Friday, 7 April 2017

JAGALAH PERUT ANAK-ANAKMU ..

Dalam satu riwayat, Rasulullah mengingatkan salah satu tugas yang diemban oleh para orangtua untuk senantiasa menjaga "perut" anak-anaknya agar mereka tidak kelaparan. Jika kita telaah lebih jauh dari berbagai sudut pandang memang membiarkan perut dalam keadaan lapar akan memicu berbagai macam dampak negatif, terkecuali puasa yang diniatkan yaa .. itu lain cerita. Kali ini penulis ingin membahas mengenai hal ini kita mulai dari sudut pandang kesehatan, anak-anak sedang tumbuh kembang tentunya membutuhkan asupan gizi yang banyak dan ini di dapatkan dari makanan.
Makanan yang disediakan seorang ibu akan lebih baik dibandingkan dengan makanan-makanan siap saji. Pun hal ini berkaitan dengan sisi psikologis anak dan suami tentunya, makanan yang tersaji di rumah memberikan tingkat kebahagiaan beberapa point dibandingkan makanan siap saji meskipun terkadang sajian lebih menarik dari makanan-makanan yang dijual di toko. Dampak lainnya adalah dapat membangun kerjasama dan menjalin keakraban dari sesama anggota keluarga semisal saat memasak bersama, makan bersama sampai dengan kegiatan selesai makan akan menimbulkan tanggung jawab dan kepedulian tersendiri terhadap anggota keluarga yang lain.
Sudut pandang yang lainnya adalah jika membiarkan anak atau keluarga dalam keadaaln kosong perut dapat mengurangi tingkat konsentrasi kegiatan harian mereka seperti disekolah dan kegiatan lainnya. Dampak lainnya adalah secara tidak langsung mendidik anak atau anggota keluarga lainnya untuk bersifat rakus. Coba perhatikan dan amati, ketika kita beraktifitas kemudian lapar cenderung akan mencari makanan apapun untuk memenuhi tuntutan perut. bukan begitu?
Dampak lebih besarnya dari pesan Rasulullah di atas bahwa potensi dengan membiarkan perut kelaparan akan memberikan kesempatan pada anak untuk menghalalkan segala cara untuk memenuhi hasrat dalam perut. Secara luasnya bahwa tindakan korupsi misalnya termasuk dalam kategori pemenuhan kepuasan "perut" dan ini diakibatkan karena pembiaran dari pola kelaparan secara meluas. hal ini tentu memberikan dampak secara sosial juga untuk masyarakat bukan?
Baik, Sahabat Ummi .. Rasullullah tidak semata-mata memberikan contoh perilaku keseharian jika itu tidak mempunyai manfaat bagi umatnya .
Semoga bermanfaat ..

Profil Penulis:
Lia Kurniawati, S. Ikom, M. MPd.
Dosen ilmu komunikasi
Public Relation Manajer Lima Artha Pro
FB : Lia Kurniawati

Wednesday, 5 April 2017

SEGALA SESUATU BERAWAL DARI DIRI SENDIRI ..


Kadang posisi ini di konotasikan dengan egois, padahal sejatinya bukan .. jika saja di maknai lebih luas jika kita peduli terhadap diri kita sendiri pastinya secara otomatis memedulikan orang lain.
Semisal, sahabat saya tadi siang cerita kalo sehari saja nggak neraktir saya berasa ada yang kurang .. haha berarti saya sasaran shodaqohnya dia donk ... hhhmm itu juga kalo ketemu saya kalo nggak ketemu, yyaaa dia nyari sasaran orang lain bisa jadi tetangganya, bisa jadi abang becak atau tukang parkir langganan untuk di ajak makan atau ngasih sesuatu yang berarti untuk orang itu ..
Dalam kacamata saya, dia bener-bener orang yang peduli terhadap dirinya sendiri .. kenapa bisa gitu, kan prinsipnya segala sesuatu yang kita lakukan akan kembali pada diri kita .. benul?

