat keramaian masih terbatas, sekarang dimana2 ada mall besar.
Terlepas dari masalah metropolitan-nya, saya suka tinggal di Bandung. Melewati jalan layang Pasopati. Melintas di jalan Asia Afrika, menatap bangunan2 bersejarah. Atau Mesjid Raya Bandung. Atau melewati jalan Riau yang penuh factory outlet. Jalan dago, yang ramai. Cicadas, buah batu, cicendo, pasteur, gedung sate, stasiun, bandara, wah, banyak betul daftarnya.
Tapi sayangnya, saya tidak pernah belajar bahasa Sunda dengan serius. Bertahun-tahun menetap di sini, duuh, kosakata bahasa Sunda saya terbatas sekali. Paling hanya punten, hatur nuhun, kumaha damang, bade kamana, aya naon, sakedap deui, itu-itu saja yang saya tahu. Apa daya, bahkan menyebut nama2 tertentu juga tidak fasih. Ciumbuleuit, Cicaheum, Cileunyi, monyong-monyong dah tuh mulut tetap tidak pas juga.
Di Bandung nyari makanan itu gampang. Ujung ke ujung ada warung makanan. Mulai yang sederhana, sampai yang top sekalian. Mulai yang reputasinya level kampung, hingga melanglang buana kemana-mana. Tempat nongkrong juga banyak di sini. Mau yang simpel cuma warung kopi, atau yang view-nya satu kota gemerlap tak terkira. Juga tambahkan toko2 makanan franchise nasional ataupun internasional, mudah sekali nyari makanan di Bandung.
Tempat wisata juga banyak--meski sebenarnya tidak semua di kota Bandung. Ada Gunung Tangkuban Perahu, mobil bisa langsung parkir di depan kawahnya. Ada Kawah Putih Ciwidey (errr, sy belum pernah kesini). Juga kawasan wisata lainnya. Mau main air, main seluncuran, kemping, naik kuda, metik strawberry, lengkap sekali pilihan di Bandung. Tidak bisa dipungkiri, penduduk Bandung juga kreatif. Maka wisata2 yang terkait kreatifitas banyak di sini. Di Bandung itu, saking kreatifnya, nama2 tempat itu bisa ada maknanya. Misal, tahu Cihampelas? Itu artinya ‘cinta hampa tak terbalas’. Sukajadi, itu ‘suka tapi gak jadi-jadi’. Antapani, ‘antara cinta tapi gak berani’. Ampun dah, jomblo di Bandung itu memang kreatif.
Ah iya, jangan lupakan, bicara tentang Bandung, tak lengkap jika tidak membahas tentang Persib. Salah-satu klub bola dengan fans terbesar di Indonesia. Jangan coba2 tiba di Bandung pas final penting sepakbola, dan Persib salah-satu yang main di final tersebut, bakal susah nyari angkutan umum. Taksi malas narik. Mau yang konvensional ataupun yang online, mereka asyik nonton daripada narik. “Pak, gimana ini? Narik nggak?”, “Nanti dululah dek, saya nonton Persib dulu.” Arghhh...
Kalian pernah datang ke Bandung? Semoga selalu berkesan kunjungannya. Penduduk Bandung ramah-ramah, loh. Atau buat yang belum pernah ke Bandung, semoga besok-besok kesampaian melihat kota ini. Jangan lupa mencicipi cireng, seblak. Kalau mainnya pas Sabtu-Minggu, maklumi kalau macet, Bandung memang justeru macet pas weekend. Semoga kunjungan kalian selalu spesial.
*Tere Liye

