Monday, 25 January 2016

Semangat Juang !!




Landmark ABG kental kerasa, tembok penuh graffiti disana sini. Field experience seolah me- recall pada episode hidup beberapa belas tahun yang lalu. Beberapa orang sebaya duduk di bangku seberang. Penuh celoteh seolah sudah kenal satu dan lainnya.

Kamu pejuang bukan?! Hadapi!


Yel-yel penyemangat Komunitas Turun Tangan Bandung, masih asing di telinga namun gemanya melambungkan mengundang athmosfhere yang berbeda. Seolah membangkitkan adrenalin baru untuk semangat juang yang tinggi. Ada yang tersadar sesaat ketika yel-yel menggema, sepertinya menjadi pejuang bukanlah dalam konotasi pada jaman penjajahan sebelum kemerdekaan. Berjuang juga bukan hanya milik kelompok tertentu namun sepertinya menjadi pejuang dan berjuang milik setiap insan di dunia ini.

Setiap gerak langkah saat bertemu rekan-rekan baru dalam acara gathering turun tangan wilayah bandung pun sepertinya patut di sebut pejuang, pejuang demi aktualisasi diri menuju satu perubahan. Bukankah setiap perjuangan itu terdapat satu harapan perubahan kan?! Setuju?.

Kalo boleh dikaitkan dengan belajar, perjuangan sangat berkaitan erat dengan belajar. Bukankah Allah merintahkan setiap manusia yang lahir dimuka bumi ini untuk belajar. Belajar dimulai dari buaian hingga menuju liang lahat. Berjuang untuk memberikan kontribusi terhadap hidup, terhadap kebutuhan jasmani dan rohani.

Setiap pejuang sudah semestinya ada sesuatu yang diperjuangkan dan ada tujuan yang hendak dicapai. Oleh karenanya sudah semestinya pula setiap pejuang (diri kita) belajar sepanjang hayat di kandung badan dan menghadapi setiap perjalanan hidup.

Demikian, semoga bermanfaat.

  

Saturday, 23 January 2016

DEWASA YANG KEKANAK-KANAKKAN


“Owh seperti itu … !
“Alhamdulillah yah sesuatu ..!”

Gaya bicara yang dibuat-buat, dandanan make up beralas bedak tebal, bergincu merah merona, sepatu heels mengkilat tak lekang semir,  pakaianpun layaknya professional dengan  blazer modern selalu update. Bahasa gaolnya sih fashionable.  Sekilas saat melihat tampilan dan raut wajah  taksiran umur mendekati angka kepala 5, memberi kesan bijak namun saat coba membuka obrolan dengan si empunya fashion, Wuwh! Pikir langsung menciut! gaya bicara  lebay-lebay ala syahrini, selalu merasa “aku” yang paling …. membuat dahi turut mengerut riut.  

Tak lebih dari lima menit obrolan berlangsung.  first immpression memang sangat menentukan saat itu juga langsung memutuskan memilih menarik diri dari obrolan yang tak tentu arah alias “kurang mutu”. Pernah bertemu dengan orang seperti ini atau mungkin anda seperti ini ?! Ups! Childish atau orang dewasa yang kekanak-kanakkan, apalagi di rentang usia yang tak lagi muda memang agak-agak risih dan mengganggu. Bukan saja jadi bahan olok-olok namun membuat orang memicu untuk berghibah ria.  

Usia fisik bukan jaminan kedewasaan, seseorang bisa dari gender apapun laki-laki atau perempuan  dengan latar belakang terjebak dalam masa remaja atau masa anak-anak merupakan indikasi kelainan kepribadian. Berikut hal - hal yang nampak pada orang dewasa yang kekanak-kanakkan yaitu :

1.     Tidak mampu menjalankan tanggung jawab
2.    Tidak menampakkan perhatian dan pengertian
3.    Kurang inisiatif
4.    Tidak mempunyai target dan tujuan hidup
5.    Egois
6.    Selalu ingin dipahami dan dimengerti
7.    Tidak memahami problem solving atau pemecahan masalah
8.    Selalu ingin mendapatkan sanjungan berlebih
9.    Menuntut orang lain untuk berbuat sesuai dengan keinginannya

Beberapa faktor yang menjadi penyebab orang dewasa bersikap seperti anak-anak salah satu nya yakni kurang mendapatkan kasih sayang orang tua. Dalam salah satu contoh kasus yang pernah penulis lakukan dalam sebuah penelitian, salah satu keluarga dengan banyak anak mempunyai pola asuh yang mereka terapkan dimulai pada anak sulung diasingkan ke keluarga lain ketika mendapatkan adik (anak kedua) selanjutnya  pola yang sama ketika anak kedua mendapatkan adik lagi, maka si anak kedua bernasib dipilihkan keluarga lain  yang mau mengurus, begitu selanjutnya sampai anak ke sembilan. Setelah anak pertama sampai anak ke delapan beranjak dewasa barulah mereka berkumpul kembali bersama orangtua. Beruntungnya anak ke Sembilan mendapatkan pengasuhan yang murni dari orangtua kandung sedari dilahirkan bahkan hingga peranak pinak.

Pola asuh seperti ini sangat tidak disarankan demi perkembangan anak-anak. Namun beberapa sudut pandang lain mungkin menjadi bahan pertimbangan keluarga tersebut seperti faktor ekonomi. Ketidak mampuan orangtua untuk membiayai hidup anak hingga kehangatan pelukan orangtua tidak dapat dirasakan anak-anak secara langsung atau terdapat faktor lain seperti baby blues mungkin saja terjadi.