SELEKSI ALAM, SEMUA DATANG DAN PERGI


Searching nama sendiri di akun facebook ternyata nemu aku saya yang lama, jaman kuliah sampe komen-komenan di beranda tapi sayang udah gak bisa di buka karena lupa password, yang keingat dulu pas bikinnya di handphone pake no hape gak pake email jadi agak susah mengingat .. dan no nyapun sudah berganti sekian kali.
satu hal yang unik, ada temen kuliah yang disitu ikut nimbrung, tapi diingat lagi tu temen pada kemana yaa .. 
sama sekali menghilang entah kemana .. bahkan gak inget juga orangnya yang mana hahaha ... semua silih berganti, ada yang baru kenal beberapa tahun akrab dan lalu menghilang.
Ada yang ketemu, temenan dan bahkan deket sampai sekarang ... Balik lagi ke kodrat illahi bahwa, semua akan silih berganti mengisi ruang hidup kita, saling berganti peran, sebentar menjadi teman kita, sebentar yang lain menjadi teman orang lain.
Bisa jadi seseorang yang bertahan disisi hidup kita merupakan jawaban yang semesta sediakan untuk mendidik kita ataupun bisa jadi diri kita menjadi pendidik bagi orang tersebut .. who knows ..
Kalo ketemu orang temenannya bentaran dan lalu menghilang meskipun orang itu sangat kita inginkan mengawal setiap langkah kehidupan kita tapi jika semesta tidak mendukung .. apa mau dikata .. "rela" kan saja seperti lagunya Inka.
Semesta selalu mendukung dengan apapun yang kita butuhkan ..

PENCARIAN TIADA HENTI

Bahan baku pembelajaran hidup terhampar luas di alam raya, 
Maka seolah tak pernah berhenti manusia bereksperimen. Meneliti semua hal yang terjadi.
Benar firman Allah, jika saja Pohon-pohon dimuka bumi dijadikan pena dan air laut sebagai tinta, manusia takkan pernah bisa menuliskan semua ilmu Allah.
Tapi sampai saat ini berbagai literatur bermunculan memaparkan ttng fenomena dan teknik mengenal diri sndiri, tidak jarang manusia akan terus berusaha menemukan jati dirinya bahkan sampai akhir hayat.
Padahal sudah tercatat di dalam al quran dan hadist. Banyak ayat yang berserak jika saja manusia mau dan mampu menggali dengan naqli nya .. pada ayat quran surat yg satu dengan yg lain sbg pendukung ayat 1 dg yg lain.
Hingga terciptalah berbagai teori dan mazhab psikologi, mulai psikologi behavioral, kognitif, Humanisme dan mazhab ke 4, psikologi transpersonal.
Yang mengurusi fenomena metafisik mengurusi kesadaran spiritual. Sungguh semuanya sudah termaktub dalam al quran ..
Ego setiap manusia ingin mencoba semua hal baru menguji sesuatu yg ada dalam diri .. Termasuk berksperimen thd semua hal .. dalam koridor salah atau benar. Padahal sudah ada orang yang pernah mengalami hal serupa .. Tapi dasar nya menuruti ego! akn ada titik akhir menyerah dan mengakui bahwa umur kita tidak cukup untuk melakukan semua eksperimen hidup yang merupakan trial and error.
Janga sia-siakan setiap detik umur kita yang terus berkurang, Kita bisa mengambil pembelajaran dari pengalaman orang lain, dan yang sudah Allah tuliskan sebagai pedoman hidup.

Saturday, 1 April 2017

"NYAI GOWOK", KAMASUTRA ALA JAWA ..

Tradisi yang satu ini mungkin dianggap cukup tabu dan tak banyak orang yang mau terbuka membahasnya. Namanya tradisi gowok. Tradisi yang konon berasal dari Tiongkok dan tiba di Jawa ini bisa dibilang tradisi untuk mengajari remaja laki-laki bisa menjadi seorang pria dewasa. Dewasa yang dimaksud di sini dalam artian bisa memahami seluk beluk tubuh perempuan. Ehm, makin penasaran kan?
Ada sejumlah cerita menarik terkait tradisi yang satu ini. Bahkan ada novel yang dibuat dengan latar tradisi gowok yang begitu fenomenal. Selengkapnya, yuk ikuti sejumlah info menariknya di sini.

