Intelegensi atau Kecerdasan
bukanlah suatu yang bersifat kebendaan, melainkan suatu fiksi ilmiah untuk
mendeskripsikan perilaku individu yang berkaitan dengan kemampuan intelektual.
Dalam mengartikan intelegensi ini, para ahli mempunyai pengertian yang beragam.
Berikut salah satu pengertian menurut Binet (Sumadi S. 1984) dalam Syamsu Yusuf LN, MPd. (2008),
menyatakan bahwa sifat hakikat intelegensi itu ada tiga macam, yaitu (a)
kecerdasan untuk menetapkan dan mempertahankan (memperjuangkan) tujuan
tertentu. Semakin cerdas seseorang, akan semakin cakapah ia membuat tujuan
sendiri, mempunyai inisiatif sendiri tidak hanya menunggu perintah; (b)
kemampuan untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan tersebut;
(c) kemampuan untuk melakukan otokratik, kemampuan untuk belajar dari kesalahan
yang dibuatnya.
Secara teoritis Dalam Sumadiredja
(2014) pada tahun 1983, menurut Gardner dalam bukunya “Frames of Mind” menyajikan teori Multiple Intelligences terdapat 9 (Sembilan) kecerdasan yang dimiliki setiap
manusia, Terdapat faktor-faktor lain selain nutrisi yang mempengaruhi
perkembangan kecerdasan setiap anak yakni :
1. Hereditas
(Keturunan/Pembawaan)
2. Lingkungan
Perkembangan baik oleh orang tua, budaya maupun lingkungan sekitar anak.
Kecerdasan
logis matematis merupakan salah satu bagian kecerdasan dari multiple intellegency, kemampuan inti
yang didapat ketika anak berpotensi memiliki kecerdasan logis matematis yakni
kepekaan dan kemampuan untuk mengamati pola-pola logis dan numeric (bilangan)
serta kemampuan untuk berpikir rasional. Kecerdasan ini menyebabkan kemungkinan
untuk mengalkulasi, menguantifikasi, mengkaji proposisi dan hipotesa serta
melaksanakan operasi matematis yang kompleks. Beberapa profesi yang bisa
digeluti anak yang mempunyai potensi kecerdasan ini yakni, akuntan, insinyur
dan programmers computer.
Mengenali ciri-ciri anak berpotensi logis
matematis di antaranya :
1.
Mempunyai kemampuan
yang baik dalam bidang matematika dan sistem-sistem logika lain yang rumit.
2.
Menggunakan
penalaran dan logika serta angka angka dengan baik.
3.
Berfikir secara
konseptual dalam kerangka pola pola angka dan mampu membuat hubungan hubungan
antara berbagai ragam informasi yang didapat.
4.
Rasa ingin tahu yang
besar tentang dunia di sekeliling mereka dan selalu menanyakan banyak hal serta
mau mengerjakan eksperimentasi.
5.
Selalu
mempermasalahkan dan menanyakan kejadian-kejadian yang ada, sehingga tak jarang
mereka agak tak disukai atau membosankan karena terlalu banyak bertanya.
Adapun kemampuan anak dengan
kecerdasan logika di antaranya :
1. Kemampuan dalam memecahkan masalah.
2. Mengkategorikan dan mengklasifikasi inforrmasi yang diperoleh.
3. Bekerja dalam konsep abstrak untuk mengketahui hubungan antara konsep.
4. Mampu menghubungkan rantai-rantai rasio untuk melihat perkembangan satu
kegiatan.
5. Melaksanakan eksperimentasi terkendali.
6. Mampu mengerjakan perhitungan matematika yang rumit dan sulit.
Cara Mengembangkan Kecerdasan Logika pada anak
1.
Menyelesaikan
puzzle, dapat juga dengan permainan lain seperti ular tangga dan domino.
Permainan ini akan membantu anak dalam latihan mengasah kemampuan memecahkan
berbagai masalah menggunakan logika
2.
Mengenal bentuk
geometri, dapat dimulai dengan kegiatan
sederhana sejak anak masih bayi. misalnya dengan menggantung berbagai bentuk
geometri sebagai warna. Untuk anak usia TK permainan ini dengan cara permainan
pengelompokkan.
3.
Mengenalkan bilangan
melalui sajak berirama dan lagu,
pengenalan bilangan melalui nyanyian anak-anak atau dapat juga membuat sajak
berirama dan lagu tentang pengenalan bilangan dan konsep berhitung versi
sendiri.
4.
Eksplorasi pikiran melalui
diskusi dan olah pikir ringan serta dengan obrolan ringan. misalnya mengaitkan
pola hubungan sebab-akibat perbandingan atau pengenalan bilangan dengan topik
yang menarik bagi anak, bermain tebak-tebakan bisa berupa teka-teki atau
tebak-tebakan.
5.
Pengenalan pola, permainan
menyusun pola tertentu dengan menggunakan kancing warna-warni, pengamatan atas
berbagai kejadian sehari-hari sehingga anak dapat mencerna dan memahaminya
sebagai hubungan sebab akibat.
6.
Eksperimen ketika membawa
anak berjalan-jalan keluar rumah biarkan anak bereksplorasi dengan alam.
7.
Memperkaya
pengalaman berinteraksi dengan konsep matematika, dapat dengan cara
mengikutsertakan anak belanja, membantu mengecek barang yang sudah masuk dalam
kereta belanjaan, mencermati berat ukuran barang yang kita beli, memilih dan
mengelompokkan sayur-mayur maupun buah yang akan dimasak.
8.
Games penuh strategi
dan eksplorasi.
9.
Berikan PR dengan
porsi lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas soal namun sesuaikan
dengan porsi kebutuhan anak dan orangtua jangan sampai memberikan PR yang
membebani fisik dan mentalnya.
10. Berikan selalu reward atas keberhasilan anak dalam setiap
pencapaian suatu tahapan.