Kesimpulan nya bahwa tumbuh kembang anak sudah seharusnya menjadi tanggung jawab orangtua agar tidak menjadi pemicu kelainan kepribadian anak kelak saat dewasa. Seperti usia fisik tidak sesuai dengan usia mental dimana pemikiran-pemikiran kedewasaan menentukan kesiapan dalam bersikap dan menghadapi berbagai masalah kehidupan.
Beberapa fase pola asuh yang dicontohkan rasulullah bahwa 7 (tujuh) tahun pertama masih dalam lingkaran keluarga batih. “ummi madrosatul ula”  peran ibu sebagai sekolah pertama bagi anak sangat dominan. Pemberian tanggung jawab, pemupukan rasa empati dan penerapan karakter lainnya agar anak tumbuh sesuai usianya bisa ditanamkan pada  rentang usia ini.

7 (tujuh) tahun kedua anak sudah mengenal lingkungan sosial meskipun belum secara luas. Pola asuh keluarga masih tetap dibutuhkan  sebagai kontrol sosial meskipun usia ini anak sudah mendapatkan pengaruh lingkungan sekitar. Pola pemberian tugas dan tanggung jawab sudah mulai diarahkan termasuk ajarkan anak untuk menghadapi setiap masalah yang timbul .

7 (tujuh) tahun ketiga masa dimana pergaulan anak sudah sulit terkontrol namun tetap pola asuh keluarga masih sangat diperlukan, pada fase ketiga ini merupakan fase peralihan pemikiran Anak-remaja dan dewasa. Pada fase ini waktunya anak menetapkan jati diri. Akan lebih bijak jika orangtua sudah mengenal minat dan bakat anak sejak dini namun tidak terlambat jika pada fase ini anak sudah faham apa yang menjadi tujuan dan target dalam hidupnya hingga anak mampu meninggalkan masa kanak-kanak, peralihan remaja menuju usia dewasa hingga mempunyai pola pikir yang sesuai dengan usianya.

Pengelolaan emosi pada setiap fase harus tetap diarahkan hingga anak mampu mengenal empati, dan mengerti arti kata “egois” atau egosentris pada masa kanak-kanak perlahan-lahan mampu tempatkan pada kondisi yang tepat. Orangtua harus mampu memebrika reward sebagai bentuk penghargaan terhadap prestasi anak seperti contoh apabila anak melakukan hal-hal yang menjadi tanggungjawabnya patut diberikan reward namun tentu tidak berlebihan hingga kebiasaan ini akan memupuk penghargaan dan kepercayaan diri yang berujung pada sikap pendewasaan diri.

Sumber referensi :
Dari berbagai sumber

Friday, 22 January 2016

JANGAN BIARKAN PERUTMU KELAPARAN HINGGA TERTIDUR ...


Pagi ini cuaca begitu bersahabat, jalanan ramai lancar. Rutinitas setiap pagi berkutat dengan debu dan asap jalanan. Persiapan dengan rentang waktu 2 setengah jam sebelum anak-anak masuk sekolah dirasakan sangat kurang. Lagi-lagi last minute bel sekolah jadi target buruan. Monolog sepanjang jalan yang dilalui meracau bebas dalam benak.
Berawal dari sebuah artikel yang kubaca malam tadi menyoal perbandingan tingginya nilai dollar Amerika terhadap rupiah berbanding terbalik dengan Ringgit Malaysia. Hal Sebenarnya terlalu enggan untuk membahas, karena merasa tak punya kapasitas. Namun rasanya terlalu membuncah jika hanya tersimpan dalam benak. Pada zaman Rasulullah kehidupan perekonomian menggunakan alat tukar dinar dan dirham atau Emas dan Perak, dimana stabilitasnya tetap terjaga. Saat itu islam Berjaya, sepertinya memang hukum alam jika satu kaum berjaya selalu saja ada kaum lain yang tak turut berbahagia malah berpikir iri hati diiringi dengan kedengkian.
Kekuasaan Allah, menciptakan semua hal dibumi ini berpasang-pasangan. Laki-perempuan, Siang-Malam begitupun orang baik dengan orang jahat. Muslim dan Yahudi Allah takdirkan menjadi musuh bebuyutan, seperti tertuang dalan Al quranul karim. Adalah kaum yahudi merupakan kaum yang Allah ciptakan dengan otak yang sangat briliant melebihi kata genius di muka bumi ini. Hal ini telah dibuktikan secara ilmiah oleh para peneliti, bahwa otak kaum yahudi tidak ada bandingan dengan kaum lainnya. Kaum yahudi selalu mencari cara bagaimana Islam menjadi terpuruk dan mereka berjaya.
Hingga mereka menciptakan sesuatu sebagai tolok ukur agar seluruh masyarakat dunia digiring pada satu kebutuhan dan satu perputaran dalam kendali mereka. Alat tukar financial yang bisa menjadikan dan membuat ketergantungan setiap negara terutama target mereka negara dengan mayoritas muslim seperti Indonesia tercinta. Di era reformasi negara kita menjadi akrab dengan IMF. Usut punya usut ternyata International Monetary Fund ini bentukan yahudi. Wallahualam!).
Walhasil saat ini memang benar-benar sangat terlihat dan dirasakan nyata bahwa negeri kita sangat bergantung terhadap fluktuasi dollar. Jika nilai tukar dollar naik berimbas pada kebutuhan pokok setiap lapisan masyarakat. Lain halnya di Malaysia, meskipun satu rumpun namun Malaysia tidak tergolong menjadi sasaran kaum yahudi karena muslim di negara ini tidak terlalu banyak jadi bukan termasuk target mereka. Hingga nilai tukar ringgit malaysia terhadap dollarpun cenderung stabil dan stagnant.
Kondisi masyarakat Indonesia saat ini dibuat tak berdaya, tak memiliki keleluasaan dalam perekonomian. Himpitan ekonomi sangat terasa pada setiap lini hidup, semua aturan birokrasi terkesan terlalu mengada-ada dan bergerak berubah tak tentu arah. Setiap individu di negeri ini digiring untuk berpenghasilan tak lebih cukup hanya untuk memikirkan isi perut. Jika hal ini dibiarkan lambat laun akan mengalami kemerosotan moral (degradasi moral) hingga mampu memudarkan aqidah (naudzubillah). Dan jelaslah siapa yang akan tersenyum lebar jika umat muslim terpuruk.
"Jangan biarkan perutmu kelaparan hingga kau tertidur", kurang lebih begitu wasiat rasullullah sebelum beliau wafat. Sekilas sepele, namun jika dicermati dengan terliti bahwa seseorang yang kelaparan niscaya emosinya akan lebih sensitif dan dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mencuri, merampok dan hal buruk lainnya. Melihat tayangan reality show salah satu stasiun televisi bertajuk "orang pinggiran" edisi hari ini 21/01/2016, dalam tayangan tersebut selalu ditayangkan orang-orang dengan keterbatasan ekonomi, jangankan untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya untuk makan saja mereka harus mengais-ngais.
Hingga membuat kembali berpikir, ujian Allah ataukah terdapat hikmah yang lain?!. Dahsyat memang hasil kebencian yang tertanam kaum yahudi hingga mereka memikirkan cara cepat dan tepat melemahkan umat muslim dengan berbagai cara.
Hidup adalah pilihan, lebih memilih terpuruk ataukah bangkit. Memilih terpuruk artinya menyerah pada keadaan tanpa ikhtiar/berupaya, sedangkan Allah sangat menyukai dan menghargai orang-orang yang berupaya hingga mengabulkan setiap keinginan. Seperti dalam salah satu hadist "Tak akan berubah nasib suatu kaum jika mereka tak merubahnya sendiri"
Menghidupkan hidup butuh perjuangan, manusia hanya perlu berikhtiar semaksimal mungkin selebihnya serahkan pada Allah dengan bersabar dan sholat (do'a). Karena dengan do'a segalanya jadi mungkin .