Tradisi Ini Konon Dibawa oleh Wanita Bernama Goo Wook Niang

Adalah Goo Wook Niang, sosok wanita Tiongkok yang disebut telah membawa tradisi yang disebut Gowok ke Jawa. Mungkin kamu sudah bisa menduga dari mana nama gowok berasal. Yaps, gowok diambil dari nama Goo Wook Niang sendiri. Karena lidah orang Jawa saat itu agak sulit melafalkan nama lengkap Goo Wook, maka dipersingkat jadi gowok saja.

Ilustrasi Rumah di Desa [Image Source]
Tugas dari seorang gowok ini adalah memperkenalkan seluk beluk tubuh perempuan, katuragan wanita, pada remaja laki-laki yang beranjak dewasa. Ada tradisi Jawa tempo dulu di mana remaja yang sudah dikhitan akan tinggal serumah dengan seorang gowok. Gowok ini kemudian yang akan mengajarinya berbagai hal yang terkait dengan cara membahagiakan perempuan secara lahir dan batin. Dengan kata lain, si remaja akan diajari semua hal yang terkait dengan urusan ranjang. Apa tujuannya? Tujuannya agar si remaja kelak bisa membahagiakan istrinya.

Nyantrik Bisa Berlangsung Selama Beberapa Hari

Remaja laki-laki bisa menghabiskan waktu selama beberapa lama dalam “asuhan gowok”. Masa ini disebut nyantrik. Masa ini bisa berlangsung selama beberapa hari, bisa juga seminggu. Sang remaja akan diajari bagaimana menjadi lelananging jagad yang sejati. Bukan hanya soal urusan ranjang saja yang diajarkan oleh seorang gowok. Gowok pun akan mengajari berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga dan bagaimana cara memperlakukan istri dengan baik di masa yang akan datang.

Ilustrasi Nyantrik Bisa Berlangsung Selama Beberapa Hari [Image Source]
Gowok sendiri biasanya disewa oleh ayah dari anak remajanya yang beranjak dewasa. Agar sang putra bisa menjadi suami yang seutuhnya saat dewasa nanti, maka perlu dibekali berbagai pengetahuan dan pelajaran langsung dari seorang gowok. Setidaknya nanti saat malam pengantin baru, sang pemuda tidak mendapat malu.

Diangkat dalam Novel Berjudul Nyai Gowok, Novel Kamasutra dari Jawa

Novel karya Budi Sardjono yang satu ini memang cukup mengundang rasa penasaran. Dari judulnya saja, sudah kebayang dong novel ini membahas soal apa? Menyangkut soal tradisi gowok dan tradisi seksualitas Jawa. Berlatar kota Temanggung tahun 1955, Nyai Lindri yang berperan sebagai gowok mendidik Bagus Sasongko menjadi lelaki sejati.

Diangkat dalam Novel Berjudul Nyai Gowok, Novel Kamasutra dari Jawa [Image Source]
Nyai Lindri mengajarkan berbagai hal yang berhubungan dengan cara membahagiakan seorang perempuan dan bagaimana cara memperlakukan tubuh istrinya nanti ketika sudah menikah. Terdengar vulgar? Tak bisa dipungkiri ada hal-hal yang “dewasa” dibahas dalam novel tersebut. Novel ini pun sepertinya lebih layak dibaca oleh mereka yang sudah menikah atau berumah tangga.
Entah apakah saat ini tradisi gowok masih ada atau sudah tak dilestarikan lagi. Seumpama ada pasti akan jadi kontroversi tersendiri. Tapi, ada beberapa sumber yang mengatakan kalau Gowok tetap diimplementasikan lho di beberapa daerah terpencil. Tapi, mungkin bentuknya lebih sopan dan punya norma.