INSPIRING MOVEMENT

Di ITB, kamu ngga akan pernah kekurangan inspirasi. Terlalu banyak orang-orang yang bakal bikin terkagum-kagum bahkan jiper!
Yang IPnya 4 sampe dapet toga? 
Yang menang lomba sana-sini sampe ke luar negeri?
Yang punya usaha bisnis sampe bisa bayar kuliah sendiri?
Yang jago karya seni sampe masuk TV?
Yang aktif organisasi mulai dari unit, himpunan, terpusat, bahkan nasional? Semuanya ada di sini, dengan achievement-achievement luar biasa yang mereka miliki.
Jangan bohong. Sekali dua kali, setiap anak ITB pasti pernah bermimpi untuk punya achievement dan jadi "inspirasi".
Inspirasiku bergeser dari orang-orang yang punya banyak achievement ke orang-orang yang di luarnya biasa aja tapi ternyata unik menurut cara mereka masing-masing.
Ada yang di luar keliatan caleuy padahal hobi baca buku psikologi, sejarah dan tema-tema berat lainnya yang ga jarang bikin orang terkesima kalo dia lagi ngomong serius.
Ada yang pendiem bukan main kalau di kelas tapi vokal banget di blognya dengan pemikiran luar biasa yang ditulis dengan bahasa Inggris level Oxford Dictionary.
Ada yang muncul menghilang tapi lebih sering menghilang di grup chat Line tapi astaga jadi mentor di mana-mana.
Ada yang pernah hampir putus asa untuk lanjut kuliah tapi gak putus asa dan sekarang bersinar terang di jurusannya.
Ada yang pernah jadi korban kriminal dan kehilangan orang yang sangat disayang tapi bisa lepas dari trauma dan sekarang selalu terlihat dan bisa bikin orang ceria.
Mungkin itu sebagiannya, dan percaya atau tidak orang-orang seperti itu ada di sekitar kita.
Terakhir, ga salah mimpi punya achievement. Tapi jangan sampe cuma ngejar obsesi tanpa menikmati.
Semua orang punya pathway masing-masing. Gapapa sih bilang "Da aku mah apa atuh", tapi jangan sering-sering. Enjoykeun aja.
There's nothing more inspiring than a happy person. (EF)

Dikejar Deadline Setelah Lebaran

Sebulan berpuasa, fenomena di Indonesia dan masyarakat dunia seolah berlomba menuju satu titik di Idul Fitri, sebuah fenomena yang saya sebut "kejar Deadline".
Mengapa demikian?
Semua aktifitas di bulan puasa mulai dari perbaikan diri, perbaikan ekonomi, sampai perbaikan infrastruktur jalan semuanya bermuara di satu titik menuju Idul Fitri.
Perbaikan diri, misalnya yang tadinya jarang sholat subuh di masjid, setelah sahur menjadi terbiasa bertemu muka dengan imam berjamaah, tilawah quran jadi target harian untuk bisa khatamul quran di akhir ramadhan.
Perbaikan ekonomi, lihat deh .. tiap pasar di seluruh Indonesia pergerakan ekonominya wuiiih masyaAlloh dahsyat nya ..
Perbaikan infrastruktur dari pemerintah pusat menggeliat dimana-mana ..
Seolah Idul Fitri menjadi salah satu titik waktu akhir pencapaian "Deadline" kehidupan .. setelah itu, .. kehidupan berlanjut seperti biasa .. deadline kembali "membiasa" artinya target nya kembali "sakasamperna".
Sisanya hari ini kita mulai kembali menjalani 11 Bulan 3 Minggu menuju "Deadline 1439 H" .. Selamat menjalani kehidupan 11 Bulan 3 Minggu ke depan .. rasanya terlalu jauh ya dan membuat kita "berleha-leha".
Saya tawarkan, bagaimana jika ini ...
Jika itu di rasa terlalu jauh,
kita berandai dengan mempersempit seolah waktu kita hidup 1 bulan 3 Hari agar mirip dengan bulan puasa kemarin, semua pergerakan perbaikan diri, ekonomi dan pergerakkan lainnya membaik dan membumi diisi dengan amalan baik .. untuk menentukan satu titik capaian ..
jika dirasa masih terlalu jauh dan masih membuat berleha-leha kita persempit kembali dengan 1 hari 3 jam diisi dengan perbuatan baik, benar dan jujur ..
dan apabila itu masih membuat kita terlalu menyepelekan waktu dengan panjang angan dan bersantai ria, gimana kalo kita persempit lagi menjadi 1 jam 3 menit ke depan ... tentukan target yang akan dicapai dalam kurun waktu tersebut.
ulangi kembali di rentang waktu yang sama selanjutnya secara berulang dan insha Alloh akan mndapati kumpulan hari, bulan dan tahun dengan amalan penuh bermakna.

:: Menyamankan Diri Tanpa Marah :::