Thursday, 21 January 2016

MENULIS, MENYINGKAP KARAKTER DAN KEPRIBADIAN



Kecerdasan linguistic atau kecerdasan berbahasa bukan saja menata rentetan huruf vokal dan 
konsonan, tetapi menulis merupakan kegiatan menuangkan ide dan gagasan yang tersimpan dalam alam bawah sadar seseorang. Kemampuan berbahasa setiap manusia sudah di dapatkan saat masih  dalam kandungan. Contohnya, ayah dan bunda seringkali mengajak berbincang dengan jabang bayi  walaupun tersekat kulit namun transfer linguistic dari orangtua akan terbangun melalui gelombang suara. Contoh lain saat bunda membacakan ayat suci Al quran pun merupakan komunikasi walaupun terkesan one way communication atau komunikasi satu arah.

Berbagai komunikasi tersebut merupakan tabungan atau aset perbendaharaan kata bagi bayi kelak. Milyaran sel otak anak tumbuh cepat apabila diberikan rangsangan secara kontinyu. 
Bukti lainnya pada saat anak mulai berkembang seringkali dijumpai bahwa ketika orangtua merasa belum mengajari kata-kata tertentu, disisi lain anak sudah mampu melafalkannya.
Menulis merupakan salah satu komunikasi dalam bentuk tulisan, dimana ide, gagasan dan pikiran penulis di tuangkan dalam rangkaian alphabet hingga dapat dimaknai oleh manusia lain. Persamaan makna dalam menafsirkan setiap rangkaian kata itupun merupakan salah satu bentuk komunikasi.

Saat ini berbagai kemudahan untuk menulis tersedia hingga dapat dimanfaatkan kapanpun dan 
dimanapun. Menulispun tak lagi menggunakan pensil, ballpoint dan kertas. Namun dapat 
memanfaatkan teknologi melalui aplikasi dari handphone atau gawai. Perkembangan aplikasi untuk media menulis sangat bermacam ragam. Berbagai aplikasi baik secara daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan) bisa didapatkan dengan mudah, just one click 
dan anda sudah bisa menggunakannya.

Blog merupakan salah satu aplikasi menulis yang disediakan secara daring. Blog yang disediakan mulai dari blog gratisan sampai blog berbayar, Blog Personal maupun Blog keroyokan. Google masih berbaik hati menyediakan blog personal gratis dengan domain blogspot. Lain halnya dengan wordpress yang sudah mulai menerapkan pembayaran. Banyak surat kabar ataupun majalah online menyediakan fasilitas berbagi dengan memberikan memberikan kesempatan bagi penulis untuk memberikan kontribusinya melalui tulisan. Salah satu contohnya surat kabar harian Kompas menyediakan blog keroyokan bertajuk "kompasiana", namun sayang akhir-akhir ini penulis kesulitan mengakses kembali blog tersebut padahal banyak ilmu dan pengalaman yang bisa didapatkan sebagai sumber inspirasi dan referensi.

Tahukah anda jika anda memiliki anak autis kategori ringan atau (disleksia) dengan menerapkan terapi  menulis setiap hari, setiap saat secara kontinyu dimanapun dan kapanpun maka mampu memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan perbaikan kultur jaringan otak secara signifikan. Manfaat lain menulis bahwa dengan menulis mampu melanggengkan karya seseorang, sebagai reminder dan mampu mendongkrak kepercayaan diri serta pada akhirnya dapat mendongkrak finansial tentunya.

"Mulutmu Harimaumu", satu pepatah penting, bukan hanya berlaku secara lisan namun juga sudah seharusnya diterapkan pula oleh penulis. Penutur dengan penulis perbedaannya hanya setipis benang, bagi penulis sedianya harus senantiasa mampu menata hati, pikiran dan kontrol terhadap apa yang akan di tulis sebelum di publish. Dalam salah satu literatur, kegiatan menulis dan membaca mempunyai tolok ukur agar tulisan enak dibaca juga lebih berbobot. Skala perbandingan antara membaca lalu dituangkan kembali dalam bentuk tulisan adalah 3:1, atau jika diprosentase kan artinya 75 persen membaca dan 25 persen menulis. Itu artinya sebagai penulis harus mempunyai banyak sumber bacaan.