Friday, 31 March 2017

TERSERAH PADA YANG "DIATAS" .. ADA “GOD SPOT” DALAM SETIAP OTAK MANUSIA dan MENDORONG MANUSIA MENEMUKAN TUHAN




Posisi otak ada pada tempurung kepala, dan posisi ini benar-benar bagian paling atas pada tubuh manusia, jadi wajar dan tidak salah ketika bahasa nyeleneh orang-orang atau dalam salah satu percakapan soal jodoh, atau apapun itu yang melibatkan dan menggantikan kata TUHAN adalah "terserah yang di atas".
Keberadaan Nya bukan di atap genteng terlebih di atas langit sana sungguh terlalu jauh .. tapi sesungguhnya sesuatu yang di atas itu ada pada titik saraf otak kita ... hanya saja Dia mempunyai kekuasaan "MELIPUTI" segala-galanya. begitupun kita .. sebagai manusia bisa mempraktekkan bagaimana cara "MELIPUTI" segala sesuatu.
Eksperimen kecilnya begini, bayangkan saat di ruang ujian dengan suasana hening saat tenggorokan kita gatal pengen banget batuk namun segan, kita peduli terhadap orang di samping kita, depan belakang bahkan sampai yang duduk di pojokkan sana dan dengan kepedulian tersebut maka lahirlah keberanian "nyeletuk" juga tu batuk .. perhatikan saat kita batuk itu ada orang yang mengikuti, pasti ada ... dan itu artinya kita sudah bereksperimen "meliputi" sesuatu.
Dalam kitab suci Al-Quran sendiri, Allah SWT pernah berfirman :
“Kami akan memperlihatkan kepa­da mereka tanda-tanda (kekuasaan) Ka­mi di segenap ufuk dan pada diri mere­ka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahawa Al-Quran itu adalah benar ”
(QS Fussilat : 53)
Pada tahun 1997, sekumpulan Ilmuwan pakar saraf dari Uni­versitas California di San Di­ego berhasil menemukan satu saraf kecil di dalam otak manusia yang mampu merespon terhadap aspek agama dan ketuhanan. Saraf tersebut akan menjadi lebih utuh jika dirangsang untuk terus mengingat Tuhan.
‘God Spot’ bertindak sama seperti antena yang memandu kita untuk berpikir tentang ketuhanan. Kajian “God Spot” lainnya ujicoba terhadap penderita epilepsi mereka begitu kuat mengingat Tuhan setelah serangan kejang terjadi. Mereka mengaku bahwa mereka merasa lebih dekat dengan Tuhan dan seolah olah mendapat petunjuk saat mereka berada dalam kondisi tidak sadarkan diri. Hasil kajian akhirnya mendapati seseorang itu per­caya kepada agama maupun tidak, ia sebenarnya bergantung kepada sejauh mana saraf ini digunakan dan dikem­bangkan.
Dengan itu, ketika manusia melangkahkan kaki ke tempat ibadah yang suci apakah masjid atau gereja, perasaan ingin menghambakan diri dan ingin menjunjung Tuhan selalu mengisi hati mereka. Beberapa ilmuwan mengatakan itulah tindakan ‘God Spot, atau pusat spiritual yang terkandung di dalam otak manusia.
Tuhan meletakkan saraf ‘God Spot’ di dalam otak manusia kerana itu adalah pilihan-Nya sebagai salah satu cara un­tuk Dia berhubungan dengan hamba-Nya. Dan kita sebagai hamba boleh mem­ngembangkan lagi saraf ini jika kita mau lebih mengenali dan memahami tentang kekuasaan Tuhan.
Memetik inspirasi daripada ayat Al­Quran, Dr-Suraiya menjelaskan bah­wa ‘God Spot’ haruslah dikembang­kan dengan sempurna bagi mereka yang mencintai agama. Manakala bagi mereka yang tidak mau mengembangkan fungsi saraf ‘God Spot’ ini, mereka akan dikatakan sebagai Tuli, bodoh dan bu­ta atau ‘Summun Bukmunn Ummyunn’.
Allah swt berfirman:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (Surah Al A’raf ayat 1