Sudah dari beberapa tahun yang lalu
Saya berusaha untuk mentralisir satu emosi yg menurut saya kurang menguntungkan yaitu "Marah".
Marah atas perlakuan orang lain thd saya, saya sikapi dengan senyum baik senyum secara fisik maupun hati.
Kedengarannya klise! Tapi asli setelah dijalani hasilnya "nyaman".
Naif!
Yaa terkesan naif! Bahkan sampai2 beberapa orang memanfaatkan keadaan "ketidakmarahan" saya terhadap sesuatu yang berkaitan dengan "kepemilikan" saya yang tercerabut ..
Sikap yg saya ambil ketika saya marah adalah lebih baik tidak berhubungan lagi dengan orang yg terkesan "memanfaatkan" dan itu rasanya lebih elegan. Tidak dengan cara menyengat secara langsung tapi perlahan namun pasti.
Bagi sebagian orang meluapkan rasa marah bisa dengan kata2 kasar lalu selesai, saya type orang yg "wait and see" ketika kecewa dengan satu keadaan saya akan mengambil langkah seribu dan membakar jembatan masa lalu ..
Dan bagi saya itu hal yg nyaman dan fair dibandingkan saat saya harus bersungut2 mengeluarkan dan buang2 energi.
Disisi lain saya masih bisa "marah" kalo menghadapi sikap anak2 yg ga sesuai dg adab .. Bukan semata-mata untuk diri saya tapi juga untuk kepentingan mereka.
Karena kalo bukan saya, siapa lagi yg akan mendidik mereka?
Dunia? Yaa benar "dunia" yg juga turut mengajarkan kehidupan pada mereka tapi sayangnya dunia akan lebih bertindak kejam daripada saya selaku ibunya.
Jadi, saya gak pernah marah ..
Kecuali pada anak2 saya ... hahaha.
Ada yg satu type dengan saya? ðŸ˜œ

Thursday, 4 May 2017

MAKNA FITNAH SESUNGGUHNYA

Saat ini di Indonesia, dalam dunia maya sedang heboh-hebohnya dengan sebaran berita "hoax" atau berita bohong. Hasut sana. hasut sini seolah saling mengadu domba, adu argumen melalui media sosial yang dapat di akses masyarakat dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun. Terlebih jika dikaitkan dengan kegiatan pemerintah akhir-akhir ini, mulai dari Pemilihan Kepala Daerah untuk DKI Jakarta dan kegiatan pemerintah lainnya.

Namun sesungguhnya dasar sifatnya setan yang sudah berjanji pada Allah saat Dia di usir dari surga dengan menggoda setiap langkah manusia sampai akhir kiamat nanti, merasuk dalam diri, hati bahkan aliran darah setiap manusia hingga saat ini sangat dirasakan sekali dampaknya dengan kehadiran media sosial. Permasalahan-permasalahan sosial dapat dengan mudah menjadi blunder termasuk berita hoax yang terkategorikan fitnah.

Sesuatu yang perlu untuk diingatkan bahwa istilah fitnah dalam bahasa Arab adalah sangat berbeda dengan pengertian fitnah dalam bahasa Indonesia. Fitnah dalam bahasa Indonesia berarti menyebar-nyebarkan berita bohong atau mengadu domba; Fitnah merupakan komunikasi kepada satu orang atau lebih yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif atas suatu peristiwa yang dilakukan oleh pihak lain berdasarkan fakta palsu yang dapat memengaruhi penghormatan, wibawa atau reputasi seseorang.

Pengertian ini dalam bahasa Arab berarti kadzib, buhtan atau namimah, Namun, fitnah dalam bahasa Arab berarti ujian, cobaan, kekufuran, kemusyrikan, kemunafikan dan lainnya. Oleh karena itu sangatlah fatal seseorang yang apabila di fitnah (dalam konteks bahasa Indonesia), lalu dia berdalil dengan firman Allah Ta'ala : "Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan." (QS. Al-baqarah : 191).

Padahal, arti dari ayat tersebut adalah : Kekufuran dan kesyirikan itu lebih dahsyat keburukannya daripada pembunuhan di bulan haram.  Dan Allah mengkhususkan 4 bulan sebagai bulan Haram (bulan yang dimuliakan) adalah jika berbuat dosa pada bulan itu, maka dosanya akan lebih besar dibandingkan dengan bulan yang lain, begitu juga sebaliknya jika berbuat amal shaleh, maka ganjaran kebaikan akan diperoleh dengan pahala yang berlipat-lipat.  Lihat kitab Latho-if Al Ma’arif, 207

[sumber : pire-pire.com](https://assets.babe.news/assets/cache/0/0//gallery/2c6e81a70f0efd31545afc5bb81d0bcd/2017/04/29/sumber-pire-pire-com.jpeg)


Dapat disimpulkan bahwa pengertian bulan Haram adalah:

1. Bulan Haram adalah bulan yang sudah ditentukan bulan-bulannya
2. Bulan Haram ada 4 yaitu Zulhijjah, Zulqa`idah, Rajab dan Muharram
3. Dilarang melakukan perbuatan dosa (maksiat) dan pembunuhan
4. Anjuran untuk lebih semangat berbuat baik dan amal shaleh
5. Ganjaran pahala lebih banyak dan Ganjaran Dosa juga lebih berat

Jadi simpulannya bahwa pengertian Fitnah dalam bahasa indonesia sangat berbeda dengan Fitnah dalam Islam.

Demikian, semoga bermanfaat.

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...