Satu hal lagi yang dapat diungkap dari manfaat menulis bahwa kita menjadi tahu karakter seorang penulis, apakah ia seorang yang cermat kah, cerdas, tergesa-gesa, labil ataupun teguh pendirian. Dan semua hal tersebut dapat diketahui dari bahasa tulisan dan tata letak kepenulisan. Mengapa? Karena menulis adalah proses menuangkan apa yang ada dalam pikiran bawah sadar.
Satu tips dari saya, tetap semangat menulis apapun, kapanpun dan dimanapun serta jangan lupa 'Edit' terlebih dahulu sebelum dinikmati oleh pembaca setia agar tidak menimbulkan persepsi lain terhadap apa yang anda tulis. 'Typo' atau salah ketik akan membentuk sebuah monolog dalam diri pembaca dan  hal tersebut secara tidak disadari membentuk image sang penulis.

Demikian, semoga bermanfaat. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang mempunyai manfaat 
terhadap sesama? ... ;)



Referensi :

Alwasilah, A. Chaedar & Alwasilah, S. S. Pokoknya Menulis, Bandung : Kiblat Buku Utama, (2005).

Komunikasi Personal, Universitas Terbuka (2008).

Psikologi Komunikasi, Universitas Terbuka (2008).


Andri Hakim, Dahsyatnya Pikiran Bawah Sadar, Jakarta : Visi Media (2011).

Wednesday, 20 January 2016

ISTIMEWANYA SANG PERHIASAN DUNIA



“Sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah karena wanita adalah perhiasan dunia”
Berawal dari kejadian hari ini tanggal 10 Januari 2016, anak perempuan kecilku  berulah yang menguji kesabaran untuk mendidiknya.  Anakku adalah sumber inspirasiku,  Sejak dalam kandungan hingga saat ini Alhamdulillah Allah mengaruniakan dan mengamanahkan makhluk kecil laki-laki dan perempuan yang keseharian mereka merupakan sumber inspirasi, sumber kekuatan dan keyakinan untuk menghidupkan hidup. Anak meskipun tergolong makhluk kecil namun segala sesuatu yang Allah siapkan untuk mereka adalah pembesar untuk segalanya.
Setiap anak yang terlahir bagaikan kertas putih polos, hingga orangtua bebas menentukan apakah mereka akan dijadikan yahudi, nasrani ataupun mazusi. Bukan suatu kebetulan masa kecil penulis pernah mencicipi serunya bermain “Bongkar Pasang atau BP”. Mainan bergambar miniatur orang lengkap dengan baju dan accesoris hingga sang pemain (perempuan biasanya) bisa dengan bebas mengganti dan membongkar pasang pakaian sesuai keinginan.
Beberapa hikmah yang dapat diambil dari permainan tersebut bahwa,  dikatakan wajar jika anak perempuan sangat menyukai boneka, karena mereka bebas menentukan jalan cerita dan karakter boneka yang dimainkan sesuai keinginan. Begitu halnya dengan peran ibu, dengan kewenangan tanpa batas yang Allah berikan untuk menentukan peran bagi anak-anaknya terutama sebagai pembentuk karakater.
Kewenangan lain yang Allah berikan pada orangtua terlebih pada ibu, begitu agungnya kedudukan seorang perempuan yang berperan sebagai ibu hingga surgapun ada di telapak kakinya. Satu hal yang menjadi menarik perhatian “Mengapa Allah begitu mengistimewakan perempuan?”. Banyak batasan-batasan yang harus perempuan patuhi serta Allah menyiapkan ujian pada setiap orangtua jika diberikan amanah anak perempuan. Berikut beberapa ujian diantaranya :
  1. Anak perempuan lebih sensitive dan seringkali di labeli cengeng untuk itu latihlah dan ajarkan untuk berempati.
  2.  Ada kecenderungan jika keinginannya tidak di turuti maka beranggapan tidak  disayangi. Untuk itu ajari untuk selalu bersyukur  dan  ajarkan pula untuk tidak mengeluh.
  3.  Anak perempuan lebih suka bertengkar dengan mengelurkan kata-kata (mulutnya) daripada beradu otot. Maknanya ajarkan bahwa ia harus benar-benar menjaga lisannya karena setiap kata-kata yang terlontar adalah doa, jika tutur katanya baik maka merupakan doa untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain, jika tutur katanya buruk maka jelas buruknya kehidupan dalam pandangan mata.
  4.  Anak perempuan diwajibkan menutup aurat karena memperlihatkan aurat dan menjaga kemaluannya jika tidak sama halnya memperlihatkan nafsu. Posisi nafsu berbanding terbalik dengan akal, nafsu terletak pada kemaluan itu artinya jika menurutkan nafsu maka malu yang akan didapat. Namun apabila menuruti akal allah telah menyiapkan derajat yang tinggi.
  5.  Ajarkan anak perempuan untuk mengasah seni nya lebih tinggi, baik melukis, seni music dan lain sebagainya. Karena dengan mengembangkan seni akan menularkan kehidupan yang penuh warna.

Banyak dari perempuan tidak menyadari bahwa dirinya sangat berharga, maka ajarkanlah anak-anak perempuan kita mencintai dan menghargai betapa berharganya dirinya.

Referensi :
Dari berbagai sumber



Tuesday, 19 January 2016

MENUMBUHKAN INISIATIF PADA ANAK ...