Mengenali Potensi Bipolar di Era Sosial Media Terutama pada Perempuan


Sahabat Ummi, perkembangan teknologi saat ini sangat berkembang pesat, ini akibat dari globalisasi terutama dalam bidang telekomunikasi terutama internet. Penggunaan internet terlebih perkembangan media sosial sangat mempengaruhi manusia pada umumnya di seluruh dunia, yang mencengangkan bahwa penggunaan media sosial yang di akses oleh dunia secara dominan usernya adalah di indonesia.
Era media sosial segala seuatu kegiatan, perilaku manusia di jadikan update dan terus diperbaharui. kita bahas dan telisik dari sudut pandang sisi psikologis penggunaan media sosial yang mempunyai potensi terhadap perilaku "bipolar". perilaku ini dapat timbul dari berbagai faktor salah satu di antaranya adalah faktor lingkungan. dan sumbangsih terbesar saat ini adalah media sosial, yang sering di akses oleh kaum perempuan.
Seperti kita ketahui bersama bahwa kaum perempuan seringkali menggunakan "perasaan" dalam setiap perilaku dan tindak lakunya. hal ini dapat dengan mudah menimbulkan disorder atau kelainan psikologis, kita simak bersama apa yang dimaksud dengan bipolar dan bagaimana cara mengatasinya, berikut paparannya ...
Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrim berupa mania dan depresi, karena itu istilah medis sebelumnya disebut dengan manic depressive.
Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti.
Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi, seseorang yang menderita gangguan bipolar memiliki ayunan perasaan (mood swings) yang ekstrim dengan pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Suatu ketika, seorang pengidap gangguan bipolar bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Saat suasana hatinya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri.
Gangguan bipolar saat ini sudah menjangkiti sekitar 10 hingga 12 persen remaja di beberapa kota di Indonesia. ini akibat dasri efek penggunaan media sosial berlebih atau dari faktor lingkungan.
Tanda gejala dari tahap gangguan bipolar adalah sebagai berikut:
1. Gembira berlebihan.
2. Mudah tersinggung sehingga mudah marah.
3. Merasa dirinya sangat penting.
4. Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain.
5. Penuh ide dan semangat baru.
6. Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya.
7. Mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengarnya.
8. Nafsu seksual meningkat.
9. Menyusun rencana yang tidak masuk akal.
10. Sangat aktif dan bergerak sangat cepat.
11. Berbicara sangat cepat sehingga sukar dimengerti apa yang dibicarakan.
12. Menghambur-hamburkan uang.
13. Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan.
14. Merasa sangat mengenal orang lain.
15. Mudah melempar kritik terhadap orang lain.
16. Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari.
17. Sulit tidur.
18. Merasa sangat bersemangat, seakan-akan satu hari tidak cukup 24 jam

Faktor pemicu munculnya penyakit yang melibatkan hubungan antarperseorangan atau peristiwa-peristiwa pencapaian tujuan (penghargaan) dalam hidup. Contoh dari hubungan perseorangan antara lain jatuh cinta, putus cinta, dan kematian sahabat. Sedangkan peristiwa pencapaian tujuan antara lain kegagalan untuk lulus sekolah dan dipecat dari pekerjaan.
Berikut ini cara-cara untuk membantu diri sendiri dalam penanganan gangguan bipolar:
1. Dapatkan pengetahuan tentang cara mengatasi gangguan dan hal-hal yang berkaitan dengan gangguan bipolar. Semakin banyak diketahui, semakin baik dalam membantu pemulihan sendiri dari gangguan ini.
2. Jauhkan stres dengan menjaga situasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup sehat, dan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, shalat malam (tahajjud) atau pernapasan dalam.
3. Mencari dukungan dengan memiliki seseorang yang untuk diminta bantuan dan dorongan. Cobalah bergabung dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan teman yang dipercaya.
4. Buatlah pilihan yang sehat. Pola tidur, makan, dan berolahraga dapat membantu menstabilkan suasana hati.
5. Menjaga jadwal tidur yang teratur sangatlah penting.
6. Pemantauan suasana hati secara mandiri dengan melacak gejala dan tanda-tanda ayunan suasana hati Anda berayun di luar kendali sehingga dapat menghentikan masalah sebelum dimulai.
So, semua penyakit berawal dari pikiran. Ketika penggunaan media sosial diluar koridor bijak maka pelibatan emosi dalam menanggapi hubungan antarpersonal melalui baik secara sosialita dan media sosial bisa berdampak dalam perubahan perilaku menuju "bipolar" .
Demikian  semoga bermanfaat ..

Profil Penulis:
Lia Kurniawati, S. Ikom, M. MPd.
Dosen ilmu komunikasi
Public Relation Manajer Lima Artha Pro
FB : Lia Kurniawati



http://www.ummi-online.com/mengenali-potensi-bipolar-di-era-sosial-media-terutama-pada-perempuan.html

Friday, 28 October 2016

Jangan Pernah Mencela Makanan

http://www.ummi-online.com/jangan-pernah-mencela-makanan.html


Sahabat Ummi,  salah satu nikmat lahir yang Allah berikan adalah Allah menghamparkan berbagai tumbuh-tumbuhan yang terhampar dibumi untuk di ambil berbagai manfaatnya oleh manusia salah satunya untuk dikonsumsi demi keberlangsungan hidup. Di jaman modern saat ini kita tak lagi memikirkan bagaimana proses untuk mengolah dan mendapatkan makanan tersebut, cukup dengan “order” dan makanan yang kita inginkan tersaji dengan cepat. Alhamdulillah..
Namun, sifat dasar manusia yang tidak dilandasi dengan ilmu dan adab menghadapi makanan tentunya sajian makanan yang di depan mata akan menjadi satu momok menakutkan atau bahkan menjadi pemicu omelan-omelan yang tak sedap di dengar. Dalam Islam mengatur segala sesuatunya diatur,  termasuk adab dalam menghadapi suatu hidangan yang tersaji di depan kita. Perlu kita sadari bahwa Allah telah menjamin orang yang bersyukur dengan melipat gandakan nikmatnya, termasuk apabila kita mensyukuri hidangan dan jaminan Allah akan tambahan nikmat lainnya dari makanan tersebut.
Baik kita uraikan beberapa adab dalam menghadapi hidangan dan tentunya hal ini akan sangat baik di ajarkan pada anak-anak,
1.       Syukuri dengan mengucapkan Alhamdulillah dan membaca do’a ketika mendapatkan dan akan menyantap makanan.
2.       Coba nikmati, dan berpikir bahwa segala sesuatu yang menghampiri dan ada di depan mata kita adalah sesuatu yang sesuai dengan keinginan.
3.       Makan sesuai porsi yang dibutuhkan.
4.       Hindari makanan yang tidak disukai
5.       Tidak mencela makanan, dan ini Rasulullah ajarkan
6.       Tidak memakan makanan secara berlebihan, sesunguhnya Allah tidak menyukai segala seuatu yang berlebihan, artinya jika manusia mengonsumsi makanan secara berlebihan maka akan berdampak pada kesehatan dan kerusakan dalam tubuh kita dan dampak lainnya.

Allah pula menciptakan manusia dengan sempurna, membekalinya dengan segal kebutuhannya jadi yakinlah segala sesuatu apabila dilakukan sesuai adab pasti menjadi baik. Baik untuk diri kita sendiri ataupun orang lain hingga manfaat makanan dan minuman tersebut mendatangkan kebaikkan yang lain.
Demikian, semoga bermanfaat J

PROFIL PENULIS
Lia Kurniawati, S. Ikom, M. MPd.
Dosen Ilmu Komunikasi, Penyiaran Televisi dan Radio
Dari Kota Bandung
Bisa disapa dengan akun Facebook “Lia Kurniawati” atau di Blog : elkurniawati78@blogspot.co.id