Proses pembelajaran setiap manusia sejatinya berlangsung sepanjang hayat, begitupun dalam kehidupan anak dimana banyak faktor yang dapat memengaruhi setiap proses pembelajaran. Salah satu faktor pendukung yang sangat berdampak yakni Inisiatif, apa dan bagaimana inisiatif ini dapat tumbuh dan berkembang, hal  apa sajakah apabila dikelola dengan baik hingga dapat dimanfaatkan dalam proses pengembangan diri.
Pengembangan diri merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, dimana setiap orang di tuntut untuk tetap bergerak mengikuti dinamika kehidupan. Oleha karena itu inisiatif merupakan salah satu faktor yang menentukan. Dibutuhkan beberapa stimulus respon guna membangkitkan dan menumbuhkan inisiatif terutama pada anak dimasa pertumbuhan mereka. Berikut beberapa definisi atau pengertian secara etimologi dari Inisiatif yaitu kemampuan seseorang untuk bertindak melebihi yang dibutuhkan atau yang dituntut dari pekerjaan.
Definisi lain yaitu kemampuan untuk memutuskan dan melakukan sesuatu yang benar tanpa harus diberitahu atau diminta sehingga mampu menemukan setiap kesempatan dan peluang serta memanfaatkannya semaksimal mungkin sehingga mampu menemukan setiap permasalahan dan solusi.
Beberapa rangsangan sederhana yang dapat menumbuhkan inisiatif pada anak yakni :
1.    Tumbuhkan rasa percaya diri dengan cara diberikan kepercayaan untuk melakukan setiap kegiatan secara mandiri tentunya disesuaikan dengan kemampuan baik secara motorik maupun psikomotor.
2.    Berikan reward berupa pujian ataupun sesekali reward saat selesai melakukan kegiatan positif hingga termotivasi untuk melakukan banyak hal.
3.    Berikan sugesti positif yang tidak berlebihan
4.    Jika anak melakukan kesalahan, tidak diperkenankan langsung menghakimi bahwa telah melakukan kesalahan. Namun bimbing dan arahkan kembali untuk mengambil keputusan yang menurut nya baik tentunya dalam pengawasan.
Beberapa keuntungan yang didapatkan ketika inisiatif berkembang , selain mampu menumbuhkan rasa bahagia, mengembangkan kepercayaan diri, problem solving, mengembangkan relasi dan pertemanan yang luas, serta mampu membaca dan memanfaatkan setiap kesempatan menjadi peluang baik juga anak akan lebih aktif dan dapat membangun citra diri positif.
Demikian , semoga bermanfaat.



Saturday, 16 January 2016

BAHAGIA ITU SEDERHANA ...


Hari ini sabtu pertengahan januari di awal tahun 2016, secara psikis selain awal tahun pelajaran baru juga awal tahun baru masehi hingga mind set dan mental masih semangat terjaga hingga semangat masih menyala. Namun tetap meskipun begitu mental hari sabtu baik secara fisik maupun psikis setiap orang sudah dalam athmosfhere liburan dan rehat. Begitupun melihat anak-anak di kelas, pemandangan beberapa anak yang tidak hadir masih dianggap toleransi jika absen di hari ini, selain dua mata pelajaran yang mereka anggap ringan dan tidak serius seperti mata pelajaran lainnya hanya pelajaran SBK dan PLH.

Pola tingkah laku mereka terlihat santai begitupun dengan guru-guru selain. Satu hal yang menarik pada siang ini, seperti biasa sabtu merupakan hari yang tepat mengadakan berbagai acara seperti pernikahan dan acara lainnya. seperti pada hari ini ada satu undangan pernikahan dari rekan sejawat hal yang biasa kami lakukan dengan rekan guru lainnya, datang memenuhi undangan bersama-sama. Bukan suatu kebetulan kalau Sekolah Dasar tempat ku mengajar berada satu kompleks dengan SD lainnya hingga bergabung sebanyak tujuh SD dengan tujuh Kepala Sekolah, hingga jika terdapat satu undangan sudah dapat dipastikan harus mengundang guru dan Kepala sekolah sebanyak tujuh SD.

Tak seperti biasanya, untuk memenuhi undangan pernikahan tersebut anak bungsuku turut serta. Satu pemandangan aneh karena biasanya jika acara-acara kantor dia tidak turut serta selain karena alasan kepentingan masing-masing. Satu hal yang menarik pada hari ini, si bungsu turut ke undangan dan yang membuatku sedikit terperangah (tentunya dalam hati) bahwa dia sangat senang di ajak menghadiri undangan tersebut, itu terlihat dari sorot matanya yang antusias dengan lirikan pandangan kesana kemari melihat Bapak dan Ibu guru nya turut hadir pula dalam undangan tersebut juga celotehan-celotehan yang menggemaskan dan baru aku tahu bahwa untuk bahagia tidak harus selalu mahal, mengajak anak bertemu dangan orang-orang yang mereka kenal terlebih Bapak dan Ibu guru yang mereka kagumi pun rasa bahagia itu sudah menular.

Jadi teringat dalam salah satu hadist nabi bahwa “membahagiakan anak itu merupakan pahala” apapun bentuknya. Semoga kita semua bisa mendapatkan kebahagiaan dari berbagai hal, walau dari hal sekecil apapun.


Catatan ini untuk anakku sayang, Kinanti Aulia Siti Soraya
Bandung, 16 Januari 2016