Cara Mendidik Perempuan

http://www.ummi-online.com/cara-mendidik-perempuan.html

"Banyak yang bilang perempuan adalah makhluk yang lemah, tapi tahukah Bunda bahwa kelak dialah yang akan menjadi tempat bersandar bagi seseorang yang mencintaimu sepenuhnya". Sebuah kutipan dari Chanel Telegram Teladan Rasul yang menginspirasi bahwa perempuan, makhluk terindah yang Allah ciptakan di dunia. Tidak semata-mata Allah ciptakan sesuatu jika tak punyai tujuan dan hikmah, kita kupas bagaimana peran penting seorang perempuan dalam kehidupan serta cara mendidik mereka agar menjadi perempuan berkualitas yang membawa perubahan terhadap lingkungan sekitar dan lingkungan dunia.
Ayat dalam al quran yang menerangkan tentang perempuan banyak di jelaskan dalam Quran Surat Annisa, Perempuan menjadi fitnah bisa jadi dikarenakan perempuan mendidik perempuan yang terlalu lembek dan kurang tegas, bukankah perempuan diciptakan dari tulang rusuk pria. Maknanya, bahwa dalam mendidik perempuan jika diperlakukan kasar ia akan patah atau akan menimbulkan hal negatif dari sikap dan perilaku. Sebaliknya dalam mendidik perempuan harus dalam sikap kelemah lembutan hal ini perlu pemahaman bahwa mengingat perasaan perempuan lebih mendominasi di bandingkan logika. 
Kesulitan mendidik anak dalam al quran pun disinggung bahwa mendidik anak perempuan lebih berat dibandingkan dengan mendidik anak laki-laki hal ini dikarenakan karena perempuan lebih menggunakan perasaan di bandingkan logika hal ini seringkali dikaitkan  dengan hasrat dan keinginan. Seperti contohnya dalam hal berpakaian, pangsa pangsa produk-produk berbau perempuan lebih sering berganti dan cenderung mengikuti naluri naluri perempuan dibandingkan laki-laki.
Bagaimana cara mendidik anak perempuan agar tidak terlalu mengikuti hasratnya untuk terlalu konsumtif dalam kehidupan sehari-hari? Allah berfirman bahwa “Allah tidak menyukai segala sesuatu dengan berlebihan” artinya hal ini bisa kita aplikasikan dalam kehidupan mendidik anak perempuan untuk mengurangi sifat konsumtif dengan cara membelanjakan segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan, dengan begitu tidak akan terjadi mubaziritas dari barang-barang atau hal-hal yang dianggap tidak perlu.
Mengapa posisi perempuan menjadi diskriminatif sosial, beberapa dekade terakhir eksistensi perempuan sudah banyak mengisi posisi-posisi penting dalam pemerintahan ataupun peran penting lainnya. Namun sayangnya di beberapa Negara masih banyak ditemukan diskriminasi perempuan seperti di India, jika terdapat ibu hamil sedang mengandung anak perempuan maka sang mertua akan berusaha melenyapkan si ibu hamil dikarenakan kehadiran anak perempuan dianggap kurang menguntungkan.
Prostitusi dan penjualan anak perempuan masih marak, hal ini menjadi acuan bagi ayah Bunda di rumah untuk lebih konsern terhadap pengawasan dan mendidik anak-anak perempuan dengan membuat aturan-aturan di rumah lebih ketat terhadap anak perempuan, contohnya mengikut sertakan mereka dalam kegiatan-kegiatan positif seperti ekskul, berbagai les untuk sebagai bekal soft skill nya di masa mendatang.
Demikian semoga bermanfaat J

PROFIL PENULIS
Lia Kurniawati, S. Ikom, M. MPd.
Dosen Ilmu Komunikasi, Penyiaran Televisi dan Radio
Dari Kota Bandung

Bisa disapa dengan akun Facebook “Lia Kurniawati” atau di Blog : elkurniawati78@blogspot.co.id


Tuesday, 18 October 2016

DAHSYATNYA AFIRMASI

MANFAAT PELUKAN DAN SENTUHAN UNTUK ANAK REMAJA

ARTIKEL TAYANG DI MAJALAH UMMI DENGAN JUDUL :



Sahabat ummi, seberapa pentingkah anak remaja membutuhkan belaian dan sentuhan dari orang tuanya? Dan apa efeknya?