Thursday, 14 January 2016

Kenali Potensi Anak melalui Kecerdasan Logis Matematis


Intelegensi atau Kecerdasan bukanlah suatu yang bersifat kebendaan, melainkan suatu fiksi ilmiah untuk mendeskripsikan perilaku individu yang berkaitan dengan kemampuan intelektual. Dalam mengartikan intelegensi ini, para ahli mempunyai pengertian yang beragam. Berikut salah satu pengertian menurut Binet (Sumadi S. 1984) dalam Syamsu Yusuf LN, MPd. (2008), menyatakan bahwa sifat hakikat intelegensi itu ada tiga macam, yaitu (a) kecerdasan untuk menetapkan dan mempertahankan (memperjuangkan) tujuan tertentu. Semakin cerdas seseorang, akan semakin cakapah ia membuat tujuan sendiri, mempunyai inisiatif sendiri tidak hanya menunggu perintah; (b) kemampuan untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan tersebut; (c) kemampuan untuk melakukan otokratik, kemampuan untuk belajar dari kesalahan yang dibuatnya.
Secara teoritis Dalam Sumadiredja (2014) pada tahun 1983, menurut Gardner dalam bukunya “Frames of Mind” menyajikan teori Multiple Intelligences terdapat 9  (Sembilan) kecerdasan yang dimiliki setiap manusia, Terdapat faktor-faktor lain selain nutrisi yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan setiap anak yakni :
1.      Hereditas (Keturunan/Pembawaan)
2.      Lingkungan Perkembangan baik oleh orang tua, budaya maupun lingkungan sekitar anak.
Kecerdasan logis matematis merupakan salah satu bagian kecerdasan dari multiple intellegency, kemampuan inti yang didapat ketika anak berpotensi memiliki kecerdasan logis matematis yakni kepekaan dan kemampuan untuk mengamati pola-pola logis dan numeric (bilangan) serta kemampuan untuk berpikir rasional. Kecerdasan ini menyebabkan kemungkinan untuk mengalkulasi, menguantifikasi, mengkaji proposisi dan hipotesa serta melaksanakan operasi matematis yang kompleks. Beberapa profesi yang bisa digeluti anak yang mempunyai potensi kecerdasan ini yakni, akuntan, insinyur dan programmers computer.
Mengenali ciri-ciri anak berpotensi logis matematis di antaranya :
1.      Mempunyai kemampuan yang baik dalam bidang matematika dan sistem-sistem  logika lain yang rumit.
2.      Menggunakan penalaran dan logika serta angka angka dengan baik.
3.      Berfikir secara konseptual dalam kerangka pola pola angka dan mampu membuat hubungan hubungan antara berbagai ragam informasi yang didapat.
4.      Rasa ingin tahu yang besar tentang dunia di sekeliling mereka dan selalu menanyakan banyak hal serta mau mengerjakan eksperimentasi.
5.                  Selalu mempermasalahkan dan menanyakan kejadian-kejadian yang ada, sehingga tak jarang mereka agak tak disukai atau membosankan karena terlalu banyak bertanya.
       Adapun kemampuan anak dengan kecerdasan logika di antaranya :
1. Kemampuan dalam memecahkan masalah.
2. Mengkategorikan dan mengklasifikasi inforrmasi yang diperoleh.
3. Bekerja dalam konsep abstrak untuk mengketahui hubungan antara konsep.
4. Mampu menghubungkan rantai-rantai rasio untuk melihat perkembangan satu kegiatan.
5. Melaksanakan eksperimentasi terkendali.
6. Mampu mengerjakan perhitungan matematika yang rumit dan sulit.
Cara Mengembangkan Kecerdasan Logika pada anak
1.      Menyelesaikan puzzle, dapat juga dengan permainan lain seperti ular tangga dan domino. Permainan ini akan membantu anak dalam latihan mengasah kemampuan memecahkan berbagai masalah menggunakan logika
2.      Mengenal bentuk geometri,  dapat dimulai dengan kegiatan sederhana sejak anak masih bayi. misalnya dengan menggantung berbagai bentuk geometri sebagai warna. Untuk anak usia TK permainan ini dengan cara permainan pengelompokkan.
3.      Mengenalkan bilangan melalui sajak berirama dan  lagu, pengenalan bilangan melalui nyanyian anak-anak atau dapat juga membuat sajak berirama dan lagu tentang pengenalan bilangan dan konsep berhitung versi sendiri.
4.      Eksplorasi pikiran melalui diskusi dan olah pikir ringan serta dengan obrolan ringan. misalnya mengaitkan pola hubungan sebab-akibat perbandingan atau pengenalan bilangan dengan topik yang menarik bagi anak, bermain tebak-tebakan bisa berupa teka-teki atau tebak-tebakan.
5.      Pengenalan pola, permainan menyusun pola tertentu dengan menggunakan kancing warna-warni, pengamatan atas berbagai kejadian sehari-hari sehingga anak dapat mencerna dan memahaminya sebagai hubungan sebab akibat.
6.      Eksperimen ketika membawa anak berjalan-jalan keluar rumah biarkan anak bereksplorasi dengan alam.
7.      Memperkaya pengalaman berinteraksi dengan konsep matematika, dapat dengan cara mengikutsertakan anak belanja, membantu mengecek barang yang sudah masuk dalam kereta belanjaan, mencermati berat ukuran barang yang kita beli, memilih dan mengelompokkan sayur-mayur maupun buah yang akan dimasak.
8.      Games penuh strategi dan eksplorasi.
9.      Berikan PR dengan porsi lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas soal namun sesuaikan dengan porsi kebutuhan anak dan orangtua jangan sampai memberikan PR yang membebani fisik dan mentalnya.
10.  Berikan selalu reward atas keberhasilan anak dalam setiap pencapaian suatu tahapan.


Demikian, semoga bermanfaat.


Sumber Referensi :

Lia Kurniawati, S. Ikom., M. MPd., (2014), Tesis : Manajemen Pembelajaran Pendidikan Inklusi pada Sekolah Dasar, Bandung : Pasca Sarjana Universitas Islam Nusantara.


Ahmad Surjadi Sumadiredja, MA.,  Ph. D., (2014), Kecerdasan dan Lingkungan Pendidikan, Bandung : Penerbit Mandar Maju. 

Wednesday, 13 January 2016

INGAT KANG EMIL, JADI INGAT ANAK TK !

Ups! Jangan kesal dulu ya begitu baca judulnya ... hihi …

Pemimpin kota Bandung kali ini memang lain dari yang lain, selain nyentrik rasa anak muda banget  sangat kentara. Semua masyarakat yang singgah di kota Bandung  secara tidak langsung diajak berjiwa muda dan dibuat terpukau, apalagi sebagai asli warga kota Bandungnya pasti sangat “reu’eus”. Ini terbukti dari banyaknya fasilitas umum yang bersentuhan langsung dengan masyarakat pengguna di buat “rasa” anak muda bahkan layaknya  “rasa” anak TK. Kali ini saya tidak akan mengupas  pelayanan publik secara administrastif namun akan menyoroti berbagai atribut fasilitas umum yang dibuat seperti buatan anak TK, simple namun artistik.
Mulai dari bermain dengan  Alphabet untuk menamai gedung-gedung atau taman-taman. Jika boleh di bandingkan dulu menamai gedung biasanya hanya berbentuk huruf seadanya, tetapi setelah kota Bandung dalam genggaman Kang Emil sangat berani mengimplikasikan sesuatu diluar pakem dan hasilnya sangat luar biasa, membuat warga kota Bandung “reueus” atau bangga.


Berdasarkan penelitian bahwa penggunaan warna sangat berpengaruh pada sisi psikologis manusia, suasana hati seseorang bisa pula terpengaruh dengan adanya warna yang tertangkap indera penglihatan. Orang-orang kuno menggunakan warna dengan berbagai cara untuk melakukan penembuhan. Seiring perkembangan terapi warna dikembangkan disleuruh belahan dunia. Menurut Darwis Triadi, seorang fotografer terkenal di negeri ini di dalam bukunya “Color Vision” mengungkapkan bahwa: “Warna dapat menciptakan keselarasan dalam hidup. Dengan warna kita bisa menciptakan suasana teduh dan damai. Dengan warna pula kita dapat menciptakan keberingasan dan kekacauan.”
Orang menyebut dengan istilah psikologi warna untuk meng-artikulasi persepsi manusia terhadap warna yang terlihat oleh mata. Setiap warna akan memberikan kesan dan kemudian dipersepsikan secara unik oleh pikiran orang yang sedang melihatnya. Demikian pula warna-warna alam yang ada di sekeliling kita, seakan mampu berbicara dan memengaruhi suasana hati seseorang. Dan Kang Emil menyajikan itu semua … yeeeyy kereen ya!.
Rahasia lain dari penggunaan warna yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu memiliki efek penyembuhan dan ketenangan yang kita kenal sebagai “pelangi”. Tubuh dan pikiran dapat menyerap getaran-getaran warna melalui organ-organ tubuh yang ada dalam diri. Maka tidak heran jika anda pernah berkunjung ke sebuah taman kota bernuansa warna hijau akan memberikan efek perasaan tenang.
Kota Bandung sampai saat ini terlihat masih bebenah di berbagai sudut kota.  Satu hal yang menggelitik saat saya melintas di beberapa sudut jalanan kota Bandung terutama di jalan Karapitan, terlihat batu berwarna-warni layaknya pelangi di kurungan  .. “sempet-sempetnya kepikiran sama tim artistik Kang Emil batu bulet aja di warnaan terus di kerangkeng”, di tempatkan di perempatan atau dipersimpangan jalan di tata sedemikian rupa jadilah keluar nilai artistiknya contohnya yang ditempatkan di jalan karapitan Bandung, selain itu ada batu-batu yang di buat bentuk seperti orang-orangan yang di tempatkan di jalan dago… jadi inget waktu ngajar di Taman Kanak-Kanak dulu.


Seperti di kutip dari fanpage facebook nya Kang Emil, penataan kota ini merupakan hasil dari survey tata kota jalan-jalan Kang Emil dangan stafnya, di berbagai negara. Pemimpin kota Bandung ini jika ngetrip ke luar negeri tidak hanya bertrip ria saja namun membagi stafnya menjadi beberapa tim dimana masing-masing tim tersebut diberikan tugas untuk mengamati lingkup kebiasaan penduduk yang mendiami wilayah tersebut, mengamati berbagai atribut baik yang berada di wilayah darat, udara dan  udara.
Hingga nanti saat pulang ke tanah air mendapatkan oleh-oleh berbagai ide dari hasil “membaca” yang dapat di adaptasikan dan di aplikasikan di tanah air khususnya kota Bandung. Kemarin (28/12/2015) baru meresmikan trotoar di jalan Riau sebagai ruang pedestrian, jadi warga kota Bandung di ajak untuk banyak-banyak berjalan kaki. Mudah-mudahan rencana renovasi beberapa trotoar di wilayah lainnya segera rampung. Berikut kutipannya “Tgl 28 Desember 2015, peresmian jalur pedestrian jalan Riau atau LRE Martadinata. Menuju Bandung kota manusiawi dan Kota Desain. Kamis depan, tanggal 31 Desember 2015, saat kamu merenung kenapa belum nikah juga, Pemkot Bandung akan resmikan "Teras Cikapundung", program revitalisasi tepian Sungai Cikapundung kerjasama dengan BBWS Citarum. Omat, sing dipikanyaah, dirawat ku sarerea, tong ngaruntah. "Indung kudu dijungjung, Bandung kudu disanjung. Urang pikanyaah Cikapundung nu agung".


Sumber referensi :
Dari berbagai sumber.

#OneDayOnePost, #HariKetiga

.

Monday, 11 January 2016

KELUARGA dalam PRENATAL EDUCATION



Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kota-kota telah dilaksanakan sebagai pelaksanaan “education for all” (pendidikan untuk semua). Jauh sebelum gagasan “education for all” dicanangkan, masyarakat mukmin telah mengenal pendidikan bayi dalam kandungan (prenatal education).  Dengan demikian hadist “belajar dari buaian hingga liang lahat”  dapat dilaksanakan dan tinggalah menyusun konsep serta membuat program pendidikan menjelang masuk kubur. Hal ini merupakan tantangan bagi implementasi hadist  tersebut agar terwujud “life long learning” atau bisa disebut juga belajar sepanjang hayat.

Dengan alasan bahwa jangan lupa bahwa setiap diri kita adalah guru bagi orang lain terlebih bagi anak-anak sebagai generasi penerus, bukankah anak terutama pada usia PAUD merupakan “peniru ulung”. Setiap orang dewasa baik berperan di luar profesi kependidikan.  Apakah anda seorang akuntan, insinyur, ahli mesin, programmer computer atau bahkan pemulung sekalipun merupakan guru bagi setiap individu lain terutama anak-anak  dan hal ini terkadang tak disadari oleh setiap individu.