Dalam ilmu komunikasi dikenal dengan yang namanya Haptic, atau sentuhan dan ini merupakan bagian dari ilmu komunikasi non verbal dimana tingkat akurasi pemaknaannya sangat tinggi yakni 80%-90%. Artinya bahwa setiap manusia membutuhkan sentuhan dimana rasa sayang dapat ditunjukkan bukan hanya secara lisan, tetapi dapat ditunjukkan melalui sentuhan dan ini maknanya sangat mendalam karena mampu terekam dalam pikiran bawah sadar seseorang. Dengan perekaman dalam pikiran bawah sadar secara otomatis akan berimplikasi dari kehidupan sadar.

Kehidupan sadar atau kehidupan sehari-hari didominasi oleh bagaimana menghidupkan pikiran bawah sadar, salah satunya dengan memperbanyak sentuhan kasih sayang yang akan menumbuhkan banyak manfaat terlebih untuk anak remaja pada tumbuh kembang 7 tahun kedua. Dimana pada masa perkembangan ini kehidupan sosial sudah berkembang dan peran keluarga sudah banyak berkurang. Kehidupan sosial remaja saat ini didominasi dengan sentuhan teknologi dengan hadirnya media sosial.

Salah satu cara menghidupkan moment kehangatan keberadaan ayah bunda ditengah-tengah kesibukkannya yaitu dengan memberikan sentuhan berupa pelukan pada moment-moment tertentu, dan hal ini sangat memberikan manfaat yang besar. Yuk mari kita telik manfaat apa saja yang didapatkan ketika remaja mendapatkan sentuhan / pelukan dari ayah bundanya.
Rentang usia 7 tahun kedua bagi anak merupakan tantangan tersendiri untuk orangtua, kegiatan anak sudah banyak berubah. Anak menjadi lebih dominan mendengarkan peer group nya  (teman sebaya) di bandingkan dengan suara ayah dan bundanya. Salah satu trik mendekatkan kembali dan menumbuhkan kedekatan dengar orangtua adalah dengan memberikan Sentuhan/pelukan rutin semisal pada saat menjelang tidur, bangun tidur ataupun pada saat akan beraktifitas keluar rumah (sekolah).

Berbagai manfaat yang didapatkan yakni, dapat memberikan semangat, memberikan rasa percaya diri, menumbuhkan rasa empati, mempercepat penyembuhan fisiologis, meregenerasi sel-sel kulit, menghilangkan rasa stress dan berbagai manfaat lainnya.
Sentuhan berupa pelukan dapat memberikan semangat,  dapat ayah bunda lakukan di pagi hari ketika anak bangun tidur. Tekniknya bisa dengan mengusap punggung anak dengan garukan ringan sebaran acak. Hal ini sudah terbukti, penulis lakukan dari anak sejak bayi dan sampai saat ini beranjak remaja masih dilakukan,  dan ayah bunda tahu? Hal ini dapat menambah kedekatan antara ibu dan anak, dengan begitu ayah bunda dapat memberikan sugesti positif.

Selanjutnya sentuhan dalam bentuk pelukanpun salah satu penyumbang menumbuhkan kepercayaan diri anak, dimana mereka merasa tidak sendiri dalam menjalani kehidupan. Terlebih dapat menumbuhkan empati, dimana saat ini degradasi moral sudah sangat banyak mempengaruhi mind set seseorang dengan hadirnya teknologi media sosial yang dapat di akses kapanpun dan dimanapun. Kehangatan keluarga merupakan control sosial yang baik untuk anak usia remaja. Pemberian nutrisi dari makanan dan hadirnya sentuhan dari orangtua pun dapat membantu anak menghilangkan stress dan mempercepat penyembuhan ketika anak sakit.

Meskipun ayah dan bunda sibuk dalam bekerja, yuk sempatkan memberikan sentuhan hangat untuk anak-anak remaja kita agar terhindar dari hal-hal buruk dalam pergaulan sosial yang tak terkontrol.
Demikian semoga bermanfaat ya ..


PROFIL PENULIS
Lia Kurniawati, S. Ikom, M. MPd.
Dosen Ilmu Komunikasi, Penyiaran Televisi dan Radio
Dari Kota Bandung

Bisa disapa dengan akun Facebook “Lia Kurniawati” atau di Blog : elkurniawati78@blogspot.co.id

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...