Pendidikan prenatal sangat beragam macam dan berbagai program, dalam  keluarga  muslim seorang ibu selama mengandung akan melakukan hal-hal yang berkaitan dengan aktifitas seperti misalnya memperdengarkan ayat-ayat suci al quran baik itu secara langsung sang ibu membacakannya ataupun di bantu ayah janin, berdzikir dan lain sebagainya. Getaran emosi ibu yang timbul bersama keimanan dan ketakwaan yang meningkat memengaruhi janin yang dikandung.   Menurut da’i sejuta umat K.H. Zaenudin M.Z. (alm), janin itu ibarat pita kaset suara yang merekam suara, jika suara itu indah dan baik maka suara pada pita itupun indah dan baik.

Berbagai ritual keagamaan berbau budaya seperti “tujuh bulanan” dalam persiapan prenatal education dengan menyediakan rujak tumbuk disertai kajian al quran, dzikir dan do’a khusus untuk jabang bayi pun dilaksanakan, tidak ada yang salah dalam pelaksanaan ritual tersebut apalagi dikatakan bid’ah namun sejatinya kita sebagai manusia yang dibekali akal tentunya dapat mengambil hikmah di balik ritual tersebut.  Dimana orangtua di giring untuk bersiap diri menyambut kelahiran individu baru yang akan menjadi tanggung jawabnya baik di dunia maupun di akhirat kelak. hal sebenarnya yang tersurat dalam al quran bahwa setiap roh ditiupkan pada rahim seorang perempuan yakni pada usia kandungan empat bulan beiringan dengan hal itu Allah turut menetapkan usia bayi; rizki; nasib baik dan buruk (qodLo dan qodar) nya.

Jika prenatal education ini berhasil baik, maka inshaa Allah merupakan dasar yang baik bagi pendidikan selanjutnya. Dan hal ini dapat diamati jika anak  sudah memasuki usia sekolah, terdapat perbedaan mendasar anak yang seringkali mendapatkan stimulus (rangsangan) dari orangtua dengan anak yang hanya dilahirkan dan tumbuh kembang seadanya tanpa mendapatkan stimulus maksimal dari lingkungan terdekatnya terutama stimulus dari keluarga inti pada usia-usia emasnya.

Indikator-indikator anak dengan interaksi antar anggota keluarga sangat berperan penting dalam tumbuh kembang prenatal education ini. Athmosphere kehidupan  dan tipe setiap keluarga sangat berbeda baik pola asuh  dan interaksi lainnya dalam mendukung prenatal education.  Sehingga akan berpengaruh pula pada prestasi dan kompetensi yang anak dapatkan. Keluarga otoriter, demokratis, laisses faire ( masa bodoh), agamis, bercerai/broken home dan keluarga terpencar itu semua merupakan beberapa tipe keluarga dalam lingkungan sekitar kita. Berikut beberapa ulasan mengenai tipe-tipe keluarga yang telah disebutkan diatas :

Keluarga otoriter ditandai dengan kekuasaan yang terpusat pada ayah. Ayah yang menentukan, ayah yang mengatur, menyuruh, memerintah, memarahi, mengritik, mengurus dan semacamnya. Sedangkan anggota keluarga yaitu ibu dan anak harus patuh kepada ayah.

Keluarga demokratis, setiap anggota keluarga bebas mengemukakan pendapat, menerima pendapat anggota keluarga yang lain, bermusyawarah dan tunduk kepada keputusan musyawarah dengan melaksanakan kegiatan dan hasilnya menjadi milik bersama dan keluarga ini termasuk “primary group”.

Keluarga laissez faire atau keluarga yang masa bodoh, merupakan keluarga yang memberikan kebebasan kepada setiap individu namun terkesan asyik dengan kehidupan masing-masing sehingga pencapaian prestasi anak terkadang rendah ataupun sesuai standar kebanyakan masyarakat pada umumnya, sayangnya seringkali melewatkan golden age anak.

Keluarga Agamis, tercirikan dengan gaya rangsangan yang mengacu pada tolok ukur kedisiplinan bergaya pesantren. Dari mulai pakaian serta jam-jam dimana anak diharuskan dan diwajibkan mengikuti ritual-ritual ibadah yang disesuaikan dengan kepercayaan.

Keluarga bercerai atau berpencar, tidak dipungkiri bahwa ditengah masyarakat Indonesia saat ini dengan berbagai macam alasan satu keluarga tak nampak utuh sebagai keluarga batih. Namun sejatinya dikembalikan pada kerjasama orangtua anak hingga mereka dapat merasakan memberikan kasih sayang utuh layaknya keluarga inti. Namun jika kondisi memang tidak kedua orangtua dimungkinkan adanya intensitas pertemuan dengan anak titik tolak dikembalikan kepada sang induk semang. Dimana setiap perempuan dituntut untuk menjadi “madrosatul ula” atau sekolah awal bagi anak. Memang sangat berat beban pendidikan serta pengajaran di bebankan pada satu pihak namun penulis yakin setiap perempuan diciptakan Allah sebagai makhluk yang kuat, terbukti banyak perempuan-perempuan sukses berkarier dengan kondisi orang tua tunggal.

Referensi :
Dari berbagai sumber
#ODOP# Hari kedua



Friday, 1 January 2016

Blog "Lia_Kurniawati"

Postingan ini hanya untuk penambahan label pada blog "Lia_Kurniawati". untuk hal seperti "Ekstetika" atau yang sering sebut dengan keindahan, label memang penting untuk estetika pada blog.

untuk itu, label selalu dipergunakan oleh para blogger untuk mempercantik blog yang ia urus. termasuk blog saya ini. blog yang saya bangun dengan hati saya sendiri. dan saya juga ingin blog ini enak untuk sekedar di pandang.
Terima Kasih :v

Kata Biasa, Tapi Imbasnya Luar Biasa

Malam ini selesai mengerjakan 1 project design dari Kemenpar untuk acara tgl 11-12 November mendatang, tak hentinya aku berucap syukur kali ...